Cerpen Si Kancil Merayu Singa Barong

Alkisah Si Kancil sedang  apes ketika pada suatu sore saat sedang menyelidiki batu-batuan vulkanik dia terpergok oleh Singa Barong yang terkenal bertingkah laku sopan  tapi sangat buas terhadap binatang-binatang pemakan tumbuhan seperti Si Kancil.  Kali ini Si Kancil terpojok pada sebuah dinding bukit batu yang terjal tanpa dapat lari lagi. Singa Barong pelan-pelan menghampirinya dengan gayanya yang anggun seraya berkata:

“Tuan Kantjiel, ini hari sudah gelap. Tidak seharusnja binatang merumput seperti Tuan masih berkeliaran di luar rumah!  Sebutkan alasan Tuan masih berada diluar rumah! Bila dapat Saja mengerti,  maka Tuan akan Saja biarkan pergi! Tapi bila tidak masuk akal maka Tuan akan Saja makan














Sebagai sosok kutu buku yang berpengetahuan luas Kancil tahu persis sifat-sifat  Singa Barong yang dibeberkan panjang lebar pada Kitab Psikologi Carnivora yang dibacanya beberapa tahun silam. Jawaban apapun yang mucul dari mulut Kancil akan dibantah Singa Barong  yang ingin memangsanya. 

Singa Barong hanya sekedar cari-cari alasan saja untuk pembenar dirinya akan  memangsa hewan yang lebih lemah fisiknya seperti Si Kancil. Jadi jawaban tidaklah penting. Langkah yang perlu dilakukan sekarang adalah mempergunakan khazanah ilmu pengetahuan dari buku-buku yang pernah dibacanya untuk merayu Singa Barong agar mengurungkan niatnya memakan Kancil.

“Singa Barong, aku dengar aumanmu sekarang berubah jadi sangat merdu setelah kamu berlatih menyanyi pada burung beo?”  kata Si Kancil mencoba mencari sesuatu yang menarik buat Singa Barong.


Ternyata pilihan topik pembicaraan Sang Kancil tepat sasaran. Singa Barong yang sangat bangga dengan auman yang dianggapnya sangat merdu -- mendadak menjadi sangat senang mendengar pujian Si Kancil. Untuk sejenak dia lupa akan keinginan dirinya memangsa daging Kancil. Dia sangat tertarik mendengar Si Kancil menyebut-nyebut keindahan aumannya.

“Benar sekali Tuan Kantjiel. Saja telah berlatih keras selama satu tahun pada burung beo, dan kini Saja memiliki auman jang boleh dikata tidak akan mengetjewakan pendengarnja” kata Singa Barong dengan hati berbunga-bunga. Tentu saja Si Kancil tambah pede untuk membujuk Singa Barong yang kelihatan sangat tertarik dengan topik pembicaraan.

“Tidak inginkah aumanmu didengar oleh para binatang hutan dengan seksama dan penuh kekaguman?. Tidak inginkah dirimu menjadi pelantun auman yang digemari oleh para penghuni hutan? Aku bisa membuatkan partitur auman istimewa buatmu!”  tanya Kancil langsung to the point menawarkan keuntungan yang akan diperoleh Singa Barong bila bersedia  mengeksplorasi aumannya.

“Mauuuuuuu! Mau banget!!!  Saja ingin sekali mereka mendengarkan Saja mengaum dengan komposisi partitur ciptaan Tuan, sehingga mendjadi sebuah njanjian yang merdu untuk seluruh penghuni hutan!” kata Singa Barong penuh antusias. Singa Barong yang selama ini memendam rasa kesepian karena dijauhi para penghuni hutan sangat berharap auman indahnya akan membuat dirinya lebih dekat dengan mereka.

Sementara Si Kancil juga berlega hati. Dirinya telah berhasil  membujuk Singa Barong untuk melupakan daging kancil yang gurih dan menggantinya dengan mengekplorasi aumannya yang diharapkan akan menghibur penghuni hutan. Kini tiba saatnya Si Kancil membujuk Singa Barong ke tahap berikutnya, yaitu meninggalkan kebiasaan makan binatang-binatang hutan dan beralih menjadi penyantap ikan yang melimpah di sungai di pinggir hutan.

“Dengar Singa Barong! Saat ini para binatang hutan takut mendengar aumanmu! Mereka pada lari terbirit-birit karena takut kau mangsa!. Jadi kalau dirimu mau didengar oleh mereka semua,  harap berhentilah memakan binatang hutan!  Beralihlah menyantap ikan yang melimpah ruah di sungai. Ibaratnya dirimu cukup membuka mulut, mereka akan masuk sendiri saking banyaknya!” kata Si Kancil.

Sejenak Singa Barong merenungkan kata-kata Si Kancil. Dipikirkan untung rugi bila dirinya beralih dari menyantap binatang hutan menjadi menyantap ikan-ikan penghuni sungai. Kalau dipikir-pikir ternyata usulan Kancil memang lebih menguntungkan bagi dirinya. 

SMS Pantun Ucapan Ulang Tahun

Tertangkup sama termakan tanah
terlentang sama terminum embun
Tandem bersama dalam senang dan susah
bahagiaku untukmu di hari ulang tahun

Sobat baik perpendek jalan terpanjang,
siap menolong segala kesulitan
Semoga dirimu dikaruniai umur panjang
semesta ulang tahunmu membahagiakan

Perilaku menyimpang jangan
dibilang beda orientasi
Percikkan smangat ultahmu kawan
doaku langkahmu diridhai Ilahi
(undil-2012)

Lirik Lagu Keren Lenka : Trouble Is A Friend :. Bercinta dengan Masalah

Lagunya simple, sederhana dan gampang dinyanyikan. Liriknya memiliki makna yang dalam, sangat menarik dan mencerahkan. Lirik Trouble is a Friend dari Lenka ini bicara tentang masalah yang kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari.  


Apakah masalah harus dihindari?. Apakah hidup ideal itu adalah hidup yang tanpa masalah?. Pada kenyataannya masalah suka muncul  dalam keseharian kita. Mau tidak mau, suka tidak suka masalah bisa muncul kapan saja. Lenka menyarankan merubah anggapan kita tentang masalah dari semula sebagai musuh menjadi sebagai teman.

Menjadikan masalah sebagai teman adalah perubahan cara pandang kita. Perubahan mindset kita. Dari sesuatu yang harus dihindari dan ditakuti menjadi sesuatu yang kita anggap wajar kehadirannya. Sebuah cara untuk menentramkan diri . Karena kita sulit membuat dunia tanpa masalah, maka cara pikir kitalah yang perlu dirubah dengan menganggap masalah sebagai teman yang hadir untuk hidup bersama kita.

Terkadang masalah bermanfaat bagi kita. Dengan adanya masalah kita dipaksa mempergunakan potensi diri kita untuk mencari cara pemecahannya. Memaksa kita berpikir dan bekerja untuk menyelesaikannya. Oleh sebab itulah masalah secara tidak langsung mengajarkan kepada kita untuk menjadi manusia yang lebih terampil, lebih matang dan sekaligus memaksa munculnya potensi diri kita yang sebelumnya terpendam.

Tentu kita berdoa pada Allah SWT agar kita tidak menghadapi masalah yang terlalu berat untuk kita pikul. Kita juga tidak berharap mendapatkan masalah baik besar ataupun kecil. Namun bila masalah datang, kita bisa menganggapnya sebagai guru yang siap mengajarkan kita untuk memaksimalkan potensi diri yang kita miliki (Undil-2012)

Lyric Lenka : Trouble is a Friend

Trouble will find you
No matter where you go
Oh, oh
No matter if you're fast
No matter if you're slow
Oh, oh
The eye of the storm
Wanna cry in the morn
Oh, oh
You're fine for a while
But you start
To lose control

SMS Ucapan Ulang Tahun untuk Sahabat

Uluwatu berjibun monyetnya
Sangeh tak mau kalah juga
Umurmu setahun nambahnya
Smoga kedewasaanmu juga 

Kutu buku masa depan cerah
jenjang karirnya mantap sarat ilmu
Kereta usia tak dapat dicegah
jadikan megah dengan amal dan ilmu

Senarai Liberal atau Plural sama saja
jauhi kalau ingin damai dalam hati
Sudahi gelisah atas bertambahnya usia
jalani saja dengan senang hati
 
Jangan ragu minta pada Allah
karena Dia senang bila dimintai
Selamat ulang tahun sobat sejati
semoga doa-doamu dikabulkan Ilahi

Silih berganti suka dan duka
anggaplah pergantian siang dan malam
Di hari ulang tahun aku doakan
dirimu penuh kesyukuran dan kesabaran

Jadikan duniamu lebih indah
dengan jauhi paham liberal
Pastikan umurmu penuh berkah
dengan perbanyak pundi amal
 (undil-2012)

Puisi Orang Biasa

Dia yang tak maju-maju
Bukan berarti tidak mampu
Bisa jadi  tak diberi kesempatan
Hingga terpendamlah kecemerlangan

Dia yang biasa-biasa saja
bukan berarti tak sehebat sang bintang
karena bukan hanya kemampuan
tapi juga kesempatan yang menentukan
(undil)

Puisi Pernikahan untuk Sahabat: Keabadian Cinta

Seandainya kamu diberi kesempatan
rubah batu-batu hitam jadi permata,
jadikan nilai-nilai ujianmu A semua,
selesaikan tugas akhirmu sekejap mata,
atau meraih cinta dari sejuta manusia

ITU SEMUA TIDAK ADA ARTINYA!

Dibanding kesempatan yang kau genggam saat ini
untuk letakkan hatimu dalam hatinya,
lalu merasakan apa yang dirasakannya.
Padukan keinginanmu dan keinginannya,
di bingkai keteguhan tempuh jalan suci-Nya.
Muliakan dan bergandengan tangan,
berdua meraih ridha-Nya,
demi kebahagiaan sejati di dunia,
dan KEABADIAN cinta di SURGA.
(Undil-2012- edisi revisi)

Cerita Lucu tapi bukan Si Kancil Mencuri Ketimun

Alkisah Sang Kancil sedang berlatih main teater untuk sebuah pertunjukan besar di Hutan Utopia. Kali ini Sang Kancil harus memerankan Raja Kucing,  yang menjadi tokoh utama dalam pentas itu. Selama sebulan penuh Sang Kancil berguru kepada keluarga kucing anggora agar dapat memerankan Raja Kucing dengan sempurna.



Setelah dirasa cukup berlatih di keluarga kucing anggora, Sang Kancil memutuskan untuk mencoba memerankan kucing di kehidupan nyata. Maka dia berdandan sebagai kucing anggora dan turun ke kampung untuk berperan sebagai kucing di lingkungan manusia.
    
Rumah yang dimasuki oleh Sang Kancil berpenghuni keluarga muda yang baru memiliki bayi kecil bernama Reza. Dia adalah bayi umur 4 bulan yang baru bisa nangis owek owek. Mama Majda Yulianingrum baru kali ini punya bayi, sehingga belum tahu banyak tentang seluk beluk anak bayi.  Kancil masuk rumah sebagai seekor kucing kelabu yang kelaparan dan hendak mencari makan.

Kucing Kancil terus menerus bersuara eow-eow tanpa satu pun penghuni rumah yang tahu maksudnya, kecuali Reza.  Bahasa yang dipergunakan Reza yang owek-owek itu ternyata mirip dengan bahasa kucing yang baru saja dipelajari Sang Kancil.  Jadilah dua makhluk itu dapat nyambung ngobrolnya.

 “Owek-owek”

“Eow-eow”

“Owek-owek-oweek”

“Eow-Eow-Eoooow”

Dua makhluk itu ngobrol dengan seru sampai Mama Majda  bingung karena dikira anaknya nangis terus gak berhenti-berhenti. Padahal sebenarnya Reza sedang mengobrol dengan Kucing Kancil. Mama heran karena sudah dicek Reza tidak ngompol dan tidak pup. Saat diberi nenen juga tidak mau. Jadilah Mama pusing tujuh keliling, akhirnya Reza kembali ditaruh ke dalam box bayi.

Setelah Reza ditaruh ke dalam box bayi, Si Kucing Kancil mendekati Reza untuk melanjutkan obrolan mereka.

“Yi Bayi, aku lapar banget nih. Kamu punya timun gak untuk kumakan?”

“Timun itu kaya apa bentuknya?”

“Itu loh, buah yang bentuknya lonjong panjang, dan kulitnya warnanya hijaur”

“Wooo yang kalo dibelah warnanya merah itu yah?”

“Bukaaaan!  Itu mah semangka namanya. Timun itu yang suka dimakan bareng ayam goreng”

“Ayam goreng itu bentuknya kayak apa?”

“Itu loh yang kalo ditaruh di atas piring ada kaki, sayap dan kepalanya?”

“Woooo ayam goreng itu yang warnanya coklat yah?

“Betul yi”

“Aku tahu sekarang. Timun itu yang suka diiris-iris Mama untuk dimakan setelah makan ayam goreng yah?”

“Betul sekali. Punya gak dirimu?”

“Ada banyak di meja makan. Tapi aku belum bisa ngambilin nih. Aku juga belum bisa bicara pada mamaku. Mama gak mengerti dengan bahasaku. Gimana dung caranya ambil timun buatmu?”

“Udah gini aja. Kamu menangislah sekeras mungkin sampai digendong lagi sama mama kamu. Ntar klo kamu digendong sampai dekat meja makan, tanganmu tunjuk-tunjuk saja ke timun biar diambilin”

“Klo udah diambilin lalu diapain timunnya?”

“Dijatuhin ke lantai di depanku. Nanti aku akan bersuara  eow-eow sambil menyundul-nyundul kaki mamamu”

“Betul juga yah. Kamu pintar sekali Cing”

Kucing Kancil senyum-senyum sendiri karena senang sekali dikira kucing beneran oleh Reza, artinya aktingnya sebagai Raja Kucing saat pementasan nanti bakalan berhasil.

^_^

Seperti skenario Kucing yang sebenarnya adalah Sang Kancil -- Mama Majda cepat-cepat menggendong anaknya saat mendengar suara tangis Reza melengking tinggi. Karena tangisan Reza gak juga berhenti, Mama membawa Reza jalan-jalan keluar kamar. Saat mama berdiri di dekat meja makan tangan Reza menunjuk-nunjuk tumpukan timun di atas piring. Mama dengan cepat mengambilkan seekor timun, biar Reza berhenti menangis. 

Namun setelah timun dipegang Reza, tiba-tiba timun dijatuhkan ke depan kucing yang sedang berada di bawah sambil menyundul-nyundul kaki mama. Mama kaget dengan perbuatan Reza, tapi kemudian tertawa senang melihat ada seekor kucing yang menyantap timun yang dijatuhkan. “Wah anakku pintar sekali, masih bayi udah bisa ngasih makan kucing” ujarnya dengan bangga.

Namun kemudian setelah berpikir sejenak, Mama Majda jadi terheran-heran meilhat Kucing Kancil makan timun. “Mungkin kucing ini udah dibiasakan makan timun sama pemiliknya jadi dia enak aja menyantap ketimun. Wah aku gak boleh kalah sama kucing niy, aku harus lebih rajin makan sayur-sayuran”  pikir Mama.

Hari itu Sang Kancil cukup puas dengan aktingnya sebagai seekor kucing. Sampai saat dia kembali ke Hutan Utopia bayi Reza dan Mama Majda Yulianingrum tidak mengenali dirinya sebagai seekor kancil (Undil-2012)

gambar diambil dari : vincentvangoghgallery.org

tags: cerita lucu, cerita pendek,cerpen, dongeng sang kancil, 

Cerita Lucu Bahasa Jawa: Kopi Kucing by Undil

Suwijining ndino Setro Mino mertamu ning ngomahe Setro Njingik.
Dheweke disuguhi kopi karo Setro Njingik. Sajake kopine enak tenan,
soale Setro Njingik muja-muji ngalembana marang kopi sing disuguhake.
Setro Mino banjur nyruput kopi amarga penasaran marang rasane.














Setro Mino:
Iki kopi apa tho kok rasane rada kecut?

Setro Njingik:
Kuwi kopi istimewa, meh padha karo kopi luwak sing larang kae

Setro Mino:
Woo ngono tho, kopi apa jenenge?

Setro Njingik :
Kopi kucing, aku gawe dhewe

Setro Mino:
Gaweanmu dhewe tho, apa sebape diarani kopi kucing?

Setro Njingik:
Sebape diolah lewat kucing. Yen kopi luwak kopine dipangan luwak ndisik sakdurungne diolah, kopi kucing dipangan kucing sakdurunge diolah dadi kopi bubuk. Aku pancen terinspirasi kopi luwak, ning ben gampang aku nanggo kucing wae.

Setro Mino:
Kucing doyan kopi pa?

Setro Njingik:
Ya ora no. Kopine tak gerus rada kasar, trus tak campur ikan asin, bar kuwi lagi tak pakakke kucing.

Setro Mino (wetenge mulai mules) :
Terus...

Setro Njingik:
Mengko yen wis metu bareng kotoran kucing banjur gerusan kopi disaring, dikumbah, dipepe nganti garing banjur digiling meneh nganti alus. Lha iki sampeyan sing pisanan nyoba kopi kucing loh, wong rong tau ana sing tak suguhi kopi kucing. Aku dhewe arep ngrasakke ora tegel je. Piye Kang, enak ora rasane?

Setro Mino:
Hoeeeeeekkkk! Hoeeeekkkkk! (Undil - 2012)

gambar diolah dari : www.lonvig.dk

Cerita lucu lain:
Pitik Mogok Mangan
Bakso Bangjo lan Kucing Klawu
tags: blog bahasa jawa, cerita bahasa jawa, cerita lucu basa jawa

Puisi Ulang Tahun buat Sahabat: Tak Pernah Kesepian


Di sini sendiri
sunyi senyap
hanya berteman
bayang-bayang
berkawan semangat
dalam kerja keras
curahkan peluh dan pikiran
wujudkan impian

Inilah hidupmu teman
yang tak pernah kesepian
persahabatan tak kau artikan
harus selalu berdekatan
berteman
bukan berarti
tak pernah sendiri

Mimpimu dan mimpinya
pastilah tak sama
bolehlah jiwa bertaut
tapi raga biarlah berkelana
wujudkan mimpi-mimpi
dengan kerja keras
dan penuh kegembiraan

Selamat Ulang Tahun Teman
teriring doa dan harapan
semoga impianmu terkabulkan 
(Undil - 2012)

tags: puisi ucapan ulang tahun buat sahabat 


Koleksi Puisi Indah
Parade Puisi Juni: Cinta 
Parade Puisi Juli: Risalah Kesepian 
Ketika Dia Pergi

Dongeng Si Kancil Mencuri Timun - Kolaborasi Sang Kancil dan Mas Wagenugraha

Sang Kancil dalam perjalanan dari Hutan Utopia menuju Gunung Sepikul mengikuti petunjuk buku Mas Wagenugraha, seorang ahli ilmu hayati paling mumpuni di saentero Pulau Jawa. Dalam Kitab Bab Suket-suketan karya Mas Wagenugraha tertera bahwa di Gunung Sepikul terdapat beberapa jenis rerumputan yang tahan kekeringan karena memiliki umbi akar yang berfungsi menyimpan cadangan air. 

Sang Kancil akan menanam rerumputan tahan kekeringan di seputar telaga di tengah Hutan Utopia agar kelak jadi makanan cadangan buat para penghuni hutan selama musim kemarau. 

Sudah dua minggu dia menempuh perjalanan jauh tatkala tiba di sebuah kebun tanaman ketimun yang nampak memiliki batang-batang yang kurus, daun-daun yang sebagian menguning  dan buah-buah kecil yang bergelantungan.

Baru saja Sang Kancil duduk, tiba-tiba bertiup angin kencang yang menerbangkan topi orang-orangan – boneka kayu yang dipasang ditengah kebun ketimun.  Sang Kancil segera berlari mengejar topi itu dan bermaksud memasangnya kembali ke tubuh orang-orangan. Sialnya saat tangannya menyentuh dada orang-orangan, tangannya menempel  pada tubuh si boneka kayu dan tidak bisa dilepaskan.  Semakin keras dia berusaha melepaskan, semakin banyak bagian tubuh Sang Kancil yang melekat pada orang-orangan. 


Pak Tani yang menemukan Sang Kancil terjebak pada tubuh orang-orangan langsung menyangka dirinya berhasil  menangkap pencuri yang selama ini mengganggu kebunnya. Maka ditetapkanlah hukuman pada Sang Kancil untuk bekerja membersihkan ladang Pak Tani selama 6 bulan terus menerus sebelum dia boleh pergi melanjutkan perjalanan ke Gunung Sepikul. Selama menjalani masa hukuman Sang Kancil akan dirantai kakinya dan dijaga oleh Anjing Gembala.

Tentu saja Sang Kancil sangat keberatan dengan hukuman itu. Ketimun yang ada di kebun Pak Tani masih terlalu kecil untuk dimakan, dan dirinya tidak bakalan doyan memakan timun mentah itu. Lagipula tidak ada bukti bekas gigitan atau sisa-sisa timun yang dimakan di kebun itu. Jadi tuduhan Pak Tani tanpa bukti.   

Namun kata-katanya tidak didengar sama sekali oleh Pak Tani yang yakin Sang Kancil telah sering beroperasi menjarah ketimun. Terpaksalah Sang Kancil rela menjalani hukuman sambil memikirkan cara secepatnya pergi ke Gunung Sepikul  agar penduduk Hutan Utopia tidak kekurangan rumput di musim kering yang akan datang.

Untunglah di sela-sela waktu menjalani hukuman di ladang Pak Tani, Sang Kancil sempat ngobrol-ngobrol dengan Anjing Gembala yang bertugas menjaganya supaya tidak kabur. Dari Si Anjing Gembala, Sang Kancil tahu bahwa para petani di desa akhir-akhir ini kekurangan air karena sumber air yang mengalir dari Gunung Putih telah dikuasai sekelompok orang bersenjata yang dipimpin seseorang yang dijuluki Orang Berkumis dari Gunung. 

^_^

Orangnya tinggi jangkung, berkulit putih bersih, bermata belo warna kecoklatan, berambut kemerahan yang dicukur cepak, dan berkumis warna merah yang jarang-jarang tumbuhnya. Walaupun demikian orang-orang menjulukinya Orang Berkumis dari Gunung. Orang ini sangat giat mencari pengikut baru. Sepekan sekali dia membayar tukang teriak di pasar-pasar untuk meneriakkan ajaran-ajarannya tentang kebebasan tanpa batas. Dia juga mengundang anak-anak muda untuk berkunjung ke perpustakaan miliknya dan berdiskusi tentang kebebasan.

Setealh merasa cukup kuat, kelompok orang yang menguasai Gunung Putih itu membendung sumber air yang memancar dari puncak gunung dan hanya membuka penuh aliran air ke dataran yang berada di sisi selatan Gunung yang tanahnya lebih rendah daripada sisi utara gunung.  

Aliran air ke arah utara masih ada tetapi tinggal setengahnya. Akibatnya tanah pertanian di desa-desa di sisi utara gunung tidak mendapatkan air yang cukup.  Pertumbuhan tanaman menjadi kurang bagus,hasil panen pun menurun. Secara umum baik padi maupun palawija hanya memberi hasil panen dua pertiga saja dari sebelumnya.  Pendeknya penduduk di sisi utara gunung dirugikan oleh pembendungan itu.
 
Belasan kali para petani mengirim utusan untuk meminta bendungan dibuka, tetapi selalu ditolak. Akhirnya para petani membentuk pasukan bersenjata dan berusaha merebut kembali  gunung itu -- namun selalu gagal. Sebenarnya jumlah kelompok yang dipimpin Orang Berkumis dari Gunung itu tidak banyak. Kekuatan mereka hanya belasan orang pasukan pemanah saja ditambah beberapa puluh pekerja tambang yang tak pandai memainkan pedang. Namun di sekeliling gunung itu terdapat dinding batu yang tidak bisa ditembus oleh para petani.  

Walaupun jumlahnya ratusan orang, pasukan petani selalu dipukul mundur karena hujan anak panah yang menimpa mereka saat berusaha mendekati benteng batu. Lagipula ketinggian benteng batu tersebut menyulitkan para petani untuk memanjatnya. Setelah mencoba berkali-kali dan gagal mengusir gerombolan dari gunung itu maka para petani menjadi jera dan mendiamkan mereka.

Seni Penolakan Haibara kala Mempersiapkan Family Gathering

Haibara kesal dengan sesuatu menyebalkan yang harus dilakukan untuk kesekian kalinya. Ini gara-gara dirinya diseret  Shinichi Kudo untuk ikut serta menjadi panitia family gathering di kantornya. Jabatannya gak tanggung-tanggung lagi.  Koordinator acara family gahthering!

Haibara yakin seyakin-yakinnya bahwa sembilan puluh persen pekerjaan panitia family gathering ini ada di seksi acara.  Jadi Shinichi memberi “gunung gajah” untuk dipikul Haibara. Kerjanya pasti berat banget, berjibun-jibun serta akan memakan habis waktunya. Gimana nggak berat kalo harus membuat acara yang menarik buat 4000 orang!.



Udah gitu Shinichi dan teman-teman lainnya pengen acara beda sama sekali dari tahun lalu. Gak boleh sama!  Harus ada novelty-nya kata mereka.  Sebagai salah satu dampaknya pengisi acara dari mulai pembukaan hingga penutup  adalah kaum profesional dari luar perusahaan. 

Definisi profesional menurut Shinichi adalah layak masuk TV. Artinya jika si pengisi acara belum pernah ditayangkan di TV berarti dia belum bisa dipentaskan di family gathering.  Sebuah persyaratan yang ditentukan oleh Shinichi, tapi dampaknya langsung terasa oleh Haibara, yaitu dirinya harus jungkir-balik & pontang-panting mencari pengisi acara.

Sebenarnya semua itu menyenangkan Haibara yang emang demen bikin acara seperti ini. Yang menyebalkan hanya satu, yaitu wanti-wanti Shinichi kepada Haibara untuk pandai-pandai menolak semua permintaan dari kalangan internal untuk tampil — termasuk bila ada request dari para petinggi di kantor.

Bahkan bos-nya sendiri pun harus ditolak jika minta anaknya bisa tampil di family gathering.  Itu semua karena cita-cita Shinichi untuk membuat integrated family gathering. Entah dari mana dia mendapat istilah itu. Yang pasti Haibara yakin itu bukan ide asli Shinichi, secara anak itu bukanlah ahli tentang acara-acara seperti ini. 

Integrated Family Gathering menurut Shinchi berarti  acara dari awal sampai akhir adalah satu kesatuan yang sudah dipersiapkan dari sejak membuat konsep acara.  Jadi pengisi acara ditentukan berdasarkan konsep acara dan bukan sebaliknya.  Nyatanya emang demikian. Setelah ditentukan konsep acara, maka panitia kecil yaitu Shinichi, Haibara, Kogoro dan dua teman lainnya membutuhkan waktu tiga minggu hanya untuk memperdebatkan susunan detail acara dan siapa saja yang akan mengisi acara.

Debat selepas jam kerja yang berlangsung hingga larut malam bahkan terkadang sampai dini hari itu untungnya berhasil melahirkan blueprint family gathering yang menjadi panduan bersama semua panitia. Disitu sudah tercantum semua pengisi acara, tidak boleh ada tambahan lagi. 

Blueprint itu juga menjadi panduan dalam hal tolak menolak para peminat jadi pengisi acara. Jadi masalahnya bukanlah kualitas para peminat tersebut,  tapi karena konsep acara menghendaki pengisi acara yang sesuai dengan konsep itu dan mereka telah selesai dipilih oleh panitia.  

Alhasil sampai tujuh hari menjelang acara, Haibara udah menolak belasan calon pengisi acara. Dari mulai band lokal karyawan, anak karyawan, keluarga rekanan kantor, hingga pihak-pihak luar yang ingin berpartisipasi. Semuanya ditolak dengan sukses oleh Haibara.   

Namun kali ini yang minta beda. Dia adalah seorang petinggi, bekas koordinator Haibara saat dirinya mengikuti satu project yang dipimpin orang itu beberapa tahun yang lalu. Si Bapak ingin anaknya tampil di panggung family gathering.

Paduan suara anak-anak SMP.  Sebenarnya seru juga siy karena Haibara tahu persis suara mereka bagus-bagus. Dia pernah melihat mereka pentas di Sabuga.  Namun blueprint  udah terbit.  Slot acara sudah tersusun rapi.  Bisa dibom Shinichi bila dirinya merubahnya hanya karena dirinya  gagal menolak satu permintaan saja.

Wuhhh kali ini Haibara harus berusaha keras untuk menolaknya dengan halus.  Secara dirinya banyak berhutang budi pada si Bapak yang telah mengajarinya banyak hal tentang perprojekan.  Sungguh sial dirinya harus melakukan penolakan ini.  Satu hal yang tidak pernah diduganya menjadi bagian dari tugas sebagai koodinator acara family gathering -– menjadi Sang Penolak.  Dus Haibara tiba-tiba merasa menggenggam bola panas yang harus secepatnya dia padamkan.

Haibara ingat seminggu yang lalu dirinya dengan susah payah berhasil menolak permintaan teman dekatnya untuk menampilkan adiknya yang telah lima tahun ikut sanggar tari dengan cita-cita ingin bisa pentas di kantor kakaknya.  Dirinya harus tegar saat melihat si adik kecewa dari sebelumnya hatinya berbunga-bunga karena mengira dapat tampil di panggung dengan ditonton ribuan orang itu.  Secara Haibara sering banget berenang bareng si adik itu di hari-hari libur – dapatlah dibayangkan kekeluan lidahnya.  Pahitnya mengecewakan teman dekat benar-benar dia rasakan saat itu

Penolakan yang lebih ringan -- dilakukan Haibara terhadap salah satu instansi keamanan yang ingin menampilkan band yang baru saja mereka bentuk.  Juga dari  klub lawak yang salah satu anggotanya adalah karyawan kantor. Juga dari beberapa orang luar yang berminat mengisi acara. Untunglah  mereka semua  bisa mengerti alasan yang dikemukakan Haibara.

Haibara berusaha keras menjelaskan adanya blueprint family gathering yang harus dipatuhi. Juga tentang  DP semua pengisi acara yang sudah dibayar dan acara sudah tersusun rapi hingga hitungan menit.  Semua itu membuat pengisi acara tak memungkinkan untuk dirubah lagi. Dan memang demikianlah adanya.  Kadangkala dia menghibur para peminat tersebut dengan menyarankan mereka untuk mengajukan diri pada acara yang lain seperti ulang tahun himpunan kayawan atau acara DKM.  Sebuah penolakan yang dikritik Shinichi sebagai melemparkan bola panas pada orang lain.

^_^

Setelah hampir satu jam dalam keraguan, akhirnya Haibara memberanikan diri menjawab SMS itu. Dia sudah terlalu lelah mencari-cari  kalimat yang enak untuk diungkapkan.

“Mohon maaf Pak,  slot waktu pengisi acara sudah penuh, gak bisa diselip-selipin lagi. Jadi panitia tidak bisa menampilkan paduan suara si adik”

“Saya hanya butuh waktu paling lama 20 menit untuk menampilkan 4 lagu. Please tolonglah mereka sudah sangat antusias untuk tampil di family gathering”. Demikianlah bunyi  jawaban atas SMS Haibara

Duh! Haibara pusing gimana cara dia bisa menolak permintaan kedua  ini. Secara dia sudah divonis mati oleh Shinichi gak boleh merubah-rubah acara lagi karena semuanya sudah dihitung hingga satuan menit oleh Show Director. Tak satu menit-pun yang dibiarkan lowong tanpa detail kegiatan yang harus dilakukan pada menit tersebut.  Memasukkan pengisi acara baru berarti mulai kerja besar lagi menyusun acara.

Akhirnya Haibara memutuskan untuk melenggang ke ruangan Shinichi untuk minta “pertanggung jawaban” dengan cara memilihkan jawaban yang paling pas buat Si Bapak. Saat dirinya duduk di depan meja Shinichi dan ngomong tentang hal itu, anak itu hanya nyengir kuda seraya menyuruh Haibara mengatakan hal-hal yang lain bersamaan dengan SMS penolakan yang akan dikriimkannya.

“Kalo gak salah si Bapak baru saja pindah ke rumah baru yang ada kolam di halaman depannya. Omongin saja tentang itu, mudah-mudahan membantu mencairkan suasana” kata Shinichi

“Busyet lu!. Dasar tukang kasiy beban moral berat ke orang, udah tahu aku dekat dengan dia malahan aku yang disuruh menolak dia!” kata Haibara sambil tiba-tiba saja kepalanya serasa muncul tanduk saking kesalnya melihat kecuekan Shinichi. Rasa-rasanya dirinya ingin menyeruduk Shinichi dengan tanduk itu.  Tapi sudahlah. Percuma saja berantem dengan si tukang nyengir. Malahan dia seneng kalo diseruduk Haibara. Akhirnya dengan hati masygul Haibara memakai juga saran Shinichi pada SMS-nya.

“Punten pisan Pak, kita sudah susun acara hingga hitungan menit. Jadi benar-benar kami tidak bisa lagi menyelipkan pengisi acara lain. Semua jadwal sudah confirm ke pengisi acara, dan kami kesulitan bila harus buat konfirmasi baru lagi dengan mereka.  Btw saya sudah lihat rumah bapak yang baru, asyik banget ada kolam besar di halaman depan, saya pernah lihat Bapak baca koran sambil duduk di gazebo di tengah kolam. Kayaknya seru banget!”

Satu jam belum ada jawaban dari Si Bapak. Hingga Haibara mulai gelisah sambil sesekali melirik Shinichi yang masih sibuk dengan kertas-kertas pekerjaannya.  Akhirnya Haibara membuka laptopnya dan mulai sibuk dengan SOP-SOP baru yang harus dibuatnya.  Dia memutuskan untuk menenggelamkan diri dalam pekerjaanya. Namun untunglah, dua jam kemudian ada jawaban dari si Bapak, dan isinya pendek namun sangat melegakan.

 “OK, saya pernah mengalami jadi panitia, jadi saya dapat memahami kesulitan Haibara”.

Demang Nuru dan Para Ksatria Jepara


Demang Nara, Demang Neri dan Demang Nuru duduk bertiga di depan sebuah meja kotak dari kayu cendana di tengah pendopo kadipaten. Para demang yang lain juga duduk di beberapa meja lain yang ditata apik di pendopo. Wangi-wangian berupa dupa yang dibakar pojok-pojok ruangan menghiasi udara pendopo. Hari ini di ruangan itu akan dilakukan pertemuan para pejabat  kadipaten dengan perwakilan Ksatria Jepara untuk merundingkan berbagai hal. Sang Adipati akan memimpin sendiri delegasi kadipaten pada pertemuan kali ini.


Hal-hal yang penting untuk dibicarakan adalah soal perdagangan, disamping soal-soal keamanan. Kadipaten memiliki hasil bumi seperti beras, jagung dan kelapa untuk dipasok ke Jepara. Sementara Jepara selaku salah satu kota pelabuhan terbesar di pantai utara Jawa memiliki kain sutera, minyak ikan, ter, kertas, kapur barus, minyak wangi, barang-barang pecah belah dari porselin & kristal, peralatan rumah tangga dari logam dan obat-obatan yang dibutuhkan rakyat kadipaten.

Demang Nara yang tiba duluan di tempat itu memesan minuman buat dirinya dan dua temannya. Awalnya dia memesan teh tawar untuk dirinya, tapi kemudian dia tertarik dengan tawaran pelayan untuk mencoba minuman air kelapa muda ditambah sirup strawberry yang didatangkan khusus dari Venesia. Sirup yang dibawa oleh pedagang-pedagang dari Gujarat itu telah tersohor kenikmatannya. Namun karena dia sudah memesan satu gelas teh tawar, maka Demang Nara hanya memesan dua gelas kelapa muda strawberry.

Yang menyusul datang adalah Demang Neri, si juragan beras muda belia dari wilayah timur kadipaten. Demang Neri mengendalikan lumbung-lumbung padi yang berada di wilayah kekuasaannya. Makanya dia adalah aktor penting dalam perundingan ini mengingat Jepara bukanlah daerah yang memiliki petani. Hampir seluruh penduduk Jepara adalah kaum pedagang, para tukang, tabib, ahli kimia, pembuat senapan & meriam,  pemintal kain dan profesi lain yang tak terkait dengan produksi beras.

Melihat di depannya telah tersuguh minuman kelapa muda strawberry, Demang Neri tertarik untuk mencicipinya seperti yang dilakukan Demang Nara. Dan dia tidak kecewa dengan kelezatan paduan rasa kelapa muda strawberry.

Demang Nuru baru muncul satu jam kemudian. Agaknya dia masih sibuk membuat sapu lidi di halaman belakang rumahnya sehingga terlambat tiba di kadipaten. Demang Nuru memimpin wilayah selatan kadipaten yang merupakan pusat perkebunan kelapa. Setiap tahun ratusan ribu kelapa dihasilkan oleh wilayah itu, namun tidak semuanya dapat terjual. Belakangan muncul permintaan baru yaitu kelapa yang telah dikeringkan untuk dipasok ke Jepara. Kelapa kering itu selanjutnya akan diangkut ke Makasar yang merupakan pusat perdagangan kopra dunia di masa itu. Sebuah peluang perdagangan yang sangat menguntungkan bagi Demang Nuru.

Hasil sampingan dari perkebunan kelapa adalah sapu lidi yang dibuat dari daun-daun kelapa. Adalah hobby Demang Nuru untuk membuat sendiri sapu lidi menemani para pegawainya, yang tak lain adalah anak istrinya. Sayang sapu lidi bukanlah barang yang gampang dijual karena relatif awet. Orang bisa beli satu untuk dipakai satu dua-tahun, sehingga penjualannya juga kurang bagus.

Melihat dua temannya minum kelapa muda berwarna merah muda -- warna sirup strawberry Venesia, terbitlah air liur Demang Nuru karena kepengin merasakan juga. Namun alangkah kecewanya dia saat pelayan datang malahan membawakan teh tawar bagi dirinya. Dilihatnya Demang Nara senyum-senyum sambil pasang muka tidak bersalah, sementara Demang Neri pura-pura sibuk menulis-nulis dengan pensil arang di atas kertas yang dibawanya. Setelah diamat-amati ternyata Demang Neri cuman menggambar dua gunung dan matahari terbit diantaranya. “Sungguh Demang yang kekanak-kanakan” pikir Demang Nuru.

Karena untuk pesan minuman lagi dia malu pada Sang Adipati, maka terpaksalah Demang Nuru meminum teh tawar yang disuguhkan. Rasanya beda banget sih dibanding teh yang dirumahnya. Teh ini teh kelas satu yang telah dibumbui dengan bunga melati dan diracik oleh empu teh nomor satu di kadipaten. Sementara teh di rumahnya adalah daun teh kering tanpa bumbu yang rasanya biasa-biasa saja. Jadi agak sedikit terhiburlah hatinya. Dicoba dinikmatinya setiap tetesnya. “Hmmm benar-benar nikmat tidak seperti teh yang di rumah.  Lagipula kalau aku minum manis-manis malahan bisa serak” pikir Demang Nuru.

^_^

Sayup-sayup Demang Nara mendengar suara derap puluhan ekor kuda mendekati halaman pendopo kadipaten. Sejurus kemudian dilihatnya ada kurang lebih dua puluh ksatria berkuda dengan pakaian warna putih, sorban warna putih dan bersepatu hitam memasuki halaman kadipaten. Merekalah para Ksatria Jepara yang ditunggu-tunggu.

Ksatria di barisan terdepan membawa panji-panji gula kelapa – merah putih lambang Kesultanan Demak Bintoro. Jepara adalah salah satu wilayah Kesultanan Demak Bintoro – salah satu kerajaan maritim terbesar di nusantara sepanjang masa. Demak Bintoro mengandalkan pendapatannya bukan dari pertanian, tetapi dari perdagangan internasional di kota-kota pelabuhan di sepanjang pantai utara Pulau Jawa, termasuk pelabuhan Jepara.

Berkat perdagangan itulah Demak Bintoro muncul sebagai kerajaan maritim yang kaya raya dan mampu membangun armada kapal-kapal perang yang disegani di nusantara. Disamping pasukan dan senjata, faktor ketersediaan uang memegang peranan penting dalam perang di masa itu. Bila tidak memiliki uang yang cukup maka pasukan yang sedang bertempur akan kesulitan perbekalan dan persediaan senjata, apalagi bila mereka terlibat perang dalam jangka waktu lama.

Demang Nara berdecak kagum melihat kuda-kuda arab yang ditunggangi Ksatria Jepara. Kuda-kuda itu berukuran dua kali lebih besar dari kuda-kuda lokal yang dibawa para Demang. Kekaguman Demang Nara semakin bertambah tatkala melihat di setiap bahu para ksatria itu tersandang senapan, sama seperti senapan yang dipamerkan oleh orang-orang Portugis di Pasuruan. Sementara para Demang seperti dirinya masih mengandalkan pedang dan tombak sebagai senjata.