The Terrible Effects of Multitasking

I have read the exciting article about multitasking from a nice-catchy blog of wagenugraha. He offered one rhetoric-question at the beginning of the article. Have you ever experienced when you're doing a task then suddenly there was a disturbance, such as a sudden phone or another tasks that must be addressed immediately ?. Thereafter you feel pretty tiring due to a large energy is needs to return to the original task.


A few days ago, I got another interesting article on mutitasking from motherjones.com The article concerning habits of doing many tasks at one time. Kevin Drum, the writer, explain over multitasking habits of people in these days, e.g., some people contantly checking messages while they socializing with someone else.

Drum told a complaint from his friend, a professor of university. A half of his 60 student of general physics class sits in the back of the room on phone or laptop. The “good” students work on assigments for next classes, but the bad ones are busy with facebook comments.

There are convincing evidences that entrenched multitasking has a long lasting negative effects on cognitive function. According to medical-dictionary, cognitive function is an intellectual process by which one becomes aware of, perceives, or comprehends ideas. It involves all aspects of perception, thinking, reasoning, and remembering.

Clifford Nass, a psychologist from Stanford shown that multitaskers are bad at neither multitasking nor every individual one of the tasks. So, they not just bad at multitasking.

Actually Nass and his colleague were absolutely shocked with the result of the study. The multitaskers are terrible at every aspect of multitasking. They’re bad at passing irrelevant information, fail to keeping information nicely and well organized, and also awkward at switching from one task to another.

Don't Just Clever, It’s Not Enough

Dian and Doni had just graduated from university. Dian took the study of bacteria, while Doni the fungi. Both are willing to work hard and be ready to stay for months in the microbiology laboratory for completed the research.

They are smart students, but Dian’s academic achievement is much prominent than Doni. Dian is a student with a very brilliant academic achievement, and additionally her non-academic achievements are no less convincing.

Cum laude predicate and a wad of certificates of her non-academic achievement make almost all their friends be sure that Dian will steadily moving toward the professional work faster than Doni who his achievement was not so prominent.

However the reality is different with their friends prediction. Just less than a month Doni be accepted to work at a factory of papers. Doni also gets offering of jobs from several companies. Otherwise Dian have need of one year in waiting before gets a job in a little bank. She don’t get any offering of jobs from another companies.

Why?

Bikin Biopori Rame-rame di Acara HUT Serikat Pekerja

Inget tahun kemarin jadi panitia HUT himpunan karyawan #HUTSerikatPekerja

Pengen buat acara yang beda, lain daripada yang lain, bukan yang biasa-biasa saja. Juga tak ingin acara HUT jadi pengulangan acara tahun sebelumnya #HUTSerikatPekerja

Saat mencari-cari materi acara yang Okey untuk hari H perayaan -- terlintas pembuatan biopori rame-rame #HUTSerikatPekerja

Biopori adalah lubang di permukaan tanah dengan diameter 10 cm dan kedalaman satu meter #HUTSerikatPekerja

Biopori diisi sampah organik seperti daun-daunan dan sisa makanan. Sampah itu akan jadi makanan organisme tanah yang membuat lubang-lubang kecil di dinding lubang #HUTSerikatPekerja

Lubang-lubang kecil tersebut dinamakan biopori, dan berperan membantu mempercepat proses penyerapan air hujan ke tanah karena penyerapan bukan hanya vertikal tapi juga horizontal melalui biopori #HUTSerikatPekerja

Biopori bermanfaat mencegah banjir dan membantu memperbanyak cadangan air tanah karena air hujan tidak langsung terbuang ke sungai #HUTSerikatPekerja

Awalnya acara ini terlihat begitu mustahil terwujud #HUTSerikatPekerja

Harga bor biopori @ Rp. 175.000, biaya membeli bor biopori cukup besar karena jumlah karyawan banyak #HUTSerikatPekerja

Akira Kurosawa Film: Kagemusha

In a battle against the clan of enemy, Takeda Singen hit by a gunshot. Singen who was the ruler of the Kai Province had carried out from the battlefield. Before died -- the former candidate for the shogun who will controlled the whole country --ordering his men to kept secret of his death in order to avoid Kai Province being a target of enemies attack.

After the death of Singen, The Council of Kai Province secretly pick up a thief who his face similar to Singen as a fake Singen. The death of Singen will be concealed for 3 years, with the help of the duplicate who would pretend as a respected ruler of Kai Province.

The story have in the film titled Kagemusha which directed by Akira Kurosawa. Kagemusha take the story of the fate of Kai Province after the death of Takeda Singen as a background story.

Donny Irawady, Satpam 1001 Skills

Donny Irawady Laksana adalah seorang satpam di sebuah perumahan. Pekerjaan utama Donny adalah menjaga kemanan di blok 7 perumahan bersama tiga orang temannya. Selama ini Donny dan ketiga temannya dikenal ringan tangan, rela mengerjakan pekerjaan di luar tugas resminya. Mereka tidak hanya menjaga kemanan tetapi juga menjaga kondisi fasilitas umum dan kebersihan lingkungan.

Mereka tak segan mencabut rumput-rumput liar yang tumbuh di trotoar jalan, memastikan tukang sampah mengosongkan semua tempat sampah, membantu memotong pepohonan milik warga yang mulai rimbun, memperbaiki kerusakan kecil pada pagar milik warga, mengganti lampu jalan yang mati hingga mengantar warga yang mendadak sakit ke rumah sakit. Semua itu dilakukan tanpa imbalan. Karena perilaku mereka itulah maka warga sangat senang mempekerjakan Donny dan teman-temannya.

Walaupun tugas utamanya menjaga keamanan, ternyata Donny memiliki keahlian lain yang secara luas diketahui oleh warga.

Buku Islam Liberal 101: Mengenal Islam Liberal untuk Orang Awam


Ada buku bagus yang baru-baru ini terbit. Buku tersebut berjudul Islam Liberal 101. Kode 101 adalah kode yang biasa dipergunakan sebagai kode matakuliah dasar di perguruan tinggi. Jadi buku karya Akmal Syafril yang alumnus Sipil ITB ini cocok buat orang awam yang belum tahu tentang Islam Liberal. Bagi teman-teman yang ingin mengenal Islam Liberal lebih dalam dapat memilih buku ini sebagai referensi.

Apa Kabar Islam Liberal 101

Puisi Ulang Tahun: Bukan Hari Istimewa

Hari ini
Kutahu bukan hari istimewa buatmu,
tak ada yang kau persiapkan,
tak ada yang kau rayakan
untuk peringati hari lahirmu.
Aku tahu persis dirimu,
akan lakukan hal yang lain,
meneliti masa lalumu,
menimbang-nimbang pilihanmu,
merancang masa depanmu.
Doaku untukmu,
semoga tak ragu gapai cita-citamu,
semoga Allah meridhai langkahmu. 
(undil-2011)

Lirik Lagu Keren: D’Masiv Jangan Menyerah

Ketika sesuatu yang telah kita persiapkan sebaik-baiknya tiba-tiba berujung kegagalan karena hal-hal tak terduga. Saat sesuatu lepas dari tangan karena hal-hal yang berada di luar kemampuan kita. Kala sebuah kesalahan kecil membuat sesuatu yang sudah ada di depan mata tiba-tiba terbang menjauh meninggalkan kita. Ya sudahlah. Itu bukan rizki kita. Mudah-mudahan akan menjadi pelajaran yang akan membuat kita lebih baik dari sebelumnya.


D’Masiv Jangan Menyerah

tak ada manusia
yang terlahir sempurna
jangan kau sesali
segala yang telah terjadi

kita pasti pernah
dapatkan cobaan yang berat
seakan hidup ini
tak ada artinya lagi

reff1:
syukuri apa yang ada
hidup adalah anugerah
tetap jalani hidup ini
melakukan yang terbaik

tak ada manusia
yang terlahir sempurna
jangan kau sesali
segala yang telah terjadi

Fabel Kancil Mencuri Timun

Alkisah Sang Kancil yang baru saja diangkat jadi raja hutan kedatangan serombongan gajah yang bertamu sambil membawa anak mereka yang sakit. Semua tabib di hutan telah menyerah, tak mampu mengobati penyakitnya. Badan Si Ajah (Anak gaJah) demam, kepalanya pusing, perut mual dan tidak mau makan, mirip dengan penyakit meriang biasa tetapi tidak kunjung sembuh.




Setelah Sang Kancil memeriksa dengan seksama, tahulah dia bahwa si Ajah telah terserang typhus. Belum ada obat typhus yang dimiliki apotek hutan raya, sehingga hanya ada harapan kecil bagi Ajah untuk sembuh.

Namun sebenarnya ada peluang untuk sembuh, yaitu mendapatkan antibiotik yang telah ditemukan bangsa manusia bertahun-tahun silam.  Sang Kancil tahu ada beberapa keluarga petani yang menetap di pinggir hutan. Mungkin mereka memiliki persediaan antibiotik itu.

Tapi siapakah yang berani meminta antibiotik pada mereka?

Seperti yang diduga Sang Kancil, tak satupun gajah yang berani pergi ke rumah petani untuk meminta antibiotik. Termasuk Sang Gajah Ketua. Si Gajah raksasa paling besar diantara rombongan gajah itu gentar mendengar kata “manusia”. 

Dalam bayangannya, bila dia muncul di depan Pak Tani yang gagah perkasa itu, dia masih beruntung bila hanya ditangkap dan dijadikan kuli pengangkut barang. Kalo lagi sial, hidupnya bakalan berakhir di moncong senapan berburu yang sangat dahsyat itu. Andai di sini ada si biri-biri pemberani, pasti dia mau datang pada petani. Tapi biri-biri tinggal di kota, bukan di hutan ini.

Tidak pilihan lain bagi Sang Kancil selaku cendekiawan sekaligus pemimpin binatang-binatang di hutan raya selain datang sendiri ke rumah petani untuk meminta antibiotik. Maka pada pagi hari yang cerah, dengan diiringi lambaian tangan rakyatnya, Sang Kancil melangkahkan kakinya meninggalkan hutan raya menuju tanah pertanian di pinggir hutan dengan hanya membawa sedikit bekal makanan. Maklum dia sedang diet karena beberapa bulan ini tubuhnya terasa makin tambun saja.

Dengan bantuan peta yang dipinjam dari perpustakaan hutan raya, Sang Raja Hutan tahu jalan paling pendek menuju tanah pertanian. Hanya butuh waktu satu minggu sebelum Sang Kancil menginjakkan kakinya di tepi hutan, padahal bila tanpa bantuan peta bisa mencapai 1 bulan untuk sampai di pemukiman manusia. Wajarlah karena Sang Kancil adalah seorang raja yang suka melakukan inovasi agar segala sesuatunya semakin baik.   Samar-samar dilihatnya kebun tanaman luas membentang di hadapannya.

^_^  property http://duniashinichi.blogspot.com

Setelah melewati kebun kiwi, kebun alamanda, kebun bunga matahari, kebun rapunzel dan kebun lidah buaya, sampailah Sang Kancil di kebun timun yang berbuah lebat. Dipandanginya ratusan timun yang menjuntai dari batang-batang tanaman.

Timun-timun yang panjang dan gemuk, dengan warna hijau segar yang menerbitkan selera. Dilihatnya ada sesosok tubuh yang berdiri membelakangi dirinya. Disangkanya dia adalah Pak Tani.

Sang Kancil menyapa sesosok tubuh itu. Tapi dia diam saja. Sang Kancil mencoba menyapa dengan suara lebih keras, kemudian lebih keras lagi lalu sampai setengah berteriak. Tapi sosok itu masih diam saja. Sang Kancil mendekat dan mencoba menyentuh bahu sosok itu. Tapi celaka. Tangannya menempel pada sosok itu.

Saat tangan yang satunya mencoba membantu melepaskan, justru ikut menempel di sosok itu. Tahulah Sang Kancil bahwa dirinya telah terjebak pada orang-orangan sawah yang telah dilumuri getah nangka yang sangat lengket.

Dia pernah membaca tentang bahaya jebakan orang-orangan sawah itu di salah satu buku di perpustakaan hutan raya. Menurut buku itu seharusnya dirinya tak boleh dekat-dekat sosok mirip manusia itu, karena bisa terperangkap. Tapi terlambat, Kancil baru menyadari setelah terjebak.

Story of Sang Kancil and The Cockroach

One day Sang Kancil met a cockroach named Coro who complain about being hunted by Mr. Farmer in his farmhouse. As he sobbed, Coro said  that he ordered by his friends walked away into the forest solely to ask for advice from Sang Kancil who infamous of his wisdom.

"Hiks ... hiks Sang Kancil ....please help us!. Almost everiday we've been hunted by Mr. Farmer and his family in the kitchen, the sink and the dining room. Whereas we're just looking for food in there and not disturb them at all". Sang Kancil smiling and answer Coro’s questions with a short sentence.

"Come into forest’s library. Please read the books about the food of cockroaches, and the description of farmhouse. After finished those books, please you come back to me".

Dongeng SI Kancil Menolong Keluarga Kecoa yang Diburu Pak Tani


Suatu ketika Kancil bertemu dengan seekor kecoa yang mengadu karena dirinya selalu diburu petani di rumahnya karena dianggap mengganggu. Sambil menangis terisak-isak Si Kecoa menceritakan dirinya diutus teman-temannya berjalan jauh masuk ke dalam hutan semata-mata untuk minta petunjuk Sang Kancil yang tersohor sangat bijaksana.

“Hiks...hiks....begitulah Sang Kancil, aku selama ini diburu-buru oleh Pak Tani dan keluarganya tiap kali ada di dapur dan di ruang makan mereka. Padahal kami hanya mencari makan di sana, tidak berniat mengganggu sama sekali” . Sang Kancil tersenyum menenangkan hati Kecoa, lalu menjawab pertanyaan Kecoa dengan kalimat singkat.

“Masuklah ke perpustakaanku. Baca buku tentang biologi kecoa, lalu baca buku tentang rumah petani. Setelah itu datang lagi padaku”.

Begitulah akhirnya Si Kecoa selama satu minggu penuh ngendon di perpustakaan milik Sang Kancil untuk membaca buku-buku tentang kehidupan kecoa dan tentang rumah petani. Dia bekerja keras memahami dan mencatat point-point penting dari buku yang dibacanya. Kebetulan dia pernah diajar Sang Kancil tentang cara membaca dan memahami buku dengan cepat. Seminggu kemudian dia kembali menghadap Sang Kancil dengan muka muram.

“Wahai Sang Kancil yang bijaksana. Saya telah membaca buku-buku tentang kecoa dan tentang rumah petani di perpustakaanmu. Tapi aku tidak tahu apa gunanya bagiku?. Aku tidak paham bagaimana buku-buku itu bisa mengatasi masalahku sebagai sekelompok kecoa yang dikejar-kejar petani”. Sang Kancil lalu menjawab dengan sabar atas kegagalan Si Kecoa menemukan jalan keluar bagi masalah yang dihadapinya.

“Tahukah kamu apakah yang suka dimakan kecoa?”

Uang Receh

Uang receh adalah uang yang nilainya relatif kecil. Uang kembalian pecahan lima ribu ke bawah kadang kita anggap akan merepotkan karena bikin penuh saku atau dompet. Buat  mereka yang tidak telaten dalam menyimpan uang receh lalu meletakkannya dimana saja, maka mereka akan mendapati uang receh bertumpuk dalam jumlah besar.

Bila uang receh kurang terurus maka dia akan ada dimana-mana. Ada yang di atas meja, di atas lemari, di saku jaket, di dalam tas atau bertumpuk di dalam laci. Uang receh dalam jumlah banyak tentu merepotkan saat kita ingin menggunakannya untuk membeli sesuatu yang nilainya besar. Segepok uang harus dibawa untuk membayarnya.

Namun kadang-kadang kita ingin memiliki uang receh karena kebutuhan tertentu yang bersifat rutin. Seperti bayar parkir atau naik angkot yang ingin kita bayar dengan uang pas. Hal itu saya alami saat ini. Setelah kuliah di UI Salemba, saya harus kuliah lagi di UI Cikini. Biasanya saya naik bajaj ke sana. Bayarnya antara tujuh hingga sepuluh ribu rupiah.

Kalau saya ingin bayar tujuh ribu, maka saya harus menyiapkan satu pecahan lima ribuan dan satu pecahan dua ribuan atau dua pecahan seribuan. Karenanya uang lima ribu dan dua ribu adalah pecahan favorit yang sangat saya butuhkan saat kuliah di UI pada hari Kamis, Jumat dan Sabtu.

Uang pecahan yang saya dapat selama di Bandung dari hari Minggu hingga Rabu akan sangat berguna kala saya kuliah ke UI. Tentunya dengan kondisi seperti itu uang pecahan adalah kebutuhan bagi saya. Uang pecahan bukan lagi merepotkan tapi sangat berguna bagi saya. Bolak-balik kuliah dari Mikrobiologi Klinik UI Cikini ke UI Salemba, IHVCB (Institut of Human Virus and Cancer Biology) atau ke Eijkman (Lembaga Biologi Molekuler Eijkman) sangat terfasilitasi dengan keberadaan uang pecahan untuk membayar bajaj.

Bila kita punya kebutuhan uang receh secara rutin, maka banyaknya uang receh yang kita terima tidak begitu bermasalah. Namun bila kita jarang butuh uang receh, maka ada potensi uang kita akan menumpuk dalam bentuk recehan. Tanpa kita sadari uang kita akan akan mengendap dalam bentuk recehan (Undil -Nopember 2010).