BIOPORI

Pengalaman itu sesuatu yang unik. Jika diulangi lagi oleh orang lain atau bahkan oleh pelakunya sendiri, mungkin hasilnya akan berbeda.

^_^


















Orang jaman dulu, termasuk Nenek Buyut Shinichi Kudo, mengenal pantun "Kerikil anak watu, dipikir karo mlaku", alias yang penting mulai kerjakan dulu, nanti kelanjutannya dipikirkan sambil jalan. Entah apa pepatah padanannya dalam bahasa Indonesia, atau in english. Sewaktu kecil, Shinichi sering mendengar pepatah tua itu. Namun baru benar-benar memahami maknanya saat mengerjakan project biopori. Ceritanya pada tahun 2010 Shinichi bersama Haibara mengerjakan project biopori sebagai acara inti kegiatan HUT serikat karyawan. Sebuah acara yang dimulai dengan bekal pengetahuan serba sedikit tentang biopori.

Waktu itu Haibara ditunjuk menjadi ketua panitia HUT serikat karyawan. Seperti biasa dia mengajak Shinichi untuk nimbrung, dan mencari sesuatu yang baru untuk dikerjakan. Sesuatu yang belum pernah dikerjakan sebelumnya. Novelty, itulah semboyan yang pertama. Harus novel, harus baru, jangan mengulang apa yang pernah dikerjakan para pendahulu. Akhirnya disepakatilah menggelar acara pembuatan biopori massal di perusahaan. Haibara mengurus keseluruhan acara, Shinichi khusus mengurusi biopori.

Ada orang yang meragukan acara biopori akan berhasil menarik minat para karyawan. Disebutnya membuat biopori memerlukan kerja fisik, harus ngebor-ngebor tanah. Sedangkan acara HUT biasanya hanya jalan santai, terus karyawan diminta duduk menikmati hiburan. Tidak perlu pake otot. Masukan yang bagus untuk disiapkan antisipasinya oleh panitia. Caranya dengan berkoar-koar tentang biopori jauh-jauh hari sebelum acara dimulai. duniashinichi.blogspot.com

Panitia akan menggunakan semua media perusahaan secara maksimal. Dari mulai mail moderator, papan pengumuman, sampai pemasangan spanduk. Bahkan nggak tanggung-tanggung, Panitia bakalan langsung menghadirkan Pak Kamir Raziudin Brata dari IPB selaku penemu biopori, untuk melakukan sosialisasi. Dengan publikasi yang gegap gempita itu, Shinichi yakin para karyawan bakalan berminat mengikuti acara biopori.
Biopori adalah lubang di permukaan tanah dengan diameter 10 cm, dan kedalaman satu meter, yang harus rutin "diberi makan" berupa sampah organik seperti daun-daunan dan sisa makanan. Sampah itu akan jadi makanan organisme tanah, yang akan membuat lubang-lubang kecil di dinding lubang tersebut. Lubang-lubang kecil tersebut dinamakan biopori, dan berperan membantu mempercepat proses penyerapan air hujan ke tanah, karena penyerapan bukan hanya vertikal, tapi juga horizontal melalui biopori. Biopori bermanfaat mencegah banjir dan membantu memperbanyak cadangan air tanah, karena air hujan tidak langsung terbuang ke sungai. 
 
Penerapan biopori di rumah tangga sangat mungkin dilakukan karena sampah organik dapat dengan mudah ditemukan di dalam rumah. Caranya dengan memasukkan sampah rumah tangga organik ke dalam biopori, jenis sampah yang sering menimbulkan bau tak sedap tersebut akan habis dimakan “penghuni” lubang biopori. Pada saat hujan, biopori juga bermanfaat untuk mengurangi aliran air dari halaman rumah satu ke halaman rumah lainnya, atau ke daerah lain yang lebih bawah, yang bisa menyebabkan banjir.

Kelebihan lain dari biopori adalah memperkaya kandungan air hujan. Bila sumber air hanya berupa air hujan tanpa tambahan apa-apa berarti kandungannya hanya H2O. Namun setelah diresapkan kedalam tanah lewat biopori yang mengandung lumpur dan bakteri, air akan melarutkan dan kemudian mengandung mineral-mineral yang diperlukan oleh kehidupan. 
Untuk mempermudah proses pembuatan biopori dapat digunakan bor yang bisa dipesan ke IPB Bogor. Caranya bor cukup ditancapkan ke tanah, diputar searah jarum jam dengan memberi tekanan seperlunya, bor akan masuk ke dalam tanah. Setiap masuk 20 cm, angkat bor dari dalam tanah maka tanah akan ikut terbawa bersama mata bor dan bisa di buang. Begitu seterusnya sehingga didapatkan sebuah lubang berdiameter kecil (10-30 cm) dan berkedalaman sekitar 1 meter. Untuk tanah yang banyak batu-batunya usahakan untuk terlebih dahulu menyingkirkan batu-batu yang akan menghalangi bor menembus tanah.

Toma yang gak pernah puas

Toma adalah sosok seorang pekerja yang gemar mengeluh. Padahal karirnya terbilang cemerlang. Baru tiga tahun kerja sudah menduduki jabatan kepala seksi, dengan lima belas anak buah. Namun itu tidak membuatnya puas. Pasalnya dia membandingkan dirinya dengan Hanna yang langsung menjadi kepala bagian karena formasi kosong setelah bosnya pensiun. 

Belum lagi soal sekolah S2. Dia mengeluhkan keberuntungan Freddy yang disekolahkan ke Jepang. Toma terlanjur lulus seleksi tahun lalu yang hanya menawarkan S2 di dalam negeri. Sedangkan Freddy yang tidak lulus pada seleksi tahun lalu, mendapat kesempatan ikut seleksi tahun ini dan lolos untuk bersekolah di Jepang. "Ya Nasiblah" hibur teman-temannya.

Puisi Anak: Pak Pos

Setiap pagi
dia menyapa para tetangga
riang menebar senyuman
setumpuk surat di boncengan
motornya mengelilingi desa
harap-harap cemas diriku
datangnya sepucuk surat
dari sahabat pena
bawa kabar dari seberang benua
Hmmmm....tapi itu semua
adalah cerita mama
bersahabat dengan kertas dan perangko
yang tak pernah kurasakan
duniaku adalah dunia maya
yang menyapaku nyaris tanpa jeda
Dia yang rambutnya telah memutih
masih setia menyapa
mama, tetangga, aku dan teman-temanku
walaupun jumlah surat di boncengan tak seberapa
riang senyumnya tak pernah sirna
(undil - 2013)

Puisi Anak: Sepatu Tua

Sebuah sepatu tergolek di selokan,
kotor, suram, bermandi lumpur,
tali-talinya sudah terbelah,
kulitnya compang camping,
solnya mangap, jebat, dan jebol.

Tapi jangan ragukan jasanya,
andai dia punya perasaan,
dia tidak akan sedih, tidak juga menderita,
karena di masa lalunya dia telah berguna,
bersahabat dengan kaki pemiliknya,
bertahun-tahun setia dalam tugasnya,
menemani sang kaki pergi kemana-mana,
Kini tiba masanya
merelakan tugasnya
bagi sepatu yang lebih muda 
(undil-2013)

Dongeng Kepahlawanan Sang Kancil vs Orang Berkumis dari Gunung


Sang Kancil dalam perjalanan dari Hutan Utopia menuju Gunung Sepikul mengikuti petunjuk buku Mas Wagenugraha, seorang ahli ilmu hayati paling mumpuni se-Jawa, untuk mencari rerumputan tahan kekeringan sebagai makanan cadangan rakyatnya di Hutan utopia. Hari itu Sang Cendekiawan tiba di sebuah kebun tanaman ketimun yang nampak memiliki batang-batang yang kurus, daun-daun yang sebagian menguning  dan buah-buah kecil yang bergelantungan. 

Baru saja dia duduk, tiba-tiba bertiup angin kencang yang menerbangkan topi orang-orangan – boneka kayu yang dipasang ditengah kebun ketimun.  Sang Kancil segera berlari mengejar topi itu dan bermaksud memasangnya kembali ke tubuh orang-orangan. Sialnya saat tangannya menyentuh dada orang-orangan, tangannya menempel  pada tubuh si boneka kayu dan tidak bisa dilepaskan.   

Pak Tani yang menemukan Sang Kancil terjebak pada tubuh orang-orangan langsung menyangka dirinya berhasil  menangkap pencuri yang selama ini mengganggu kebunnya. Maka ditetapkanlah hukuman pada Sang Kancil untuk bekerja membersihkan ladang Pak Tani selama 6 bulan terus menerus sebelum dia boleh pergi melanjutkan perjalanan ke Gunung Sepikul. Selama menjalani masa hukuman Sang Kancil akan dirantai kakinya dan dijaga oleh Anjing Gembala.

Dari Si Anjing Gembala, Sang Kancil tahu bahwa para petani di desa akhir-akhir ini kekurangan air karena sumber air yang mengalir dari Gunung Putih telah dikuasai sekelompok orang bersenjata yang dipimpin seseorang yang dijuluki Orang Berkumis dari Gunung. 

Orangnya tinggi jangkung, berkulit putih bersih, bermata belo warna biru, berambut kuning yang dicukur cepak, dan berkumis warna merah yang jarang-jarang tumbuhnya. Walaupun demikian orang-orang menjulukinya Orang Berkumis dari Gunung. Orang ini sangat giat mencari pengikut baru. Sepekan sekali dia membayar tukang teriak di pasar-pasar untuk meneriakkan ajaran-ajarannya tentang kebebasan tanpa batas. Dia juga mengundang anak-anak muda untuk berkunjung ke perpustakaan miliknya dan berdiskusi tentang kebebasan.

Setelah merasa cukup kuat, kelompok orang yang menguasai Gunung Putih itu membendung sumber air yang memancar dari puncak gunung. Mereka menggali tanah untuk mendapatkan tembaga dan emas dari gunung. Mereka memerlukan air dalam jumlah banyak untuk mencuci biji-biji tembaga dan emas yang masih bercampur dengan tanah. 

Belasan kali para petani mengirim utusan untuk meminta bendungan dibuka, tetapi selalu ditolak. Akhirnya para petani membentuk pasukan bersenjata dan berusaha merebut kembali  gunung itu -- namun selalu gagal. Sebenarnya jumlah kelompok yang dipimpin Orang Berkumis dari Gunung itu tidak banyak. Kekuatan mereka hanya belasan orang pasukan pemanah saja, ditambah beberapa puluh pekerja tambang yang tak pandai memainkan pedang. Namun di sekeliling gunung itu terdapat dinding batu yang tidak bisa ditembus oleh para petani.

Dongeng Timun Emas dan Raksasa

Mendengar kelakuan Raksasa, Timun Emas merasa perlu membuat perhitungan. Dia tak sabar untuk segera memberi pelajaran kepada Si Raksasa geleuh.

^_^

Adalah seorang perempuan jelita berusia duapuluh dua tahun bernama Anggraeni Paramarini, yang tinggal bersama suaminya di sebuah kampung di lereng gunung. Keduanya sudah menikah bertahun-tahun dan belum dikaruniai anak. Seminggu sekali Mbok Anggra pergi ke gunung untuk memetik jamur, sebagian besar untuk dimakan sendiri, dan sisanya dijual ke pasar. Tubuhnya yang tinggi dan ramping membuatnya lincah bergerak kala berjalan di atas jalan setapak yang terjal. Suami Mbok Anggra bekerja di rumah, mengurus peternakan bersama para pekerjanya. Dia adalah seorang yang banyak akal, tetapi penakut. Suami Mbok Anggra tidak berani pergi ke gunung. Menurutnya di sana masih ada macan dan raksasa penghuni gunung. Begitulah pemikirannya. Makanya tempat paling jauh yang pernah dikunjungi adalah peternakan bebek di pinggir kampung tempat bebek-bebek miliknya dikandangkan.






















Pada suatu hari, ketika Mbok Anggra sedang memetik jamur-jamur di gunung, muncullah seorang raksasa yang bermaksud memakannya. Untunglah setelah melihat tubuh Mbok Anggra yang kurus kering dia jadi kehilangan selera. Raksasa lalu bertanya apakah Mbok Anggra memiliki anak.  Setelah mendengar Mbok Anggra curcol tentang dirinya yang belum punya anak, Si Raksasa memberikan segenggam biji timun pada Mbok Anggra. Itu adalah biji-biji timun emas yang buahnya berfungsi sebagai penyubur, baik bagi Mbok Anggra maupun suaminya. Enam belas tahun yang akan datang Raksasa berjanji akan datang ke rumah Mbok Anggra untuk mengambil buah istimewa dari biji-biji timun emas yang diberikannya.

Biji-biji timun yang ditanam Mbok Anggra di halaman rumah ternyata cepat berbuah. Hanya dalam beberapa bulan saja telah bergelantungan timun-timun yang berwarna keemasan. Setelah rutin mengkonsumsi timun emas, Mbok Anggra berangsur bertambah cantik. Kulitnya semakin bersih dan berwarna kuning keemasan. Badannya semakin berisi, dan berat badannya proporsional, tidak lagi kurus kering. Rambutnya yang kemerahan tumbuh semakin lebat dan tebal. Tubuhnya semakin bugar dan beraroma wangi alami. Beberapa bulan kemudian Mbok Anggra hamil. Ketika lahir seorang bayi perempuan yang lucu, diberi nama Timun Emas.

Bayi itu kemudian tumbuh menjadi seorang gadis remaja yang berbadan gempal, berkulit gelap, bertubuh kuat dan lincah. Tidak seperti ibunya yang terkenal karena kecantikannya yang mempesona, Timun Emas menjadi buah bibir penduduk kampung karena sopan, ramah dan rajin membantu orangtuanya bekerja. Gadis itu dengan senang hati ikut ibu-ibu tetangga menumbuk padi dan membuat tikar. Meskipun ayahnya terhitung petani kaya di kampung, Timun Emas tak segan membantu para pekerja ayahnya membersihkan kandang bebek dan memandikan kuda beban pengangkut telur. Tentu pergi ke gunung mencari jejamuran bersama Ibunya adalah kegiatan favoritnya. Kebaikan budi Timun Emas membuat dirinya menjadi calon menantu idaman bagi para orang tua di kampungnya. 

Tak terasa enam belas tahun berlalu tatkala Raksasa datang. Dia datang untuk menagih buah istimewa yang dulu dijanjikan. Mbok Anggra mempersilahkan Raksasa untuk  mengambil sendiri buah-buah timun sesuka hatinya. Namun Raksasa menolak, yang dia maksud buah istimewa bukanlah buah ketimun, tetapi anak yang lahir dari rahim Mbok Anggra. Tentu saja Mbok Anggra menolak permintaan Raksasa. Menurutnya Timun emas adalah karunia Allah, bukan berasal dari biji-biji timun milik raksasa. Namun Mbok Anggra berusaha menolak dengan halus. Soalnya tidak mungkin dirinya berkelahi melawan raksasa. Dia juga tidak rela mengorbankan suaminya untuk melawan raksasa. Lelaki itu kini bersembunyi ketakutan di kolong tempat tidur.  Dikatakannya agar Raksasa datang lagi minggu depan, karena Timun Emas saat ini sedang berada di rumah neneknya.
 
Si Raksasa diam-diam tertarik juga untuk memakan Mbok Anggra yang kini tubuhnya berisi, tidak lagi kurus kering. Dia bermaksud memakan keduanya tatkala kembali lagi ke rumah ini minggu depan. Si Raksasa menanyakan umur Mbok Anggra, dan bertanya mengapa tubuhnya kini menjadi terlihat lebih bugar. Mbok Anggra menjawab umurnya tiga puluh delapan tahun, dan mengatakan tubuhnya terasa lebih sehat dan kuat setelah rajin mengkonsumsi buah timun emas yang tumbuh dari biji-biji pemberian Raksasa. Si Raksasa tertawa mendengar jawaban Mbok Anggra, dikatakannya benih timun emas miliknya memang jenis pilihan yang hanya dimiliki para bangsawan Raksasa.

Thor The Dark World - Kisah Para Scientist Di Balik Kehandalan Si Ksatria Pukul Besi

Suatu hari Jane Foster, seorang mahasiswi mikrobiologi tahun pertama, berusia delapan belas tahun yang juga asisten Professor Erik Selvig, professor biologi & pakar immunology ternama, terperosok ke dalam sebuah lubang hitam. Gara-gara terperosok tersebut Jane terpapar pada Aether, yaitu sekumpulan campuran virus dan bakteri yang membuat sosok yang terinfeksi menjadi kuat dan bertenaga luar biasa. Namun karena Jane bukan seorang yang terlatih dengan energi sebesar itu, maka dia tidak bisa mengendalikan kekuatan yang berada di dalam dirinya yang telah terinfeksi. duniashinichi.blogspot.com




















Setelah dengan susah payah berhasil merangkak keluar dari lubang hitam, Jane berjalan terhuyung-huyung, dan terpeleset jatuh ke sungai yang tengah banjir bandang. Jane terbawa arus sungai yang bergolak dahsyat hingga terdampar ke Propinsi Asgard. Kekuatan Aether membuat tubuh Jane tetap terapung dan tidak terluka oleh benturan tebing, bebatuan dan hantaman balok-balok kayu yang hanyut. Tubuh Jane ditemukan oleh Thor, putra Gubernur Asgard yang berusia tujuh belas tahun. Thor The Dark World

Thor sangat terkenal dengan senjata pukul besinya. Senjata Thor yang sangat ternama itu berwujud pukul besi alias palu yang telah dilengkapi chips, sistem penggerak, dan roket, sehingga bisa terbang sesuai keinginan Thor. Saat Thor melempar pukul besinya, maka pukul besi itu akan menghantam sasaran, kemudian terbang balik lagi ke tangannya. Tenaga Thor yang luar biasa besar, membuat gebukan pukul besi itu bisa meremukkan tank terkuat yang pernah dibuat manusia. Kehebatan Thor dan pukul besinya ini membuat Propinsi Asgard sangat disegani oleh propinsi-propinsi lain.  duniashinichi.blogspot.com

Thor membawa Jane yang pingsan ke Istana Odin, ayahnya yang menjadi Gubernur Asgard. Jane dirawat oleh Frigga, istri Odin yang berprofesi sebagai dokter ahli mikrobiologi yang juga mahir memainkan palu. Meskipun palu Frigga tidak sebesar dan sekuat palu Thor, tetapi pengalaman bertempur Frigga membuat permainan palunya sangat efektif untuk merepotkan lawan. Thor The Dark World

Seminggu setelah dirawat Frigga, Jane berangsur sembuh. Tapi Frigga menemukan bahwa terdapat infeksi Aether dalam tubuh Jane yang terlalu kuat untuk dilawan dengan obat-obatan. Satu-satunya cara untuk menyembuhkan adalah dengan mengeluarkan Aether dari dalam tubuhnya. Sesuatu yang belum diketahui caranya oleh Frigga maupun para dokter lain di Istana Asgard. Menurut Frigga, dahulu kala Aether sengaja disembunyikan dalam lubang hitam oleh Bor, kakek Thor, agar kekuatannya tidak disalahgunakan. Mungkin pergeseran kerak bumi telah menyebabkan lubang hitam terbuka, dan Jane terperosok ke dalamnya. Thor The Dark World

Adalah Dark Elf Malekith, Gubernur Propinsi Svartalfheim, yang sudah puluhan tahun mencari-cari keberadaan Aether. Malekith telah menghabiskan waktu limapuluh tahun di laboratorium untuk meneliti kekuatan Aether dan cara mengendalikannya. Kini dia telah menguasai cara mengendalikan kekuatan Aether, dus jika dirinya bertemu Jane, Malekith memiliki perangkat yang mampu menyedot keluar Aether dari tubuh Jane, dan memindahkannya ke dalam tubuhnya. Selanjutnya kekuatan Aether akan digunakan untuk mewujudkan ambisinya menaklukkan propinsi-propinsi lain. Ketika mendengar info intelijen bahwa Aether telah menginfeksi Jane yang berada di istana Asgard, maka Malekith mempersiapkan diri untuk menyerang Asgard. Thor The Dark World

Malekith membuat robot monster bernama Kursed untuk membantu dirinya menyerang Asgard. Dengan membawa pasukan segelar sepapan, Malekith melakukan serangan mendadak ke Istana Asgard. Terjadilah  pertempuran seru di dalam istana. Pasukan-pasukan Malekith melawan para pengawal  Istana Asgard. Tembakan senapan dan pukulan pedang berpadu menimbulkan suasana hiruk pikuk di dalam istana. Thor bersenjatakan palunya berada di barisan depan untuk mengobrak-abrik tentara Malekith beserta piring terbang - piring terbang yang membawa mereka ke Asgard. Sementara di sudut lain, Robot Monster Kursed dapat dengan mudah melempar-lemparkan para pengawal Asgard yang mencoba menghadangnya. Di tengah-tengah hiruk pikuk itu, Malekith menyusup ke dalam Keputren tempat Jane berada. Thor The Dark World

Cerita Cinta Diandra

Pagi hari di Bulan Januari kala Borip menarik nafas lega setelah Om Hariman akhirnya menyetujui untuk membeli belasan Toyota Innova Luxury untuk menambah armada mobil rentalnya. Kenyamanan, tenaga yang kuat dan kursi-kursi yang terpisah antar penumpang adalah feature andalan yang membuat Borip berhasil meyakinkan Om Hariman yang memiliki mayoritas pelanggan dari kalangan bisnis. Namun faktor terpenting yang mendorong keputusan Om Hariman adalah tawaran discount untuk perawatan mobil selama tiga tahun, plus layanan perbaikan di lapangan, yang ditawarkan Borip sebagai bonus tambahan kepada Om Hariman selaku premium konsumen.




Negosiasi berminggu-minggu itu akhirnya berhasil ditutup dengan manis oleh Borip, sekaligus membuat ayahnya selaku pemilik dealer dan bengkel puas dengan hasil kerja Borip. Keberhasilan ini adalah langkah pertama Borip mewujudkan impiannya. Kini Borip mendapat "hak" yang telah dijanjikan ayahnya untuk diberi bantuan pinjaman lunak guna membeli ruko di kawasan perumahan dosen di dekat kampus. Borip sudah setahun ini melakukan studi lapangan untuk berjualan di sana, dan mendapatkan kesimpulan berjualan sayur-sayuran segar adalah alternatif terbaik untuk tempat itu. Belum ada penjual sayuran yang lengkap di sekitar itu, dus Borip yakin tokonya bakalan laris manis disambangi pembeli.


Borip juga akan membuka kafe yang khusus menjual masakan sehat dari sayur-sayuran dan buah-buahan sebagai menu utamanya. Dia telah menyiapkan dua orang koki yang akan bergantian menangani masakannya. Kenapa dua orang? Tentu saja supaya orang tidak bosan dengan masakan sayur-sayuran di kafenya. Tentu saja Diandra dilibatkan dalam semua persiapan ini. Mulai dari merancang desain toko hingga mendesain kafe. Juga memilih masakan-masakan yang akan disajikan di kafe. Semua mendapat sentuhan tangan-tangan kreatif Diandra. Toko sayuran adalah langkah kedua Borip untuk mewujudkan cita-citanya.

^_^

Toko sayuran maupun kafe sudah berjalan enam bulan dan memiliki pelanggan tetap yang lumayan banyak tatkala Borip dan Diandra diterima pada kampus yang sama, pada jurusan incaran mereka. Diandra memang sejak kecil berminat menjadi dokter hewan seperti tantenya, telah diterima di Fakultas Kedokteran Hewan. Sedangkan Borip belajar Agribisnis seperti kegemarannya sejak kecil ikut neneknya berdagang sayur-sayuran di pasar tradisional. Keduanya tersenyum lebar tatkala mengetahui kelulusan mereka dari situs online. Cita-cita keduanya terasa semakin dekat saja.


Borip tahu bahwa Diandra telah terbiasa dengan pekerjaan rumah seperti memasak, menjaga kerapian rumah, hingga urusan tetek bengek seperti mencari pembantu dan bergaul dengan baik dengan ibu-ibu tetangga. Sebuah bekal yang bagus untuk cita-cita mereka. Sementara Borip mampu memperbaiki perkakas rumah tangga, membengkel mobil, hingga kompromi dengan Bapak-bapak tetangga untuk menentukan besaran iuran memperbaiki selokan. Melihat semua itu, Borip merasa bahwa persiapan dirinya dan Diandra sudah lebih dari cukup untuk mewujudkan cita-citanya.        


^_^


Baik keluarga Borip, maupun kedua orang tua Diandra tidak berkeberatan kala Borip menyatakan niatnya untuk menikah sesaat sebelum perkuliahan dimulai. Borip berhasil membuktikan bahwa dirinya  sudah cukup matang untuk berumahtangga. Demikian juga Diandra yang jelita itu jauh dari sifat kekanak-kanakan dan manja, serta trampil dalam urusan rumah tangga. Baik Borip maupun Diandra telah bekerja keras untuk membuat diri mereka layak menuju jenjang pernikahan. Alangkah bahagia kedua remaja itu kala mengetahui bahwa cita-cita mereka untuk bersatu dalam pernikahan sebelum masuk ke dunia kampus dapat terkabulkan. Sebuah cita-cita yang sudah ditetapkan di hati mereka sejak setahun lalu, saat menginjak kelas dua SMA.

Unboxing Panasonic RF-5250


Kali ini saya akan membahas gadget yang bukan biasa-biasa saja seperti smartphone, tablet atau notebook versi terbaru. Mereknya cukup ternama sebagai pemasok barang-barang elektronik papan atas, yaitu panasonic. Kita langsung saja lihat box luarnya.
















Barang apakah itu? Yah benar. Tebakan anda 1000% benar, sebuah portable radio. Fasilitas yang ada di gadget radio Panasonic seri RF-5250 ini adalah radio 2 band FM/AM, dilengkapi dengan eksternal speaker jack untuk mendengarkan memakai eksternal speaker ataupun earphone. Mari kita buka boks ini lebih lanjut:




Wow ternyata dlengkapi dengan tali pembawa radio untuk dikaitkan di sisi kiri dan kanan radio. Jadi kita bisa membawa radio ini kemana-mana dengan mencangklongkan di pundak. Praktis kan?. Fasilitas lain yang ada di body radio adalah antena FM, pengatur volume, dan pengatur gelombang. Di bagian belakang ada tombol geser untuk memindah gelombang dari AM ke FM dan sebaliknya. Di bagian samping kanan terdapat colokan untuk eksternal speaker dan earphone. Sumber power untuk radio ini adalah dua baterai UM-1 yang ada di bagian belakang. Berikut spesifikasi lengkap Panasonic RF-5250:

Menunggu Godot

Tahun ini Juned membeli 2 ekor kambing korban. Satu untuk masjid di dekat rumahnya, satu lagi untuk disembelih di kampung halaman temannya, di pelosok pedesaan di Subang. Untuk kambing yang di Subang, Juned memilih kambing yang terbesar yang ada di sana, harganya relatif lebih murah karena langsung beli pada peternak. Untuk yang Masjid di dekat rumahnya, Juned memilih kambing ukuran sedang karena rada susah cari yang besar.

Juned menitipkan pengurusan kambing pada temannya di Subang. Untuk yang di dekat rumah, Juned menitip pada Bibi yang biasa membersihkan rumahnya. Kebetulan dia tinggal tak jauh dari rumah Juned. Sebenarnya hal serupa telah dilakukan Juned tahun lalu. Waktu itu dia menitipkan pengurusan hewan kurban pada Si Bibi dan temannya. Tahun lalu sehabis dhuhur Juned sudah bisa menikmati gule dan sate kambing masakan si Bibi.

Tante Warung depan Rumah Adelia

Warung depan kontrakan Adelia sebenarnya masakannya enak, tempatnya bersih, walaupun harganya agak mahal. Namun Adelia jarang makan di sana. Gara-garanya gadis yang baru dua tahun yang lalu lulus kuliah itu setiapkali datang ke sana dipanggil Ibu sama pemilik warung. Padahal taksiran Adelia, umur pemilik warung lima tahun lebih tua darinya. Menurut Adelia tidak ada alasan si pemilik warung memanggilnya Ibu. Makanya dia males datang ke situ.



















Pernah suatu ketika Adelia yang biasa memanggil teteh, merubah panggilannya menjadi tante pada pemilik warung. Akibatnya si pemilik warung protes, dan mengatakan jangan panggil dirinya tante, karena dia belum tua. Tentu saja Adelia tertawa dalam hati. Dirinya saja dipanggil Ibu. Si pemilik warung yang memang lebih tua dari dirinya bolehlah dipangggil tante, walaupun dia belum setua tante Adelia yang di Jakarta.

Anugrah yang tidak disadari

"Wah enak yah, kamu kerjanya di Bandung. Makanan enak ada di mana-mana. Kelak kalo mau nyekolahin anak juga gampang nyari sekolah yang bagus" kata Latri pada Shizuka ketika mereka bertemu di sebuah pesta pernikahan temannya.

Latri mengatakan berbeda dengan dirinya yang bekerja di pabrik petrokimia di sebuah pulau kecil di Sumatera, kesempatan menikmati makanan enak sangat sedikit. Paling jika sedang berkunjung ke Pakanbaru atau ke Medan. Lebih leluasa jika sedang ke Bandung seperti saat ini. Pada hari-hari biasa, bisa wisata kuliner paa saat makan siang adalah impian di siang bolong. Tidak bakal terwujud karena tidak ada restoran yang eksis di sekitar pabrik.  Jadi makannya yah ke kantin lagi, apa-apa kalo soal perut yah ke kantin lagi.