Bagaimana agar istiqamah dalam kesabaran atau kesyukuran

Materi khutbah Jumat kemarin di Masjid Annur sangat menarik. Temanya tentang sabar dan syukur. Beberapa point penting yang berhasil saya tangkap adalah sebagai berikut:

(1) Pada dasarnya kehidupan manusia berjalan sesuai kehendak Allah bukan keinginan manusia, hanya terkadang kehendak Allah sama dengan keinginan kita. Namun pada dasarnya manusia tidak berkuasa mengatur peristiwa yg menimpa dirinya. Jadi supaya hidupnya tentram, manusia perlu menyadari realita tersebut.

(2) Bentuk ujian pada manusia bisa berupa musibah atau berwujud nikmat. Saat menerima ujian berupa musibah, maka manusia menghadapinya dengan kesabaran. Saat ujian berbentuk nikmat, maka perlu dihadapi dengan kesyukuran.

(3) Tantangan terberat manusia adalah untuk tetap istiqomah dalam kesabaran atau kesyukuran, ketika sebuah ujian nikmat atau musibah berlangsung dalam jangka waktu lama. Faktor waktu lamanya ujian adalah tantangan berat bagi manusia.

Contohnya saat menghadapi ujian berupa musibah berupa jatuh sakit yang berlangsung  beberapa hari, manusia relatif gampang dalam mengendalikan diri agar tetap bersabar. Lain halnya jika sakit tersebut berlangsung selama berbulan-bulan, tentu akan tidak mudah dan membutuhkan upaya ekstra untuk tetap mempertahankan kesabaran. 

Untungnya ujian berupa nikmat maupun musibah hakekatnya tidak ada yg lama karena kehidupan di dunia sebentar saja dibanding kehidupan di akhirat. Jadi jangka waktu bersabar maupun bersyukur pada dasarnya relatif pendek. Kenyataan ini bisa menjadi penghibur manusia yang menyadarinya.

Berdoa memohon pertolongan Allah adalah langkah lain yang perlu dilakukan manusia. Hal itu dikarenakan manusia itu lemah dan bisa berbolak-balik hatinya, sehingga perlu pertolongan Allah agar tetap kokoh istiqamah dalam kesabaran ataupun kesyukuran.

Demikian isi khutbah sang khatib yang sayangnya tidak saya ketahui namanya (Undil - 2016).

0 komentar:

Post a Comment