Romo Wage dan Penjual Kupat Tahu

Cerita ini terjadi sewaktu Romo Wage masih muda (Romo= dalam bahasa jawa adalah panggilan untuk bapak). Waktu itu dia merantau ke sebuah kota besar dan menjadi asisten seorang penjual kupat tahu.

Satu porsi kupat tahu dagangan majikannya berisi sebuah ketupat yang telah diiris-iris, sejumput taoge, sebuah tahu goreng, lalu diatasnya diberi bumbu kacang seperti yang biasa digunakan pada sate ayam. Begitulah bentuk masakannya dari hari ke hari, dari bulan ke bulan sampai berganti tahun tak pernah berubah.

Sebenarnya Romo Wage telah berusaha memberi saran kepada majikannya untuk memberi variasi pada kupat tahunya, tapi sang majikan menolaknya. Dia khawatir justru para pelanggannya tak senang lalu beralih ke pedagang kupat tahu lain yang banyak mangkal disekitar tempatnya berjualan. Jadilah usulan Romo Wage muda mentok. Baik usulan variasi pada kerupuk, pada tahu, maupun pada bumbu ditolak oleh majikannya.

Genap setahun membantu majikannya, akhirnya kesempatan itu tiba. Seusai lebaran sang majikan bermaksud berlibur agak lama di kampung. Untuk sementara dia menyerahkan gerobak dagangannya pada Romo Wage, dengan pesan untuk dengan cermat meracik bumbu agar pelanggan tidak lari. Romo Wage manggut-manggut, dalam hatinya dia ingin melakukan lebih dari sekedar mempertahankan rasa, dia ingin mengembangkan menu kupat tahu buatannya.

Untuk menghindari kemarahan majikannya, Romo Wage tidak mengganti resep, tetapi memilih memberi tambahan menu pada kupat tahunya. Dia menawarkan pindang telur, telur dadar, telur matasapi yang telah diberi bumbu pedas, ayam rica-rica pedas, pepes tahu dan pepes ikan sebagai teman makan kupat tahu. Kerupuk yang ditawarkan juga diberi variasi, kerupuk putih, kerupuk udang, kerupuk ubi bahkan emping melinjo. Dia juga memberi dua pilihan rasa bumbu kacang, yaitu rasa manis dan rasa asin untuk mengakomodir selera pelanggannya.

Variasi yang ditawarkan Romo Wage pada mulanya tidak ditanggapi oleh pelanggannya. Mereka tetap pada menu lama dan tidak berminat mencoba menu baru yang ditawarkan Romo Wage. Tapi kemudian Romo Wage menyadari bahwa dirinya hanya jual kupat tahu saat sarapan pagi saja. Rupanya para pelanggannya tidak ingin makan macam-macam untuk sarapan. Mereka hanya ingin sekedar pengganjal perut. Hal itu disadarinya setelah dia mengamati banyak diantara pekerja yang makan bersama para pelanggannya membawa bacang, lontong berisi bumbu atau sekedar roti tawar untuk sarapan pagi.

Jadilah Romo Wage mengubah strateginya. Kini dia juga jualan pada saat jam makan siang. Ternyata strategi itu tidak sia-sia. Pada mulanya para pelanggannya hanya menoleh heran ke gerobak kupat tahu yang biasanya hanya jualan di pagi hari. Namun pelan-pelan mereka mulai tertarik. Pertamanya hanya satu dua orang mencoba dengan tambahan lauk ayam rica-rica atau pepes ayam. Kemudian pelan-pelan pelanggannya bertambah. Rupanya mereka puas dengan paduan rasa baru yang dibuat Romo Wage untuk ketupat tahunya. Akhirnya pada jam makan siang-pun gerobak kupat tahu Romo Wage masih diminati oleh para pekerja yang hendak makan siang.

Tentu saja majikannya sangat kaget setelah tahu apa yang berhasil dilakukan Romo Wage. Dia juga senang dengan keberhasilan itu dan bahkan menawarkan gerobaknya untuk dipakai Romo Wage di siang hari. Romo Wage dengan halus menolak tawaran itu karena dirinya akan pindah ke kota lain dimana sahabatnya telah menawarkan posisi untuk membantu menjaga sebuah kios tempat penjualan barang bekas (undil 03 Januari 2009)

Seandainya Orang Palestina adalah Kulit Putih

Seandainya orang Palestina adalah ras kulit putih dan Israel adalah orang-orang Arab – apakah Amerika Serikat akan membiarkan Israel menggempur Palestina? Boleh jadi Amerika akan segera memperingatkan Israel segera setelah bom pertama jatuh.

Fakta-fakta telah berbicara lantang. Israel dibiarkan memblokade Gaza sehingga wilayah yang berpenduduk 1,5 juta jiwa itu kesulitan makanan, air bersih, obat-obatan, listrik dan bahan bakar. Udah gitu Israel juga dibiarkan begitu saja membantai ratusan penduduk Palestina. Serangan brutal Israel terus berlangsung tanpa jelas kapan berakhirnya.

Standar yang berbeda untuk Israel dalam penegakan hak asasi manusia tentu saja merusak reputasi Amerika. Herannya kenapa mereka mau mengorbankan reputasi negaranya hanya demi sebuah koloni kecil Zionis di tanah milik Palestina?. Belum lagi risiko dibenci oleh penduduk negara-negara di seluruh penjuru dunia yang bukan tidak mungkin akan berimbas ke penjualan produk-produk made in Amerika, bank, asuransi dan franchise asal Amerika.

Jadi yah apa boleh buat, kita harus berhati-hati! Lain kali kalau Amerika teriak-teriak tentang pelanggaran HAM di Sudan misalnya -- jangan percaya begitu saja. Lihatlah baik-baik ada tidaknya muatan politik dibaliknya!

^_^

Dibawah ini adalah kutipan surat pembaca di harian The Jakarta Post edisi hari ini (Senin, 05 Januari 2009) yang mengilhami tulisan ini.

The Israeli massacre of the Palestinian in Gaza is crime against humanity and war crime. It is sad that none of the half-billion Arabs and Iranians are coming to the aid of the Palestinians.

If the Palestinian were white, the U.S. and UN would have stopped Israel’s land stealing and genocide shortly after it started. However, the U.S. and UN have made no strong condemnation of Israel and blame Hamas for the massacre in Gaza.

It matters not that Israel broke the cease fire truce with Hamas, and has been blockading Gaza for over a year, committing a genocide of the Palestinians via starvation, lack of medical care, and contaminated water.

It matters not that Israel has stolen most of Palestine’s land, murdered massive numbers of Palestinians civilians and turned Gaza into the world’s largest prison. None of this matters because Israel is protected by the U.S. and UN and does not have to answer for its human rights violations and crimes.

Those in position to stop the Gaza massacre have written off 1.5 million Palestinians, and left the rest of us with blood on our hands.

MARGE
Washington





Warung Bakso Kang Pon dan Kang Kliwon

Si Kliwon itu jauh lebih militan dibanding kamu! Dia seorang radikal-- semangatnya radix -- berakar jauh ke dalam kepribadiannya. Makanya warungnya lebih laris dari kamu!

^_^

Kang Pon dan Kang Kliwon mewarisi dagangan bakso dari orang tuanya yang bernama Pak Wage atau biasa dipanggil Romo Wage (Romo = dalam bahasa jawa berarti bapak) oleh penduduk Kota Badegan yang berusia lebih muda dari Romo Wage. Warung bakso milik tokoh kota itu terkenal sebagai warung bakso pertama bahkan rumah makan pertama yang berdiri di Kota Badegan.



(03-01-2009) Genocide oleh tentara Israel terhadap
penduduk Palestina sedang berlangsung di Gaza
sumber gambar: Ben Heine

Untuk ukuran pedagang bakso di kota kecil, jumlah bakso yang terjual per hari di warung Romo Wage tergolong besar, yaitu 200 porsi perhari untuk masing-masing warung baksonya. Romo Wage punya dua warung bakso, yang satu terletak di depan Pasar Legi dan yang satunya lagi di pinggir alun-alun kota. Dua-duanya ramai dikunjungi penggemar bakso dari kalangan tua hingga anak-anak muda, dari anak sekolah sampai pensiunan.

Setahun setelah diwariskan tidak ada perbedaan antara warung di depan pasar yang dikelola Kang Pon dengan warung di pinggir alun-alun yang dimiliki Kang Kliwon. Keduanya masih laris manis, malah bertambah laris berkat kepandaian kedua anak Romo Wage tersebut menarik minat pembeli.

Kang Pon pandai bergaul dan memiliki segudang pengalaman berkat kesukaan berkelana semasa mudanya. Cerita-cerita Kang Pon membuat para pembeli betah jajan di warungnya. Beliau bahkan hapal satu persatu nama dan alamat rumah pengunjung warung baksonya. Kang Pon juga menambahkan menu aneka minuman mulai dari berjenis-jenis jus buah hingga es teler yang membuat pembeli makin betah bertandang ke warungnya.

Kang Kliwon juga tak kalah supel. Dia pintar membuat seseorang yang baru dikenalnya-pun suka bercakap-cakap dengan dirinya. Berkat pergaulannya yang luas, pengetahuan Kang Pon meliputi hal-hal terkini yang sedang ngetrend di kalangan penggemar baksonya. Para pengunjung, terutama anak-anak muda sangat senang ngobrol dengan Kang Kliwon -- yang walaupun ada nasehatnya – dunianya masih nyambung dengan dunia anak muda dan dibumbui humor-humor segar yang seakan tak pernah kering. Kang Kliwon juga ahli membuat berbagai kerupuk & keripik sebagai teman makan bakso bakso yang membuat para pengunjung semakin ketagihan untuk datang lagi kesana.

^_^

Tahun kedua mulai ada perbedaan. Warung Kang Kliwon lebih maju dibanding Warung Kang Pon. Jika tahun lalu pengunjung mereka sama-sama berkisar di angka 250 porsi, kini pengunjung warung Kang Kliwon telah mencapai angka 300 porsi sehari. Peningkatan porsi itu disebabkan adanya pabrik-pabrik baru yang dibangun di pinggiran kota. Para pekerja pabrik itu banyak yang senang makan bakso di warung Kang Kliwon. Sementara Warung Kang Pon masih berkisar di 250 porsi, dan tidak ada kecenderungan untuk naik. Kang Pon tahu hal itu, tapi dia menganggap hal itu disebabkan para pekerja pabrik memilih warung Kang Kliwon karena mereka ingin sambil berekreasi di seputar alun-alun yang dikelilingi taman kota.

Tahun ketiga perbedaan semakin nyata. Porsi Warung Kang Kliwon telah menyentuh 400 porsi sehari, sementara Kang Pon justru turun di angka 100 porsi sehari. Tinggal setengah dari angka penjualan saat diwariskan oleh Romo Wage, yaitu 200 porsi sehari. Penurunan ini tentu saja membuat Kang Pon gundah dan diam-diam pergi kepada ayahnya untuk meminta nasehat.

^_^

Setelah mendengar cerita tentang warung baksonya dari Kang Pon, Romo Wage tersenyum lalu mulai memberikan pandangan-pandangannya tentang warung Kang Pon.

Romo Wage:
Kemarin warung baksomu tutup yah?

Kang Pon:
Oh iyah Romo. Soalnya hari minggu saya ke tempat mertua di luar kota dan baru pulang senin pagi. Badan terasa pusing, ngantuk banget dan rasa-rasanya badan saya agak meriang.

Romo Wage:
Secara si Kliwon juga pulang ke mertuanya bareng kamu kan?. Kok bisa-bisanya dosky tetap buka?

Kang Pon:
Eh. eh Si Kliwon Hari Minggu udah nyiapin baksonya untuk dua hari, jadi dia tinggal memasak kekurangannya saja di hari senin.

Romo Wage:
Lho kamu kan juga menyiapkan dulu seperti Si Kliwon?. Trus Kalo Si Kliwon trus gak ngantuk dan pusing gitu ?

Kang Pon:
Kata dia siy ngantuk dan kepalanya pusing juga. Soalnya rumah mertuanya lebih jauh dari rumah mertua saya dan jalannya belum diaspal. Tapi sepertinya dia agak memaksakan diri untuk buka.

Romo Wage:
Dengarlah wahai anakku (cieee!). Itulah yang membuat warung dia lebih maju dari warungmu. Si Kliwon itu orangnya jauh lebih militan dibanding kamu. Dia seorang radikal sejati -- yang semangatnya radix -- semangat menggelora yang berakar jauh ke dalam kepribadiannya. Makanya dia tidak terpengaruh oleh masalah-masalah kecil seperti badan meriang, lelah dan ngantuk sehabis bepergian, sedangkan kamu memilih meliburkan warung. Hujan agak besar dikit, kamu memilih membuka warung setelah hujan besar reda. Pembantu pulang kampung, warungmu ikutan libur. Anak rewel dikit kamu memilih tutup lebih cepat. Minyak tanah susah di dapat, kamu cepat menyerah gak mau nyari ke tempat jauh atau ganti pake gas.

Jadinya jam buka warungmu gak bisa diprediksi orang. Orang udah jauh-jauh datang bareng keluarganya sampai ke warungmu ternyata belum buka atau malahan libur. Yah mereka pasti sangat kecewa. Orang yang tadinya langganan ke warungmu, terpaksa mencoba jajan ke warung Kliwon. Saat tahu rasanya tak jauh beda, mereka memilih warung Kliwon karena jam bukanya lebih pasti (kang undil -2009)

tags: cerpen, cerita pendek, cerita psikologi, keunggulan seorang militan, warung bakso, cerita manajemen, semangat kerja

Cara Menyalurkan Bantuan ke Palestina

Bombardir Israel ke Jalur Gaza masih terus berlangsung hingga saat ini. Korban-korban terus berjatuhan. Aksi militer negara kolonial yang dibangun di atas tanah-tanah hasil rampasan milik penduduk Palestina itu mengundang kecaman dari seluruh penjuru dunia. Juga ada desakan agar presiden terpilih AS, Obama angkat bicara. Sementara seruan boikot telah mulai ditanggapi di tanah air, seperti yang dilakukan ribuan mahasiswa di Palembang, mahasiswa & santri di Tasikmalaya. dan mahasiswa di Samarinda

Bagaimana caranya bila kita ingin memberikan bantuan kepada rakyat Palestina? Untuk membantu wanita, anak-anak dan penduduk Palestina yang terkepung di Jalur Gaza, kita dapat menyalurkannya melalui MER-C (Medical Emergency Rescue) via SMS atau via rekening bank.


ViaSMS

ketik:
MERC PEDULI
kirim ke 7505 (Rp. 5000 per SMS)

Catatan:
Per tanggal 29 Desember 2008, semua donasi yang masuk melalui SMS donasi MERC PEDULI diamanahkan untuk Palestina



Via Rekening Bank
Untuk mendukung Misi Kemanusiaan MER-C ke Palestina
bantuan dapat dikirimkan ke rekening:

BCA cab Kwitang: No. Rek. 686.0153678
BSM cab. Kramat: No. Rek. 009.0121.773
(a.n. Medical Emergency Rescue Committee)

BMI cab. Arthaloka: No. Rek. 301.00521.15
(a.n. MER-C)

Untuk lebih jelasnya silakan lihat situs:
Medical emergency Rescue (MER-C)

^_^




sumber gambar: ben heine






Cerpen Manajemen: Sebuah Cerita Otomatisasi

Seorang newbie (pekerja baru) akhirnya memutuskan menemui bossnya untuk mengajukan keberatan atas pekerjaan yang telah dilakukannya selama satu tahun masa kerjanya. Dia menginginkan pekerjaan yang lebih menantang kemampuannya. Dia butuh pekerjaan yang lebih sesuai dengan tingkat ketrampilannya.

Newbie:
Begitulah Pak. Berilah saya pekerjaan yang lebih menantang daripada hanya mencuci tangki-tangki secara manual dengan tangan saya dan sterilisasi tangki secara manual juga dengan menyemburkan steam ke dalam tangki. Karena semuanya masih manual, jadi harus saya tungguin. Kalau hanya untuk mencuci dan sterilisasi tangki seperti itu tak perlulah saya kuliah engineering lima tahun di universitas.

Boss:
Lalu siapa yang akan mencuci dan sterilisasi tangki?

Newbie:
Eh, siapa yah? Gak tahu Pak. Mungkin kita perlu rekrut operator baru untuk mengerjakannya.

Boss:
Kita tidak diperbolehkan merekrut operator baru terkecuali ada pekerjaan baru yang menuntut seorang pekerja full time. Lagipula pekerjaanmu bagus. Tangki-tangki kita terawat baik setelah kau tangani.

Newbie:
Tapi gimana dung Pak. Saya butuh aktualisasi kemampuan saya. Saya butuh pekerjaan yang membuat pengetahuan saya berkembang. Saya takut pengetahuan yang saya dapat selama kuliah akan hilang karena tidak pernah dipergunakan.

Boss:
Okey kalau begitu. Kamu akan saya beri pekerjaan baru, tetapi pekerjaan lama tidak boleh ditinggalkan.

Newbie:
Wah! Gak mungkin Pak!. Pekerjaan sekarang saja sudah menyita seluruh jam kerja saya.

Boss:
Habis gimana dong! Mau gak diberi tambahan job-job baru yang lebih menantang?

Newbie:
Pusing dong saya Pak. Saya pengen beralih job, bukan nambah job!

Boss:
Perusahaan tidak ingin membebani keuangan dengan karyawan baru.

Newbie:
Yah....batal deh.

Boss:
Kok batal? Kamu kan belum dengar jenis pekerjaan baru yang ku tawarkan?.

Newbie:
Eh, maaf Pak... pekerjaan macam apa siy?

Boss:
Dengar baik-baik. Pekerjaan baru pertama buat kamu adalah proyek otomatisasi pencucian tangki!

Newbie:
Hah! Otomatisasi! Waaaah bagus banget Pak! Pencucian tangki akan selesai jauh lebih cepat! Mau! Saya mau pekerjaan itu Pak!

Boss tertawa, kemudian berkata:
Sebenarnya aku mengharapkan usulan ini datang dari kamu. Aku bayangkan dirimu datang padaku untuk mengajukan otomatisasi tangki sehingga kamu punya lebih banyak waktu untuk mengerjakan pekerjaan yang “sesuai” dengan tingkat ketrampilanmu.


Kita merekrut lulusan universitas untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan manual dengan harapan mereka akan tergerak untuk melakukan otomatisasi. Seperti katamu tadi, kalau tidak melakukan otomatisasi berarti waktumu habis hanya untuk mencuci tangki atau sterilisasi tangki. Jika telah terotomatisasi kamu tinggal pencet tombol dan segalanya akan dikerjakan oleh sistem yang telah kamu bangun (undil - 23des08)

Pantun Ulang Tahun

Menepuk air di bak mandi,
terpercik muka sendiri.
Bila ingin setiap waktumu berarti,
jangan terjebak rutinitas sehari-hari.



Mencari suatu lokasi tersembunyi,
lebih mudah dari tempat yang tinggi.
Ambilah jarak dari perilaku sehari-hari,
biar lebih mudah menggali potensi diri.

Jangan puas hanya dengan satu piagam
Jangan puas dengan yang telah kau lakukan
Jangan biarkan Sang Hiu membeku kedinginan
Selamat Ulang Tahun Kuucapkan
Semoga Dirimu Semakin Dekat dengan Tuhan
Semakin Banyak Potensi Diri yang Kau Kembangkan

~undil dec 08~







Mengapa Hari-hari Terasa Lebih Panjang Shinichi?

Akhir pekan Shinichi Kudo ikutan oubound di Sentul, Bogor. Acara dimulai dari perjalanan panjang dari Bandung ke Sentul di Jumat malam hingga diakhiri perjalanan ke Curug Luhur di Minggu pagi menjelang pulang. Sabtu Minggu diisi dengan rangkaian acara yang padat merayap yang dirancang rapi oleh penyelenggara outbound. Rangkaian games kreatif, flying fox dan permainan highrope lain telah memadati dua hari yang sangat mengasyikkan itu. Lelah, tapi terasa sangat bermakna untuk mengisi akhir pekan.



Ada satu hal menarik yang dirasakan Shinichi Kudo selama outbound. Yaitu bahwa hari-hari terasa lebih panjang daripada hari-hari biasa. Hari Sabtu dan Minggu terasa berjalan lebih lambat daripada hari Sabtu Minggu biasa. Akhir pekan yang biasanya terasa begitu cepat berlalu, tidak terjadi pada akhir pekan di arena outbound. Dua hari itu terasa begitu panjang. Begitu terasa menit demi menit yang berlalu bersama laju sang waktu. Waktu terasa lebih lambat. Hari-hari terasa lebih panjang. Buktinya banyak sekali hal yang berhasil dikerjakan hanya dalam dua hari itu.

Mangapa hari-hari terasa lebih panjang?

Shinichi Kudo menduga karena dua hari di Sentul itu diisi dengan kegiatan-kegiatan yang telah dirancang rapi sehingga menit-demi menit benar-benar dimanfaatkan untuk mendapatkan raihan sebanyak-banyaknya. Setiap menit dirancang untuk memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi para peserta outbound. Banyak hal-hal baru yang diajarkan lewat permainan selama outbound. Banyak kegembiraan yang dimunculkan. Banyak keceriaan yang dibagikan. Banyak permainan mengasyikkan yang diluncurkan. Dan semuanya terancang dengan padat dan rapi selama dua hari itu.

Dengan pemanfaatan waktu yang maksimal -- maka hari-hari terasa lebih panjang. Tidak ada kamus waktu dihabiskan untuk tidur-tiduran atau melakukan hal-hal yang tidak berguna. Tidak ada waktu yang dibiarkan berlalu dengan berlama-lama di kamar mandi atau di depan cermin. Setiap menitnya benar-benar terasa sebagai satuan waktu yang dibayar dengan sesuatu yang bermakna. Itulah yang membuat hari-hari terasa lebih panjang.

Penyebab lain hari terasa lebih panjang adalah hal-hal baru yang diperoleh selama outbound. Hal-hal yang berbeda dengan peristiwa yang biasa dialami Shinichi Kudo di akhir minggu. Hal-hal yang bukan sekedar kegiatan rutin yang terus diulang-ulang dari minggu ke minggu.


Di Sentul, Shinichi Kudo mengalami hal-hal yang sama sekali baru. Hal-hal menarik yang membuat perangkat perekam di dalam otaknya melonjak-lonjak kegirangan karena mendapatkan bahan-bahan baru untuk memperkaya khazanah pengetahuan yang tersusun rapi di dalam otak. Pengetahuan yang bermanfaat untuk memperkaya wawasan dan mempertajam pikiran.

Penggunaan waktu yang efisien, adanya pengetahuan baru dan variasi dari kegiatan rutin adalah tersangka utama penyebab hari-hari terasa lebih panjang bagi Shinichi. Perasaan serupa juga dialami Shinichi kala dirinya piknik keluar kota ataupun ikut seminar ke Jakarta di hari kerja. Hari-hari terasa lebih panjang dibanding hari-hari biasa (Undil – Des 08).


Kapankah Saat yang Tepat untuk Hujan?

Rinoa Enomoto mengeluhkan hujan yang akhir-akhir ini selalu rutin mengguyur kotanya ketika pagi hari menjelang masuk kantor dan sore hari ketika pulang kantor. Andai hujan turun di waktu yang lain, begitu pikirnya. Sampai sore itu dia terkaget-kaget tatkala keponakan bertanya pada dirinya

"Kapan waktu yang tepat untuk turun hujan?.

Segera saja Rinoa menyadari bahwa waktu yang tepat untuk turun hujan tidak harus sesuai dengan seleranya. Hujan tidak musti berhenti hanya karena dirinya tak ingin berhujan-hujan dalam perjalanan ke kantor. Inilah awal persahabatan Rinoa dengan hujan.

^_^


Kapankah saat yang tepat untuk hujan?

Bertanyalah pada petani maka dia akan menjawab
sekaranglah saat yang tepat karena tanamanku membutuhkan air

Kapankah saat yang tepat untuk hujan?
Bertanyalah pada insinyur di PLTA
maka dia akan menjawab sekaranglah saatnya karena
mesinku butuh air untuk menghasilkan listrik

Kapankah saat yang tepat untuk hujan?
Bertanyalah pada petugas PDAM maka dia akan menjawab
sekaranglah saatnya karena aku perlu air untuk melayani
kebutuhan penduduk kota seperti dirimu

Kapankah saat yang tepat untuk hujan?
Bertanyalah pada pekerja pabrik maka dia akan menjawab
sekaranglah saatnya karena untuk bisa produksi kami perlu air

Kapankah saat yang tepat untuk hujan?
Bertanyalah pada penjaga lapangan bola maka dia akan menjawab
sekaranglah saatnya karena rumput perlu air agar tetap hijau

Kapankah saat yang tepat untuk hujan?
Bertanyalah pada Ibunda maka dia akan menjawab
sekaranglah saatnya karena sumur kita butuh air agar tidak surut



Kapankah saat yang tepat untuk hujan?
Bertanyalah pada adik kecil maka dia akan menjawab
sekaranglah saatnya karena aku ingin mencoba jas hujan baru dari mama!


Alangkah Indahnya Hujan

Alangkah indahnya hujan di sinar matahari
warna-warni pelanginya hiasi langit biru

Alangkah nyamannya hujan di malam hari
bikin tidurku lelap dalam sejuknya udara

Alangkah asyiknya hujan di pagi hari
segarkan rerumputan di sepanjang perjalananku

Alangkah segarnya hujan di siang hari
murnikan udara yang ku hirup dari debu


Alangkah sejuknya hujan di sore hari
temaniku pulang dengan sapuan lembut titik-titik airnya

Lirik Lagu Keren: Tunjuk Satu Bintang

oleh: Sheila on Seven

Coba kau tunjuk satu bintang
S'bagai pedoman langkah kita
Jabat erat hasil karyaku...
Hingga terbias warna syahdu

Akan ku ukir satu kisah tentang kita
Dimana baik dan buruk terangkum oleh indah
Akan ku cerna semua karya cipta kita
Dimana hitam dan putih terbalut oleh hangatnya cinta

Dan bila semua terwujudkan...
Di sisimu s'lalu hariku

sumber: http://www.kapanlagi.com/print/sheila_on_seven_tunjuk_satu_bintang


^_^

Coba kau tunjuk satu bintang. Coba kau tunjuk satu arah perjalanan agar bensin di mobil kita tidak habis untuk berputar-putar tanpa tujuan. Coba kau tunjuk satu tujuan agar tenaga dan pikiran kita tercurah untuk mencapainya. Coba kau tunjuk sebuah sasaran yang jelas agar kita mudah mengarahkan kemampuan kita untuk menggapainya. Coba kau tunjuk sebuah pilihan yang jelas agar gaji-mu tidak tersebar kemana-mana tanpa satu pun hal-hal berarti yang kamu miliki.


Tujuan, sasaran, pilihan atau apapun namanya adalah sebuah titik yang mengikat dan lalu memungkinkan manusia untuk memusatkan sumberdaya yang dimiliki untuk mencapainya. Sebuah ikatan yang membuat sumberdaya tidak tersebar kemana-mana tanpa tujuan yang jelas. Seperti seseorang yang memiliki cicilan rumah dengan porsi besar dari penghasilannya akan menghentikan kebiasaan wisata kuliner ke restoran-restoran mahal dan kebiasaan lain yang berbiaya besar agar sisa uangnya cukup. Sebagai ganjarannya dia memiliki sebuah rumah.


Tatakrama & Sopan Santun: Bagaimana Cara Menyerahkan Pisau Kepada Teman?

Bagaimana cara menyerahkan pisau kepada teman makan di samping kita yang hendak meminjamnya?. Pegang bagian yang tajamnya, arahkan ke diri kita dan berikan kepada teman kita bagian yang aman yaitu gagang pisau. Teman kita dapat memegang pisau dengan mudah tanpa risiko terluka. Begitulah ajaran klasik tentang tatakrama menyerahkan pisau kepada orang lain.

Banyak atauran-aturan kecil klasik yang sangat bermanfaat bagi kita dalam membuat nyaman orang lain. Misalnya pada saat menyuguhkan minuman dalam gelas sebaiknya kita pegang bagian bawah gelas, bukan dengan tangan di atas dan memegang mulut gelas. Kenapa? Karena bagian mulut gelas akan bersentuhan dengan bibir orang yang akan meminumnya sehingga kenikmatan minum akan berkurang bila dia melihat kita telah memegang bagian itu.

^_^

Di sebuah jalan raya di kanan-kirinya dihiasi taman-taman kecil yang memanjang di sepanjang tepi jalan yang ramai tersebut. Aneka macam tanaman hias menghiasi taman-taman yang ditujukan untuk mempercantik jalan dan sekaligus menghiasi bagian depan bangunan-bangunan yang berjajar di tepi jalan. Namun ada perbedaan menyolok antara taman di kiri dan taman di kanan jalan. Perbedaan keduanya terletak pada pagar yang membatasi taman.

Taman di kiri jalan di batasi dengan pagar besi yang ujungnya runcing. Tingginya sedikit dibawah lutut orang dewasa. Sekilas pagar runcing tersebut terlihat bermanfaat untuk menjaga keamanan tanaman yang ada di dalamnya. Namun pagar tersebut juga berpotensi membahayakan orang yang terjatuh ke dalam taman. Bila seorang pejalan kaki atau pengendara motor terpeleset dan terjerembab ke taman maka dirinya mudah terluka oleh besi-besi runcing yang memagari taman.

Sebaliknya taman di kiri jalan dipagari dengan pagar bambu yang tingginya sedikit dibawah lutut. Ujung bambu tersebut dibuat tumpul sehingga mengurangi bahaya bila ada pejalan kaki atau pengendara motor yang terpeleset ke sana. Sebuah pemikiran bijak yang membuat nyaman orang lain.


Perkara pagar adalah perkara kecil. Namun ternyata desain pagar yang kurang safety bisa berpotensi membahayakan orang lain. Pengetahuan tentang hal-hal kecil ini sangat bermanfaat dalam menjaga kenyamanan orang lain. Idealnya pengetahuan teantang hal remeh temeh ini telah diperoleh seseorang dari lingkungan di sekitarnya sejak awal hidupnya. Karena pengetahuan sederhana ini sangat berguna untuk membangun sebuah lingkungan yang nyaman bagi semua orang (Undil – Des 2008)

Outbound Training ke Bukit Kayangan, Sentul, Bogor

Hanya butuh satu detik untuk tahu namamu
Hanya butuh dua hari untuk mengenalmu
Namun butuh bertahun-tahun untuk melupakanmu!!
(cieeee.....lebaiiii!!)


^_^

Lupakan kata-kata klise untuk Bukit Kayangan yang terinspirasi dari puisi yang saya baca pada kertas yang tertempel di dinding belakang ruangan kelas sebuah sekolah lanjutan pertama di luar Kota Bandung. Seminggu yang lalu kita telah outbound bareng di Bukit Kayangan, Sentul, Bogor. Acara yang diberi label The Team Goes to Buitenzoerg oleh Aa Yudha Bramanti ini diikuti oleh 89 peserta – eks panitia berbagai kegiatan memperingati HUT Perusahaan dan HUT RI ke-63.

Idenya menurut Ketua Panitia adalah agar acara pembubaran panitia bukan sekedar acara main dan makan bareng, tetapi memiliki content yang bermanfaat bagi peserta.


Agung - Poppy Patricia - Amin Kanda - Aku- Yepa - Egi & Dodon di air terjun


Sudah banyak diantara peserta yang mengirim foto-foto keren yang telah dikumpulin oleh Kang Hariman Bahtiar dan bisa diakses di situs intranet beliau. Sebagai pelengkap foto-foto tersebut saya hendak bercerita sedikit tentang jalannya acara. Terutama tentang pelajaran-pelajaran di balik permainan outbound — yang saya tangkap dari acara evaluasi Pak Tedi (fasilitator outbound) di malam hari setelah outbound. Mudah-mudahan beberapa bulan mendatang bila saya lihat foto-foto tetapi lupa pelajaran di baliknya – saya bisa baca lagi cerita ini.

Sebagai penuturan yang subyektif, jangan berharap cerita berikut ini akurat sesuai kenyataan di lapangan, tapi anggaplah sebagai gambaran umum tentang outbound yang telah kita ikuti.

Secara garis besar acara dimulai dari perjalanan ke Sentul – mampir untuk makan malam – sampai di Bukit Kayangan langsung briefing oleh Pak Tedi – esok harinya habis Sholat Subuh dilakukan evaluasi kegiatan panitia HUT – kemudian dilanjutkan acara outbond dari pagi hingga sore hari – malamnya acara pentas seni dan api unggun – Hari Minggu pagi berjalan kaki ke air terjun – siangnya pulang ke Bandung.

Pak Tedi, pemilik fasilitas outbound ini jauh-jauh hari saat briefing di Humas telah menyatakan bahwa jangan berharap kenyamanan hotel berbintang lima di lokasi outbound, tetapi harapkanlah kenyamanan hotel berbintang sejuta alias nuansa alam bebas di arena outbound. Dan memang hal itu terbukti dengan gubuk-gubuk yang relatif bisa dimasukin nyamuk dan kamar mandi antri dengan fasilitas ala kadarnya. Walaupun begitu fasilitas tersebut katanya masih jauh dari kondisi outbound sesungguhnya yang para pesertanya harus mendirikan tenda sendiri dan jika buang air hanya dibekali seember pasir dan segulung tissue untuk dipakai rame-rame.


Secara umum fasilitas yang tersedia cukup baik, bersih, terawat, air cukup dan makanan (walaupun sederhana) datang secara kontinyu untuk menyuplai perut peserta yang telah terkuras tenaganya untuk aktifitas outbound. Pemandangan lampu-lampu Jakarta di malam hari dan pesona matahari terbit adalah view andalan Bukit Kayangan yang terletak di tepi sebuah jurang yang luas dan dalam. Jauh di bawah sana di seberang jurang terlihat air terjun luhur yang dijadikan lokasi hiking pada hari kedua acara outbound.

Lokasi Bukit Kayangan menurut situs bukitkayangan.net terletak pada perbukitan dengan ketinggian 635 m dari permukaan laut dengan dikelilingi pemandangan indah Gunung Salak, Gunung Gede & Pangrango serta Gunung Pancar.

^_^

Tiga buah bis peserta outbound berangkat dari kantor pada Hari Jumat, tanggal 31 Oktober 2008 sekitar pukul 18.00, selepas mengikuti acara pelepasan haji di gedung serba guna. Uniknya ada calon haji yang ikutan outbound, yaitu Teh Dyah Widhiastuti – Surveillance. Peserta mampir di sebuah tempat pemberhentian untuk makan malam dan sampai di Bukit Kayangan sekitar pukul 22.15. Crew Bukit Kayangan menjemput bis peserta dengan mobil Carry di mulut tol.

Sampai di lokasi Bukit Kayangan, peserta disambut dengan minuman hangat berupa teh & kopi, juga makanan kecil sejenis ongol-ongol. Ketika agak larut malam keluar bandrek dan durian medan untuk dinikmati rame-rame. Durian udah dikupas dan disajikan dalam wadah plastik. Pada kesempatan ini Pak Tedi menyampaikan secara garis besar rencana acara outbound keesokan harinya. Juga memperkenalkan instruktur-instruktur yang akan mendampingi peserta ber-outbound ria di area Bukit Kayangan. Sepertinya para instuktur ini adalah para freelance yang terdiri atas para pencinta alam yang telah terbiasa beraktifitas sejenis di alam bebas dan proses perekrutannya dari mulut ke mulut lewat jalur pertemanan.

Sehabis briefing oleh Pak Tedi, peserta dipersilahkan untuk beristirahat atau boleh juga jalan-jalan di tepi jurang untuk menikmati pemandangan lampu-lampu kota nun jauh di sana. Sebagian peserta mengisi malam dengan acara ngobrol bareng. Salah satu bis, yaitu bis satu yang terperosok ke lumpur masih sibuk keluar dari perosokannya hingga larut malam.

Peserta pria tidur di gubuk-gubuk yang bisa diisi lima orang dan ada juga yang memilih tidur di tenda-tenda yang berukuran lebih kecil. Peserta putri tinggal di sebuah gedung besar dengan banyak jendela kaca yang terletak di atas bukit kecil. Ada juga gedung besar yang dipergunakan oleh panitia dan sebagian peserta pria.

^_^

Pagi harinya, Sabtu 01 Nopember 08 acara diawali dengan Sholat Subuh berjamaah. Sebelumnya Pak Andi berkeliling dari gubuk ke gubuk untuk membangunkan peserta yang belum bangun. Sehabis sholat subuh dilanjutkan acara evaluasi kegiatan panitia HUT Perusahaan dan HUT RI. Masing-masing penanggung jawab memaparkan kegiatan yang telah dilakukan dan menyampaikan usulan-usulan untuk perbaikan.

Pukul 8.00 acara outbound dimulai. Diawali dengan acara stretching yang diikuti seluruh peserta untuk mencegah terjadinya cedera selama aktifitas outbound. Selanjutnya peserta membentuk sebuah lingkaran besar dan melakukan berbagai macam permainan

Berdiri Bersama
Mula-mula dua orang berpasangan, duduk sambil dua tangan berpegangan, kemudian diberi aba-aba untuk serentak berdiri. Kemudian ditambah jadi empat, delapan dan seterusnya hingga terbentuk sebuah kelompok besar yang harus berdiri bersamaan saat diberi aba-aba. Permainan ini mengandung nilai kebersamaan dan kesalingtergantungan. Bahwa sepanjang tangan masih berpegangan, peserta tidak akan terjatuh saat bersama-sama berdiri. Saya sendiri sempat terjatuh karena gagal berdiri dan pegangan tangan lepas.

Berhitung “eok”
Berhitung dari angka 1 sampai 20, dengan setiap angka tiga dan kelipatannya diganti dengan kata “eok”. Kesalahan mudah terjadi karena disini terjadi perubahan paradigma. Bila sebelumnya setelah angka 2 itu adalah angka 3, kini diganti eok. Demikian juga angka 4 berada setelah angka 3 bukan setelah angka eok.

Perubahan paradigma menuntut peserta untuk fokus dan konsentrasi agar tidak keliru melanjutkan hitungan sebelumnya. Dalam pekerjaan sehari-hari sebuah perubahan menuntut konsentrasi ekstra bagi para pekerja agar perubahan berlangsung mulus. Nilai lain dari permainan ini menurut Pak Tedi adalah bila seorang peserta salah terus dalam menghitung -- seharusnya bukan ditertawakan atau diancam dipelorotkan celananya, tetapi didukung agar lebih berkonsentrasi.

Tentu saja ketawa-ketiwi pada acara ini bukan berarti tidak mendukung teman – tetapi bagian dari “fun” acara outbound.

Maling dan Polisi
Permainan ice breaking ini dilakukan dalam posisi seluruh peserta membentuk sebuah lingkaran besar. Permainan maling dan polisi adalah polisi mengejar maling. Baik maling maupun polisi berujud hula hup. Hula hup maling bergaris-garis dan harus masuk ke tubuh setiap peserta dua kali. Hula hup polisi polos dan cukup masuk ke tubuh peserta satu kali. Karena hula hup polisi cukup masuk ke peserta satu kali akibatnya dia lambat laun akan mengejar hula hup maling walaupun pada awalnya diberi jarak cukup jauh.

Permainan ini menggambarkan adanya sebagian orang di perusahaan yang tidak berperan dengan baik, dan tidak antusias mengejar target. Hal itu ditunjukkan pada orang yang sengaja memperlambat hula hop maling sehingga teman yang mendapat giliran berikutnya akan mendapat dua hula hop yang berarti tertangkap polisi. Orang yang tidak antusias ini menurut Pak Tedi harus diberi dorongan agar tidak menghambat kinerja perusahaan (Duh duh padahal memperlambat hula hup maling ini tujuannya untuk becanda aja loh!).

Cari Pasangan
Mula-mula peserta yang berada di lingkaran besar diperintahkan membuat pasangan dua-dua. Kemudian tiba-tiba diperintahkan untuk berganti pasangan. Karuan saja peserta berlarian kesana kemari mencari pasangan baru. Konon permainan ini memiliki nilai manajemen di dalamnya, yaitu hendaknya kita siap setiap saat untuk menerima job baru. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok pagi. Kesempatan datang dengan cepat dan akan segera pergi bila kita tidak siap.

^_^

Selanjutnya peserta dibagi-bagi menjadi banyak kelompok kecil dengan jumlah anggota sekitar 12 orang campuran dari berbagai direktorat. Diantara nama-nama kelompok kecil itu adalah Tigo (kelompok saya), Combo, Sukro, dan Panda. Permainan-permainan berikutnya dilakukan oleh kelompok kecil tersebut. Diawali dengan permainan lompat tali dan hand knot. Sebenarnya kedua permainan tersebut sederhana, tetapi membutuhkan strategi. Kekompakan saja tidak cukup, selalu butuh strategi agar masalah teratasi.

Lompat Tali
Untuk lompat tali strateginya adalah peserta yang bisa melompat tinggi berada di tepi, dan yang lompatannya rendah berada di tengah. Kemudian pemutar tali sebisa mungkin merendahkan posisi tangannya sehingga para pelompat tidak perlu melompat tinggi-tinggi agar tidak tersangkut tali. Kelompok tempat saya bergabung, yaitu goup tigo lumayanlah bisa sekitar 14-15 kali lompatan.

Dua orang yang memutar tali adalah gambaran customer service yang harus memudahkan pelanggan. Untuk dapat memudahkan dan memenuhi kebutuhan pelanggan dibutuhkan kejelian membaca situasi dan kondisi pelanggan. Seperti pemutar tali yang akan merendahkan tangannya untuk mempermudah para pelompat.

Yang dimaksud dengan pelanggan disini bukanlah hanya para pembeli produk, tetapi semua pihak yang menerima hasil kerja kita. Pelanggan Bagian Produksi adalah QC, QA dan marketing. Di dalam bagian produksi sendiri terdapat pelanggan internal. Seksi persiapan alat dan media melayani bagian kultivasi. Seksi Kultivasi melayani Seksi Pemurnian dan Penyelesaian akhir produk. Dokumen yang diisi operator produksi konsumennya adalah penyelia. Review penyelia konsumennya adalah kabag. Begitu seterusnya.

Hand Knot
Pada permainan hand knot setiap peserta mengepalkan tangan kanan dan telapak kiri tetap terbuka. Tangan kiri peserta memegang tangan kanan peserta lain dan tangan kanannya harus dipegang peserta lain yang berbeda. Tidak diperbolehkan memegang tangan peserta disamping kanan & kirinya. Permainan ini dinyatakan sukses bila semua peserta berhasil bergandengan tangan membentuk lingkaran tanpa melepaskan pegangan
tangan.

Bila permainan ini dilakukan tanpa strategi akan berakhir dengan saling kunci tangan peserta dan tidak akan terbentuk lingkaran. Permainan ini konon adalah contoh bekerja sesuai prosedur. Aturan-aturan yang terasa “menyulitkan” seperti sulitnya melepaskan tangan-tangan yang terkait satu sama lain dalam permainan ini tetap harus diikuti. Permainan ini menyiratkan ketidakbolehan melakukan shortcut yang melangkahi prosedur yang bisa berakibat buruk pada produk dan akan berakhir dengan kehilangan pelanggan.

^_^

Permainan selanjutnya adalah tukar posisi, sungai keruh, sending message, tunnels games dan magic stick. Pada umumnya berupa creative problem solving dan membutuhkan strategi. Sebagian membutuhkan pengorbanan.

Tukar Posisi
Peserta dibagi dua kelompok, kiri dan kanan yang berdiri berhadapan. Masing-masing berdiri diatas sebuah alas berbentuk kotak. Diantara dua kelompok terdapat sebuah kotak kosong. Tugas peserta adalah bertukar tempat. Kelompok kiri pindah ke kanan dan kelompok kanan pindah ke kiri. Aturannya tidak boleh melompati lebih dari satu peserta dan tidak boleh berbicara.

Kunci menyelesaikan games ini adalah peserta dalam satu kelompok jangan sampai persis di belakang temannya dan peserta dalam kelompok yang berbeda selalu bertemu muka. Makna tidak boleh bicara pada permainan ini adalah hendaknya orang lebih banyak mendengar daripada berbicara. Konon bila diperbolehkan bicara ada kecenderungan atasan akan mengarahkan bawahan tentang bagaimana cara melakukan permainan ini. Kelompok Tigo belum menyelesaikan games ini tetapi udah tahu kunci untuk menyelesaikannya.

Sungai Keruh
Menyeberangi sungai dengan menggunakan perahu-perahu. Aturannya adalah perahu harus selalu berhubungan dengan salah satu daratan dan antar perahu harus selalu berhubungan. Setiap orang memegang satu kotak yang diumpamakan perahu yang akan diinjak. Peserta pertama akan berhubungan dengan peserta kedua dengan bergandengan tangan atau menginjak satu kotak bersama-sama. Peserta berikutnya melangkah melewati peserta pertama dan kedua dan membentuk sambungan berikutnya. Begitu seterusnya sehingga peserta terakhir mencapai daratan di seberang “sungai”. Kendala games ini adalah kadangkala peserta lupa melepaskan kotak ke rumput sebelum diinjak. Akibatnya kotak “perahu” itu dinyatakan hanyut.

Sending Message
Sekelompok orang buta mendapat pertunjuk melewati rintangan dari seorang bisu yang bisa melihat dan seorang rabun yang menangkap isyarat si bisu dan corong yang menyampaikan pesan si rabun. Kunci permainan ini adalah instruksi yang jelas dari corong sehingga sekelompok orang buta akan selamat melewati rintangan. Untuk itu si bisu dan si rabun harus trampil memperagakan kata-kata dengan bahasa isyarat. Si corong walaupun melihat para si buta, dia harus emnahan diri untuk mengatakan sekedar yang diisyaratkan si rabun. Orang buta yang berada di paling depan juga berperan memberi aba-aba pada teman-teman di belakangnya.

Memasukkan Bola ke Galon Aqua
Kelompok dibekali dengan tali-tali yang dipergunakan untuk memasukkan 3 buah bola pingpong ke dalam galon aqua yang terletak dalam lingkaran yang tidak boleh diinjak ataupun disentuh tali. Idealnya empat tali dijajarkan dari tepi ke tepi lingkaran menjadi terowongan untuk melewatkan bola ke atas mulut galon dan satu tali untuk menahan bola di atas mulut galon hingga bola terjatuh ke dalam galon.

Membalik Lembaran Matras
Semua peserta berdiri di atas selembar matras. Kemudian posisi matras harus dibalik tanpa seorang peserta-pun turun ke tanah. Strategi permainan ini adalah thinking out of box, berpikir diluar kebiasaan sehari-hari. Lembaran matras dibalik di salah satu pojoknya dan satu persatu peserta berpindah ke matras yang telah dibalik. Kadangkala dibutuhkan pengorbanan dengan saling menginjak kaki atau menggendong peserta lain. Melepas sepatu akan sedikit membantu mengurangi luas area yang diinjak peserta

Tunnels Games
Menyebarangi terowongan dengan menggunakan dua papan panjang dan satu papan pendek. Kuncinya adalah mengetahui fungsi papan pendek dan dua papan panjang. Saya surprise berat dengan ketrampilan seorang peserta putri yang sukses melewati tunnel ini dengan membawa kayu panjang. Kelompok tigo berhasil menemukan resep melewati tunnel ini walaupun belum sampai menyelesaikan permainan.

Magic Stick
Sebuah tongkat panjang harus diturunkan bersama-sama oleh semua peserta. Setiap peserta harus menyentuhkan dua jarinya pada tongkat. Kelihatannya mudah tapi nyatanya tongkat malahan naik ke atas bukannya turun ke bawah. Kunci dari permainan ini adalah melihat diri sendiri dan bukannya mengurusi jari orang lain. Melihat ke jari sendiri apakah sudah turun atau malahan mendorong stick ke atas.

Makna permainan ini adalah hendaknya kita instropeksi diri sebelum menuding orang lain. Pelajaran lain dari permainan ini adalah bekerja secara rutin sesuai absensi saja tidak cukup. Seorang pekerja harus selalu meningkatkan kemampuan dirinya. Seperti halnya dengan menempelkan jari saja ternyata tidak membuat magic stick turun, kita perlu kemampuan dan strategi untuk menurunkannya.

^_^

Permainan sesi berikutnya masih dalam kelompok 12 orang, dan kali ini melibatkan juga high rope, yaitu permainan di atas bentangan tali 10 meteran dari permukaan tanah berupa permainan jembatan macan, cargo net dan diakhiri dengan flying fox. Permainan lainnya adalah medan ranjau dan spider net.

Medan Ranjau
Setiap kelompok terdiri atas 3 orang. Satu leader, satu orang rabun dan satu orang buta. Leader duduk di atas kursi yang dinaungi seember air. Orang buta dan rabun diharuskan melewati rintangan dengan panduan dari si leader. Bila orang buta maupun orang rabun menyandung ranjau berupa bambu dan tali, maka si leader akan basah kuyup terguyur air.

Permainan ini mencerminkan seorang atasan bertanggung jawab penuh atas kinerja bawahannya. Bila bawahan salah, maka atasan ikut bertanggung jawab yang dicerminkan dengan terguyur air. Sebaliknya bila bawahan sukses tanpa panduan atasan maka si atasan tidak berhak mengklaim sebagai kesuksesan bawahan sebagai kesuksesan dirinya.

Orang buta cenderung lebih mudah diarahkan dibanding orang rabun karena orang rabun masih dapat melihat walaupun samar-samar. Orang rabun adalah gambaran pekerja dengan pengalaman kerja sedikit dan orang buta adalah gambaran fresh graduate.

Spider Net
Melewatkan semua anggota kelompok melalui lubang di jaring laba-laba. Kuncinya adalah peserta yang berubuh ringan bisa diangkat untuk melewati lubang di bagian atas. Ada yang menarik dari evaluasi Pak Tedi malam harinya. Pak Tedi menunjukkan foto peserta yang lupa tidak membuka sepatu saat ditransfer sehingga sepatunya mengotori tubuh penggendongnya (boro-boro mikir gituan, pengennya cepet-cepet permainan selesai). Juga foto peserta yang jatuh dari gendongan setelah sukses melewati spider net. Mungkin penggendongnya tidak kuat menahan berat tubuh yang digendong.

Untuk sepatu yang lupa dilepas ada pelajaran menarik yang bisa diambil. Dalam pekerjaan sehari-hari sedikit perlakuan kecil bisa jadi sangat membantu orang yang melanjutkan pekerjaan kita. Misalnya kita bisa menaruh post it pada bagian-bagian dokumen yang harus diperiksa dan diparaf oleh pereview dokumen kita.

Pada games ini Fasilitator menyarankan agar semua peserta aktif dan tidak berpangku tangan saat seorang anggota kelompok sedang berusaha melewati lubang jaring. Menurut dia, kita bisa berpartisipasi dengan mengamati dan menjaga agar tubuh orang tersebut agar tidak menyentuh jaring.


High Rope
+ Kok flying fox nya lambat siy
- Kamunya yang salah posisi!
+ Harusnya gimana?
- Tanganmu ke depan, ntar tubuhmu akan tertarik ke belakang dan kamu akan meluncur kencang ala superman

Ada dua macam tali sepanjang 30 meter yang harus dilalui, sebut aja jembatan macan. Jembatan macan pertama terdiri satu tali untuk diinjak dan dua tali untuk pegangan. Jembatan macan kedua terdiri atas dua tali untuk diinjak dan dua tali untuk dipegang (rel ganda). Sepintas jembatan kedua lebih mudah diseberangi, tetapi pada kenyataannya lebih sulit karena setiap kali kita harus mengangkat kaki sehingga jembatan oleng ke kanan dan ke kiri. Pada tali tunggal kita bisa menyeret kaki sehingga tidak ada guncangan di tali. Namun pada tali ganda kita terpaksa mengangkat kaki karena terhalang potongan-potongan besi yang menghubungkan dua tali.

Hal ini mencerminkan asumsi tidak selalu benar. Masih perlu dibuktikan apakah sebuah asumsi itu akan diterima sebagai fakta.

Dari jembatan macan kita beralih menaiki cargo net raksasa dan berakhir dengan turun melalui flying fox. Dalam hal pengambilan keputusan, flying fox menggambarkan pengambilan keputusan yang sederhana. Kita cukup memutuskan untuk meluncur dan dengan sendirinya flying fox akan meluncur sampai ujung tali. Berbeda dengan keputusan ala flying fok, keputusan model jembatan macan menuntut tindak lanjut. Setelah mengambil keputusan menyeberangi jembatan macan, kita harus memegang teguh keputusan itu hingga langkah kita mencapai ujung tali yang lumayan panjang. Kita harus tahan gangguan dari kanan dan kiri, tahan terpaan angin, pemandangan jurang dan teriakan-teriakan dari orang yang berada di bawah. Jembatan macan menuntut konsistensi untuk menyelesaikan masalah yang muncul sepanjang jalan setelah kita mengambil keputusan.

^_^

The Last Games

Banyak hal-hal menakutkan dalam hidupku
Sebagian diantaranya benar-benar terjadi
(artinya banyak yang hanya dalam khayalan saja)
Mark Twain

Acara outbound terakhir Hari Sabtu adalah tiga jenis high rope. Paket pertama adalah elvis-walk & commando crawl. Paket kedua adalah turun tebing dan paket ketiga melompat ke sebuah ayunan bambu di ketinggian. Peserta dipersilahkan memilih salah satu paket.


Melompat ke Ayunan Bambu
Instruktur: Eeeee, tangan saya jangan dipegangi...
Peserta: Habis takut nih, tinggi banget
Instruktur: Iyah, tapi ntar kalo anda lompat guwe ikut terjun dong

Dialog imaginer ini hanya untuk menggambarkan betapa ngerinya saat-saat hendak meloncat ke ayunan bambu. Jarak sekitar satu setengah meter terlihat begitu jauh. Pemandangan jurang di depan sana membuat tower tinggi itu terlihat semakin tinggi. Sementara si pelompat tidak selalu percaya diri untuk mencapai ayunan itu. Walaupun ada tali pengaman di punggung -- tetap aja ngeri.

Dalam permainan ini sebagian besar peserta berhasil menggapai ayunan bambu yang tergantung di ujung tower. Saya sendiri baru mencoba commando crawl dan elvis walk, belum sempat mencoba lompat ke ayunan ini (bilang aja nggak berani hehehe!!!).

Konon tali pengaman itu adalah gambaran potensi kita. Kita tidak pernah berkembang bila kita tidak mempercayai potensi kita. Walaupun kita memiliki bakat besar, memiliki potensi melimpah ruah, percuma saja bila kita tidak berani mengambil risiko. Begitulah kira-kira penuturan Pak Tedi. Dalam banyak hal ketakutan kita tidak beralasan. Menurut beliau hanya 2 % dari ketakutan kita yang layak ditakuti. Sisanya adalah ketakutan tanpa alasan. Seperti halnya ketakutan jatuh dari ketinggian padahal sudah dilengkapi tali pengaman.

^_^

Malam harinya adalah acara kesenian. Sebelumnya Pak Tedi telah memberi evaluasi dan menerangkan pelajaran-pelajaran manajemen di balik setiap aktifitas outbound – yang menjadi bahan tulisan ini. Pelajaran manajemen yang dibungkus dengan aktifitas outbound dipaparkan dengan ilustrasi foto-foto peristiwa lucu selama outbound. Dilanjutkan dengan acara makan malam dengan kambing guling, pentas kesenian, sajian jagung bakar dan api unggun. Beberapa hal yang menarik adalah Pak Amin mendendangkan lagu semalam di Cianjur, Pak Asep berduet dengan Ayu tentang Kahitna. Sore sebelumnya Pak Meeng telah beraksi memukau para peserta dengan cerita-cerita lucunya.

Esok harinya. Minggu 2 Nopember 08 adalah acara pergi ke air terjun. Diawali dengan hiking sejauh beberapa kilometer melewati jalan setapak menelusuri bukit-bukit. Acara menangkap ikan di sawah dan terakhir main ke air terjun lalu balik ke Bukit Kayangan. Sehabis makan siang rombongan bertolak ke Bandung sekitar pukul 11 siang.



Wassalam

By Undil ~ Nopember 2008