Showing posts with label bike to school. Show all posts
Showing posts with label bike to school. Show all posts

Puisi Bike to School: Why I love My Principal

Karena setiap Selasa dia menyediakan sarapan di kantin pada siapa saja yang datang ke sekolah dengan sepeda

Karena setiap Rabu dia bagikan Voucher Sepatu Sport khusus bagi siswa yang baru pertamakali naik sepeda ke sekolah

Karena setiap Jumat dia bagikan novel-novel terbaru bagi siapa saja yang lima hari berturut-turut bersepeda ke sekolah

Karena setiap Sabtu dia sediakan bengkel secara cuma-cuma untuk merawat semua sepeda yang dibawa siswa ke sekolah

Karena dia berhasil membujuk semua toko sepeda lokal untuk memberi discount khusus bagi para siswa sekolah kami

Karena dia menggusur tempat parkir mobil demi membuat tempat parkir sepeda

Karena dia mengajak kami untuk bersepeda bersama keliling kota setiap Sabtu pagi

Karena dia memberi tambahan nilai olahraga satu point bagi siapa saja yang bersepeda ke sekolah dua bulan berturut-turut


Karena dia mengajarkan wujud cinta pada diri sendiri dan pada alam semesta dengan bersepeda

Karena dia mengajari kami arti sebuah dunia yang indah tanpa polusi

Karena dia menarik, ceria dan tingkah lakunya mempesona ^_^

Cerpen Bike to School: Baruna

Setiap bersepeda ke sekolah di pagi hari, Baruna menemui pemandangan yang menakjubkan di sepanjang jalan. Dirinya berpapasan dengan ribuan, bahkan puluhan ribu pengendara sepeda yang beriringan bergerak dari arah selatan menuju utara – sementara hanya ada satu dua kendaraan yang searah dengan Baruna.


Mereka adalah ribuan pekerja yang tinggal di desa-desa di selatan kota yang sedang berangkat menuju tempat kerjanya di kota.


Sebagian besar bekerja di bidang informal. Mayoritas adalah tukang bangunan, kuli, pekerja kasar dan pekerja yang bekerja di proyek-proyek bangunan. Sebagian lagi bekerja di pabrik-pabrik kerajinan tangan dan pabrik makanan ringan yang tersebar di sentra-sentra industri rumah tangga yang memproduksi oleh-oleh khas kota itu -- yang menunjang majunya industri pariwisata.


Mereka punya alasan kuat untuk memilih bersepeda ke tempat kerja. Penghasilan mereka terlalu kecil untuk digunakan membayar ongkos angkutan umum. Beberapa ribu rupiah ongkos angkutan umum lebih baik dipergunakan untuk membeli beras buat persediaan saat order pekerjaan lagi sepi.


Ada musim-musim tertentu di kalangan pesepeda itu. Kalau lagi musim bel sepeda, maka ada bermacam-macam jenis bel yang dipasang di sepeda. Ada yang memakai bel kring, ada yang pasang klakson, ada yang pasang lonceng, bahkan ada yang memakai terompet pelaut. Mereka tertawa dan bercanda sambil saling membunyikan bel. Suara bel yang bersahut-sahutan membuat suasana pagi di sepanjang jalan menjadi semarak bak pasar malam.


Adakalanya musim cat sepeda --- maka sepeda-sepeda itu akan dicat warna-warni oleh para pekerja. Ada yang memilih warna kuning menyala, ada yang merah tua, ada juga yang memilih mengecat sepedanya warna-warni. Jadilah iring-iringan ribuan orang itu mirip iring-iringan karnaval.


Lain lagi kalau lagi musim bendera. Bermacam-macam jenis bendera dipilih oleh tiap sepeda. Mereka memasang bendera dengan menggunakan besi seukuran antena radio yang mencuat di bagian belakang sepeda. Ada macam-macam bendera yang dipasang, tetapi kebanyakan memasang bendera kesebelasan Liga Inggris dan Liga Itali.

Puisi Bike to School: Little Myrna

Namaku Myrna
Kata mama umurku tiga tahun satu bulan
Aku punya sepeda, walau rodanya masih empat
Pengennya sepeda roda dua
seperti yang di pake Om-om di Tour de France
tapi untuk sementara tak apalah
aku pake sepeda buat anak kecil itu
(padahal aku udah tiga tahun satu bulan!)

Tiap hari aku sepedaan di halaman rumah
Jangan tertawa!
itu dah lebih bagus dari bulan lalu
Waktu itu aku baru boleh naik sepeda di dalam rumah
Bosen banget deh,
sepedaan di dalam rumah seharian.
Tapi kini aku-pun mulai bosan,
naik sepeda sebatas keliling halaman
Pengennya bisa sepedaan di jalan
Alamak! Aku kan udah tiga tahun satu bulan!

Puisi Bike to School: I Love My Bike

Di antara berjuta sepeda
Ada satu yang istimewa
Itulah sepeda yang setia membawaku ke sekolah
Kutinggalkan motor dan mobil di rumah
biar buat pergi-pergi mamah papah
Kusimpan ongkos bensin di bawah bantal
buat maen sama teman-teman di akhir pekan

Padahal mulanya aku terpaksa bersepeda
karena motor aku mogok gak mau jalan
Mulanya aku terpaksa bersepeda
karena kakak sok sibuk gak mau nganter
Herannya kini aku bahagia dengan sepeda
Herannya aku gak pernah masuk angin lagi
Herannya aku gak pernah pilek-pilek lagi
Herannya badanku gak tambah melar lagi
Herannya tubuhku terasa lebih sehat
Herannya tenagaku menjadi lebih kuat