Balada Belanja dengan Reza

Ini adalah pertamakalinya Shinichi Kudo belanja ke Swalayan dengan Reza, keponakannya yang berusia 4 tahun. Seperti biasa, Shinichi langsung menuju rak makanan ringan untuk mencari snack-snack ringan kegemarannya. Ketika Shinichi mulai mengambil snack-snack yang berada di atas rak dan memasukkan ke kereta dorong, tiba-tiba Reza memprotesnya.

"Wah, jangan beli itu. Aku gak boleh makan itu oleh Mama" kata Reza sambil mengembalikan sebagian makanan yang diambil Shinichi ke raknya. 

Ternyata Si Reza ini banyak punya Verboden dalam soal makanan. Makanan-makanan ringan yang banyak mengandung MSG & pengawet, makanan yang terlalu manis, banyak garam, makanan dengan kandungan kalori  tinggi  semuanya prohibited. Praktis hanya waktu-waktu tertentu saja dia boleh makan semua kenikmatan dunia itu. Sehari-hari Reza disuguhin buah-buahan segar, roti segar, nasi, tempe, tahu, daging masakan rumahan, sayur mayur dan jarang sekali makan fastfood. Minuman kegemarannya pun air putih. Ups, dan kini Reza memaksakan kebiasaan hidupnya pada Shinichi. 
  
"Kalo beli itu nanti aku kepingin ikut makan" kata Reza dengan mimik tanpa bersalah. 

Terpaksalah Shinichi pada belanja edisi Reza ini mencari-cari makanan yang bisa diterima Reza. Roti tawar, roti coklat, keju, yoghurt, green tea, pisang, pepaya,  dan apel. Beruntung Reza bersedia meloloskan ceriping singkong dan kentang rasa gadung pada kereta dorong.  Tak cukup hanya segar, Reza juga mencari-cari tanda halal dari MUI pada setiap makanan yang diambil Shinichi. Untunglah semua yang diambil Shinichi memiliki tanda lingkaran hijau sertifikat halal MUI, sehingga tidak ada yang dikembalikan ke rak.

Shinichi takjub dengan kebiasaan makan yang dilakukan Reza. Ternyata dengan mendidik sejak kecil untuk mengkonsumsi  makanan dengan kriteria tertentu dan mengurangi makanan yang lainnya akan berdampak besar bagi seorang anak. Seperti Si Reza ini yang sejak kecil telah membentuk disiplin diri dalam hal makan. Kebiasaan yang akan sangat berguna di masa dewasa kelak (Undil-2013)

0 komentar:

Post a Comment