Sebuah Permintaan akan Menyederhanakan Persoalan


Tanpa disadari Ayu menunggu-nunggu kesempatan untuk “meledakkan” kemarahannya


^_^

Ayumi seringkali bete pada beberapa teman-teman kerja yang tak pernah membalas SMS, khususnya SMS yang dia kirimkan pada saat dirinya sedang meeting. Memang pada waktu meeting seringkali ada permintaan mendadak yang harus disiapkan, dan suasana meeting tidak memungkinkan Ayu untuk menelpon. Jadilah SMS menjadi andalan Ayu.

Memang siy SMS itu isinya hanya permintaan, bukan pertanyaan. Jadi seolah-oleh tidak membutuhkan balasan. Isi SMS seperti:

“Tolong print catatan pelatihan karyawan baru”

atau

“Siapkan infocus untuk presentasi desain reaktor baru untuk jam 09.00”

atau

“Tolong wakili aku di meeting dengan Bagian Listrik pukul 13.00”

Sekilas SMS itu tidak perlu balasan, tetapi Ayu menginginkan balasan untuk mengkonfirmasi bahwa SMS telah dibaca dan akan segera dikerjakan. Darimana Ayu tahu pekerjaan itu disanggupi, kalo mereka tidak membalas SMS-nya?.

Sejauh ini semua baik-baik saja. Semua pekerjaan termaktub dalam SMS dikerjakan oleh mereka. Karenanya Ayu merasa tidak ada alasan untuk marah pada mereka. Hanya saja rasa was-was masih hinggap dalam dirinya. Takut-takut SMS tidak sampai atau HP mereka ketinggalan di rumah.

Diam-diam Ayu memendam kekesalan itu dalam hati. Tanpa disadari dirinya menunggu-nunggu kesempatan untuk “meledakkan” kemarahannya, yaitu saat permintaan dalam SMS-nya tidak dikerjakan. Entah karena SMS tidak sampai atau HP mereka ketinggalan di rumah. Pada saat itu Ayu berencana untuk membongkar habis kekesalan dirinya atas SMS yang tidak pernah dibalas.

^_^

Untunglah rencana bawah sadar Ayu tidak kesampaian. Penyebabnya adalah sebuah SMS dari adik sepupunya yang sedang nebeng di rumah Ayu. Sepupu itu sedang mengikuti ujian masuk di sebuah PTN di Bandung. Dalam SMS-nya yang intinya minta dijemput, si sepupu dengan beraninya membubuhkan kata-kata “cepat dibalas” di akhir SMS.

“Uff, berani-beraninya nyuruh gw cepat-cepat ngebales SMS” gerutu Ayu.

Namun kemudian Ayu menyadari bahwa kekesalan pada teman-teman kerjanya tidak perlu terjadi bila dirinya membubuhkan kata-kata serupa pada SMS kepada mereka.

Hiks!

Baru Ayu menyadari adiknya yang baru mau masuk kuliah telah mengetahui sesuatu yang belum dia ketahui. Sebuah hal sepele yang dapat menyingkirkan kekesalan terpendam pada teman-temannya.

Seandainya Ayu mau membubuhkan kata-kata “mohon dibalas” atau ngomong langsung ke mereka untuk cepat membalas SMS-nya, tentu rasa kesal tidak perlu dialami oleh dirinya. Bila dirinya mau meminta, tentu teman-temannya dengan senang hati akan mememuhi permintaanya. Sebuah permintaan akan membuat sebuah pemasalahan yang menjengkelkan menjadi sebuah perkara sederhana.

Andrew Matthews dalam bukunya Happiness Now mengatakan bila kita meminta, mungkin kita akan mendapatkannya. Bila kita mendapat jawaban “Tidak”, kita bisa memintanya dari orang lain. Menurut Andrew Matthews orang lain bukanlah pembaca pikiran. Mereka seringkali menyetujui permintaan kita bila mereka mengetahui keinginan kita (Undil 18 Mei 08)


Referensi:
Andrew Matthews, 2007, Happiness Now (Bahagia Sekarang, diterjemahkan oleh Lyndon Saputra, Alvin Saputra), Karisma Publishing Group, Jakarta.






dago pakar's narsis mode on


Emutan Wahai Abdi

emutan wahai abdi
ti mana anjeun asalna
ti mana anjeun mulihna

emutan wahai abdi
teu lami di dunya
bade kantunan sadaya
upami nepi tilar dunya

amal soleh bekel abdi
sanes putra harta banda
bade kantunan sadaya
upami nepi tilar dunya

^_^

Ingatlah wahai diriku
Dari mana asalmu
Mau kemana kembalimu

Ingatlah wahai diriku
tidak lama di dunia
akan ditinggal semua
saat meninggalkan dunia

Amal soleh bekal saya
bukan anak, harta & benda
akan ditinggal semua
saat meninggalkan dunia

^_^

terinspirasi oleh syair-syair kakek saya jaman dulu yang digubah dengan mempergunakan bahasa jawa.



Barang Lama Halangi Datangnya Barang Baru



Habis dapat bonus Nina dengan hati berbunga-bunga mampir ke PJV untuk membeli serangkaian celana jeans plus jaket yang telah lama diincarnya. Dalam perkembangannya selama belanja ternyata item-item pakaian yang dibeli meluas hingga beberapa stel pakaian kerja yang kebetulan sedang discount habis-habisan.

Singkat cerita sampailah Nina ke rumah dengan membawa tiga kantong berisi pakaian baru hasil “perjuangan” di counter discount. Tibalah saatnya untuk dicoba lagi di kamarnya.

Puas mencoba semua baju barunya, mampirlah baju-baju itu mesin cuci plus mesin pengering dan tak berapa lama kemudian siap masuk lemari.

Setelah lemari pakaian dibuka, barulah Nina menyadari bahwa lemarinya sudah tidak cukup lagi menampung pakaian baru. Lemari dua pintu itu benar-benar sudah full loaded with old stuffs. Bagian atas lemari yang merupakan tempat pakaian yang dilipat telah penuh hingga menyentuh langit-langit lemari. Bagian gantungan pakaian juga telah dijejali pakaian hingga tidak ada space lagi untuk memasukkan barang satu atau dua lembar pakaian lagi.

Jadilah Nina duduk di depan lemari sambil manyun.

Mesti ditaruh dimana pakaian barunya?.

Tiba-tiba dia teringat travel bag yang diletakkan di pojok kamar. Dipikirkannya untuk sementara pakaian bisa ditaruh disitu. Namun ketika travel bag dibuka Nina terkejut bukan kepalang.

“Olala!”

Travel bag itu telah berisi seonggok batik sasirangan. Beberapa set pakaian yang dibuat dari kain khas Kalimantan plus selendang itu mengisi sepertiga travel bag miliknya. Baru diingatnya dua bulan yang lalu dia pesan pakaian itu dari temannya yang mudik ke Banjar Baru. Nasib sasirangan tak jauh beda dengan nasib rekan sejawatnya dari Sogo yang baru saja dibelinya. Tidak kebagian tempat di dalam lemari. Parahnya lagi nasibnya terlupakan, tidak pernah disentuh hingga hari ini.

Duh kasihan temannya yang sudah capek-capek bawa sasirangan, kini oleh-olehnya dibiarkan teronggok terlupakan.

Kemudian Nina sadar. Belakangan ini dirinya sering memberikan kaos-kaos dan jaket jatah dari kantor kepada orang lain karena sudah tidak muat lagi masuk ke lemarinya. Termasuk kostum keluarga yang dibuat bersama sepupu-sepupunya saat lebaran tahun lalu terpaksa berakhir di tangan istri tukang sampah karena tidak kebagian kapling di lemarinya. Duh Nina sedih memikirkan nasib pakaian-pakaian barunya.

^_^

Mata Nina yang indah memandang isi lemari dengan sendu. Lama ditatapnya tumpukan-tumpukan pakaian lama itu sambil mencari-cari ide. Diamatinya juga baju-baju yang tergantung dengan anggunnya berjajar rapi bak Brigade Jannisaries-nya Ottoman Empire yang marajai Eropa di abad pertengahan. Saat Nina memalingkan mukanya untuk menjawab panggilan adiknya yang muncul dari pintu kamarnya yang dibiarkan terbuka – tiba-tiba Nina menyadari sesuatu.

Cring cring!

Terbukalah pikiran Nina. Adiknya yang baru masuk kuliah tahun lalu itu menyadarkan Nina akan suatu hal. Tumpukan pakaian miliknya telah begitu lama. Sudah mulai dirintis sejak Nina masuk kuliah hingga saat ini dirinya sudah bekerja. Pakaian-pakaian lama yang sudah lebih dari dua tahun tidak dipakai masih tersimpan rapi di dalam lemari. Bahkan kalau dihitung-hitung mayoritas isi lemari sudah setahun tidak dipakai oleh Nina.

Setahun ini Nina memakai pakaian hanya sepertiga dari isi lemari. Boleh dikata yang dua pertiga pakaian sudah tidak menarik lagi baginya. Belum tentu dalam satu atau dua tahun mendatang bakalan dipakainya. Pakaian-pakaian itu sudah berubah menjadi barang antik yang memenuhi lemari. Mereka menghalangi para newbie yang hendak masuk ke dalam lemari. Mereka menghalangi pakaian baru mendapat tempat yang layak di kamar Nina.

^_^

Lewat tengah malam ketika Nina berhasil mereject lebih dari setengah dari isi lemari untuk masuk ke dalam kantong kresek. Adiknya dengan senang hati membantu dengan riang gembira. Kebetulan adik Nina kebagian tugas menjadi koordinator pengumpulan pakaian pantas pakai untuk bakti sosial memperingati lustrum fakultasnya. Dus baju-baju Nina yang kekerenannya sudah tidak diragukan lagi itu bakalan menjadi primadona di pentas bakti sosial.

Kini lemari pakaian Nina buka lowongan untuk pakaian-pakaian baru. Sasirangan dan teman-teman barunya dari Sogo PJV boleh melompat-lompat kegirangan karena mendapat kapling luas di dalam lemari. Pakaian jatah kantor silakan datang. Nina juga siap bila sepupu-sepupunya mengajak membuat jaket bareng-bareng.

“Selalu ada tempat buat hal-hal baru” kata Nina dalam hati sambil bibir mungilnya yang tadinya penuh kemanyunan berubah jadi tersenyum manis.

^_^

Andrew Matthews dalam bukunya Happiness Now mempergunakan pakaian lama sebagai contoh bahwa barang-barang lama yang sudah tidak dipakai lagi akan menghalangi masuknya barang-barang baru. Hidup dengan “sampah” akan menurunkan kualitas hidup kita. Tumpukan barang yang sudah tidak dipakai sejak lima tahun lalu yang membuat rumah kita penuh dan berantakan akan mempengaruhi kesegaran pikiran kita.

Mengapa orang suka berkemah?

Menurut Andrew Matthews pada saat berkemah kita tidak dihadapkan pada tumpukan barang lama seperti bila kita di rumah. Langit yang luas, sungai yang mengalir, lapangan rumput yang hijau, semuanya segar dan fresh. Tidak ada pemandangan sepatu tua yang sudah 5 tahun tidak dipakai. Tidak ada TV tua yang dibiarkan teronggok atau tas tua peninggalan kakek.

Tirulah pohon yang menjatuhkan daun-daun tua & buah yang telah masak atau tirulah sungai yang terus mengalir, begitu anjuran Andrew Matthews. Jangan biarkan hal-hal lama menghalangi hadirnya kecerahan baru. Bila kita bersihkan hal-hal lama, kita memberi kesempatan hal-hal yang baru untuk datang (undil – 13 mei 08)

referensi:
Andrew Matthews, 2007, Happiness Now (Bahagia Sekarang, diterjemahkan oleh Lyndon Saputra, Alvin Saputra), Karisma Publishing Group, Jakarta.





Kala Langit Serasa Runtuh Menimpa Dada


After...


Hiks!
Tak ada yang perlu disesali

asal segalanya tidak dibesar-besarkan,
mau terima kenyataan apa adanya,
sebagai bagian peristiwa yang harus dijalani,
Memang awalnya teramat berat,
tapi yakinlah akan manfaat sang waktu,
jika diri tidak mampu,
biarlah waktu yang akan membantu
untuk menghapus impian yang telah porak-poranda
untuk melupakan segalanya...

Lalu membuatnya jauh lebih terang dari sebelumnya


^_^

NINA GORDON LYRICS

"The End Of The World"

Why does the sun go on shining
Why does the sea rush to shore
Don't they know it's the end of the world
'Cause you don't love me any more

Why do the birds go on singing
Why do the stars glow above
Don't they know it's the end of the world
It ended when I lost your love

I wake up in the morning and I wonder
Why everything's the same as it was
I can't understand, no, I can't understand
How life goes on the way it does

Why does my heart go on beating
Why do these eyes of mine cry
Don't they know it's the end of the world
It ended when you said goodbye

Why does my heart go on beating
Why do these eyes of mine cry
Don't they know it's the end of the world
It ended when you said goodbye


[ www.azlyrics.com ]

sumber: azlyrics.com/lyrics/ninagordon/theendoftheworld

^_^

Setelah dia pergi adalah akhir dunia? Gak juga! Matahari bersinar seperti sebelum dia pergi, demikian juga dengan jantung kita, paru-paru kita masih normal seperti sediakala. Mengapa? Karena akhir dunia itu adanya dalam benak kita. Jadi masalahnya ada dalam benak kita. Harusnya perbaikannya juga dilakukan terhadap benak kita.

Don’t sweat the small stuff, jangan membesar-besarkan masalah kecil. Dia begitu eksis karena kita menganggap dia begitu eksis. Pada kenyataannya kita tidak butuh dia untuk menikmati hidup. Kita baik-baik saja dan mampu menjalani segalanya dengan baik kalau kita mau.

Biarlah waktu yang akan membantu kita melupakan semuanya. Sementara kita terus melangkah maju dan selangkah demi selangkah. Kebahagiaan ada dalam kaki-kaki yang sibuk melangkah sehingga tidak punya waktu lagi mengkhawatirkan hari esok. Jadi nikmatilah hari ini, dan teruslah melangkah maju untuk merengkuh kehidupan. Terjun bebas ke kolam kehidupan dan menikmatinya (undil 11 May 08).




Sisipan:
Lagi ke liburan Jogja, capek jalan-jalan di Malioboro dan pengen rasakan suasana baru?. Cobain tempat wisata kuliner di Pantai Depok Jogja. Gambar-gambar indah di bawah ini adalah gambar lokasi wisata kuliner seafood Pantai Depok. Jalan-jalan akhir pekan untuk melihat keindahan pantai sambil menikmati hidangan masakan laut segar -- Pantai Depok-lah tempatnya.



Pantai Depok



Pantai Depok



Pantai Depok



Pantai Depok



Pantai Depok



Pasar Ikan di Pantai Depok



Pasar Ikan di Pantai Depok



Pasar Ikan di Pantai Depok



Pasar Ikan di Pantai Depok



Pasar Ikan di Pantai Depok



Apaan yang Bau? Kita adalah Orang-orang Sekeliling Kita.

Simak cerita menarik tentang bagaimana lingkungan mengubah kita berikut ini.

Dalam sebuah perjalanan piknik, bis wisata yang kita naiki berhenti di sebuah rumah makan untuk beristirahat. Kita yang telah setengah jam menahan keinginan ke kamar kecil langsung turun dari bis dan bergegas mencari kamar kecil. Tak berapa lama kemudian kita berhasil menemukan sebuah WC umum.


Tapi tunggu dulu!

Saat kita mau masuk ke dalam WC tercium bau pesing menyengat hidung. Kemudian saat kita buka pintunya

Jreeeeengggg...

Tampaklah sebuah pemandangan yang memilukan. Tembok WC yang kusam di sana sini rimbun oleh sarang laba-laba raksasa. Lantai WC dihiasi pulau-pulau lumut hijau plus ceceran tisue yang telah berwarna kecoklatan. Penampakan bak air juga sepertinya sudah setahun tidak dijamah tangan para pembersih WC.

Namun apadaya, keinginan buang air sudah tidak dapat ditahan lagi. Bila ditahan beberapa menit saja bisa-bisa terjadi kejadian gawat dan alamat kita dapat malu besar. Maka dengan sikap gagah perkasa sambil menutup hidung dan menahan rasa mual ingin muntah – kita masuk ke dalam WC. Kemudian dengan susah payah kita berhasil mengunci pintu WC.

Lima menit kemudian semuanya telah selesai. Hmmm tapi ada yang aneh. Bau menyengat sudah tidak terasa menyengat lagi. Emang siy, masih terasa sedikit bau pesing tapi sudah tidak mengganggu lagi. Aneh, kan?.

Saat kita putar anak kunci untuk membuka pintu, Klek! Terdengar suara kunci patah! Whoa! Anak kunci WC patah! Kita tidak dapat keluar! Panik dan mulai menggedor-gedor pintu. Malangnya petugas WC sedang pergi ke tetangga sebelah dan teman-teman kita memilih makan terlebih dahulu sebelum ke WC. Sementara HP kita tertinggal dalam bus. Jadilah baru satu jam kemudian kita berhasil keluar dari WC dengan bantuan petugas WC.

Saat pintu WC berhasil dibuka tampak serentak teman-teman kita menutup hidung.

“Huh! bau banget”

“Iyah! Pesing banget!”

“Hoeeek! alamak gak kuat de!”

“Kasihan banget de lu, terkurung di WC bau!”

Sementara kita malahan kaget!

“Hah! Bau? Bau apaan siy?”

Satu jam berada di WC superbau telah membuat kita berhasil menyesuaikan diri dengan bau yang menusuk hidung. Bau pesing sudah tidak terasa lagi. Segala macam keburukan dan kekumuhan WC seolah telah menyatu dengan diri kita. Kita tak ada lagi bedanya dengan segala bau itu dan tidak bisa lagi merasakannya.

^_^

Cerita adaptasi WC diatas dipergunakan oleh Andrew Matthews dalam bukunya Happiness Now sebagai contoh bagaimana sesuatu yang mengelilingi kita akan mempengaruhi kita.

Bila kita dikelilingi para pemalas, maka lambat laun kita mudah terseret menjadi pemalas dan tidak menyadari bahwa kita telah berubah menjadi pemalas. Demikian juga bila kita dikelilingi tukang mengeluh, tanpa kita sadari kita bisa menjadi tukang mengeluh juga.

Itulah sebabnya bila kita terpaksa hidup dengan orang-orang negatif dalam keluarga atau lingkungan kerja, Andrew Matthews menganjurkan kita untuk menambah teman-teman baru yang positif agar kita tidak terpengaruh. Bila kita dikelilingi orang-orang yang negatif dan menderita, kita perlu mencari tambahan teman-teman yang cerah dan bahagia. Itu adalah salah satu cara untuk memelihara sifat positif dan kebahagiaan dalam diri kita (undil-mei 2008).

referensi:
Andrew Matthews, 2007, Happiness Now (Bahagia Sekarang, diterjemahkan oleh Lyndon Saputra, Alvin Saputra), Karisma Publishing Group, Jakarta.






Puisi Ulang Tahun (3)

Sudah sampaikah pelajaran
tentang pentingya keberanian
dalam mencapai tujuan-tujuanmu.
Yaitu pelajaran tentang seorang pemetik bunga
yang sekian lama mengincar
sekuntum mawar indah di dasar jurang,
tapi dia tak punya cukup keberanian
untuk menuruni jurang.
Hingga suatu hari sadarlah dia,
bahwa semua impiannya harus terkubur
bersama kedatangan seorang pemburu
yang memetik sang mawar untuk dibawa
pulang sebagai penghias rumahnya.

Selamat Ulang Tahun
Semoga bertambahnya umurmu
dihiasi tumbuhnya keberanian dalam dirimu.

tags: puisi ulang tahun


~Puisi Ulang Tahun (1)

~Puisi Ulang Tahun (2)

Kaizen Pinky

Agenda Meeting
Pertamakali mengirim undangan via email kepada beberapa departemen, Pinky hanya mencantumkan bahwa meeting dimulai pkl. 07.15 tanpa urutan agenda acara konsultasi. Akibatnya personil dari departemen yang mendapat giliran pembahasan terakhir harus menunggu berjam-jam hingga gilirannya datang.

Menyadari keluhan dari beberapa manajer yang sering mendapat giliran terakhir sehingga harus menghabiskan waktunya yang sangat berharga untuk menunggu giliran meeting, Pinky memutuskan untuk membuat jadwal tentatif. Berkat jadwal itu setiap personil departemen datang tepat pada saat gilirannya tiba, sehingga dia tidak membuang-buang waktu.

Nama Departemen pada Jadwal Tentatif
Mulanya Pinky menulis jadwal tentatif berupa jam dan nomor kasus tanpa keterangan apapun. Orang harus tahu nomor kasusnya untuk mengetahui jam konsultasi. Nomor kasus ditempatkan Pinky pada file excel di attachment e-mail. File tersebut adalah tabel yang berisi nomor kasus, judul kasus yang dibahas dan departemen yang terkait.

Kemudian Pinky memperbaiki jadwal dengan menambahkan jenis kasus dan nama departemen pada jadwal konsultasi sehingga orang dapat dengan cepat mengetahui jam konsultasi tanpa harus membuka attachment. Pinky juga melengkapi tabel pada attachment dengan ringkasan semua masalah yang akan dikonsultasikan hari itu. Dengan tabel itu pihak-pihak terkait diluar departemen yang mengajukan konsultasi akan memiliki gambaran topik-topik yang akan dibicarakan pada saat konsultasi.

Ringkasan Setiap Kasus
Belakangan Pinky maju lebih jauh lagi. Dia membuat ringkasan terpisah untuk setiap kasus yang dikonsultasikan, mulai dari uraian kasus, rekomendasi penyelesaian sampai ke notulen meeting konsultasi yang telah dilakukan. Berbekal ringkasan tersebut Pinky dapat dengan mudah memantau perkembangan proses penyelesaian kasus.

Dia juga dapat dengan rutin mengecek ke setiap departemen tentang progress dari penyelesaian kasus mereka. Karena ringkasan tersebut langsung diketik pada saat meeting, Pinky tidak perlu bekerja dua kali untuk membuatnya. Paling lambat sehari setelah meeting, Pinky mengirimkan ringkasan kasus pada departemen yang harus menindaklanjuti.

Informasi Close
Banyaknya telepon masuk yang menanyakan apakah kasus mereka telah dinyatakan close membuat Pinky berinisiatif menginformasikan kasus yang telah close lewat email. Dengan informasi tersebut setiap departemen langsung tahu bahwa kasusnya telah close dan sekaligus mengurangi waktu yang dihabiskan Pinky untuk menjawab telepon.

Reminding
Pada awalnya Pinky mengirim reminding kasus-kasus yang masih menggantung penyelesaiannya secara terpisah. Dikirimnya satu persatu lewat e-mail, permintaan untuk segera menyelesaikan kasus tersebut. Akibatnya orang harus mengecek e-mail dari Pinky satu persatu untuk mengetahui apakah kasusnya sudah close atau masih harus ditindaklanjuti.

Seringnya orang datang ke kantornya untuk printing list kasus membuat Pinky berinisiatif mengirimkan list kasus tiap akhir bulan. List tersebut dilengkapi dengan status penyelesaian kasus --- sudah close atau masih in process -- beserta nama penanggung jawab penyelesaiannya. Kini semua departemen tahu kasus-kasus yang telah close dan yang masih harus ditindaklanjuti hanya dengan melihat list-nya tanpa harus menelpon Pinky atau mengecek e-mail satu persatu.

Subyek email
Banyaknya email yang masuk ke mailbox setiap orang membuat Pinky merasa harus mempertajam subyek email agar dapat “bersaing” dengan ratusan email lain. Bila sebelumnya Pinky hanya menulis “Meeting Kasus”, sekarang subyek ditulisnya lebih spesifik “Meeting Kasus No. 351; 365; 378; 379”.

Kini hanya dengan membaca subyek email orang langsung tahu isi email tersebut, sehingga Pinky membantu para “klien-nya” menghemat waktu pencarian email di tengah belantara segala macam email yang membanjiri mailbox mereka.

^_^

Bila Shinichi Kudo bertanya pada Pinky darimana dia belajar Kaizen, pastilah dia malah kaget. Apa itu kaizen? Makanan lezat sejenis shabu-shabu-kah? Ha ha...nggak ding! Pinky pernah mendengar tentang kaizen. Namun yang dia tahu sebatas kaizen adalah manajemen ala Jepang. Tidak lebih dari itu. Pinky tidak tahu jika perbaikan-perbaikan kecil-kecil yang dilakukan terus-menerus hingga proses kerja menjadi jauh lebih efektif & efisien -- yang selama ini dia lakukan -- termasuk kaizen juga.


Pinky lebih banyak belajar dari pengalaman dan dari saran-saran orang disekitarnya daripada dari buku. Menurutnya istilah untuk hal-hal yang dia lakukan bukanlah hal yang penting. Kaizen merupakan keunggulan Jepang di bidang manajemen yang membuatnya mampu menghasilkan produk-produk secara massal dengan harga murah namun berkualitas tinggi -- berbeda dengan perusahaan-perusahaan Amerika yang lebih mengandalkan inovasi-inovasi baru.


Tentang Pluralisme, Aliran Sesat dan Monopoli Kebenaran

Bolehkah kita
menafsirkan
peraturan lalu lintas
sekehendak hati
misalnya dengan
mengendarai mobil
di sisi kanan atau
berhenti waktu lampu
lalu lintas warna hijau
dan jalan terus
waktu lampu merah
dengan alasan
kita sangat suka warna hijau?.

Pantaskan kita menuduh
polisi yang menilang kita
sebagai seorang fundamentalis
yang ingin melakukan
monopoli kebenaran
dan monopoli tafsir
atas peraturan lalu lintas?.

Pantaskan kita mengklaim
penafsiran sesat kita
sebagai hak asasi manusia
dan fenomena pluralitas
yang harus dihormati?

Tentu saja orang yang
melakukan perbuatan itu
tidak akan dipedulikan,
klaimnya diabaikan
dan tetap mendapat
surat tilang!

Agama adalah hal yang
jauh lebih penting
daripada sekedar lalu lintas.
Agama adalah soal
kebahagiaan sejati
di dunia fana
dan soal nasib kita
di kehidupan yang
kekal abadi
di akhirat nanti.

Adalah hal yang wajar
jika aturan-aturan
dalam agama tidak
boleh ditafsirkan
sesuka hati sesuai
selera seseorang.
Karenanya sangat wajar
bila orang yang membuat
penafsiran agama tetapi
bertentangan dengan
ayat-ayat suci
dan sunnah nabi
divonis sebagai orang sesat
dan tidak boleh menyebarkan
ajaran sesatnya karena
akan menjerumuskan
manusia lain ke jalan kegelapan.

Semalam Bersama Cerpen Guy de Maupassant

Hari-hari padat penumpang membuat Shinichi Kudo dan Hattori yang hendak ke kota lain untuk menghadiri pernikahan sepupu Shinichi, hanya kebagian tiket kereta untuk 2 kursi paling belakang, dekat toilet.

Sialnya lagi nomor tersebut telah diisi oleh 2 orang lelaki empat puluhan tahun yang menolak memberikan tempat duduknya karena merasa membayar harga yang sama dengan Shinichi. Padahal tiket mereka adalah tiket berdiri. Setelah sempat ribut selama lebih dari seperempat jam --- karena malu menjadi tontonan penumpang lain --- Shinichi dan Hattori mengalah duduk di lantai gerbong, bersama penumpang lain yang hanya mengantongi tiket berdiri..

“Loisel adalah seorang perempuan muda, menawan, yang hidup di sebuah keluarga sederhana” Hattori tiba-tiba bicara dengan suara keras. Beberapa penumpang menoleh dan memperhatikan Hattori.

“Pada suatu hari suaminya yang pegawai negeri pulang sambil menunjukkan undangan resepsi dari salah seorang menteri. Si Loisel yang ingin menjadi bintang di sebuah resepsi --- yang jarang diikutinya --- berhasil membujuk suaminya untuk membeli sebuah gaun mewah dengan uang tabungan. Bahkan dia berhasil meminjam kalung mutiara dari sahabatnya untuk melengkapi penampilannya. Untunglah semua pengorbanan mereka terbayar lunas seiring tampilnya Loisel sebagai bintang resepsi yang dikagumi semua orang”. lanjut Hattori.

Sejenak kemudian Shinichi tertawa geli setelah menyadari bahwa Hattori sengaja bercerita dengan suara yang keras untuk mengundang penumpang lain mendekatinya. Rupanya dia ingin melupakan kekesalannya dengan cara menghibur para penumpang.

“Sepulang dari pesta, Loisel dan suaminya baru menyadari bahwa kalung pinjaman hilang. Karena dicari kemana-mana – si kalung tidak juga ketemu – maka diputuskan mereka akan bertanggung jawab. Ternyata harga kalung permata adalah 36 000 franc, sementara dia punya warisan dari ayahnya sebanyak 18 000 franc, terpaksalah Loisel meminjam sisanya.

Sejak hari itu Loisel dan suaminya harus bekerja keras membanting tulang dan berhemat untuk melunasi hutang-hutangnya yang berbunga tinggi. Sepuluh tahun kemudian hutang mereka lunas. Namun penderitaan telah merubah penampilan Loisel yang anggun menjadi Loisel yang acak-acakan & pemarah” Hattori melanjutkan ceritanya dengan penuh semangat setelah melihat semakin banyak penumpang yang antusias mengerumuninya. Mimik kesal telah lenyap dari wajahnya, bahkan Hattori seperti ayam habis bertelur yang menularkan “kotek-kotek kegembiraan” pada para pendengarnya.

“Sampai di suatu hari Loisel bertemu dengan sahabat yang pernah meminjamkan kalung kepadanya. Si sahabat heran melihat perubahan Loisel. Setelah diceritakan penyebabnya dia kaget sekali. Karena kalung yang pernah dipinjamkan pada Loisel hanyalah kalung imitasi yang harganya tak lebih dari 500 franc” Hattori menutup ceritanya dengan sebuah senyum lebar. Terdengar suara belasan orang bergumam mengasihani kemalangan Loisel. Beberapa ibu-ibu menggerutu dan menyalahkan Loisel yang ingin tampil melebihi kemampuannya.

^_^

Setengah jam kemudian --- setelah semua pendengarnya puas mengomentari nasib Loisel --- Hattori kembali meluncurkan sebuah cerita baru. Kali ini tentang seorang istri yang gagal membujuk suaminya untuk memasang pemanas ruangan untuk menghangatkan rumah di musim dingin.

Dalam rangka menaklukkan hati suaminya --- si istri diam-diam bergulung-gulung di salju hingga jatuh sakit --- dengan harapan si suami mengira istrinya sakit karena tidak ada pemanas di rumah. Walaupun akhirnya dia mendapat apa yang diinginkan, namun sang istri benar-benar sakit berat dan membuat dokter angkat tangan tak sanggup mengobatinya.

^_^

Sepanjang malam Shinichi terkagum-kagum melihat kemampuan Hattori membalik situasi dongkol karena kehilangan kursi, menjadi kesenangan memukau penumpang kereta dengan cerita-cerita yang mengalir lancar dari mulutnya, seakan dia mengalami sendiri peristiwanya.

Padahal semua bahan cerita berasal buku terjemahan kumpulan cerpen Guy de Maupassant terbitan Obor --- yang baru tadi siang dibelinya. Hebatnya lagi Hattori mampu membawakan cerita seolah-olah tokoh-tokoh cerita hidup dan hadir diantara mereka. Kepiawaian sastrawan Perancis tersebut dalam mengupas sifat-sifat manusia dengan contoh-contoh yang ekstrim --- nampak begitu nyata --- setelah karyanya meluncur lewat mulut Hattori (undil)




Puisi Perpisahan - Setelah Kunang-kunang Lepas



Setelah sang kunang-kunang lepas...

dan aku sendiri
tanpa pelita
di padang nan luas

gelap pekat sunyi sepi
berpayung langit berhias sedikit bintang

Ya Tuhan
ku mengemis
untuk kedua tanganku agar mampu menuntunku
di gelapnya malam


Kumohon ketabahan
untuk kedua kakiku saat tersaruk-saruk
merayapi jalanan berbatu

tanpa ditemani pelita


Kumohon kekuatan
untuk gunakan
pantulan cahaya bintang

di tetes-tetes air mata dukaku
sebagai pelita penerang
untuk temani perjalanan

yang masih panjang terbentang
(undil-bandung)

Bagaimana Cara Memasukkan Jerapah ke dalam Kulkas?

Kemarin sore acara pelatihan di kantor menghadirkan seorang pembicara yang membawakan topik semacam being the best. Salah satu hal yang menarik adalah adanya teka-teki yang dilontarkan oleh si pembicara.

Barangkali teka-teki yang konon berasal dari konsultan internasional ini, telah sering kita dengar, dan kita telah tahu jawabannya. Sore kemarin-pun saat dilontarkan ke peserta, teka-teki dapat dengan mudah dijawab oleh peserta dan si penjawab mendapat hadiah buku (tentu saja buku karya si pembicara).


However, ada yang menarik dibalik teka-teki itu. Menurut pembicara, dibalik teka-teki itu tersembunyi sebuah filosofi. Simplify, kesederhanaan berpikir adalah resep untuk memecahkan teka-teki. Juga tentang adanya hubungan antara teka-teki yang satu dengan teka-teki yang lain.


Konon saat dilontarkan ke sekelompok anak kecil, beberapa teka-teki dapat dijawab oleh mereka. Karena anak kecil memiliki pemikiran sederhana dan belum memiliki sekumpulan informasi yang “menjebak” mereka pada satu pola pemikiran yang rumit. Cara berpikir anak kecil masih sederhana membantu mereka menajwab teka-teki.

Nah, pertanyaannya adalah seperti apakah bunyi teka-teki itu?

Teka-teki-1:
Bagaimanakah cara memasukkan jerapah ke dalam kulkas ?.

Jawaban :
Buka pintu kulkas, masukkan jerapah, kemudian tutup lagi pintu kulkas.
(hihihi! mirip mengajarin anak kecil menyimpan jeruk ke dalam kukas yach?)

Teka-teki-2: Bagaimanakah cara memasukkan gajah ke dalam kulkas?

Jawaban:

Buka pintu kulkas, keluarkan dulu jerapahnya, kemudian masukkan gajah ke dalam kulkas dan tutup kembali pintunya.
(Lagi-lagi mirip mengajarin adik kecil untuk mengeluarkan sayuran layu dari kulkas dan menggantinya dengan sayur-sayuran segar. Jerapah keluarin dulu dung, biar gak desak-desakan dan berantem dnegan gajah ^_^ ).

Teka-teki-3: Raja hutan mengadakan konferensi untuk seluruh binatang hutan. Namun ada satu binatang yang tidak hadir. Binatang apakah itu?

Jawaban:

Tentu saja gajah. Karena beliau sedang bersemayam di dalam kulkas.
(Hehehe... ternyata masih dikaitkan dengan pertanyaan sebelumnya).

Teka-teki-4:
Sebuah sungai dihuni oleh sekelompok besar buaya. Bagaimanakah cara menyeberangi sungai itu tanpa dimakan oleh buaya?

Jawaban:
Berenang aja dech! Kan buayanya lagi pada ikut konferensi! (Wakakaka....lagi-lagi masih ada hubungannya dengan pertanyaan sebelumnya. Fenomena ini mencerminkan masalah-masalah yang kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari kemungkinan besar saling berhubungan. Apalagi bila masalah itu kita alami berulang-ulang).


^_^

Satu lagi yang menarik adalah si pembicara menampilkan joke beda suara sapi gila dan sapi normal. Joke serupa pernah dilontarkan konsultan GMP – David Buckley -- yang waktu itu menerangkan tentang BSE (penyakit sapi gila). Rupanya joke ini telah merambah dunia pelatihan yang tidak ada hubungannya dengan topik persyaratan GMP industri farmasi dan makanan (Undil)


Piye Carane Nglebokke Jerapah Ning Kulkas?

Wingi sore acara pelatihan ning kantor pembicarane trainer sing mulang bab being the best (dadi sing paling apik). Aja dadi wong semenjana. Salah sawijining materi sing menarik yaiku cangkriman sing ditakoake si trainer.

Mungkin awake dewe wis tau krungu lan wis ngerti jawaban cangkriman sing jarene dikarang dening sawijining konsultan internasional. Nalika wingi sore cangkriman iku ditakoake -- ketoke ya sipilitik -- iso di bedhek karo peserta pelatihan. Sing pada njawab ethuk hadiah buku karangane si trainer.


Ana filosofi mranani ning njerone isi cangkriman, yaiku kautaman mikir kanti sederhana. Resep supaya iso njawab cangkriman, yaiku pikiran sing sederhana. Uga ana piwulang liyane, yaiku sesambungan antara cangkriman siji lan sijine, mratelaake anane sesambungan antara masalah siji lan masalah liyane kang diadepi manungsa.


Jarene naliko cangkriman ditakokke marang bocah-bocah cilik, sebagian cangkriman iso di jawab. Sebabe cah cilik pikirane isih sederhana, durung tau krungu informasi sing marakke pikirane rumit.


^_^

Apa tho isining cangkriman iku?

Cangkriman-1

Piye carane nglebokke jerapah ning kulkas?


Jawaban:

Dibukak lawange, dilebokke jerapahe, banjur lawange ditutup meneh.
(persis ngajari bocah TK nyimpen jeruk ning jero kulkas ya?)

Cangkriman-2
Piye carane nglebokke gajah ning njero kulkas?

Jawaban:

Dibukak lawange, dithokke jerapahe, dilebokke gajahe, trus ditutup meneh lawange. (Ojo lali jerapahe dithokke ndisik, ndak suk-suk-an ning jero kulkas, terus malah pada gelut)

Cangkriman-3

Macan si rajaning alas nganaake konferensi kanggo kabeh kewan.
Kewan apa sing ora teka?

Jawaban:
Mesthine wae si gajah, amarga isih ndekem ning njero kulkas. (isih ana hubungane karo cangkriman-2)

Cangkriman-4
Piye carane nyabrang kali sing dianggo omah dening baya cacahe akeh benget?


Jawaban:

Ya garek nglangi, wong bayane lagi pada melu konferensi (Hehehe isih ana sesambungane karo cangkriman sakdurunge. Masalah-masalah sing mbendina awake dewe alami mungkin pada saling berhubungan. Terutama menawa masalah iku kerep awake dewe alami).



^_^

Si trainer uga ngetokke lelucon bedane suara sapi edan karo suara sapi normal. Lelucon iku wis tau tak rungokke nalika pelatihan tentang BSE (kira-kira semacam penyakit sapi edan), sing nglatih jenenge David Buckley, konsultan GMP (good manufacturing practice) ning kantorku. Ketoke lelucon iku saiki wis terkenal, ora mung dianggo dening trainer GMP farmasi lan pangan, nanging uga trainer ilmu-ilmu liyane (undil)