Showing posts with label Travelling blog. Show all posts
Showing posts with label Travelling blog. Show all posts

Sekelumit Pengalaman Wisata Jogja (Bagian-2)

Malamnya adalah acara menonton Sendratari Ramayana di kompleks Candi Prambanan. Dapat dikata acara ini adalah acara andalan di piknik kali ini. Konon panitia memesan secara khusus pentas sendratari malam itu untuk dinikmati oleh peserta piknik (Wow!!!). Pentas dilakukan di teater terbuka dengan tata cahaya yang sangat menawan. Kisah Ramayana yang terpahat cantik sebagai relief di Candi Prambanan -- dipentaskan sebagai sebuah sendratari.

Sendratari Ramayana adalah sebuah pertunjukan yang menyatukan tari, drama dan musik dalam satu panggung untuk menyuguhkan kisah Ramayana yang diciptakan oleh Walmiki. Naskah aslinya ditulis dalam Bahasa Sanskerta. Bercerita tentang kisah Rama dan Shinta.

Tokoh-tokoh yang muncul dalam sendratari ini adalah Rama, Shinta, Laksmana (adik Rama), Rahwana (Raja Alengka yang gandrung pada Shinta), Hanoman (kera putih yang membakar habis Alengka) dan juga beberapa kijang emas (yang menggoda Shinta sehingga terpisah dari Rama).

Beberapa hal yang menarik pada sendratari itu adalah tata cahaya yang menawan, kemudian penari pemeran kijang emas yang masih kecil, dan adegan Hanoman Obong, yaitu ketika Hanoman dihukum bakar oleh Rahwana. Hanoman yang akan dihukum bakar malahan berlari kesana-kemari membuat kebakaran di seluruh Alengka.

Pada Sendratari Ramayana, adegan kebakaran benar-benar diwujudkan dengan membakar rumah-rumahan yang kayaknya dibuat dari batang padi kering (damen) yang diletakkan di atas teater terbuka. Efek suara damen yang terbakar, ditambah cahaya api yang menjilat-jilat ke angkasa memberi efek visual dan suara gemerisik benda terbakar yang sangat mengesankan.

Namun hal yang paling menarik malam itu adalah munculnya si kembang api. Di akhir adegan kebakaran yang melanda Alengka, tiba-tiba meluncur beberapa kembang api ke angkasa. Penonton (kita-kita maksudnya) bersorak-sorai menyambut beberapa kembang api tersebut.

Tapi kejutan tidak berhenti disitu. Jumlah kembang api yang diluncurkan makin lama makin banyak. Dan kemudian semakin besar dan meluncur semakin tinggi ke angkasa. Suara ledakan kembang api memekakkan telinga diikuti bunga api raksasa yang membumbung tinggi di langit yang gelap adalah sebuah pemandangan yang sangat indah.


Keberadaan kembang api semakin kerasa lagi saat serpihan-serpihan abu dari kembang api yang terbakar di angkasa berjatuhan ke bumi menggerimisi penonton yang tengah terkejut & terpukau oleh hadirnya kembang api. Wow! Sebuah pembayaran yang lunas usai menempuh “halangan” berupa hujan menjelang acara dan gerimis rintik-rintik di tengah berlangsungnya pentas. Acara pesta kembang api ini layak disebut sebagai maskot-nya piknik kali ini. Yah, menurut saya kejutan kembang api itu adalah key-word piknik ke Jogja tahun 2008.

^_^

Hari berikutnya adalah acara berkunjung ke Kraton, dilanjutkan ke Kotagede untuk melihat-lihat (dan bisa juga belanja) kerajinan perak dan terakhir ke Borobudur. Kotagede adalah nama kota tua dimana Panembahan Senopati mendirikan Mataram -- lebih dari 400 tahun yang silam. Di jaman Sultan Agung pusat kerajaan Mataram dipindahkan ke daerah Solo, dan belakangan Mataram pecah jadi dua kerajaan pasca perjanjian Giyanti, yaitu raja Pakubuwono di Solo dan Hamengkubuwono di Jogja (undil – midnight 13-02-08).

referensi:
1. http://www.yogyes.com/id/yogyakarta-cultural-performance/ramayana-ballet/
2. http://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/candi/prambanan/






Sekelumit Pengalaman Wisata Jogja (Bagian-1)

Awal Februari 2008 kantor mengadakan piknik ke Jogja. Peserta berangkat sekitar pukul 07.00 dari kantor di Bandung. Beberapa jam kemudian istirahat di rumah makan di daerah Tasik untuk melepas lelah dan memberi kesempatan bagi yang ingin ke air.

Setelah melanjutkan perjalanan, berikutnya istirahat untuk makan dan sholat di Rumah Makan di daerah Karanganyar. Menu yang disajikan lumayan-lah untuk mengganjal perut yang habis menempuh perjalanan jauh. Fasilitasnya cukup lengkap, ada Mushola, toko makanan, toilet, ruang makan yang luas dan gazebo-gazebo dengan sungai kecil melintas di dekatnya. Kita terlambat sekitar 2 jam dari yang direncanakan.

Rencananya dari rumah makan akan dilanjutkan check in ke hotel, baru kemudian makan malam di Ambarketawang. Namun berhubung rombongan telah terlambat beberapa jam dari jadwal maka diputuskan untuk makan dulu di Ambarketawang, baru dilanjutkan check in ke hotel masing-masing.

Di antara hotel yang digunakan adalah Hotel Ibis, Santika, Mercure, Mutiara dan Puri Artha. Saya kebagian kamar di Hotel Puri Artha. Sebuah Hotel bintang 3 yang bernuansa Bali dan terletak di Jalan Cendrawasih, daerah seputar Jalan Gejayan (dekat Hotel Ambarukmo).

Hotel Puri Artha sangat nyaman, dengan jumlah kamar tidak terlalu banyak membuat kita tidak terganggu oleh banyaknya pengunjung hotel. Ruang makan dengan dinding terbuka menghadap ke taman, membuat suasana makan sangat menyenangkan. Bila ingin ke Malioboro kita dapat naik becak, ongkosnya sekitar 10 ribuan. Dekat sini ada juga toko buku discount, Social Agency, juga nasi pecel SGPC di dekat UGM.

^_^

Acara piknik dimulai keesokan harinya dengan berkunjung ke Pantai Parangtritis (orang kadang menyingkatnya jadi “Paris”). Sebenarnya keindahan Paris terletak pada gunung-gunung pasir yang sulit dicari tandingannya di tanah air. Karena keindahannya, gunung-gunung pasir itu sering digunakan untuk syuting film.

Hal lain yang menarik adalah bermain-main dengan ombak yang menjilati pantai, sambil mencipratkan air ke teman yang berdiri di samping kita :P. Namun harus berhati-hati karena ombak itu bisa membawa kita hanyut ke laut. Tersedia juga layang-layang bagi yang membawa anak kecil atau buat yang ingin bernostalgia mengenang masa kecil. Kalo tidak hujan kita bisa datang sore hari ke pantai selatan ini untuk menikmati sunset yang indah, matahari sore tidak sepanas matahari siang.

Tak jauh dari Paris terdapat Pantai Depok yang memiliki tempat pelelangan ikan. Di sepanjang tepi Pantai Depok berjajar warung-warung yang menawarkan Sea Food bagi pengunjung pantai itu. Sayangnya, kemarin kita tidak sempat mampir ke Pantai Depok.

Dari Paris rombongan kita meluncur ke Malioboro untuk Sholat Jumat, dan dilanjutkan acara jalan-jalan di seputar Malioboro. Saya Sholat Jumat di Masjid Hotel Ina Garuda, ada juga peserta lain yang Sholat Jumat di Masjid yang cukup besar di Kompleks Kepatihan, Malioboro. Habis Sholat Jumat para peserta diberi kebebasan untuk berwisata di Malioboro. Beberapa peserta memilih keliling naik becak, ada juga yang naik taksi untuk berbelanja batik di Pasar Beringharjo. Belanja batik di pasar ini mirip-mirip dengan belanja di Pasar Baru Bandung, yah tawar menawar adalah hal yang biasa di lakukan di pasar Beringharjo.

Batik kualitas bagus & formil dengan harga bersaing, ada di Margaria, sebuah toko batik yang terletak di Malioboro (bagian selatan). Di seberang Margaria terdapat Mirota yang menyediakan aneka macam suvenir, kerajinan tangan, batik, jamu hingga aneka minyak untuk aroma terapi. Kaos Dagadu asli ada di Malioboro Mal dan di dekat Pasar Kranggan, utara Tugu. Ada juga derivat Dagadu (bukan asli) yang murah meriah yang tersebar di banyak tempat. Para tukang becak dengan senang hati mengantar ke sana.

^_^

Malamnya adalah acara menonton Sendratari Ramayana di kompleks Candi Prambanan. Dapat dikata acara ini adalah acara andalan di piknik kali ini. Konon panitia memesan secara khusus pentas sendratari malam itu untuk dinikmati oleh peserta piknik (Wow!!!). Pentas dilakukan di teater terbuka dengan tata cahaya yang sangat menawan. Kisah Ramayana yang terpahat cantik sebagai relief di Candi Prambanan -- dipentaskan sebagai sebuah sendratari (undil-2008)

Pantai Depok: Tepi Laut Makan Seafood




Bila lagi main di Jogja dan pengen rasakan makan ikan segar di tepi pantai, ada sebuah lokasi menarik niy. Ada sebuah pantai tempat wisata kuliner makanan laut yang berlokasi dekat Parangtritis. Namanya Pantai Depok, disana terdapat tempat pelelangan ikan dan juga warung seafood di sepanjang pantai. Selain masakan laut seperti ikan, udang, cumi dan kepiting ada lagi pilihan menu yang lezat, yaitu bebek goreng. Nah bila pengen tahu lebih lanjut coba klik link ini: Pantai Depok

Bandung Berkabut : What a Wonderful World!

Aku paling seneng kalo pagi-pagi mau berangkat ke kantor turun kabut. Wah rasanya seperti berada di pegunungan yang sejuk dan berudara bersih. Pohon-pohon besar yang berada di jalanan, dan di halaman belakang kantor, menambah kesan seperti berjalan melintasi arboretum (hutan buatan) di pegunungan. Seneng banget loh! Coba bayangkan aku ambil cuti panjang, terus sedang jalan kaki menyusuri jalan setapak menuju kebun anggrek di suatu tempat di dataran tinggi yang sejuk (wahhhh impian siang bolong niy!).

Aku jadi scientist tamu yang sehari-hari bertanggung jawab memperbanyak anggrek dengan kultur jaringan (itu tuh teknik memperbanyak tumbuhan dengan menanam jaringan tumbuhan pada medium yang mengandung nutrien dan hormon pertumbuhan sehingga diperoleh tumbuhan baru dalam jumlah banyak dan seragam, mirip-mirip menanam bakteri pada medium produksi gituh). Tentu saja aku diajari dulu sebelum bisa melakukan sendiri.

Trus aku juga diperbolehkan ambil bagian dalam beberapa proyek penyilangan anggrek dengan perantaraan serbuk sari maupun rekayasa genetika. Pastilah perkebunan anggrek itu memiliki laboratorium kultur jaringan yang tidak kalah dengan laboratorium sejawatnya di UI, UGM atau yang di Amsterdam sekalipun! (wew, tambah ngelantur!). Yang pasti setiap hari aku bisa jalan-jalan diantara ribuan tanaman hijau berhias warna-warni yang menawan dan menebarkan udara sejuk yang menyegarkan paru-paru (Gak usah diceritain kalo weekend bisa rame-rame duduk di sekeliling api unggun, ngobrol sambil ditemani bandrek dan jagung bakar!)

Produk yang dihasilkan perkebunan adalah anggrek-anggrek khas tropis yang sangat eksotis, karena bahan-bahannya yaitu anggrek asli dari alam udah keren dari sononya dan juga akibat cita rasa sang penyilang yang sangat menawan (yaitu aku hihihi! Bercanda gak serius niy!). Anggrek-anggrek itu telah dipesan jauh-jauh hari sebelumnya (Indent!!) oleh para pembeli yang tersebar di seluruh dunia (weleh-weleh! ngimpi kowe yah!).

Stop mimpinya sampai di sini dulu dan bangun hadapi kenyataan (hiks!). Dibawah ini adalah foto-foto Bandung dalam kabut beneran, khususnya di halaman belakang kantorku. Lapangan bola di belakang itu ternyata sangat indah dalam selimut kabut. Lihat aja foto-foto yang diambil pake Olympus FE-110 ini. Selamat menikmati frends.(UNDIL)


Halaman Belakang Kantor




Lapangan Tenis di Halaman Belakang




Jalanan Sepi Berkabut

Minggu Pagi di Punclut Bandung

Hari minggu pagi 01 April 2007 Himpunan Karyawan mengadakan acara keakraban di Punclut. Sebuah daerah wisata “jalan-jalan di gunung” dengan udara segar dan aneka jajanan di sepanjang tepian jalan selebar 5 meter. Di kawasan wisata berjarak 11 km dari Lembang tersebut dapat dilihat pemandangan Kota Bandung yang menghampar nun jauh di bawah sana sambil menikmati makanan khas Bandung, yaitu nasi timbel lengkap dengan sambal terasinya. Disini tersedia juga belut goreng, jenis makanan yang sedah mulai langka. Udara bersih pegunungan dan pemandangan lereng-lereng bukit yang indah di kanan-kiri jalan adalah andalan utama Punclut yang merupakan kependekan dari dua nama tempat, yaitu Puncak dan Ciumbuleuit.

Pada saat kami datang disana, malam sebelumnya turun hujan di Punclut sehingga jalanan becek, namun ada keuntungannya yaitu jalanan tidak berdebu. Perjalanan sejauh kurang lebih 4 kilometer menuju tempat acara dapat dilalui dengan nyaman tanpa diganggu panas matahari karena kami datang pagi-pagi. Jalan yang pada awalnya hanya merupakan jalan pintas para pedagang sayur di Lembang itu kini telah berubah menjadi tempat wisata yang didatangi banyak wisatawan dan juga pedagang. Termasuk pedagang jam tangan bekas yang dibandrol dengan harga murah – sebagian seharga 10 ribuan.. Bahkan sebuah Seiko kinetik “hanya “ dijual seharga 45 ribu.

Acara keakraban diisi dengan perkenalan karyawan baru, dialog dengan direksi & pengurus himpunan karyawan dan terakhir pembagian doorprize. Ada juga hiburan musik, yah acara serupa mungkin juga seringkali dilakukan himpunan lain. Ada satu hal menarik yang disampaikan bekas pengurus himpunan karyawan selama dialog. Bahwa pada negara-negara yang ekonominya berkembang baik, investasi utama mereka bukan pada hardware atau mesin-mesin, tetapi pada Human Capital.

Investasi terbesar pada pengembangan kemampuan manusia, sehingga kekayaan utama sebuah perusahaan adalah para pekerjanya yang terdidik baik & profesional. Sebuah pendapat yang sejak lama saya rasakan kebenarannya dan membuat saya belakangan ini sangat tertarik dengan pengembangan knowledge & skill karyawan. Bila para pekerja telah menjadi modal utama perusahaan, maka dengan sendirinya daya tawar pekerja terhadap perusahaan menjadi sangat kuat. Karena jatuh bangunnya perusahaan akan ditentukan oleh pekerja dan bukan oleh prasarana & fasilitas produksi.

^_^






















^_^

Mendung yang menutupi terik matahari siang hari sangat membantu kami yang menuruni bukit untuk kembali ke rumah. Sebelum pulang sempat mampir beli belut goreng dua untai & ikan peda, plus nasi hideung (heran kok bukan disebut nasi merah ya?), seharga total 10 ribu rupiah. Walaupun kaki sakit dan lelah namun perjalanan pagi itu menjadi pengalaman yang menyenangkan – tapi bukan karena saya berjalan dengan sepatu baru loh (hahaha ndeso!). Punclut yang indah ini konon tengah menjadi ajang perdebatan untuk dibangun menjadi kawasan wisata lengkap dengan track buat jogging atau dibiarkan alami seperti sediakala dengan ditambah penghijauan besar-besaran sehingga Punclut kembali dirimbuni oleh pohon-pohon yang rindang. Saya berharap yang kedualah yang akan dilakukan (dibantu dari berbagai sumber)











Bacaan:

REPUBLIKA, Minggu, 19 Mei 2002
Ber-'Cross-Country'di Punclut



Sol Elite Marbella, Anyer, Februari 2007

Awal Februari -- kantor mengadakan acara di Sol Elite Marbella -- sebuah hotel/kondomonium yang terletak di Anyer, sekitar 120 KM barat Jakarta. Dari balkon kamar di lantai 6 hotel bergaya arsitektur Mediterania Spanyol tersebut terlihat pemandangan indah laut lepas berwarna biru, lengkap dengan ombak yang menjilati pantai (walau mungkin tidak sebesar ombak pantai selatan), perahu nelayan, dan tentu saja pohon-pohon nyiur melambai ditiup angin laut. Hotel Marbella -- yang dalam bahasa Spanyol berarti indah ini -- dilengkapi dengan kolam renang yang berkelok-kelok indah. Hal lain yang menarik adalah dinding hotel tidak dilapisi cat biasa -- tetapi dilapisi dengan semacam formula adonan semen sehingga tahan terhadap terpaan angin laut yang mengandung kadar garam tinggi.




Tepi laut (1)



view dari kamar (1)


view dari kamar (2)




Tepi Laut (2)



view dari kamar (3)


View dari kamar (4)



Bacaan Penunjang:
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0312/19/rumah/754561.htm
http://www.sinarharapan.co.id/feature/hotel_resor/2003/1108/hote1.html