Dongeng Kancil dan Tikus Clurut

Adalah Tikus Clurut datang mengadu pada Sang Kancil karena merasa dimusuhi Mbok Prisca Larasati Satriavi, juragan muda belia pemilik warung makan di pinggir hutan. Si tikus wadul pada Kancil bahwa beberapa kali dirinya dikejar-kejar Mbok Prisca karena dianggap mengotori warung makan dan mengganggu pelanggan. 

Berhubung harga makanannya yang mahal, dagangan Mbok Prisca memang hanya dibeli para wisatawan dari kota yang hendak berkemah di padang rumput terbuka di sisi hutan. Pemandangan alam yang indah, dan keluarnya aneka ragam binatang hutan untuk mencari makan di padang rumput adalah pemandangan yang dicari-cari wisatawan.

Warung Mbok Prisca hanya ramai di saat liburan saja. Pada hari-hari biasa hanya ada beberapa pengunjung saja. Karenanya pada saat hari-hari biasa lulusan Sekolah Kuliner di Bandung itu tidak begitu hirau dengan kehadiran Tikus Clurut mencari makan di sekitar warungnya. Namun begitu musim liburan, Si Mbok Prisca tiba-tiba menjadi galak setengah mati pada Tikus Clurut. Itulah yang dikeluhkan pada si Kancil


Kancil tersenyum mendengar keluhan Tikus Clurut. Wajar saja bila Mbok Prisca marah pada Tikus Clurut karena badannya bau, sehingga para wisatawan dari kota itu akan terganggu. Belum lagi beberapa orang wisatawan memang takut setengah mati pada tikus, jadinya warungnya bisa ditinggal para tikus phobia ini gara-gara kehadiran Tikus Clurut. Meskipun demikian pada hari-hari biasa Tikus Clurut tidak diganggu karena dia gemar makan nyamuk. Kehadirannya membuat serangan nyamuk-nyamuk hutan yang gede-gede ke Warung Mbok Prisca berkurang. Makanya Tikus Clurut dibiarkan saja beredar di sana.

"Udah gini saja Rut. Kamu itu harus belajar melihat pola kemarahan Mbok Prisca. Dirimu dikejar-kejar Mbok Prisca hanya pada saat musim wisatawan dari kota pada berkemah di sini saja. Hanya tiga bulan saja. Sudahlah di tiga bulan itu dirimu menyingkir dari warungnya. Kamu kerja cari makan di gardu jaga saja. Di sana kalo lagi musim liburan Pakdhe Randy selalu berada di situ untuk menjaga mobil-mobil wisatawan yang dititipkan. Dia gak akan peduli dengan kehadiranmu. Di jamin kamu bisa makan sepuasnya, banyak nyamuk dan serangga-serangga lain kesukaanmu disitu" nasehat Kancil pada Tikus Clurut.

Tikus Clurut merenung sejenak mendengar kata-kata Kancil. Dirinya bukannya tidak tahu bahwa di gardu jaga yang hanya digunakan di masa liburan itu banyak sekali serangga kesukaannya. Dirinya hanya terpaku pada warung Mbok Prisca. 

Yah, dirinya tidak pernah mencoba tempat lain karena telah nyaman dengan warung Mbok prisca yang bersih. Mbok Prisca yang selalu rapi menempatkan segala sesuatu juga membuatnya betah mencari makan di situ. Tapi dia harus melihat kenyataan. Kehadirannya tidak diharapkan kala musim wisatawan. Yah, dirinya harus menyingkir ke tempat lain kala musim itu tiba. Kebijaksanaan Sang Kancil telah menyadarkannya bahwa tidak seharusnya dirinya ngotot untuk hal-hal yang tak penting (Undil-2013)

0 komentar:

Post a Comment