Showing posts with label Resensi Film. Show all posts
Showing posts with label Resensi Film. Show all posts

Akira Kurosawa Film: Kagemusha

In a battle against the clan of enemy, Takeda Singen hit by a gunshot. Singen who was the ruler of the Kai Province had carried out from the battlefield. Before died -- the former candidate for the shogun who will controlled the whole country --ordering his men to kept secret of his death in order to avoid Kai Province being a target of enemies attack.

After the death of Singen, The Council of Kai Province secretly pick up a thief who his face similar to Singen as a fake Singen. The death of Singen will be concealed for 3 years, with the help of the duplicate who would pretend as a respected ruler of Kai Province.

The story have in the film titled Kagemusha which directed by Akira Kurosawa. Kagemusha take the story of the fate of Kai Province after the death of Takeda Singen as a background story.

Just Another Review of Stephen King’s The Mist Film

Pada saat kita telah merasa duduk dengan nyaman, sungguh sulit untuk diajak berlari!

^_^

Film ini bercerita tentang kabut yang turun setelah terjadi badai yang menerpa sebuah kota di Maine, dan terlihat rombongan tentara berduyun-duyun turun dari base campnya di dekat kota. Dari kabut yang turun di Maine itulah semuanya berawal. The Mist adalah film yang diangkat dari novel Stephen King, salah seorang novelis horor paling tersohor di dunia.


Dikisahkan pada saat seorang pelukis bernama David Drayton dan anaknya yang baru berusia 5 tahun beserta seorang tetangganya sedang berbelanja di sebuah swalayan di kota tiba-tiba muncul seorang tua yang berlari dengan wajah berlumuran darah. Orang itu berteriak-teriak mengatakan ada sesuatu di dalam kabut yang mengambil seseorang. Seorang temannya diambil oleh sesuatu yang muncul dari kabut.

Bersamaan dengan itu turunlah gumpalan kabut tebal ke kota dan para pengunjung swalayan cepat-cepat berlindung ke dalam swalayan dan menutup pintunya. Suasana semakin mencekam tatkala terjadi gempa yang memporak-porandakan isi swalayan.

^-^

Kehadiran makhluk aneh mulai dialami orang-orang yang berlindung di swalayan saat beberapa pegawai swalayan membuka pintu keluar di ruang generator untuk menjalankan exhaust guna membuang asap. Dari balik rolling door yang baru terbuka sedikit tiba-tiba muncul sejumlah belalai besar yang sempat membuat bencana di ruang generator sebelum pintu berhasil ditutup kembali.

Saat-saat berikutnya terjadilah serangkaian drama penuh konflik di dalam swalayan yang penuh dengan manusia yang sedang terkurung itu. Para pegawai swalayan, kasir perempuan, tiga orang tentara, seorang perempuan yang mengaku psychic, Drayton dan tetangganya, seorang perempuan tua, laki-laki tua dan pengunjung lainnya.

Beberapa orang nekad keluar swalayan karena tidak percaya ada makhluk aneh di dalam kabut. Termasuk diantara rombongan orang yang keluar swalayan adalah tetangga Drayton. Seorang pengunjung lainnya menyediakan diri keluar untuk mengecek situasi dengan tali terikat ke pinggangnya, dengan harapan bila ada bahaya dirinya bisa ditarik oleh pengunjung lain.

^_^

Swalayan juga mengalami serangan oleh kawanan serangga raksasa dan reptil terbang yang berhasil menembus jendela kaca. Reptil dan serangga itu menebar bencana di dalam swalayan, sementara para penghuni swalayan berusaha melawannya dengan pentungan, api dan pistol. Drayton dan beberapa orang lainnya juga sempat menerobos bahaya dengan mengambil obat-obatan di apotik yang terletak di sebelah swalayan untuk keperluan mengobati korban yang terluka.

Pertikaian antar pengunjung mulai memanas kala si perempuan yang mengaku psychic -- berhasil merekrut beberapa pengikut. Mereka kemudian menjadikan seorang tentara sebagai kambing hitam atas segala bencana, setelah si tentara mengakui bahwa kabut dan makhluk-makhluk aneh di dalamnya muncul akibat eksperimen yang dilakukan oleh para ilmuwan militer.

Konflik mencapai puncaknya saat si perempuan dan pengikutnya berusaha menghalangi Drayton yang ingin pergi meninggalkan swalayan.

Bagaimana cara Drayton meloloskan diri dari swalayan? Bagaimana pula cara Drayton menyelamatkan rekan-rekannya dari incaran monster seandainya mereka berhasil mengendarai mobil meninggalkan kompleks swalayan?

Apakah Drayton mampu mengatasi masalah keterbatasan bahan bakar? Dan yang paling penting adalah apakah Drayton cukup kuat untuk melewati saat-saat tergelap dalam hidupnya? Film yang banyak memainkan fokus kamera untuk menangkap ekspresi pemain ini – memberi jawaban lewat sebuah ending yang spektakuler

^_^

The Mist menggambarkan 3 tipe orang dalam mensikapi sebuah masalah. Manusia pertama adalah yang enggan mengambil risiko, manusia kedua adalah yang kurang realistis dalam mengambil risiko dan manusia ketiga adalah yang berani mengambil risiko dengan perhitungan.

Manusia tipe pertama merasa nyaman dengan kondisi yang telah dia dapatkan dalam usaha menyelesaikan masalah. Mereka enggan untuk melangkah lebih jauh untuk mengatasi masalah karena takut menghadapi risiko di luar sana. Mereka cukup puas dengan kondisi saat ini walaupun masalah belum tuntas dan ada kemungkinan mereka akan hancur bila ada kekuatan besar muncul dari luar.

Orang-orang yang bertahan di dalam swalayan adalah contoh manusia tipe pertama. Mereka merasa cukup aman berada di dalam swalayan yang rapuh namun penuh persediaan makanan. Ada rasa enggan untuk pergi keluar mencari pertolongan karena dianggap berisiko besar. Bila mereka cukup beruntung, swalayan tidak didobrak oleh monster besar dan mereka akan selamat.

Di dalam perusahaan mereka mirip dengan orang yang cukup nyaman dengan produk-produk terkini perusahaan dan enggan untuk melakukan inovasi. Mereka tidak mau ambil risiko dengan produk atau layanan baru walaupun sebagian pangsa pasar perusahaan mulai dimakan pesaing. Orang-orang ini beranggapan bertahan dengan style lama berisiko lebih kecil daripada aktif melakukan perubahan karena ada risiko ditinggalkan pelanggan lama.

Orang tipe kedua adalah orang yang nekad keluar dari swalayan tanpa peduli adanya fakta bahwa ada makhluk ganas di luar sana. Mereka cenderung mengabaikan fakta-fakta dan kurang perhitungan. Bahkan mereka mencurigai orang-orang yang mencoba mengingatkan perbuatan nekad mereka sebagai orang-orang yang terlalu berprasangka.

Di dalam tubuh perusahaan orang tipe kedua adalah orang-orang yang bertindak berdasar pemikiran dan teori-teori mereka sendiri tanpa memperhatikan fakta-fakta yang ada di lapangan. Mereka bertindak hanya berdasar asumsi yang tidak didukung dengan penyelidikan lapangan yang memadai.

Orang tipe ketiga adalah orang yang dengan penuh perhitungan keluar dari swalayan dengan asumsi swalayan tidak akan cukup kuat untuk melindungi mereka lebih lama. Berbeda dengan orang tipe kedua, Drayton dan kawan-kawannya memperhitungkan risiko saat hendak keluar dari swalayan. Tentu saja mereka harus menghadapi kemungkinan terburuk lebih cepat dibanding orang yang bertahan di swalayan, yaitu dimakan monster.

Di dalam tubuh perusahaan, manusia tipe ketiga senantiasa terbuka untuk perubahan, sepanjang perubahan tersebut melalui perhitungan yang matang. Mereka tak akan ragu melakukan perubahan drastis bila hal itu diperhitungkan sebagai pilihan terbaik untuk menghindari keruntuhan perusahaan. Manusia tipe ketiga berusaha keras untuk menjaga agar perusahaan senantiasa kompatibel dengan kebutuhan pasar.

Lalu apakah manusia tipe ketiga akan selalu lebih berhasil dari tipe pertama di dunia bisnis?

Tidak juga. Hal itu tergantung dari fluktuasi dan intensitas masalah yang dihadapi. Bahkan dalam jangka pendek manusia tipe ketiga mengambil risiko jauh lebih besar dari manusia tipe pertama. Mereka bisa jatuh dalam waktu cepat bila salah melangkah akibat salah menilai kondisi eksternal. Namun dalam jangka panjang manusia tipe pertama akan memikul risiko lebih besar karena mereka kurang melakukan upaya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan.

Nasib manusia tipe pertama akan ditentukan oleh kekuatan faktor eksternal. Bila perusahaan lebih kuat daripada perubahan faktor eksternal, mereka akan selamat. Sedangkan manusia tipe ketiga lebih memiliki kendali atas masa depan perusahaan karena mereka tidak takut mengambil risiko untuk menyesuaikan diri dengan faktor eksternal.

Seperti tergambar dalam ending The Mist yang spektakuler -- diperlukan ketabahan untuk menjadi manusia tipe ketiga. Terutama saat mereka harus menghadapi saat-saat terburuk setelah memutuskan menghadapi risiko. Tanpa ketabahan mereka akan kehabisan nafas di tengah jalan.

Contoh mudah adalah sebuah jaringan wartel yang sepuluh tahun lalu mulai menjual sebagian outlet-outlet teleponnya walaupun masih sangat menguntungkan dan pelan-pelan mengubah investasinya ke bisnis telepon seluler, tentu akan lebih berpeluang untuk bertahan hingga saat ini dimana kepemilikan handphone telah meluas ke seluruh lapisan masyarakat dan menggerogoti konsumen wartel.

Pada awalnya mereka harus tabah saat menghadapi risiko turunnya omzet karena berkurangnya outlet telepon umum, sementara penjualan handphone masih kecil. Mungkin baru beberapa tahun kemudian mereka menikmati hasilnya, yaitu ketika jumlah konsumen handphone meroket (undil 2008).




Resensi Film Shinobi: Kegagalan Berubah (bag. 2)

Sementara para jagoan bergerak menuju Sumpu, Tokugawa Ieyasu mengirimkan pasukannya untuk menghancurkan desa yang mereka tinggalkan. Dikirimnya pasukan yang dilengkapi meriam untuk menyerang desa yang terletak di pegunungan tersembunyi itu. Tembakan-tembakan meriam Tokugawa akan menggempur desa hingga hancur lebur. Pasukan Tokugawa akan mengakhiri riwayat dua desa yang dianggap sebagai ancaman potensial terhadap keamanan pemerintahan Shogun.

Ketika berita penyerbuan Tokugawa sampai ke telinga Oboro dan Gennosuke, tantangan mereka berubah. Kini dua pemimpin ninja itu memikul tugas berat untuk menyelamatkan para penduduk desa. Salah satu dari dua orang itu yang akhirnya sampai ke Istana Sumpu harus memperjuangkan keselamatan desa mereka. Antara Oboro dan Gennosuke, siapa yang bertahan hidup hingga ke Istana Sumpu harus berusaha meyakinkan Sang Shogun untuk membatalkan rencana penghancuran dua desa para Shinobi. Mereka harus mengerahkan segala daya untuk meyakinkan Shogun bahwa desa mereka bukanlah ancaman, bahkan jika perlu dengan mengorbankan dirinya demi keselamatan penduduk desa.

^_^

Film ini bercerita tentang sekelompok orang yang gagal menyesuaikan diri dengan perubahan situasi. Mereka masih berpikir dengan asumsi kondisi masa silam tanpa mau berusaha menyesuaikan diri dengan kondisi saat ini. Akibatnya mereka menjadi makhluk aneh yang dianggap sebagai ancaman. Tokugawa dengan ribuan samurainya tentu saja bukan tandingan dua desa kecil itu. Pasukan-pasukan Tokugawa yang terorganisir rapi dan dipersenjatai dengan samurai, senapan dan meriam akan dapat dengan mudah memusnahkan kedua desa betapapun hebatnya ilmu bela diri penduduknya.

Kebutuhan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan adalah fenomena wajar dalam kehidupan sehari-hari. Seperti pada masa pergantian penggunaan mesin ketik ke penggunaan komputer. Produsen mesin ketik dan toko-toko yang menjual mesin ketik akan mati ditinggalkan konsumen bila mereka tidak segera berubah haluan, misalnya dengan beralih menjual komputer dan printer. Perubahan jaman menuntut perusahaan menyesuaikan diri, atau akan mengalami kegagalan dalam menyediakan layanan yang dikehendaki oleh konsumen. Perubahan jaman akan merubah selera konsumen yang mau tidak mau harus diikuti oleh produsen.

Oboro dan Gennosuke mewakili orang-orang yang menghendaki perubahan pada tradisi desa mereka. Kepala desa dan penduduk desa mewakili orang-orang yang tidak mau menyesuaikan diri dengan kondisi perang yang telah berakhir. Tokugawa dan para panglimanya menggambarkan pemain utama yang telah merubah kondisi jaman, dari jaman labil penuh peperangan menjadi jaman pemerintahan Shogun yang stabil. Mereka adalah penguasa yang ingin melenyapkan setiap potensi ancaman terhadap stabilitas yang telah mereka bangun di negerinya.

Anda tidak perlu merasa khawatir akan menemukan film dengan dialog-dialog serius yang sulit dicerna. Film ini justru lebih dekat dengan film action dengan atraksi-atraksi menarik para ninja dalam setiap pertarungan. Kesediaan pemimpin ninja berkorban untuk menyelamatkan rakyatnya. Juga ketabahan para ninja saat menghadapi penderitaan akan membuat film ini sangat mengesankan dan tidak akan mudah Anda lupakan

Resensi Film Shinobi (bagian 1)







Resensi Film Shinobi: Kegagalan Berubah (bag. 1)



Ninja adalah pasukan bayaran yang terlatih dalam ilmu beladiri dan kegiatan inteljen. Mereka biasanya disewa para Daimyo (semacam penguasa militer lokal yang menguasai satu wilayah tertentu) untuk melakukan kegiatan mata-mata, sabotase dan pembunuhan. Jadi tugas ninja lebih bersifat tugas-tugas khusus seperti inteljen dan bukan untuk bertempur dalam perang terbuka seperti para samurai.

Dikisahkan ada dua desa para ninja, yaitu Iga dan Koga. Dua desa itu adalah desa para Shinobi yang tersembunyi di pegunungan dan penduduknya mempraktekkan ilmu beladiri misterius yang akan mereka gunakan saat berprofesi sebagai ninja yang mengabdi pada majikannya.

Pada masa-masa perang tenaga ninja dari Iga dan Koga sangat dibutuhkan para Daimyo untuk membantu mereka. Namun perang telah usai. Perang besar Sekigahara yang mengawali kemenangan Keluarga Tokugawa telah empatbelas tahun berlalu. Tokugawa Ieyasu telah diangkat sebagai Shogun yang membawahi para Daimyo di Jepang. Sebenarnya Ieyasu telah mewariskan gelar tersebut kepada anaknya, namun dirinya masih memegang peranan penting di pemerintahan.

Fiim ini berlatar-belakang kondisi Jepang tahun 1614, ketika Tokugawa Ieyasu telah berhasil mengalahkan musuh-musuhnya dan mengokohkan kekuasaan Keluarga Tokugawa di Jepang. Pada masa-masa tenang seperti ini sebuah desa ninja yang tersembunyi dianggap sebagai ancaman. Penduduk desa yang seumur hidupnya berlatih untuk bertarung itu adalah bom waktu yang sewaktu-waktu bisa meledak. Mereka bisa disewa bekas musuh-musuh Tokugawa untuk mengancam keamanan wilayah kekuasaannya.

Para Shinobi harus dilumpuhkan. Maka dicari cara untuk mengalahkan dua desa itu. Apalagi setelah para pembantu Shogun melihat ninja-ninja tersebut mampu mengalahkan samurai Tokugawa dengan mudah pada sebuah pertandingan. Harus dicari cara untuk menaklukkan mereka.

Akhirnya para pembantu Shogun menemukan cara. Kebetulan di masa silam ada perjanjian damai untuk memisahkan dua desa agar tidak saling bertempur. Mereka memutuskan untuk mencabut perjanjian damai tersebut. Dipanggilnya pemimpin kedua desa. Kemudian dimintanya masing-masing menyiapkan 5 orang terbaiknya untuk menuju Sumpu, yaitu Istana kediaman Tokugawa Ieyasu. Dalam perjalanan mereka harus saling serang sampai tersisa salah satu pihak yang menjadi pemenang. Pihak yang menang dijanjikan akan diterima mengabdi pada pemerintah.

^_^

Sungguhpun Oboro, cucu pemimpin desa Iga, dan Gennosuke anak laki-laki pemimpin desa Koga menginginkan perdamaian antara kedua desa, mereka tidak berhasil mempengaruhi penduduk desa yang seluruh hidupnya dihabiskan untuk mempersiapkan diri menjadi ninja. Keinginan penduduk desa hanya satu, mempergunakan ketrampilan ninja yang mereka kuasai untuk mengabdi pada Daimyo atau bahkan kepada Shogun. Karenanya mereka sangat antusias untuk mengabdi di Istana Sumpu.

Dua kelompok ninja terpilih berangkat ke Sumpu. Malangnya dua orang pemimpin ninja yang bersaing adalah sepasang kekasih, Oboro dan Gennosuke. Namun karena kedua anak muda itu adalah pewaris kepala desa, mereka harus memimpin kelompok ninja yang bermusuhan menuju Sumpu. Sebenarnya mereka tidak menghendaki terjadinya pertempuran selama perjalanan. Tapi para ninja yang menjadi pengikut mereka tidak bisa dicegah untuk saling serang. Bahkan dua klan ninja yang bermusuhan pada akhirnya saling bunuh.

Disinilah letak salah satu sisi menarik dari film. Peragaan adu ketangkasan 10 ninja yang bertarung sepanjang perjalanan menuju Sumpu. Ada ninja yang seumur hidupnya meminum racun, sehingga nafasnya meniupkan racun. Ada ninja “spiderman” yang kemampuannya mirip-mirip Spiderman. Lengan bajunya bisa mengeluarkan tali-tali yang bisa terjulur panjang dan digunakan untuk menjerat lawan-lawannya. Salah satu ninja perempuan bisa memanggil rombongan kupu-kupu untuk menyerang musuhnya. Yang paling unik adalah kemampuan ninja Oboro. Gadis itu mampu menyerang lawan dengan tatapan mata yang menembus jauh ke dalam tubuh, bahkan menghancurkan organ tubuh lawannya.

Seandainya film ini mampu mendemonstrasikan dengan lebih gamblang latar belakang kehidupan (dan kelebihan) masing-masing ninja pada awal cerita -- sebelum mereka saling serang dalam perjalanan menuju Sumpu -– pastilah adegan pertarungan antar ninja akan jauh lebih menarik karena kita telah mengetahui bekal-bertarung setiap personil ninja. Seperti hal-nya menonton pertandingan bola antara dua tim tangguh yang telah kita kenal kemampuannya, akan jauh menarik daripada menonton pertandingan dua tim yang hanya sedikit kita kenal....BERSAMBUNG (undil).


Resensi Film Shinobi (bagian 2)





Beberapa Review dan Kisah Di Balik Produksi Film Ayat-ayat Cinta

Saya belum menonton film Ayat-ayat Cinta. Tapi saat saya jalan-jalan ke blog Harry Sufehmi saya menemukan review yang menarik tentang film itu. Dari blog itu saya dituntun ke blognya Decon yang pernah menuntun Kang Harry pada blog Hanung Bramantyo, sang sutradara film.

Pada blog sutradara muda itu dikisahkan perjuangan panjang untuk menyelesaikan Ayat-ayat Cinta. Ternyata pembuatan film itu melalui jalan yang berliku-liku dan rumit. Dari mulai casting mencari pemain, hingga batalnya shooting di Mesir karena masalah biaya yang terlalu besar. Akhirnya sebagai lokasi pengganti dilakukanlah pengambilan gambar di Indonesia dan India. Konon lokasi yang di dapat di India luar biasa. Dikisahkan pula tentang skenario yang diubah menjadi lebih ringan untuk menyesuaikan diri dengan calon penonton film. Juga tentang alasan Hanung memilih Fedi Nuril sebagai pemain utama.

Nah bagi teman-teman yang tertarik dengan review Film Ayat-ayat Cinta maupun stories behind the scene dapat menengok link-link di bawah ini. Bagi yang ingin melihat review lirik lagu ayat-ayat cinta dapat melihat disini (Undil-08)

Harry Sufehmi: review ayat-ayat cinta

Hanung Bramantyo: Kisah dibalik Produksi Ayat-ayat Cinta (bag. 1)

Hanung Bramantyo: Kisah dibalik Produksi Ayat-ayat Cinta (bag. 2)

Hanung Bramantyo: Kisah dibalik Produksi Ayat-ayat Cinta (bag. 3)

Hanung Bramantyo: Kisah dibalik Produksi Ayat-ayat Cinta (bag. 4)

Decon: review ayat-ayat cinta







Lirik Lagu Keren: Ayat-ayat Cinta

Desir pasir di padang tandus
segar sang pemikiran hati
terkisahku di antara cinta yang rumit

Bila keyakinanku datang
kasih bukan sekedar cinta
pengorbanan cinta yang agung
kupertaruhkan

Maafkan bila ku tak sempurna
cinta ini tak mungkin kucegah
Ayat-ayat cinta bercerita
cintaku padamu

Bila bahagia mulai menyentuh
seakan kubisa hidup lebih lama
Namun harus kutinggalkan cinta
ketika kubersujud

soundtrack film ayat-ayat cinta

^_^

Apa siy yang lebih besar daripada cinta?. Adakah sesuatu yang lebih besar dari cinta suci yang abadi?. Adakah sesuatu yang lebih perkasa daripada cinta? Jawabnya Ada!! Ada yang jauh lebih besar dari cinta! Bukan saja lebih besar daripada cinta, Dia lebih agung, lebih suci dan tak akan tertandingi oleh cinta yang paling besar dan paling abadi sekalipun!

Dia adalah Tuhan Yang Maha Perkasa, Tuhan yang menguasai nasib segala makhluk di muka bumi, mulai dari manusia hingga debu-debu kosmik yang berterbangan di ruang angkasa. Tuhan Maha Pengasih yang melimpahi rahmatnya pada seluruh penghuni langit dan bumi. Tuhan yang menjamin kebahagiaan abadi di surga bagi manusia-manusia yang memberikan cinta dan kepatuhan pada-Nya.


http://www.rizkyonline.com/Rossa/Rossa-Ayat-Ayat-Cinta.html

Attention Please!

Seorang pramugari harus memiliki knowledge, berpendidikan, terlatih baik, observatif dan termotivasi. Patuhi aturan berikut selama pelatihan:
- korden ruang pelatihan harus selalu terbuka.
- saling memberi salam.
- tidak boleh menggunakan elevator.

^_^

Pada jaman dahulu kala, apa sih yang membuat seorang bangsawan terlihat kebangsawanannya walaupun misalnya dia miskin atau bertampang biasa-biasa saja?.

Tak lain karena tingkah laku mereka. Karena adanya sikap-sikap tertentu yang dituntut dimiliki oleh seorang bangsawan. Mereka punya kode etik tersendiri yang tidak dimiliki oleh orang kebanyakan. Mereka punya tatacara standar yang diajarkan dan dibiasakan sejak kecil sehingga akan menjadi kebiasaan yang mendarah daging setelah mereka dewasa.

Apa yang membuat sekelompok pramugari bangga kala bergabung dengan sebuah perusahaan penerbangan?.

Kebanggaan akan hadir bila perusahaan itu memiliki standar-standar tertentu yang harus dimiliki oleh seseorang sebelum dapat diterima menjadi pramugari, dan kemudian diikuti standar-standar tertentu yang harus diikuti pramugari setelah bekerja di sana. Bukan perusahaan yang bisa dimasuki oleh siapa saja tanpa standar kepribadian dan karyawannya bebas bertingkah laku seperti apapun juga.

Kebanggaan akan hadir setelah perusahaan memiliki sebuah kultur yang kuat yang merupakan standar sikap minimal bagi semua karyawan. Tak seorangpun yang menjadi karyawan diijinkan bersikap dibawah kode etik itu. Mereka semua harus tunduk dan mengikuti kode etik itu yang merupakan standar bagi semua karyawan tanpa kecuali.

^_^

Attention please adalah serial yang menceritakan sekelompok calon pramugari yang memasuki sekolah pramugari dan mulai berlatih menjadi pramugari. Pada serial Jepang ini, standar untuk tatacara sikap seorang pramugari telah ada dan mereka harus mengikuti standar itu sejak masih dalam tahap pelatihan.

Bagaimana cara memberi hormat pada penumpang; cara meminta maaf; cara menawarkan makanan; cara menyelamatkan penumpang yang sakit hingga cara menangani penumpang yang membuat ulah telah ada prosedur bakunya yang harus diikuti.

Pembiasaan lewat pelatihan membuat para calon pramugari terbiasa dengan kultur berdisiplin seperti itu dan selanjutnya menjadi tingkah laku mereka sehari-hari sebagai seorang pramugari.

Adanya kultur standar itu lambat laun akan menjadi kebanggaan bagi semua pramugari. Seorang pramugari harus memiliki standar “tinggi” dalam bertingkah laku yang tidak dimiliki oleh semua orang.


Sebuah kebiasaan bertutur kata dan tindak tanduk yang elegan yang hanya dimiliki oleh orang-orang terpilih dan terlatih dengan baik. Tidak semua orang mampu mencapai standar itu. Sebuah kultur yang elegan dengan sendirinya akan menjadi kebanggaan bagi semua anggota kultur itu. Sebuah kultur yang memiliki disiplin tertentu yang dipatuhi oleh anggota-anggotanya (undil).


Detective Monk : Selalu Ada Tempat Buat Semua Orang (2)

It’s a jungle out there
Disorder and confusion everywhere
No one seems to care
Well I do
Hey, Who’s in charge here
It’s a jungle out there
Poison in every air we breath
You know what’s in the water that you drink?
Well I do
It’s amazing
People think I’m crazy
‘cause I worry all the time
If you paid attention you’d be worried, too.
You better pay attention
Or this world we love so much
might just kill you
I could be wrong now
But I don’t think so
‘cause there’s a a jungle out there
It’s a jungle out there

Hutan rimba di luar sana
Kekacauan dan kebingungan dimana-mana
Tidak seorangpun peduli
Hanya aku yang peduli
Hai, siapa yang bertugas disini
Hutan rimba di luar sana
Polusi udara di setiap tarikan nafas
Kamu tahu ada apa di air yang kau minum?
Hanya aku yang peduli
Sungguh mengherankan
Orang mengira aku gila
karena aku selalu khawatir sepanjang waktu
Seandainya kamu mau waspada
kamu juga akan khawatir seperti aku
Sebaiknya waspadalah kamu
atau dunia yang sangat kita cintai ini
tiba-tiba membunuhmu
Saya bisa saja salah
Tapi saya rasa, saya-lah yang benar
karena rimba raya di luar sana
Rimba raya di luar sana

Soundtrack Detective Monk

^_^

Sekilas orang bisa mengira Monk akan tersingkir dari dunia kerja karena perilakunya yang aneh. Namun pada kenyataannya dia berhasil mendapatkan pekerjaan, bahkan sangat dibutuhkan oleh kepolisian kota.

Setiap orang punya tempat dalam bumi yang bulat ini. Tuhan menciptakan manusia berbeda-beda dan semua memiliki tempat di dalam masyarakat. Tentunya hal ini tidak berlaku bagi orang-orang yang “kelainannya” menyimpang dari ajaran-ajaran moral, seperti tukang mencuri atau berjudi.

Orang bodoh, orang pintar, orang cekatan, pemberani, pelupa, hati-hati semua memiliki kursi masing-masing. Mungkin perbedaannya adalah kecepatan dalam meraih sesuatu.

Seorang yang cerdas dan cekatan akan menyelesaikan masalahnya lebih cepat daripada seorang kurang cerdas dan agak lamban. Namun keduanya mampu menyelesaikan masalahnya – hanya beda waktunya saja.

Demikian juga dengan keberanian untuk melakukan sesuatu. Seorang anak pemberani akan berani pergi ke kamar mandi sendiri pada umur 4 tahun. Seorang anak yang lebih penakut mungkin baru pada umur 10 tahun berani melakukannya.

Seorang mahasiswa yang kreatif dan pemberani mungkin akan merintis bekerja pada saat masih kuliah, sementara yang lain mungkin baru beberapa bulan setelah lulus mulai bekerja. Namun pada akhirnya keduanya akan sama-sama bekerja dan berkontribusi pada masyarakat.

Satu hal yang menarik adalah walaupun pada akhirnya orang akan meraih sesuatu yang serupa, setiap orang memiliki kecepatan yang berbeda-beda untuk mendapatkannya (Nae-06).



Posting ini sebenarnya adalah retouching posting serupa tahun 2006


Detective Monk : Selalu Ada Tempat Buat Semua Orang (1)

People think I’m crazy
‘cause I worry all the time
If you paid attention you’d be worried, too.
You better pay attention
Or this world we love so much
might just kill you

Orang mengira aku gila
karena aku selalu khawatir sepanjang waktu
Seandainya waspada ada pada dirimu
kamu juga akan khawatir seperti aku
Dan sebaiknya berhati-hatilah kamu
atau dunia yang sangat kita cintai ini
diam-diam akan membunuhmu

^_^

Lirik diatas adalah petikan soundtrack Film Seri Detektif Monk. Serial ini menceritakan kehidupan seorang detektif jenius yang selalu berhasil memecahkan kasus-kasus rumit yang dihadapinya.

Nama lengkapnya Adrian Monk. Bekas detektif polisi brilian yang juga merangkap menjadi dosen di akademi polisi. Namun satu kasus kejahatan yang merenggut nyawa istrinya membuatnya shock – dan merubah Monk menjadi pengidap sejenis kelainan jiwa yang disebut obsessive – compulsive.

Kini Monk menjadi seorang yang sering melakukan sesuatu berulang-ulang, mengidap kegilaan pada keteraturan, dan juga terobsesi dengan kesimetrisan.

Memilih adalah sebuah perjuangan berat baginya. Meskipun hanya sekedar memilih pensil warna biru atau hitam. Monk juga memiliki merek tertentu untuk air minum dalam kemasan, dan tidak mau minum merek lain walaupun sebenarnya isinya sama-sama air putih. Bila melihat sesuatu diletakkan tidak simetris dia ingin membuatnya menjadi simetris.

Juga bila melihat keganjilan, misalnya melihat orang mengenakan kemeja dengan krah terlipat dia akan segera membetulkannya tanpa menghiraukan “kekagetan” orang yang memakainya. Monk juga gila sanitasi. Dia selalu meminta tisue antiseptik pada Sharona untuk menyeka tangannya sehabis berjabat tangan dengan orang lain.

Walaupun demikian, Monk dengan segala kelainan jiwanya tidak serta merta tersingkir dari dunia luar. Dia bahkan menjadi detektif langganan polisi San Fransisco. Terutama untuk memecahkan kasus-kasus rumit yang membutuhkan analisa yang tajam.

Dari pekerjaan itulah Monk mendapat penghasilan, sekaligus membayar asisten yang merangkap menjadi sopir pribadi sekaligus “baby sitter” bagi dirinya. Kepolisian-pun sangat terbantu dengan keberhasilan Monk memecahkan kasus-kasus kejahatan yang terjadi di San Fransisco (nae-06).


Posting ini adalah retouching atas posting tahun 2006 dengan judul yang sama.

Resensi Film: Pan's Labyrinth, Kesedihan yang Wajar

Langit tak pernah bersedih
meskipun kegelapan malam selalu berulang
sebagaimana kehadiran siang yang benderang.

^_^

Apakah kepedihan adalah sebuah malapetaka yang harus ditangisi? Apakah kesulitan adalah sesuatu yang harus membuat manusia menderita dan meranakan hari-hari yang dikaruniakan Tuhan pada-nya?. Benarkah manusia harus menjauh, sejauh-jauhnya dari gelapnya masalah yang akan menenggelamkan dirinya dalam penderitaan?. Apakah kebahagiaan itu hanya hadir pada manusia yang bebas dari kesulitan, bebas dari kepedihan dan menjalani hari-hari yang bebas dari persoalan?.

Pan’s Labyrinth (The Labyrinth of the Faun) adalah sebuah film yang menceritakan kehidupan Ofelia (Ivana Baquero), seorang gadis kecil yang menjalani hidup di Pos Militer seusai perang sipil di Spanyol (1936-1939). Film berlatar-belakang tahun 1944, ketika Jendral Franco telah mengalahkan para pendukung pemerintahan republik yang menjadi rivalnya. Dikisahkan Ibu kandung Ofelia menikah lagi dengan seorang perwira militer pengikut Jendral Franco -- setelah ayah kandung Ofelia meninggal dunia. Mereka berdua kemudian tinggal di sebuah pos militer yang merupakan garda depan dalam perang melawan sisa-sisa kaum Republikan.

Peseteruan dengan ayah tirinya, hidup yang mencekam seusai perang, dan hadirnya mata-mata musuh adalah menu sehari-hari Ofelia setelah menetap di Pos Militer yang berlokasi di daerah pedesaan. Ibu Ofelia yang sedang hamil tua dan sakit-sakitan terlalu payah untuk dapat memberi perhatian penuh pada Ofelia. Jadilah anak itu membangun kehidupannya sendiri – yang disusun berdasar buku-buku cerita yang rajin dibacanya. Hadirlah dunia Pan’s Labyrinth yang menjanjikan dia menjadi seorang puteri raja di sebuah dunia bawah tanah. Ofelia akan menempati posisi sebagai Putri Moanna, seorang puteri raja bawah tanah yang dahulu kala ingin tahu kehidupan di dunia permukaan, namun setelah naik ke dunia permukaan dia melupakan dunia lamanya, sampai menua dan mati.

Berawal dari keberangkatan Ofelia dan Ibunya untuk menetap di sebuah Pos Militer, tempat ayah tirinya menjadi komandan. Pertualangan-petualangan yang seru di alam labyrinth – dimulai -- sejak persinggahan di perjalanan. Seekor serangga membuntuti mobil Ofelia hingga ke rumah barunya. Kemudian Ofelia bertemu seorang makhluk yang menawarkan kedudukan sebagai puteri raja.

Faun, makhluk itu mengharuskan Ofelia memenuhi tiga persyaratan sebelum diterima menjadi putri. Mulailah serangkaian petualangan Ofelia untuk memenuhi persyaratan Faun di berbagai tempat. Seperti penjelajahan di labyrinth bawah tanah yang tersembunyi di akar sisa sebuah pohon besar di hutan dekat pos militer -- untuk mendapatkan sebuah anak kunci dari perut seekor katak; juga pada sebuah labyrinth rahasia yang bisa diakses dari kamarnya saat dia bertemu dengan Manusia Pucat – seekor monster pemakan-anak yang lubang matanya terletak di kedua telapak tangan dan bola matanya bisa dilepas.

Dalam petualangannya di sekitar Pos Militer, Ofelia sempat memergoki orang kepercayaan ayah tirinya adalah pengikut musuh yang sedang menyamar. Para penyusup itu menjalin hubungan rahasia dengan musuh, yang bergerilya di hutan. Diantara mereka terdapat seorang dokter yang bertugas di pos militer – yang ternyata adalah mata-mata yang memasok obat-obatan pada musuh.

Seorang perempuan, pembantu rumahtangga di Pos Militer, adalah simpatisan musuh dan saudara kandung seorang gerilyawan – yang pada akhirnya kepergok dan dikurung oleh Sang Komandan. Perempuan yang memperlakukan Ofelia dengan baik itu, beruntung dapat meloloskan diri setelah berhasil melukai Sang Komandan di ruang penyekapan.

Tertangkapnya mata-mata mengakibatkan hubungan Ofelia dengan ayahnya semakin memanas. Si komandan menyalahkan Ofelia yang diam saja, sekalipun tahu ada penyusup di Pos Militer. Puncak perseteruan mereka terjadi ketika Ofelia melarikan adik-nya yang belum lama lahir – setelah memasukkan obat bius ke minuman ayah tirinya. Pelarian bersama adiknya itu atas permintaan Faun — sebagai persyaratan ketiga yang harus dipenuhi Ofelia. Sang ayah tiri yang dalam kondisi setengah sadar karena pengaruh obat bius berusaha mengejarnya. Pada saat bersamaan Pos Militer kacau balau oleh serbuan mendadak kaum perlawanan.

^_^

Satu hal yang mengesankan pada tokoh-tokoh cerita Pan’s Labyrinth adalah cara mereka menghadapi penderitaan. Ofelia sangat tegar dalam menghadapi perseteruan dengan ayah tirinya -- yang tak segan-segan menggunakan kekerasan terhadap dirinya. Sementara ibunya yang terbaring sakit tak berdaya dan tak bisa melindunginya lagi. Hebatnya gadis kecil itu tak banyak mengobral tangisan walaupun secara rutin menghadapi situasi sulit. Hari-hari dilalui biasa saja, sebagaimana hari-hari seorang gadis kecil pada umumnya. Tak ada cerita Ofelia mengasihani diri karena kemalangan hidupnya. Malahan si kutu buku itu sibuk dengan dunia yang dibangunnya sendiri -- dunia Pan’s Labyrinth.

Demikian juga dengan sang ayah tiri. Komandan Pos Militer itu menghadapi masalah-masalah pelik dalam pertempuran dengan ekspresi yang wajar. Tidak ada bilur-bilur kesedihan yang membekas pada dirinya. Sekalipun dia dikhianati oleh orang-orang kepercayaannya. Juga ketika dirinya terluka parah kala Si Pembantu menyerangnya dengan pisau, sebelum melarikan diri. Sang Komandan dengan cepat pulih dan kembali menjalankan fungsinya sebagai panglima perang seperti biasa.

Semua kesulitan dihadapi dengan sikap wajar. Tidak ada keluhan berlebihan, tidak ada obral tangisan, tidak ada rasa sentimen yang mendayu-dayu –- semua kenyataan dihadapi apa adanya. Kepedihan dihadapi dengan cara sederhana, sewajar menghadapi datangnya malam setelah siang. Tidak ada waktu untuk meratapi kepedihan, karena mereka sibuk melanjutkan kehidupan seperti biasa. Seolah-olah kehadiran kepedihan dianggap wajar, sewajar datangnya kesenangan.

^_^

Gambar-gambar indah mendominasi film yang melukiskan pemandangan seputar Pos Militer yang berlokasi di daerah pedesaan, lengkap dengan hutan alam yang elok. Gambar-gambar artistik dengan tatacahaya yang prima adalah kekuatan utama film, disamping alur cerita yang kuat. Animasi tokoh-tokoh fiktif pada Pan’s Labyrinth juga sangat menarik sebagai pelengkap cerita. Tokoh-tokoh fiktif itu berada di dunia tersendiri dan bersentuhan dengan dunia nyata hanya lewat Ofelia.

Guillermo Del Toro, sutradara Pan’s Labyrinth, -- berhasil menyuguhkan sebuah film tentang orang-orang yang mampu menjalani hidup dengan wajar di tengah-tengah berkecamuknya perang -- melalui serangkaian gambar-gambar yang menawan (UNDIL).

bacaan : wikipedia



Resensi Film: The Bridge to Terabithia, Jangan Letakkan Semua Telur Pada Satu Keranjang

Jess seorang anak laki-laki umur 11 tahun hidupnya tiba-tiba berubah setelah kedatangan Leslie, seorang anak perempuan tetangga barunya yang juga teman sekelas. Bersama Leslie, Jess menjelajah sebuah hutan di dekat rumahnya. Di hutan itu keduanya menciptakan sebuah dunia baru dalam khayalan. Mereka bermain sebagai Raja dan Ratu yang tinggal di Negeri Terabithia. Sebuah negeri ajaib dengan tokoh-tokoh ajaib yang tinggal didalamnya.



Rumah pohon, raksasa troll, burung-burung ganas, serangga petarung dan tupai-tupai penyerang. Mereka juga tiba-tiba dapat melompat tinggi, berlari secepat angin dan bertarung dengan moster. Sebuah dunia petualangan yang membuat kedua anak ketagihan untuk terus bermain ke hutan itu sepulang sekolah.

Hutan itu membuat mereka hidup di dua dunia. Dunia kenyataan yaitu sekolah & rumah, serta dunia impian Terabithia. Jess mendapat “buffer” kehidupan nyatanya sebagai anak petani dengan anggota keluarga yang gemar menonton TV -- di Terabithia. Leslie si anak baru yang kesepian mendapat dunia yang riang di Terabithia. Sebuah dunia penyangga yang membuat mereka tidak “hancur” bila salah satu dunianya berantakan.

Masalah-masalah di sekolah tidak akan terbawa sepanjang hari hingga di rumah karena mereka memiliki dunia penyangga. Kesedihan-kesedihan di sekolah karena ulah para bully (anak nakal) terencerkan oleh hadirnya Terabithia. Dunia baru itu membuat “telur-telur” mereka tidak diletakkan pada satu keranjang, melainkan pada banyak keranjang. Sehingga tragedi pada salah satu keranjang tidak merupakan tragedi di seluruh kehidupan.

Seorang manusia dewasa yang bekerja, sebenarnya juga bisa membangun dunia lain sebagai buffer dari dunia kerja. Bila ada masalah pekerjaan, tidak serta merta dia akan merasa hidupnya dalam masalah karena dia punya kehidupan yang lain. Kesedihan-kesedihan yang dialami di kantor akan terencerkan oleh dunia kedua. Kegagalan di bisnis tidak dengan sendirinya membuat dia merasa hancur karena adanya “dunia lain” yang masih baik-baik saja. Buffer itu dapat berujud berbagai macam hal, misalnya kegiatan di sebuah organisasi atau kegiatan lain diluar kerja seperti berkebun, klub menyulam, olahraga ataupun menjadi pelatih basket untuk anak-anak sekolah dasar.


^_^


Film berjudul Bridge of Terabithia semakin menegaskan pepatah “jangan letakkan telur pada satu keranjang” dengan hadirnya tragedi yang membuat Jess kehilangan teman dekatnya. Tragedi itu memaksa Jess berpaling kepada adik kecilnya yang pada awalnya diabaikan, untuk ikut hadir di dunia Terabithia. Si adik menjadi putri kecil yang menemani Jess di dunia lain tersebut. Sebuah pelajaran lain yang menegaskan untuk jangan meletakkan kebahagiaan maupun kesedihan pada satu orang. Jangan bergantung pada satu orang untuk membuat bahagia. Letakkanlah pada banyak hal dan banyak orang sehingga kehilangan seseorang tidak akan membuat hari-hari kita merana.

Dua tokoh menarik di film yang dibuat berdasar novel Katherine Paterson – seorang penulis Amerika yang dilahirkan di Cina tahun 1932 -- adalah adik kecil Jess dan seorang perempuan muda guru seni Jess yang memiliki gaya mengajar yang atraktif dan sangat ekspresif. Seperti saat Bu Guru memulai pelajaran musik, pertamanya dia menyuruh semua murid untuk mengambil berbagai alat musik yang dibawanya dengan roda. Menawarkan lagu, kemudian menyuruh mereka membuat suara.

Pokoknya membuat suara sehingga seluruh kelas menjadi gaduh. Baru kemudian si guru memainkan piano dengan diiringi nyanyian oleh seluruh anak. Sebuah pelajaran sekolah yang sangat mengasyikkan (dan mengingatkan saya pada Robin Williams yang menjadi guru kreatif di Dead Poets Society). Ibu Guru yang menarik itu juga mengajak Jess yang berbakat melukis untuk bertamasya ke musium yang memajang karya-karya pelukis klasik.

Tokoh lain yang menarik adalah si adik kecil. Si adik ini selalu berangkat sekolah bareng Jess dengan bis sekolah. Dia juga berlari-lari disamping lapangan menyemangati Jess yang sedang bertanding lari dengan teman-teman sekolahnya. Dia juga yang mengkhawatirkan Jess tatkala dilanda kesedihan akibat kehilangan teman dekatnya. Seperti ending yang sering ditemui pada film Hollywood, film ini juga ditutup dengan tepuk tangan meriah para penghuni Terabithia saat Jess dan adiknya bagai Raja dan Putri memasuki dunia ajaib itu. Satu lagi yang menarik adalah keluarga Leslie walaupun keluarga kaya ternyata tidak memiliki TV! (nae)

Detective Monk : Selalu Ada Tempat Buat Semua Orang

People think I’m crazy
‘cause I worry all the time
If you paid attention you’d be worried, too.
You better pay attention
Or this world we love so much
might just kill you

(petikan soundtrack detective monk)

^_^

Shinichi Kudo adalah salah satu penggemar serial Detective Monk. Kisah tentang detektif jenius yang berhasil memecahkan kasus-kasus rumit -- bernama lengkap Adrian Monk. Bekas seorang detektif polisi brilian yang juga merangkap menjadi dosen di akademi polisi. Namun satu kasus kejahatan yang merenggut nyawa istrinya membuatnya shock – dan berubah menjadi pengidap kelainan jiwa -- dan terpaksa keluar dari dinas kepolisian.

Kini Monk menjadi seorang yang mengidap kegilaan pada kesempurnaan. Memilih adalah sebuah perjuangan berat baginya. Meskipun hanya sekedar memilih pensil warna biru atau hitam. Bila melihat sesuatu diletakkan tidak simetris dia ingin membuatnya menjadi simetris. Juga bila melihat keganjilan, misalnya melihat orang mengenakan kemeja dengan krah terlipat dia akan segera membetulkannya tanpa menghiraukan keberatan orang yang memakainya. Monk juga gila sanitasi. Dia selalu meminta tisue antiseptik pada Sharona untuk menyeka tangannya sehabis berjabat tangan dengan orang lain.

Monk dengan segala kelainan jiwanya tidak serta merta tersingkir dari dunia luar. Dia bahkan menjadi detektif langganan polisi San Fransisco. Terutama untuk memecahkan kasus-kasus rumit yang membutuhkan analisa yang tajam. Dari pekerjaan itulah Monk mendapat penghasilan, sekaligus membayar asisten yang merangkap menjadi sopir sekaligus “baby sitter” bagi dirinya. Kepolisian-pun sangat terbantu dengan keberhasilan Monk memecahkan kasus-kasus kejahatan yang terjadi di wilayahnya.

Sekilas orang bisa mengira Monk akan tersingkir dari dunia kerja karena perilakunya yang aneh. Namun pada kenyataannya dia berhasil mendapatkan pekerjaan, bahkan sangat dibutuhkan oleh kepolisian kota. Setiap orang punya tempat dalam bumi yang bulat ini. Tuhan menciptakan manusia berbeda-beda dan semua memiliki tempat di dalam masyarakat. Tentunya tidak termasuk bagi orang-orang yang “kelainannya” menyimpang dari ajaran-ajaran moral, seperti tukang mencuri atau berjudi.

Orang bodoh, orang pintar, orang cekatan, pemberani, pemalu, hati-hati semua memiliki kursi masing-masing. Mungkin perbedaannya adalah kecepatan dalam meraih sesuatu. Seorang yang cerdas dan cekatan akan menyelesaikan masalahnya lebih cepat daripada seorang bodoh yang agak lamban. Namun keduanya mampu menyelesaikan masalahnya – hanya beda waktunya saja.

Demikian juga dengan keberanian untuk melakukan sesuatu. Seorang anak pemberani akan berani pergi ke kamar mandi sendiri pada umur 5 tahun. Seorang anak yang lebih penakut mungkin baru pada umur 10 tahun berani melakukannya. Seorang mahasiswa yang kreatif dan pemberani mungkin akan merintis bekerja pada saat masih kuliah, sementara yang pemalu mungkin baru beberapa bulan setelah lulus memberanikan diri untuk bekerja. Namun pada akhirnya keduanya akan sama-sama bekerja dan berkontribusi pada masyarakat.

^_^

Dari film itu Shinichi baru mengerti apa yang sering dikatakan Hiromi selama ini tentang menghakimi seseorang. Menghakimi seseorang karena raihannya dibawah orang lain tidak selalu merupakan hal yang tepat untuk dilakukan karena latar belakang setiap orang berbeda. Walau pada akhirnya orang akan meraih sesuatu yang serupa, setiap orang memiliki kecepatan yang berbeda-beda untuk mendapatkannya.

Soundtrack Film Seri Detective Monk

It’s a jungle out there
Disorder and confusion everywhere
No one seems to care
Well I do
Hey, Who’s in charge here
It’s a jungle out there
Poison in every air we breath
You know what’s in the water that you drink?
Well I do
It’s amazing
People think I’m crazy
‘cause I worry all the time
If you paid attention you’d be worried, too.
You better pay attention
Or this world we love so much
might just kill you
I could be wrong now
But I don’t think so
‘cause there’s a a jungle out there
It’s a jungle out there

Salah Satu Episode Terbaik Detective Monk : The Sleeping Suspect

Sebuah kasus pembunuhan yang dilakukan oleh tersangka
yang sedang terbaring koma di rumah sakit.
Bagaimanakah cara Monk membuktikan seseorang yang
tergeletak tidak sadar bisa melakukan pembunuhan?
^_^
Pada saat dua orang polisi sedang menahan seorang tersangka di trotoar, tiba-tiba muncul sebuah mobil yang sengaja menyerempet mobil mereka yang diparkir di pinggir jalan. Setelah berkali-kali menabrak mobil polisi sambil mengejek kedua polisi yang terpana melihat kenekadan tersebut – si orang aneh kemudian tancap gas . Kedua orang polisi berlari menuju mobil mereka untuk mengejarnya. Belum sempat kedua polisi menghidupkan mobil, terdengar bunyi benturan keras . Mobil si orang aneh tertabrak mobil lain. Akibatnya hari-hari berikutnya si orang aneh terbaring koma di rumah sakit.

^_^

Detektif Monk beserta “pengasuhnya” Sharona menyelidiki rumah si orang koma yang kini dianggap sebagai tersangka kasus pembunuhan saudara perempuannya sendiri, dengan paket bom lewat pos. Saat memeriksa seisi rumah mereka menemukan fenomena aneh. Pada sebuah majalah yang tergeletak di kursi rumah -- ditemukan nama pengacara terburuk dari daftar peringkat pengacara dilingkari dengan pena. Pertanda si orang aneh akan menyewanya. Yang lebih aneh lagi adalah adanya botol-botol kecap yang ditempelkan di plafond kamar mandi. Beberapa botol telah berjatuhan ke lantai karena lem yang menahannya mengelupas.

Pada saat bersamaan datanglah tukang pos membawa bingkisan dalam kotak yang diterima pembantu rumah. Untunglah si Monk dengan nalurinya tahu bahwa bingkisan itu berisi bom akan meledak sesaat setelah dibuka. Monk berhasil menyelamatkan seisi rumah setelah melemparkan paket bom tersebut ke dalam kamar mandi.

^_^

Monk yakin pengirim bom adalah si orang koma yang ingin mengesankan dirinya bukan tersangka dengan mengirim bom ke rumah sendiri, walaupun tanggal pengiriman paket dua hari yang lalu saat tersangka telah terbaring koma. Keyakinannya tambah kuat setelah beberapa hari kemudian sebuah paket bom kembali dikirim ke saudara laki-laki si orang koma -- yang untungnya tidak mengakibatkan korban jiwa. Setelah melihat bekas lem pada bagian atas paket bom akhirnya sang detektif berhasil memecahkan misteri bagaimana seorang yang sedang terbaring koma di rumah sakit bisa mengirimkan paket-paket pos berisi bom.

Pada saat si orang koma telah sadar kembali, Monk menyuruh si pembantu rumah datang ke rumah sakit untuk menengok tuannya sambil membawa paket pos. Ditunjukkannya pada orang itu bahwa selama koma dia menerima surat-surat dan juga paket pos. Dibukanya paket pos disamping ranjang tuannya. Akibatnya tuannya melompat turun dari ranjang pasien sambil beteriak-teriak ketakutan dan berkali-kali mengatakan paket itu berisi bom.

Rupanya si orang koma-lah yang selama ini mengirim paket berisi bom kepada sudara laki-laki dan sudara perempuannya. Dia memiliki kunci palsu untuk beberapa bis surat. Kemudian menempelkan paket bom di langit-langit bis surat. Tukang pos yang biasa mengambil surat dari bis surat tersebut tidak tahu jika ada paket yang tertempel di langit-langitnya. Setelah periode tertentu paket akan jatuh ke bawah dan diambil oleh tukang pos untuk dikirimkan. Dia juga mengirim paket bom untuk dirinya sendiri agar terhindar dari tuduhan.

Tersangka telah mencoba metode itu dengan menempelkan botol-botol kecap di plafond kamar mandi untuk memperkirakan berapa lama paket dapat bertahan menempel di langit-langit bis surat. Kemudian dia sengaja menyerempet mobil polisi agar untuk beberapa lama ditahan di kantor polisi. Dia juga sengaja menyewa pengacara yang buruk agar kasusnya kalah di pengadilan, sehingga dia akan dipenjara beberapa bulan.

Pada saat dipenjara itulah paket-paket bom yang telah dipasang akan jatuh ke dasar bis surat dan terkirim ke alamat-alamat yang dituju. Misi pembunuhan akan berjalan mulus tanpa seorangpun mencurigai dirinya yang sedang meringkuk di balik jeruji besi. Namun diluar dugaan dirinya mengalami kecelakaan yang membuatnya terbaring koma.

Favorit film: Mississipi Burning

Mississipi 1964, dua orang aktifis persamaan ras dan seorang kulit hitam hilang ketika dalam perjalanan meninggalkan kota. Dua orang agen federal yang ditugaskan menyelidiki lenyapnya mereka, mendapat sambutan kurang bersahabat dari sheriff setempat. Ketika keadaan semakin memburuk --- bahkan dua agen tersebut mulai diancam oleh kelompok rasis Ku Klux Klan --- agen pertama memutuskan memanggil bala bantuan dari ibukota. Digunakannya sebuah gedung bioskop sebagai kantor bagi orang-orangnya. Ketika ditemukan mobil yang dikendarai ketiga orang hilang di sebuah danau, agen pertama tambah nekad. Dimintanya tambahan bantuan ratusan personil militer untuk membantu mengaduk-aduk setiap inchi permukaan danau guna mencari mayat-mayat korban. Terjadilah kehebohan besar di kota kecil tersebut. Sementara agen kedua memilih mendekati anggota keluarga salah satu tersangka untuk mendapatkan informasi. Akhirnya agen kedualah yang berhasil mendapatkan lokasi mayat disembunyikan. Kemudian dengan serangkaian trik-trik jitu, mereka berdua berhasil membongkar persekongkolan antara pengikut Ku Klux Klan dengan Sheriff yang berusaha menghapus jejak pembunuhan.

^_^

Shinichi Kudo sudah berulangkali menonton salah satu film favoritnya tersebut. Dahulu yang paling menarik dari Film Misisisipi Burning adalah backgroundnya--- yaitu perjuangan gigih melawan rasialisme. Perjuangan untuk kemanusiaan yang sangat menyentuh. Namun sekarang ada hal lain yang lebih menarik bagi Shinichi. Tekad bulat si agen pertama-lah yang membuat film itu lebih mengesankan. Ketika tidak mendapat dukungan dari Sheriff, si agen nekad meminta dikirim orang-orang baru dari kantor pusat. Bukan hanya itu, dia juga menyewa sebuah gedung bioskop untuk dijadikan base camp penyelidikannya. Bahkan tatkala pemilik motel keberatan atas orang-orangnya yang menginap di motel --- si agen pertama langsung memerintahkan anak buahnya untuk membeli motel tersebut. Sebuah tekad baja yang sangat menarik bagi Shinichi. Dengan kesungguhan seperti itu, bila seandainya si agen pertama gagal menemukan si pembunuh-pun--- dia masih layak diberi acungan jempol.

Hal lain yang menarik dari film yang diawali dengan gambar dramatis dua pancuran air minum berdampingan --- satu untuk kulit putih dan satu untuk kulit berwarna --- adalah perbedaan cara kerja kedua agen. Agen pertama bekerja berdasarkan prosedur, sistematis dan target oriented, sedang agen kedua lebih banyak mengandalkan pendekatan personal. Beberapakali terjadi konflik diantara keduanya. Namun pada dasarnya mereka saling mengisi. Agen pertama memastikan pekerjaan dilakukan secara sistematis dan menggunakan semua sumberdaya yang dimiliki dengan efektif. Agen kedua mengisi kelemahan metode pertama yang “kering” terhadap pendekatan personal; dengan bekerja mengandalkan persahabatan, simpati dan pengertian yang mendalam terhadap sifat-sifat manusia.

^_^

Hiromi bertepuk tangan mendengar cerita Shinichi tentang Mississipi Burning. Menurutnya penafsiran atas sebuah film bisa saja berubah setiap saat, tergantung perkembangan pengetahuan orang yang menontonnya. Dahulu bahan-bahan yang ada di memori Shinichi terbatas, sehingga apa yang bisa dilihat dari film itu sekedar sebuah perjuangan gigih dua sosok manusia melawan ideologi sesat rasisme. Kini seiring perjalanan waktu, dengan semakin bertambah banyaknya pengetahuan dan pengalaman yang mengendap dalam memori Shinichi; film itu seolah-olah berbicara dengan cara yang lain. NL

bandung, minggu malam 23 Oktober 2005

Akira Kurosawa : RAN

“Kau tak lebih dari bayang-bayang Hidetora” begitulah kurang lebih kata-kata istri Taro saat membujuk suaminya untuk menyingkirkan ayahnya. Dan Taro bukan saja mengusir si ayah dari kastil, namun juga bersekongkol dengan adiknya untuk menjebak ayah mereka hingga semua pengawalnya tewas, dan Hidetora-pun kemudian menjadi gila. Naasnya di detik-detik terakhir pertempuran, salah seorang tangan kanan Jiro secara sembunyi-sembunyi menembak Taro hingga tewas. Kekuasaan beralih pada si adik.

Si bungsu Saburo beserta pasukannya yang menyeberang ke wilayah Jiro untuk mencari ayahnya sengaja dibiarkan masuk dengan harapan Jiro dapat membunuh keduanya sekaligus. Sayangnya saat pasukan Jiro sedang menyerang pasukan Saburo, tiba-tiba kastilnya diserbu musuh. Setelah mendengar berita penyerbuan itu, Jiro buru-buru menarik mundur tentaranya namun tak banyak gunanya. Rupanya skenario kehancuran kastil telah direncanakan oleh istri Taro yang hendak membalaskan dendam keluarganya. Si istri yang sebenarnya adalah anak pemimpin musuh yang dibunuh Hidetora tersebut berhasil mempengaruhi Taro, dan kemudian Jiro untuk mencapai tujuannya.

Ran adalah salah satu film terbaik Akira Kurosawa yang diadaptasi dari King Lear-nya Shakespeare, dan mengambil setting situasi kala para keluarga prajurit memegang peran penting di tiap-tiap propinsi. Film ini bercerita tentang Hidetora, bekas penguasa yang telah lanjut usia dan memilih pensiun, serta membagi tiga kastil kepada tiga orang anaknya Taro, Jiro dan Saburo. Dua diantaranya kemudian menghianatinya.

^^_^^

“Saya bicara tentang keinginan Taro untuk membuktikan peranan dirinya” kata Hiromi seolah-olah membantah bila Shinichi Kudo menganggapnya akan menyalahkan istri Taro saat memperbincangkan Ran. Taro digambarkannya sebagai seorang yang memiliki kebutuhan yang berlebihan terhadap pengakuan orang lain. Haus pengakuan dan merasa perlu membuktikan kehebatan dirinya. Agaknya sifat tersebut sangat dipahami oleh istrinya, dan dengan cerdik dimanfaatkan untuk membalas dendam.

“So what gitu loh!” Kalimat itulah yang seharusnya keluar dari mulut Taro saat dikompori istrinya. Hiromi mengandaikan bila Taro mampu berdamai dengan pendapat orang lain bahwa dirinya hanyalah kepanjangan tangan ayahnya, tentu dia dan juga Jiro tidak akan menyeret marganya ke jurang kehancuran.

^^_^^

Hiromi menutup ceritanya dengan sebuah senyum tipis penuh arti. Seolah hendak berkata bahwa Shinichi-pun harus belajar berdamai dengan olok-olok orang lain. “Biarkanlah orang lain dengan pikirannya. Jangan pernah ‘bertempur’ dengan seseorang hanya karena ingin membuktikan pada orang ketiga bahwa dirimu berani” kalimat itulah yang dirasakan Shinichi dibalik senyumannya. NL

kalimantan 5 bandung

Akira Kurosawa: Kagemusha


Dalam sebuah pertempuran melawan marga musuh, Takeda Singen tertembak. Si penguasa propinsi Kai terpaksa digotong keluar dari medan pertempuran. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, salah satu calon kuat shogun yang akan berkuasa di seluruh negeri tersebut memerintahkan agar kematiannya dirahasiakan, agar propinsi Kai tidak menjadi target serangan musuh. Diam-diam ditunjuklah seseorang yang kebetulan mirip Singen untuk menjadi Singen gadungan. Selama 3 tahun kematian Singen akan dirahasiakan, dengan bantuan si duplikat yang akan berperan sebagai penguasa yang disegani propinsi-propinsi lain. Kisah tersebut terdapat dalam film Kagemusha karya Akira Kurosawa yang berlatar belakang nasib tragis marga Takeda sepeninggal pemimpinnya, Takeda Singen.

^_^

Hattori tersenyum getir mendengar cerita Shinichi Kudo tentang Kagemusha yang diam-diam juga dialami dirinya dalam bentuk yang lain. Selama ini jatah cuti panjang dari perusahaan tak pernah bisa diambilnya--- bukan karena kurang orang--- namun karena ketergantungan departemen yang dipimpinnya terhadap keberadaan Hattori. Banyak pekerjaan yang dilakukannya secara personal tanpa pernah diajarkan pada para asistennya. Sangat sulit mempercayakan sejumlah pekerjaan penting pada mereka, karena dia tak rela melihat kualitas pekerjaan menurun. Disamping itu melibatkan para asisten pada pekerjaan penting juga akan membuat pekerjaan menjadi lebih lambat. Jauh lebih lambat dibanding bila dikerjakan sendiri, karena Hattori harus sering berhenti untuk mengajari. Ditambah lagi harus berdiskusi dengan mereka, karena para asistennya bukanlah tipe pekerja yang mau didikte begitu saja tanpa penjelasan yang rasional.

Lima ratus tahun setelah kematian Singen dunia telah berubah. Nasib sebuah propinsi, apalagi sebuah perusahaan tidak lagi bergantung pada satu orang. Dalam perusahaan modern yang egaliter, nasib perusahaan ditentukan oleh keberhasilan membangun sistem. Kepergian seorang manajer tidak banyak mengganggu kinerja perusahaan. Ada prosedur baku, ada pelatihan, ada pengawasan dan ada evaluasi yang memastikan semua pekerjaan dikerjakan sistematis dan terukur sehingga dengan mudah bisa diulang lagi oleh orang lain. Namun di departemen Hattori, semua perangkat tersebut hanya diterapkan pada pekerjaan-pekerjaan yang mudah. Sementara pekerjaan yang kritis masih tetap dikerjakan sendirian oleh Hattori. Kerja personal yang “sangat mengandalkan pengalaman Hattori”, sehingga tak akan mudah ditiru oleh para asistennya.

^_^

Angin dingin berhembus kencang menembus jendela Cafe Gato Rojo. Setelah merapatkan jaketnya, Hattori kembali meneguk Capuccino spesial – menu andalan Cafe –-- yang sedikit membantu menghangatkan tubuhnya. Sambil terus mendengarkan kelanjutan cerita Shinichi tentang keruntuhan marga Takeda, diam-diam Hattori dengan sedih :( mengakui bahwa dirinya lebih cocok menjadi manajer di sebuah perusahaan yang beroperasi 500 tahun silam. NL

Kalimantan 5 Bandung 2005