Showing posts with label Iklan layanan masyarakat. Show all posts
Showing posts with label Iklan layanan masyarakat. Show all posts

Iklan Layanan Masyarakat: Pemilihan Ketua Koperasi

Buat yang pengen buat iklan untuk mengajak teman-temannya memilih saat pemilihan ketua koperasi atau ketua apa aja, iklan public service di bawah ini mudah-mudahan bisa memberi inspirasi.















Setiap bulan gaji kita dipotong.
Bertahun-tahun gaji kita dipotong
Bahkan sebagian diantara kita
telah puluhan tahun gajinya dipotong.

Lalu apakah kita tidak peduli
siapa yang akan mengelola
uang hasil jerih payah kita itu?

Jangan sampai kita menyesal!.
Gunakan hak pilih untuk
memilih pengelola uang kita!.
Pilihlah Pengurus Koperasi yang
kita anggap mampu dan dapat dipercaya.

Iklan layanan masyarakat: Yang harus orang tua lakukan untuk anak yang akan menghadapi Ujian Nasional




Hello, posting kali ini ikut-ikutan Pak Mendiknas yang gencar ngiklanin ujian nasional di radio. Kalo iklan yang versi mendiknas mengajak siswa hadapi unas dengan rajin belajar dan pede, iklan yang ini bicara tentang hal-hal yang lainnya. Misalnya tentang seribu satu alasan untuk "time out" dari membaca buku pelajaran dan tentang bakat vs tuntutan prestasi.
Selamat menikmati :)








Matikan TV Malam Ini

Matikan semua pesawat TV di rumah anda malam ini sebagai tanda bahwa Anda bukan hanya bisa menyuruh putra-putri Anda belajar, tetapi juga bersedia berkorban untuk menjaga konsentrasi belajar mereka menjelang ujian nasional.

Acara TV adalah salah satu gangguan terbesar bagi anak Anda dalam belajar. Bila saat ini mereka sedang giat-giatnya belajar untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian nasional, sudah pada tempatnya Anda memberi mereka lingkungan yang kondusif untuk belajar dengan mematikan TV. Pastikan tidak seorang-pun anggota keluarga Anda yang masih menonton TV pada jam belajar yang telah disepakati. Pastikan seluruh keluarga bahu-membahu mendorong semangat belajar mereka dengan pengorbanan. Pastikan mereka merasa tidak sendirian dalam menghadapi ujian nasional yang akan menentukan masa depan mereka.

tags: iklan layanan masyarakat menjelang ujian nasional


Minum 8 gelas air putih sehari


Keunggulan air putih adalah sehat dan hemat. Sehat buat badan dan (juga) buat kantong kita. Mengapa? Karena kita tidak perlu biaya tambahan untuk beli sesuatu yang bisa membuatnya berwarna (kopi, sirup), berbau (essence) dan berasa (gula, soda, aspartam) ;p. Kita juga terhindar dari resiko yang mungkin timbul dari bahan tambahan yang melebihi ambang batas, misalnya terlalu banyak gula. (Hiks! sampai sekarang saya masih lebih suka minum air berwarna dibanding air putih!)

Air sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Tanpa makan manusia mampu bertahan 5 minggu (benarkah??). Namun tanpa air tubuh manusia hanya mampu bertahan 5 hari. Pasokan air kedalam tubuh sangat penting karena air memiliki peran penting dalam proses tubuh seperti pencernaan, penyerapan, sirkulasi serta pembuangan kotoran. Air dalam tubuh juga berfungsi seperti air dalam radiator mobil, yaitu berperan dalam pemeliharaan suhu tubuh. Delapan gelas air sehari dianjurkan agar tubuh kita sehat. Tentu saja yang diminum adalah air yang bersih dan sehat.

Sebenarnya kebutuhan air adalah sekitar 2,5 liter per hari, namun sebagian telah diperoleh dari makanan. Kebutuhan tersebut juga dipengaruhi oleh pengeluaran air oleh tubuh. Misalnya orang yang terkena diare membutuhkan air lebih banyak untuk mengganti cairan tubuh yang hilang. Seorang penderita diare bisa terancam dehirasi bila tidak segera dimasukkan air ke dalam tubuhnya melalui darah atau saluran pencernaan. (nae).



Bacaan penunjang:
1. Kus Irianto, Kusno Waluyo, 2004, Gizi dan Pola Hidup Sehat, Yrama Widya, Bandung.
2. Chris K. H Teo, Ch’ng Beng Im, 2001, Makanan & Kanker, Cancer Care, Penang, Malaysia.




Perkenalkan Nama Saya Vaccinomics


Perkenalkan nama saya Vaccinomics. Saya sahabat Anda. Saya adalah alat ukur kebiasaan Anda dalam mengelola pembiayaan kesehatan keluarga. Anda boleh memilih mencegah atau mengobati. Vaksinasi atau menunggu anggota keluarga Anda jatuh sakit lalu mengobati. Keduanya sama-sama butuh biaya, hanya beda nominalnya saja. Yang jelas, biaya mengobati penyakit seperti Hepatitis B jauh lebih besar dibanding mencegahnya dengan vaksinasi. Belum lagi kerugian waktu yang hilang karena berminggu-minggu terbaring di atas ranjang. Namun semua terserah Anda. Vaccinomics hanya sekedar memberi gambaran konsekuensi keuangan atas pilihan-pilihan yang Anda ambil. Keputusan akhir sepenuhnya di tangan Anda.






Testimoni : Untuk Iklan Layanan Masyarakat yang Lebih Menarik



VAKSINASI MEMBENTENGI KELUARGA SAYA DARI WABAH

Yanta Suparyanta (36) Mandor Pekerja Bangunan dan Ketua RT

Nama saya Yanta Suparyanta. Saya adalah seorang mandor pekerja bangunan yang juga menjadi ketua RT. Dua tahun yang lalu saat berkunjung ke sebuah mal, saya melihat pameran vaksinasi yang diselenggarakan oleh sebuah perusahaan farmasi. Berkat pameran itu saya tergerak untuk menyisihkan sebagian uang saya untuk biaya vaksinasi Hepatitis B bagi keluarga saya, termasuk kedua orang tua saya. Walaupun penghasilan saya tidak besar, saya yakin biaya pencegahan penyakit akan jauh lebih murah dibanding biaya pengobatan.


Keyakinan saya terbukti saat beberapa tetangga saya terkena Hepatitis B dan harus dirawat di rumah sakit selama berminggu-minggu. Rupanya penyakit Hepatitis B sedang mewabah di daerah kami. Dua bulan yang lalu beberapa mahasiswa KKN datang untuk mengambil sampel darah penduduk untuk uji indikasi terkena Hepatitis B. Hasil pemeriksaan menunjukkan di RT saya saja ada belasan orang yang telah terjangkit penyakit itu sehingga harus berobat jalan. Alhamdulilah keluarga saya dan juga tetangga-tetangga saya yang dahulu mau saya ajak melakukan vaksinasi tak satupun yang terkena penyakit itu. Kini saya semakin yakin bahwa mencegah itu lebih mudah & lebih murah daripada mengobati.

^_^

Kisah diatas dibuat sebagai contoh iklan layanan masyarakat berbentuk testimoni. Untuk iklan yang sebenarnya tentu diperlukan perburuan pengalaman yang menarik dari konsumen. Kesaksian atau testimoni konsumen adalah metode iklan yang menarik karena menceritakan produk dari sudut pandang konsumen. Testimoni sejalan dengan filosofi marketing modern, yaitu melayani kebutuhan konsumen dan bukan menjual produk atau jasa. Idealnya perusahaan, pemerintah atau lembaga sosial menyediakan layanan sesuai kebutuhan konsumen. Bukan menawarkan sebuah produk atau jasa yang mampu mereka produksi tanpa peduli dibutuhkan atau tidak oleh konsumen. Iklan-iklan layanan masyarakat seperti iklan waspada flu burung, iklan pemilihan kepala daerah, iklan pemakaian helm, iklan pemakaian sabuk pengaman dan juga iklan kebiasaan melakukan vaksinasi akan sangat menarik bila dikemas dalam bentuk testimoni (nl. bandung november 2006)


NB: Beda marketing dengan penjualan adalah departemen marketing bekerja dengan cara mendeteksi dan melayani kebutuhan konsumen, sedangkan departemen penjualan sekedar menjual produk/jasa yang dimiliki sebuah institusi kepada konsumen.


Testimoni (2) Seandainya Saya Tidak Hobby Mengoleksi Helm

Rudi Kartika (17 thn) siswa SMU kelas XII.
Sore hari dua minggu yang lalu aku naik motor untuk pergi ke tempat les bahasa jepang. Kurang lebih 100 meter sebelum tempat les, tiba-tiba mobil yang berada di depanku berhenti mendadak karena ada orang menyeberang jalan. Aku kaget setengah mati dan membanting motorku ke kiri. Diluar dugaanku di sebelah kiri mobil terdapat parit yang terbuka tanpa penutup. Aku dan motorku terjun bebas ke dalam parit sedalam 2 meter. Kepalaku sempat membentur dinding parit sebelum jatuh terkapar di dasar parit yang kering.

Kata orang-orang yang menyaksikan kejadian itu dan kemudian datang menolongku, aku beruntung sekali karena memakai helm. Karena terlindung helm, kepalaku tidak terluka parah walaupun terbentur dinding parit yang keras. Menurut dokter yang memeriksaku, helm yang kukenakan berkualitas bagus. Helm itu membantu melindungi kepalaku dari benturan sehingga aku tidak mengalami cedera otak berat. Selama ini aku memang senang mengoleksi helm-helm jagoan. Hobiku itu ternyata telah membantuku terhindar dari cedera berat. Seandainya aku memakai helm ala kadarnya mungkin hingga saat ini aku masih terbaring di rumah sakit. Alhamdulilah aku sangat bersyukur pada Allah bahwa kebiasaanku memakai helm telah memberi manfaat yang besar kepadaku.

^_^

Kisah rekaan di atas hanyalah contoh iklan layanan masyarakat berbentuk testimoni. Iklan tersebut terutama ditujukan pada orang-orang yang sudah menggunakan helm tetapi belum helm yang memenuhi syarat. Melalui testimoni seorang konsumen diajak untuk melihat secara langsung bukti-bukti keuntungan yang akan diperolehnya setelah menggunakan produk yang diiklankan. Si pengiklan berusaha menggunakan kacamata konsumen untuk memberi alasan mengapa konsumen perlu menggunakan produk tersebut. Tentu saja untuk membuat iklan testimoni si pengiklan harus gigih mencari konsumen yang memiliki pengalaman menarik.

Kisah dibawah ini adalah contoh lain iklan testimoni pemakaian helm yang ditujukan pada orang-orang yang enggan memakai helm karena dianggap merepotkan.

^_^

HELM TELAH MENGHINDARKAN SAYA DARI CACAT SEUMUR HIDUP

Irawati (21 thn) mahasiswi & kasir part time pasar swalayan.
Selama ini saya tidak pernah memakai helm kecuali terpaksa karena takut dirazia polisi. Helm itu merepotkan, gerah, gatal dan sungguh terasa tidak enak di kepala. Namun kejadian malam hari itu telah merubah segalanya. Malam itu saya bersama teman-teman habis menghadiri acara kantor di sebuah villa di luar kota. Menjelang tengah malam kami beramai-ramai pulang naik motor. Saya dibonceng oleh seorang teman yang berhasil memaksa saya memakai helm. Sebenarnya saya bersedia memakai helm karena helm itu akan merepotkan pengemudi bila digantung di motor. Alasan lainnya adalah udara malam itu dingin sekali sehingga helm akan membantu menghangatkan kepala saya.

Kecelakaan itu terjadi di satu lampu merah menjelang mamasuki kota. Dari arah belakang ada sebuah sedan yang diduga sopirnya ngantuk menghantam tiga motor kami yang sedang berhenti di lampu merah. Enam orang terlempar dari motor ke aspal jalan, termasuk saya. Tubuh saya terlempar paling jauh sampai ke tepi jalan dan kepala saya menghantam tiang listrik. Kami berenam sempat beberapa lama dirawat di rumah sakit. Beberapa diantara kami mengalami retak kaki dan tangan. Namun kami sangat beruntung karena kepala kami tidak cedera parah berkat helm standard yang kami kenakan. Terutama saya. Sulit membayangkan apa yang terjadi pada saya bila saya tidak memakai helm atau memakai helm murahan. Kepala saya yang membentur tiang listrik mungkin akan mengalami cedera otak yang membuat saya cacat seumur hidup (makmur - bandung).








Teknologi untuk Kemanusiaan

Abu Bakar Muhammad Ibnu Zakariyya ar-Razi adalah Kepala Dokter Rumah Sakit Besar di Baghdad yang hidup sekitar tahun 865-925 M. Selama hidupnya beliau menulis lebih dari 200 buku kedokteran. Salah satu karya besarnya adalah sebuah monograf tentang penyakit cacar dan campak. Sebagai penerus jalan yang dirintis ar-Razi dan para ilmuwan besar lain sejak ribuan tahun silam, kami selaku perusahaan farmasi juga bekerja keras menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi demi memajukan dunia kesehatan. Hasilnya adalah diluncurkannya produk-produk baru kami yang bermanfaat untuk mempermudah jalan pemeliharaan kesehatan manusia. Dan sampai detik ini kami masih terus bekerja keras untuk mengembangkan dan meningkatkan sumbangan kami bagi perbaikan taraf kesehatan jutaan manusia di seluruh penjuru dunia.












<