Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Tidak sesederhana kata lautan akan kau sebrangi

Jika kau katakan 
lautan pun akan kau sebrangi,
gunung tinggi akan kau daki,
itu terlalu sederhana,
tidak cukup kuat untuk memelihara,

Lapangkanlah hatimu,
melihat segala sesuatu dari mataku,
bisa saja beda,
pendar-pendar pelangi yang menarik hatimu
barangkali menakutkanku,

Dengarkan dan rasakan
untaian kata tidak sesederhana yang kau kira,
janganlah dengar demi menyusun jawab,
bukalah jendela hatimu lebar-lebar,
karena menjalin kisah yang pelik 
tidak sesederhana kata lautan kau sebrangi
(Undil-2016)

Dulu kau bilang ingin bahagia selamanya...

Dulu kau bilang ingin bahagia selamanya,
sampai jadi kakek dan nenek,
lalu kau sadari takdir siang dan malam,
adalah selalu berganti-ganti,
dan kita dibekali rasa sabar dan syukur,
untuk meniti dua kutub
 
Kini kau bilang yang penting kebaikan,
berada di jalan terang,
meniti jalan lurus kebaikan,
dalam silih bergantinya dua kutub,
rasa sedih dan bahagia
(Undil-2016)

Kesempatan itu Berharga

Ketika perubahan terjadi,
menghilangkan peluang melakukan tindakan,
melenyapkan rencana yang masih mengawang-awang,
tahulah kita kesempatan telah berlalu,
waktu kita untuk perbuatan itu sudah habis,
tinggallah jadi bahan renungan,
bahwa kesempatan itu berharga,
dia bisa pergi kapan saja 
(Undil-2016)

Entahlah...

Entahlah
hal-hal yang sederhana,
seperti rutin mengaji selepas Maghrib,
melantunkan doa di pagi dan sore hari,
tidak membeda-bedakan orang, 
kata-kata ramah berbalut kecerdasan,
enggan menonjolkan diri,
semenjana dalam berbusana,
sederhana dalam berpikir dan bertindak, 
keceriaan peninggalan masa kanak-kanak,
sejernih wajah kecoklatan berbayang mata jeli bidadari...

Selalu mempesona

Tujuan Mulia

Sebuah tujuan mulia
menjadikan alasan kuat terlaksananya
mengangkat semuanya  menjadi bermakna
bukan sekedar kesenangan raga yang fana
namun sebuah kehidupan penuh makna
(Undil)

Memberanikan Diri

Selalu ada kesempatan yang siap disesali
selalu ada rasa malu yang tersembunyi
bahkan kegarangan macan pun seakan tak berarti
ketika menyangkut teka teki perasaan sang pujaan hati
namun jika telah rela menerima sebenar-benar diri sendiri
penolakan dan pengabaian tak lagi menciutkan nyali 
(Undil)

Meraih Percaya

Ketika ruangan harum karena bunga melati
tak ada yang peduli bagaimana cara dia mengharumi
semua yakin hadirnya untaian melati akan membuat ruangan berseri
karena percaya bahwa melati nan cantik itu semerbak mewangi
(Undil)

Rahasia Sederhana Cinta

Duhai hati yang membeku
tak perlu ajari aku cara mencairkanmu
petiklah yang memiliki
senyuman secerah matahari
keceriaan remaja mengejar bayang-bayang
yang akan mendegubkan-degubkan semua rasa
membuat kebekuan mencair tanpa sisa
sederhana sekali rahasianya 
(Undil)

Ada di Sekitar Kita

Cahya matahari setiap pagi menjadi saksi,
bahwa sang tambatan hati hinggap di sekitar diri,
di sudut-sudut penuh misteri dari keriuhan sehari-hari,
namun diri perlu memasang mata, telinga dan hati,
agar semua hiruk pikuk itu gak jadi penghalang tuk mengenali
(Undil)

Puisi Ucapan Ulang Tahun buat Sahabat - Kita ini Gelas dan Tatakan

Kita ini gelas dan tatakan
kamu gelas, aku tatakan
tanpaku kamu pasti bisa bawa minuman
namun bersamaku dirimu lebih meyakinkan











 




Kita ini gelas dan tatakan
aku menampung luberan dan tetesan
agar tak bikin noda dan berlepotan
yang menyeretmu dalam persoalan

Kita ini gelas dan tatakan
panas isi gelas hanya boleh terasa oleh tatakan
janganlah kau umbar sembarangan
kelak membawamu tenggelam dalam penyesalan  

Kita ini gelas dan tatakan
disatukan dalam ikatan persahabatan
tanpa jarak, tanpa rasa yang terpendam
bersatu dalam kebaikan

Selamat ulang tahun kawan
semoga semangat mudamu tak cepat karatan
bersinar dalam bahagia maupun derita
bersahabat dalam meniti kemuliaan jalan Tuhan
(Undil-2014)
   
gambar diambil dari  pablo-ruiz-picasso

Aku, skripsi dan bintang-bintang










Ada baikya bintang-bintang itu kuberi nama
agar di malam sunyi dapat kusapa
lalu kuajak berbincang-bincang
menemaniku terjaga di lorong waktu
mendengarku berbagi cerita
tentang tugas yang selesainya bak kura-kura
Entah mengapa punggung terasa berat
otak mengembara entah kemana
sementara tenggat waktu itu nyata
Oh bintang-bintang yang selalu tepat waktu
ajari aku sedikit rahasiamu (duniashinichi.blogspot.com)
biar pikiranku tidak mengembara
biar beban di punggungku mereda
biar tugas dapat selesai segera
karena tenggat waktu itu nyata
(undil-2013)

gambar diambil dari  blogs.nature
tags: puisi tentang skripsi, puisi manajemen waktu, puisi manajemen mood, puisi pengendalian diri 

Puisi Tahun Baru buat Sahabat

Lembaran baru
bukan untuk dirayakan
atau saling beri ucapan
tapi untuk diresapi
semua yang telah terjadi.
Persahabatan kita
membuat kita saling tahu
kata-kata yang paling menyakitkan
perlakuan yang paling mengecewakan
yang bisa saling kita pertukarkan
Tapi kita sahabat sejati duniashinichi
menahan diri dari semua itu
senyumanmu luruhkan ganjalan hati
karena kita saling memahami
yah, kita telah saling mengerti
undil-2012

Puisi Ulang Tahun Sahabat: Belajar Saling Membahagiakan

Kini aku mengerti
perselisihan yang berulangkali
bukan karena kita saling benci
atau pentingkan diri sendiri
tapi karena aku tidak mengenali
hal-hal yang membuatmu bahagiya
duniashinichi.blogspot.com
Sahabat, di hari ulang tahunmu ini
bukalah mata, telinga dan hati  
marilah kita mulai
sediakan waktu untuk pelajari
racikan perilaku sehari-hari
yang paling sempurna
untuk menumbuhkan kebahagiyaan
di antara kita
(undil-2012)
Undil-2012)

Puisi Ulang Tahun: Met Ultah Aja

Aku nggak ngerti harus bilang apa
yang kutahu dirimu nggak suka
ulang tahunmu digembar gemborin
Bagimu bertambahnya usia
terlalu sedih untuk dirayakan
sampai keinginanmu itu tercapai
Met ultah aja yah
tenang aja aku gak bilang sapa-sapa
smoga Allah makin sayang sama kamu
undil-2012

Puisi Ucapan Ulang Tahun Bahasa Jawa - by Undil

Pripun kabaripun Mbah
mugi-mugi panjenengan
tansah diberkahi samudayanipun
pun ugi garwa lan sedaya kaluwarga
tan kendat saking kasih sayang Ilahi

Ing dinten bahagia punika
kawula ngaturaken sugeng tanggap warsa
kanthi tulusing athi
Sumangga kita dunga dinonga
supados manah kita tansah lega lila
marang pepesthen Ilahi,   
minangka kunci kabahagiaan sejati

Puisi Anak: Perang Suci di Gaza


Kala perang suci tak terelakkan
musuh menyerang
dengan senjata tak terbilang
kalian bertempur
dengan senjata sekedarnya di tangan
Mereka berperang
dengan perut kenyang
Kalian sudah lama sekali
sulit menemukan makanan

Tapi perang kalian beda dengan mereka!
Bila mereka perang
untuk mendapatkan tanah jarahan
kalaupun mati, hanya mati demi materi
(hiks! sungguh kasihan Perang demi Materi)
Kalian bertempur demi kemerdekaan
Kalian berjuang mengakhiri penjajahan
Kalian ditemani ribuan malaikat bertasbih
Kalian dirindukan para penghuni langit
Kemenangan berarti kemerdekaan
Kematian-pun janji kemuliaan di alam keabadian

Mereka betempur penuh ketakutan
hati berkerut-kerut karena takut mati!
Kalian bertempur gagah berani, tidak takut mati!
Mereka sungguh ngeri dengan keberanian kalian
karena jiwa-jiwa mulia sungguh menakutkan
bagi jiwa-jiwa lemah yang berkerudung kegelapan
Bagi mereka kematian adalah jalan kehinaan
Mati demi sejumput tanah rampasan
sungguh kehinaan yang tak terlukiskan

Puisi Ultah buat Sahabat: Pesona

Ketika kualitas diri terus-menerus diasah dengan sengaja,
ketika kesehatan jiwa selalu dipelihara sebaik-baiknya,
ketika iman diperlakukan sebagai harta paling berharga,
maka bertambahnya usia adalah bertambahnya
pesona diri sebagai manusia seutuhnya,
jauh lebih indah dari pesona fisik semata
(undil-2012)

Puisi Menjelang Ramadhan (reloaded)

Tengah malam,
saat aku menatap langit berhias bintang,
seakan-akan malam-malam suci itu
sedang berbaris menunggu giliran
untuk bertemu denganku.
sambil membawa nampan-nampan,
yang akan dipersembahkan pada-Nya
setiap pagi menjelang.

Akankah nampan-nampan itu
kuisi dengan sepenuh cinta.
Sanggupkah aku merajut amal mulia,
Doa, Ilmu, Al Quran, Sholat,
bahagiakan fakir miskin dan
berbuat baik pada sesama,
sebagai persembahanku pada-Nya

Ataukah aku akan tega,
membiarkan malam-malam suci berlalu
seolah mencucurkan air mata
karena menahan malu
saat harus mempersembahkan
nampan-nampan kosong pada-Nya,
yang telah memberiku segalanya
(undil)

Parade Puisi Juli: Ketika Dia Pergi (reloaded)

Jatuh terkapar tak berdaya
seiring perginya sang rembulan
tuk pastikan langkah.
Sinarnya meredup lalu hilang,
tinggalkan kegelapan.
Toh sesayup masih terdengar
bisikannya :
Jangan kasihani diri sendiri,
karena Engkau adalah
Matahari terang benderang
yang tidak sepantasnya
menangisi perginya sinar rembulan.

Parade Puisi Juli: Penyesalan

Dua puluh tahun dari sekarang
mudah-mudahan kita tidak menyesal
atas hal-hal yang tidak kita lakukan
langkah-langkah yang kita urungkan
karena kurang keberanian
takut akan kegagalan dan penolakan