Mekar di tepi selokan
yang dialiri air keruh campur sabun
juga plastik dan sisa sayuran mengapung
yang kadang tersangkut di tubuh mungilmu.
Kau setia berbunga
coba indahi sekelilingmu
jadi setitik warna di tengah kepucatan
walau hanya air keruh makananmu
tak membuatmu cengeng dan cemberut
Kau setia berbunga
tanpa harus dipupuk dan dirawat
tanpa obat anti serangga
atau pagar pelindung dari binatang liar.
Kau segera tumbuh lagi
setelah tubuhmu habis dimakan binatang.
Tersenyum manis kala daun-daunmu
mengenyangkan serangga-serangga kelaparan
Tertawa geli kala bungamu jadi santapan
kelinci liar bersama anak-anaknya yang lucu
Kau setia berbunga
tanpa butuh apa-apa
tanpa harus ini dan itu
tanpa syarat.
berbunga dengan apa adanya
Cerita pendek ringan bernuansa psikologi dan manajemen untuk teman minum teh
Untukmu ilalang berbunga
Label:
Mengenal Diri,
psikologi,
puisi
Puisi Gadis Cantik di Puing-puing Tank Amerika
Bukannya aku suka kekerasan
Bukannya aku suka darah dialirkan
Bukannya aku suka kematian
Bukannya aku suka Ibumu menangisi kepergianmu
Aku tahu semua nilai-nilai kemanusiaan
Aku juga punya kehidupan yang menyenangkan
Aku cantik menawan
Aku setiap hari dipuji dan disayangi
Aku suka berkawan dengan semua orang
Aku tidak suka pertengkaran,
bahkan
Aku tak bisa tidur bila sedikit saja sakiti hati orang
^_^
Tapi......
Mengirim tubuh kalian pulang dalam peti mati
adalah satu-satunya cara akhiri penjajahan atas negeri kami.
(puisi imaginer tentang para pejuang kemerdekaan)
Label:
pluralisme dan kebenaran,
puisi
Puisi tentang Nafsu yang Mempermalukan Diri
Menggelikan yah!
Adidaya yang gembar-gembor demokrasi
ternyata mendukung kekuasaan sekelompok orang
dan menolak pemerintahan resmi yang
menang telak pada pemilu demokratis di Palestina.
Menggelikan yah!
Orang-orang Israel yang datang dari jauh
untuk menjarah tanah-tanah Palestina
mengusir dan membunuh para pemiliknya
dianggap sebagai korban yang harus dibela mati-matian.
Sementara rakyat Palestina yang hanya menginginkan
tanahnya kembali dianggap sebagai pelaku teror.
Menggelikan yah!
Melihat dia sibuk mempermalukan dirinya,
karena sambil berteriak-teriak perang melawan teror,
menjunjung tinggi demokrasi dan hak asasi manusia,
dia mati-matian membela Israel yang menginjak-injaknya.
memperingati 60 tahun penjajahan Israel (1947-2007)
tributed to rakyat Palestina yang tengah berjuang melawan penjajah seperti perjuangan negeri kita tercinta 61 tahun yang silam. Perjuangan yang akhirnya berhasil menghapuskan Hindia Belanda dari peta dunia dan menggantinya dengan Republik Indonesia.
Label:
pluralisme dan kebenaran,
puisi
Bandung Berkabut : What a Wonderful World!
Aku paling seneng kalo pagi-pagi mau berangkat ke kantor turun kabut. Wah rasanya seperti berada di pegunungan yang sejuk dan berudara bersih. Pohon-pohon besar yang berada di jalanan, dan di halaman belakang kantor, menambah kesan seperti berjalan melintasi arboretum (hutan buatan) di pegunungan. Seneng banget loh! Coba bayangkan aku ambil cuti panjang, terus sedang jalan kaki menyusuri jalan setapak menuju kebun anggrek di suatu tempat di dataran tinggi yang sejuk (wahhhh impian siang bolong niy!).
Aku jadi scientist tamu yang sehari-hari bertanggung jawab memperbanyak anggrek dengan kultur jaringan (itu tuh teknik memperbanyak tumbuhan dengan menanam jaringan tumbuhan pada medium yang mengandung nutrien dan hormon pertumbuhan sehingga diperoleh tumbuhan baru dalam jumlah banyak dan seragam, mirip-mirip menanam bakteri pada medium produksi gituh). Tentu saja aku diajari dulu sebelum bisa melakukan sendiri.
Trus aku juga diperbolehkan ambil bagian dalam beberapa proyek penyilangan anggrek dengan perantaraan serbuk sari maupun rekayasa genetika. Pastilah perkebunan anggrek itu memiliki laboratorium kultur jaringan yang tidak kalah dengan laboratorium sejawatnya di UI, UGM atau yang di Amsterdam sekalipun! (wew, tambah ngelantur!). Yang pasti setiap hari aku bisa jalan-jalan diantara ribuan tanaman hijau berhias warna-warni yang menawan dan menebarkan udara sejuk yang menyegarkan paru-paru (Gak usah diceritain kalo weekend bisa rame-rame duduk di sekeliling api unggun, ngobrol sambil ditemani bandrek dan jagung bakar!)
Produk yang dihasilkan perkebunan adalah anggrek-anggrek khas tropis yang sangat eksotis, karena bahan-bahannya yaitu anggrek asli dari alam udah keren dari sononya dan juga akibat cita rasa sang penyilang yang sangat menawan (yaitu aku hihihi! Bercanda gak serius niy!). Anggrek-anggrek itu telah dipesan jauh-jauh hari sebelumnya (Indent!!) oleh para pembeli yang tersebar di seluruh dunia (weleh-weleh! ngimpi kowe yah!).
Stop mimpinya sampai di sini dulu dan bangun hadapi kenyataan (hiks!). Dibawah ini adalah foto-foto Bandung dalam kabut beneran, khususnya di halaman belakang kantorku. Lapangan bola di belakang itu ternyata sangat indah dalam selimut kabut. Lihat aja foto-foto yang diambil pake Olympus FE-110 ini. Selamat menikmati frends.(UNDIL)
Aku jadi scientist tamu yang sehari-hari bertanggung jawab memperbanyak anggrek dengan kultur jaringan (itu tuh teknik memperbanyak tumbuhan dengan menanam jaringan tumbuhan pada medium yang mengandung nutrien dan hormon pertumbuhan sehingga diperoleh tumbuhan baru dalam jumlah banyak dan seragam, mirip-mirip menanam bakteri pada medium produksi gituh). Tentu saja aku diajari dulu sebelum bisa melakukan sendiri.
Trus aku juga diperbolehkan ambil bagian dalam beberapa proyek penyilangan anggrek dengan perantaraan serbuk sari maupun rekayasa genetika. Pastilah perkebunan anggrek itu memiliki laboratorium kultur jaringan yang tidak kalah dengan laboratorium sejawatnya di UI, UGM atau yang di Amsterdam sekalipun! (wew, tambah ngelantur!). Yang pasti setiap hari aku bisa jalan-jalan diantara ribuan tanaman hijau berhias warna-warni yang menawan dan menebarkan udara sejuk yang menyegarkan paru-paru (Gak usah diceritain kalo weekend bisa rame-rame duduk di sekeliling api unggun, ngobrol sambil ditemani bandrek dan jagung bakar!)
Produk yang dihasilkan perkebunan adalah anggrek-anggrek khas tropis yang sangat eksotis, karena bahan-bahannya yaitu anggrek asli dari alam udah keren dari sononya dan juga akibat cita rasa sang penyilang yang sangat menawan (yaitu aku hihihi! Bercanda gak serius niy!). Anggrek-anggrek itu telah dipesan jauh-jauh hari sebelumnya (Indent!!) oleh para pembeli yang tersebar di seluruh dunia (weleh-weleh! ngimpi kowe yah!).
Stop mimpinya sampai di sini dulu dan bangun hadapi kenyataan (hiks!). Dibawah ini adalah foto-foto Bandung dalam kabut beneran, khususnya di halaman belakang kantorku. Lapangan bola di belakang itu ternyata sangat indah dalam selimut kabut. Lihat aja foto-foto yang diambil pake Olympus FE-110 ini. Selamat menikmati frends.(UNDIL)
Halaman Belakang Kantor
Lapangan Tenis di Halaman Belakang
Jalanan Sepi Berkabut
Galunggung (1)
Biru langit Galunggung
Rumput bergoyang menggapaimu
Saat kutiup bunganya
Terbang berhamburan terbawa angin
Kaldera
Kawah raksasamu
Ada pulau samosir di tengah
Ada bangunan mungil di tepinya
Ada rakit untuk berlayar
Air terjun menyembul di antara pepohonan
Hijau daun
Terjalnya bukit-bukitmu
Adalah harmoni
Air dingin menyapu wajahku
Mengalir tanpa henti
dari pancuran alami
yang mengalir lembut dari dalam bumi.
Rumput bergoyang menggapaimu
Saat kutiup bunganya
Terbang berhamburan terbawa angin
Kaldera
Kawah raksasamu
Ada pulau samosir di tengah
Ada bangunan mungil di tepinya
Ada rakit untuk berlayar
Air terjun menyembul di antara pepohonan
Hijau daun
Terjalnya bukit-bukitmu
Adalah harmoni
Air dingin menyapu wajahku
Mengalir tanpa henti
dari pancuran alami
yang mengalir lembut dari dalam bumi.
Label:
Mengenal Diri,
psikologi,
puisi
Galunggung (2)
Saat dipotret
mengapa aku ingin terlihat indah
Keindahan buat siapa?
Adakah pepohonan itu juga
ingin terlihat anggun?
Adakah jurang yang dalam itu
ingin dianggap cantik?
Apakah kawah itu ingin
membuatku terpesona?
Adakah rasa aman di hatiku
ketika diriku dinilai orang lain?
Apakah aku meletakkan harga diriku
di benak orang lain?
Cukupkah aku diterima oleh
diriku sendiri?
Ataukah aku merasa perlu mencari
pengakuan orang lain?
Engkau menawan!
Engkau cerdas!
Engkau dapat diandalkan!
Engkau menyenangkan!
Senang berteman denganmu!
Duhai angin sejuk yang menyapu kulitku
Apakah kau mau berbagi ilmumu?
Aku yakin kau tak hendak merayuku
atau membuatku terpesona dengan tiupanmu.
Engkau tetap bertiup ada atau tak ada aku.
Engkau bertiup karena engkau ingin bertiup.
.
mengapa aku ingin terlihat indah
Keindahan buat siapa?
Adakah pepohonan itu juga
ingin terlihat anggun?
Adakah jurang yang dalam itu
ingin dianggap cantik?
Apakah kawah itu ingin
membuatku terpesona?
Adakah rasa aman di hatiku
ketika diriku dinilai orang lain?
Apakah aku meletakkan harga diriku
di benak orang lain?
Cukupkah aku diterima oleh
diriku sendiri?
Ataukah aku merasa perlu mencari
pengakuan orang lain?
Engkau menawan!
Engkau cerdas!
Engkau dapat diandalkan!
Engkau menyenangkan!
Senang berteman denganmu!
Duhai angin sejuk yang menyapu kulitku
Apakah kau mau berbagi ilmumu?
Aku yakin kau tak hendak merayuku
atau membuatku terpesona dengan tiupanmu.
Engkau tetap bertiup ada atau tak ada aku.
Engkau bertiup karena engkau ingin bertiup.
.
Label:
Mengenal Diri,
psikologi,
puisi
Mengapa Hanya Kau Celupkan Kakimu Siy?
Ini adalah penyakit lama
Hanya mencelupkan kaki
dan gak mau terjun ke dalamnya.
Jadinya walau udah lama
gak meraih apa-apa.
Padahal hidup terlalu singkat
untuk menunggu dan menunggu.
Terlalu indah hanya untuk
merasai percikan-percikan air
dan bukan menyelami kesegarannya.
Ini adalah penyakit lama,
yang baru tersadarkan ketika
melihat pendatang baru yang langsung
meloncat, mencebur, berenang dan menyelam
lalu tiba-tiba telah menggenggam ikan.
Hanya mencelupkan kaki
dan gak mau terjun ke dalamnya.
Jadinya walau udah lama
gak meraih apa-apa.
Padahal hidup terlalu singkat
untuk menunggu dan menunggu.
Terlalu indah hanya untuk
merasai percikan-percikan air
dan bukan menyelami kesegarannya.
Ini adalah penyakit lama,
yang baru tersadarkan ketika
melihat pendatang baru yang langsung
meloncat, mencebur, berenang dan menyelam
lalu tiba-tiba telah menggenggam ikan.
Rahasia Embusan Angin, Belle Prater’s Boy
Kepedihan ada bukan untuk dihindari.
Jangan lari karena dia akan menghantui.
Biarkan dia datang, seperti datangnya
gelap malam setelah terangnya siang.
Kepedihan ada untuk dihadapi,
dengan jiwa jantan dan besar hati.
^_^

Seorang perempuan yang sangat piawai bermain piano selalu iri dan ingin seperti kakaknya yang rupawan. Dia tidak pernah melihat bahwa kakaknya sama sekali tidak bisa bermain piano. Yang ada dalam benaknya adalah menjadi secantik kakaknya. Pergi ke sebuah tempat dimana dia berubah menjadi secantik bidadari. Pergi jauh meninggalkan keluarganya untuk sebuah impian. Pergi jauh meninggalkan anaknya untuk sebuah keinginan. Pergi jauh dan tak akan kembali.
Seorang laki-laki yang gagah dan tampan memiliki istri yang paling cantik di kota. Laki-laki gagah yang sayangnya tidak memiliki hati segagah tubuhnya. Sebuah kecelakaan yang membakar wajahnya telah membuat dia mengurung diri di rumah. Tak ada yang diinginkannya selain wajahnya pulih seperti semula. Ketampanan adalah segalanya baginya. Kepedihan akibat berkurangnya ketampanan telah menghancurkan dirinya. Tidak pernah dipikirkannya bahwa dia memiliki istri yang paling cantik dan juga anak yang mau menerima dirinya. Ketampanan adalah satu-satunya impiannya. Lelaki itu tidak sanggup menghadapi kepedihan.
^_^
Sekitar pukul lima pada Minggu pagi yang hangat Bibi Belle meninggalkan tempat tidurnya dan menghilang dari muka bumi. Semua orang di Coal Station, Virginia memiliki teori tentang apa yang sebenarnya terjadi pada Bibi Belle. Kesempatan untuk mengetahui kisah yang sebenarnya datang bagi Gypsy ketika saudara sepupunya Woodrow -- yang juga anak tunggal Bibi Belle -- pindah ke rumah kakek yang terletak di samping rumah Gypsy. Woodrow sengaja diajak pindah oleh kakek dan neneknya setelah melihat sepeninggal Belle, ayah Woodrow sering mabuk. Sebuah lingkungan yang tidak baik buat perkembangan seorang anak.
Satu hal yang sangat mengherankan Gypsy adalah Woodrow tidak gelisah karena kehilangan ibunya. Anak itu tenang-tenang saja seolah-olah tahu bahwa Ibunya baik-baik saja. Padahal Gypsy sendiri tidak bisa melupakan kematian ayahnya – yang membuatnya kini hidup dengan seorang ayah tiri. Seorang ayah tiri yang baik namun belum bisa diterima Gypsy sebagai ayah barunya.
Gypsy adalah seorang anak perempuan menawan dengan rambut panjang keemasan. Satu hal yang sangat menjengkelkan bagi anak periang itu adalah rambut panjang-nya mengharuskannya dirinya merawat dengan hati-hati dan rumit. Dua kali seminggu dia harus mencuci rambutnya dan akan memakan waktu lama untuk mengeringkannya. Ibunya selalu menolak untuk memotong rambut, karena menurut si Ibu, membiarkan rambut Gypsy panjang dan menawan adalah pesan mendiang ayah Gypsy. Namun anak itu menganggap dirinya seperti tenggelam dalam bayang-bayang rambutnya yang selalu dikagumi orang-orang di sekitarnya.
Woodrow adalah seorang anak-laki-laki dengan baju kedodoran dan topi kebesaran. Mata Woodrow yang mengalami kelainan kadang menjadi bahan ejekan. Namun Woodrow adalah seorang anak yang positif dan pandai bercerita. Kehilangan Ibunya juga bukan merupakan hal yang terlalu buruk bagi dirinya. Bagian buruknya justru dari pertanyaan-pertanyaan dari orang-orang yang ingin tahu kisah tentang kepergian Ibunya. Woodrow juga cukup tabah menerima keberadaan dirinya yang tidak semenawan Gypsy. Kedua saudara sepupu itu berteman baik, dan bersama menjalani kehidupan sekolah & keseharian di kota kecil dekat area pertambangan batubara.
Woodrow gemar menceritakan satu puisi favorit ibunya. Puisi Jalalaudin Rumi ini ditafsirkan sebagai penggambaran peralihan antara dua tempat. Antara masa kanak-kanak dan dewasa. Antara musim panas dan musim dingin. Antara pergantian hari. Juga saat jernih antara tidur dan terjaga. Menurut Woodrow Ibunya tergila-gila dan ingin pergi ke tempat peralihan tersebut. Sebenarnya Ibu Woodrow yang ingin secantik kakaknya – yaitu Ibu Gypsy – ingin pergi ke tempat dimana keinginannya akan terkabul. Sebuah tempat yang menjanjikan Bibi Belle mendapatkan sesuatu yang benar-benar dia inginkan – yaitu kecantikan—bila dia memintanya.
Embusan angin di waktu fajar akan menceritakan rahasia kepadamu
Janganlah tidur kembali
Mintalah apa yang sungguh-sungguh kau inginkan
Janganlah tidur kembali
Orang-orang pergi dan kembali melalui ambang pintu
tempat dua dunia bersinggungan
Pintu itu terbuka lebar
Janganlah tidur kembali
Jalaluddin Rumi, abad ketiga belas.
^_^
Perlahan-lahan Gypsy berhasil mengorek keterangan tentang kepergian Bibi Belle dari Woodrow. Anak itu banyak bercerita tentang Ibunya, juga tentang keinginan Ibunya untuk menjajaki operasi mata Woodrow. Satu-demi satu kartu terbuka. Kebenaran tentang perseteruan Ibu Gyspy dengan adiknya, yaitu Bibi Belle mulai terkuak.
Gypsy mendapati kenyataan bahwa Ayahnya adalah bekas pacar Bibi Belle yang kemudian beralih menjadi suami Ibunya –- karena kecantikan si kakak telah memikatnya. Sebuah kenyataan pahit yang membuat Bibi Belle pergi meninggalkan rumah dan kawin dengan laki-laki pertama yang mau menerima dirinya. Jadilah Bibi Belle kawin dengan seorang laki-laki pekerja tambang yang kemudian melahirkan Woodrow.
Cerita mencapai puncaknya ketika misteri kematian ayah Gypsy terkuak. Sebuah kenyataan pahit yang bertahun-tahun tak pernah dapat diterima oleh Gypsy dan juga orang-orang sekitarnya menghindari untuk membicarakan hal itu pada Gypsy. Kabur dari kenyataan pedih yang justru kemudian muncul dalam bentuk mimpi-mimpi buruk yang sering dialami Gypsy.
^_^
Pada akhirnya kedua anak itu berani menghadapi kenyataan. Bibi Belle telah sengaja meninggalkan Woodrow, seperti halnya ayah Gypsy pergi meninggalkan gadis itu. Kepergian mereka bukan karena mereka tidak mencintai anak-anaknya. Tetapi karena mereka tidak tahan menderita. Tidak cukup tabah untuk menghadapi kepedihan. Derita mereka lebih besar daripada cinta mereka.
Novel yang dapat disebut tipis ini memiliki gaya bahasa yang mudah dicerna. Cara penulis menguak satu-persatu misteri dibalik hilangnya Bibi Belle juga sangat menarik, seolah-olah kita menjadi detektif yang memecahkan sebuah kasus dengan bukti-bukti yang muncul berurutan. Penceritaan dengan gaya “aku” dan tokoh yang bertutur dalam cerita adalah Gypsy, membuat pembaca akan dibawa melihat kehidupan sehari-hari di sebuah kota kecil di dekat area petambangan batubara dari kacamata seorang gadis kecil. Dengarlah komentar salah seorang pembaca yang tercantum di sampul belakang novel ini “Kamu akan suka Rahasia Embusan Angin. Kamu nggak bakal mau meletakkan buku ini sebelum selesai membacanya”. (undil-juni 07)
Judul Buku : Rahasia Embusan Angin (judul asli: Belle Prater’s Boy)
Penulis : Ruth White
Tebal buku : 206 hal
Penerbit : Kaifa, 2003
Biarkan dia datang, seperti datangnya
gelap malam setelah terangnya siang.
Kepedihan ada untuk dihadapi,
dengan jiwa jantan dan besar hati.
^_^

Seorang perempuan yang sangat piawai bermain piano selalu iri dan ingin seperti kakaknya yang rupawan. Dia tidak pernah melihat bahwa kakaknya sama sekali tidak bisa bermain piano. Yang ada dalam benaknya adalah menjadi secantik kakaknya. Pergi ke sebuah tempat dimana dia berubah menjadi secantik bidadari. Pergi jauh meninggalkan keluarganya untuk sebuah impian. Pergi jauh meninggalkan anaknya untuk sebuah keinginan. Pergi jauh dan tak akan kembali.
Seorang laki-laki yang gagah dan tampan memiliki istri yang paling cantik di kota. Laki-laki gagah yang sayangnya tidak memiliki hati segagah tubuhnya. Sebuah kecelakaan yang membakar wajahnya telah membuat dia mengurung diri di rumah. Tak ada yang diinginkannya selain wajahnya pulih seperti semula. Ketampanan adalah segalanya baginya. Kepedihan akibat berkurangnya ketampanan telah menghancurkan dirinya. Tidak pernah dipikirkannya bahwa dia memiliki istri yang paling cantik dan juga anak yang mau menerima dirinya. Ketampanan adalah satu-satunya impiannya. Lelaki itu tidak sanggup menghadapi kepedihan.
^_^
Sekitar pukul lima pada Minggu pagi yang hangat Bibi Belle meninggalkan tempat tidurnya dan menghilang dari muka bumi. Semua orang di Coal Station, Virginia memiliki teori tentang apa yang sebenarnya terjadi pada Bibi Belle. Kesempatan untuk mengetahui kisah yang sebenarnya datang bagi Gypsy ketika saudara sepupunya Woodrow -- yang juga anak tunggal Bibi Belle -- pindah ke rumah kakek yang terletak di samping rumah Gypsy. Woodrow sengaja diajak pindah oleh kakek dan neneknya setelah melihat sepeninggal Belle, ayah Woodrow sering mabuk. Sebuah lingkungan yang tidak baik buat perkembangan seorang anak.
Satu hal yang sangat mengherankan Gypsy adalah Woodrow tidak gelisah karena kehilangan ibunya. Anak itu tenang-tenang saja seolah-olah tahu bahwa Ibunya baik-baik saja. Padahal Gypsy sendiri tidak bisa melupakan kematian ayahnya – yang membuatnya kini hidup dengan seorang ayah tiri. Seorang ayah tiri yang baik namun belum bisa diterima Gypsy sebagai ayah barunya.
Gypsy adalah seorang anak perempuan menawan dengan rambut panjang keemasan. Satu hal yang sangat menjengkelkan bagi anak periang itu adalah rambut panjang-nya mengharuskannya dirinya merawat dengan hati-hati dan rumit. Dua kali seminggu dia harus mencuci rambutnya dan akan memakan waktu lama untuk mengeringkannya. Ibunya selalu menolak untuk memotong rambut, karena menurut si Ibu, membiarkan rambut Gypsy panjang dan menawan adalah pesan mendiang ayah Gypsy. Namun anak itu menganggap dirinya seperti tenggelam dalam bayang-bayang rambutnya yang selalu dikagumi orang-orang di sekitarnya.
Woodrow adalah seorang anak-laki-laki dengan baju kedodoran dan topi kebesaran. Mata Woodrow yang mengalami kelainan kadang menjadi bahan ejekan. Namun Woodrow adalah seorang anak yang positif dan pandai bercerita. Kehilangan Ibunya juga bukan merupakan hal yang terlalu buruk bagi dirinya. Bagian buruknya justru dari pertanyaan-pertanyaan dari orang-orang yang ingin tahu kisah tentang kepergian Ibunya. Woodrow juga cukup tabah menerima keberadaan dirinya yang tidak semenawan Gypsy. Kedua saudara sepupu itu berteman baik, dan bersama menjalani kehidupan sekolah & keseharian di kota kecil dekat area pertambangan batubara.
Woodrow gemar menceritakan satu puisi favorit ibunya. Puisi Jalalaudin Rumi ini ditafsirkan sebagai penggambaran peralihan antara dua tempat. Antara masa kanak-kanak dan dewasa. Antara musim panas dan musim dingin. Antara pergantian hari. Juga saat jernih antara tidur dan terjaga. Menurut Woodrow Ibunya tergila-gila dan ingin pergi ke tempat peralihan tersebut. Sebenarnya Ibu Woodrow yang ingin secantik kakaknya – yaitu Ibu Gypsy – ingin pergi ke tempat dimana keinginannya akan terkabul. Sebuah tempat yang menjanjikan Bibi Belle mendapatkan sesuatu yang benar-benar dia inginkan – yaitu kecantikan—bila dia memintanya.
Embusan angin di waktu fajar akan menceritakan rahasia kepadamu
Janganlah tidur kembali
Mintalah apa yang sungguh-sungguh kau inginkan
Janganlah tidur kembali
Orang-orang pergi dan kembali melalui ambang pintu
tempat dua dunia bersinggungan
Pintu itu terbuka lebar
Janganlah tidur kembali
Jalaluddin Rumi, abad ketiga belas.
^_^
Perlahan-lahan Gypsy berhasil mengorek keterangan tentang kepergian Bibi Belle dari Woodrow. Anak itu banyak bercerita tentang Ibunya, juga tentang keinginan Ibunya untuk menjajaki operasi mata Woodrow. Satu-demi satu kartu terbuka. Kebenaran tentang perseteruan Ibu Gyspy dengan adiknya, yaitu Bibi Belle mulai terkuak.
Gypsy mendapati kenyataan bahwa Ayahnya adalah bekas pacar Bibi Belle yang kemudian beralih menjadi suami Ibunya –- karena kecantikan si kakak telah memikatnya. Sebuah kenyataan pahit yang membuat Bibi Belle pergi meninggalkan rumah dan kawin dengan laki-laki pertama yang mau menerima dirinya. Jadilah Bibi Belle kawin dengan seorang laki-laki pekerja tambang yang kemudian melahirkan Woodrow.
Cerita mencapai puncaknya ketika misteri kematian ayah Gypsy terkuak. Sebuah kenyataan pahit yang bertahun-tahun tak pernah dapat diterima oleh Gypsy dan juga orang-orang sekitarnya menghindari untuk membicarakan hal itu pada Gypsy. Kabur dari kenyataan pedih yang justru kemudian muncul dalam bentuk mimpi-mimpi buruk yang sering dialami Gypsy.
^_^
Pada akhirnya kedua anak itu berani menghadapi kenyataan. Bibi Belle telah sengaja meninggalkan Woodrow, seperti halnya ayah Gypsy pergi meninggalkan gadis itu. Kepergian mereka bukan karena mereka tidak mencintai anak-anaknya. Tetapi karena mereka tidak tahan menderita. Tidak cukup tabah untuk menghadapi kepedihan. Derita mereka lebih besar daripada cinta mereka.
Novel yang dapat disebut tipis ini memiliki gaya bahasa yang mudah dicerna. Cara penulis menguak satu-persatu misteri dibalik hilangnya Bibi Belle juga sangat menarik, seolah-olah kita menjadi detektif yang memecahkan sebuah kasus dengan bukti-bukti yang muncul berurutan. Penceritaan dengan gaya “aku” dan tokoh yang bertutur dalam cerita adalah Gypsy, membuat pembaca akan dibawa melihat kehidupan sehari-hari di sebuah kota kecil di dekat area petambangan batubara dari kacamata seorang gadis kecil. Dengarlah komentar salah seorang pembaca yang tercantum di sampul belakang novel ini “Kamu akan suka Rahasia Embusan Angin. Kamu nggak bakal mau meletakkan buku ini sebelum selesai membacanya”. (undil-juni 07)
Judul Buku : Rahasia Embusan Angin (judul asli: Belle Prater’s Boy)
Penulis : Ruth White
Tebal buku : 206 hal
Penerbit : Kaifa, 2003
Label:
cerita pendek,
Resensi Buku
Biopori Against Kanal Banjir dan Kekeringan
Aku adalah salah satu orang yang tidak sependapat dengan proyek kanal banjir di Jakarta (juga kalau ada proyek serupa di Bandung). Karena menurutku spirit dari proyek itu adalah mengalirkan air secepatnya ke laut. Padahal air hujan adalah anugrah Tuhan untuk manusia yang seharusnya disimpan di dalam tanah.
Seperti yang terjadi pada masa lalu dimana rumah-rumah memiliki halaman yang luas, air hujan akan terserap ke dalam tanah dan menjadi cadangan air di musim kemarau. Atau seperti yang terjadi di hutan hujan tropis, dimana keberadaan pohon-pohon besar membantu air terserap ke dalam tanah, sehingga persediaan air tanah akan melimpah ruah.
Proyek kanal banjir yang konon telah dirancang sejak jaman pemerintahan Hindia Belanda nampaknya sudah ketinggalan jaman, tidak sesuai lagi dengan kondisi saat ini dimana penduduk sering kesulitan mendapatkan air bersih.
Aku lebih setuju dengan proyek pembuatan sumur resapan dan penanaman pepohonan untuk menahan air agar tetap berada di dalam tanah dan tidak terbuang percuma ke laut. Dengan adanya persediaan air di dalam tanah, kelak pada musim kemarau diharapkan tidak akan terjadi kesulitan air bersih .
^_^
Baru-baru ini aku menemukan informasi menarik tentang metode alternatif untuk meresapkan air hujan ke dalam tanah. Aku mendapatkannya dari transkrip wawancara wartawan Republika dengan Kamir Raziudin Brata, peneliti IPB yang memperkenalkan teknologi yang disebut biopori. Biopori adalah teknologi alternatif penyerapan air hujan selain dengan sumur resapan. Istilah beken untuk biopori adalah istana cacing, walaupun sebenarnya penghuni biopori bukan hanya cacing saja.
Teknologinya sederhana, cukup dengan membuat lubang di dalam tanah dengan kedalaman sekitar 1 meter dan diameter kurang lebih 10 cm, kemudian sampah-sampah organik dimasukkan kedalamnya untuk memancing binatang-binatang, semut, cacing atau rayap masuk dan membuat biopori berupa terowongan-terowongan kecil sehingga air cepat meresap. Karenanya walaupun air tekumpul disitu, kondisinya tidak jenuh air yang berarti air cukup, udara cukup, dan makanan tercukupi dari sampah -- yang juga menyebabkan sampah tidak menyebarkan bau. Untuk mencegah orang terperosok, biopori dapat dilengkapi dengan jaring kawat pengaman.
Biopori membuat keseimbangan alam terjaga, sampah organik yang sering menimbulkan bau tidak sedap dapat tertangani, disamping itu kita dapat menabung air untuk keperluan musim kemarau. Penerapan biopori di rumah tangga sangat mungkin dilakukan karena sampah organik dapat dengan mudah ditemukan di dalam rumah.
Caranya dengan memasukkan sampah rumah tangga organik ke dalam biopori setelah memisahkan sampah anorganik ke dalam wadah lain. Dengan cara itu sampah organik yang sering menimbulkan bau tak sedap akan habis dimakan “penghuni” lubang biopori. Pemisahan sampah bermanfaat untuk mempermudah pemulung sehingga mereka tidak perlu mengais-ngais sampah lagi. Pembuatan biopori juga mengurangi aliran air dari halaman rumah satu ke halaman rumah lainnya, atau ke daerah lain yang lebih bawah, yang bisa menyebabkan banjir. Air hujan yang terserap ke dalam lubang biopori juga menambah jumlah cadangan air tanah di daerah itu.
Seperti yang terjadi pada masa lalu dimana rumah-rumah memiliki halaman yang luas, air hujan akan terserap ke dalam tanah dan menjadi cadangan air di musim kemarau. Atau seperti yang terjadi di hutan hujan tropis, dimana keberadaan pohon-pohon besar membantu air terserap ke dalam tanah, sehingga persediaan air tanah akan melimpah ruah.
Proyek kanal banjir yang konon telah dirancang sejak jaman pemerintahan Hindia Belanda nampaknya sudah ketinggalan jaman, tidak sesuai lagi dengan kondisi saat ini dimana penduduk sering kesulitan mendapatkan air bersih.
Aku lebih setuju dengan proyek pembuatan sumur resapan dan penanaman pepohonan untuk menahan air agar tetap berada di dalam tanah dan tidak terbuang percuma ke laut. Dengan adanya persediaan air di dalam tanah, kelak pada musim kemarau diharapkan tidak akan terjadi kesulitan air bersih .
^_^
Baru-baru ini aku menemukan informasi menarik tentang metode alternatif untuk meresapkan air hujan ke dalam tanah. Aku mendapatkannya dari transkrip wawancara wartawan Republika dengan Kamir Raziudin Brata, peneliti IPB yang memperkenalkan teknologi yang disebut biopori. Biopori adalah teknologi alternatif penyerapan air hujan selain dengan sumur resapan. Istilah beken untuk biopori adalah istana cacing, walaupun sebenarnya penghuni biopori bukan hanya cacing saja.
Teknologinya sederhana, cukup dengan membuat lubang di dalam tanah dengan kedalaman sekitar 1 meter dan diameter kurang lebih 10 cm, kemudian sampah-sampah organik dimasukkan kedalamnya untuk memancing binatang-binatang, semut, cacing atau rayap masuk dan membuat biopori berupa terowongan-terowongan kecil sehingga air cepat meresap. Karenanya walaupun air tekumpul disitu, kondisinya tidak jenuh air yang berarti air cukup, udara cukup, dan makanan tercukupi dari sampah -- yang juga menyebabkan sampah tidak menyebarkan bau. Untuk mencegah orang terperosok, biopori dapat dilengkapi dengan jaring kawat pengaman.
Biopori membuat keseimbangan alam terjaga, sampah organik yang sering menimbulkan bau tidak sedap dapat tertangani, disamping itu kita dapat menabung air untuk keperluan musim kemarau. Penerapan biopori di rumah tangga sangat mungkin dilakukan karena sampah organik dapat dengan mudah ditemukan di dalam rumah.
Caranya dengan memasukkan sampah rumah tangga organik ke dalam biopori setelah memisahkan sampah anorganik ke dalam wadah lain. Dengan cara itu sampah organik yang sering menimbulkan bau tak sedap akan habis dimakan “penghuni” lubang biopori. Pemisahan sampah bermanfaat untuk mempermudah pemulung sehingga mereka tidak perlu mengais-ngais sampah lagi. Pembuatan biopori juga mengurangi aliran air dari halaman rumah satu ke halaman rumah lainnya, atau ke daerah lain yang lebih bawah, yang bisa menyebabkan banjir. Air hujan yang terserap ke dalam lubang biopori juga menambah jumlah cadangan air tanah di daerah itu.
Kelebihan lain dari biopori adalah memperkaya kandungan air hujan. Bila sumber air hanya berupa air hujan tanpa tambahan apa-apa berarti kandungannya hanya H2O. Namun setelah diresapkan kedalam tanah lewat biopori yang mengandung lumpur dan bakteri, air akan melarutkan dan kemudian mengandung mineral-mineral yang diperlukan oleh kehidupan.
^_^
Jangan bayangkan lubang biopori hanya bisa dibuat di kampung-kampung yang masih punya halaman luas. Biopori dapat dibuat di rumah yang halamannya terbatas karena ukuran diameternya hanya sekitar 10 cm. Bahkan bisa dilakukan di bangunan-bangunan modern yang halamannya telah di beton atau di semen. Tentu saja harus ada pengorbanan yang dilakukan, yaitu dengan melakukan pelubangan terhadap beton dan semen -- memang memakan biaya -- namun perlu dilakukan karena sangat bermanfaat untuk mencegah banjir dan memperbanyak cadangan air tanah. Pembuatan biopori mungkin tidak cukup dengan himbauan sukarela, tetapi harus dengan sedikit “paksaan” atau jika perlu dengan peraturan daerah. Toh hasilnya akan dinikmati oleh semua penduduk kota.
Sang penemu biopori, Kamir Raziudin Brata adalah seorang peneliti dan dosen di Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan IPB. Pria kelahiran Cirebon memperkenalkan biopori sebagai teknologi untuk mengurangi sampah organik dan mengatasi banjir. Pemkot Bogor telah menyambut baik teknologi Biopori untuk diterapkan di wilayahnya. Pada ulang tahunnya bulan Juni ini, Kota Bogor menargetkan pembuatan lubang biopori sebanyak 22.407 buah.
Kapan Bandung menyusul nih? Tumpukan sampah, lindi dan bau menyengat bisa-bisa tinggal kenangan bila buangan sampah organik dapat dikurangi dengan biopori. Btw adakah diantara calon Gubernur Jakarta yang tertarik untuk bersusah payah “memaksakan” program pembuatan biopori di belantara beton dan semen di Jakarta dan daerah-daerah penyangganya demi mencegah banjir dan menambah cadangan air bersih untuk musim kemarau ? (Undil)
Bahan Tulisan tentang Biopori:
www.republika.co.id
Republika, Minggu, 20 Mei 2007
Wawancara dengan Kamir R Brata
Membangun Istana Cacing
Tulisan lain
~Pengalaman Membuat Lubang Biopori
~Penanganan Banjir dan Sampah: Biopori
Label:
bandung
CRM 197: Vaksin Baru Pencegah Difteri
Penyakit Difteri tidak langsung disebabkan oleh serangan bakteri, tetapi disebabkan oleh toksin yang dihasilkan oleh bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Sebenarnya sifat asli bakteri penyebab penyakit Difteri (C. diphtheriae) tidak menghasilkan toksin, namun sifatnya berubah setelah terinfeksi oleh bakteriophage tertentu.
Bakteriophage adalah virus yang mampu menginfeksi bakteri dan terkadang menyisipkan gen-gennya ke dalam kromosom bakteri sehingga merubah sifat-sifat bakteri yang terinfeksi. Sifat bakteri C. diphtheriae yang tidak berbahaya bagi manusia & tidak menghasilkan toksin berubah menjadi strain yang berbahaya bagi manusia & menghasilkan toksin setelah terinfeksi bakteriophage famili Corynebacteriophage yang mampu menggabungkan gen-nya ke dalam kromosom C. diphtheriae. Corynebacteriophage menyisipkan gen penghasil toksin ke dalam kromosom C. diphtheriae sehingga merubahnya menjadi bakteri penyebab penyakit.
Pada tahun 1972 Uchida dan Pappenheimer untuk pertamakalinya menemukan isolat bakteriophage yang mengkode protein-non toksik – CRM 197 - yang secara imunologi tidak dapat dibedakan dari toksin difteri.
Belakangan diketahui bahwa protein non-toksik tersebut sangat ideal bila digunakan sebagai vaksin melawan difteri. Beberapa kelebihan CRM 197 dibanding vaksin difteri konvensional adalah (1) Secara alami dia bersifat non toksik sehingga tidak membutuhkan detoksifikasi dengan formalin. Dengan demikian dia dapat dimurnikan langsung dari supernatan kultur dan terhindar dari crosslinking dengan pepton seperti yang terjadi pada saat perlakuan formalin pada toksin difteri konvensional. (2) Tidak ada problem penanganan toksin dalam volume besar (3) Tidak ada problem toksoid kembali toksis (reversion to toxicity).
Disamping kelebihan tersebut terdapat kelemahan yang menyebabkan CRM 197 tidak dikembangkan menjadi vaksin baru. Dua kelemahan utamanya adalah (1) Imunogenisitasnya tidak sebaik toksoid difteri konvensional (2) Hasil panen pada kultur cair hanya 5-20 Lf/ml, sangat kecil dibanding toksin yang diperoleh dengan fermentasi konvensional strain PW8 hypertoxinogenic yaitu sekitar 150-250 Lf/ml.
Imunogenisitas rendah kemungkinan disebabkan toksin tidak dapat mengikat NAD+; juga karena molekul itu lebih peka terhadap protease sehingga berpeluang terdegradasi sebelum merangsang terbentuknya antibodi yang kuat pada tubuh. Problem itu dapat dipecahkan dengan adanya penemuan bahwa perlakuan formalin terhadap CRM 197 (yang telah dimurnikan) dapat menstabilkan molekul dan menyebabkan molekul mampu menginduksi antibodi tubuh hingga mencapai protektif level (kadar antibodi yang cukup untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit). Perlu dicatat bahwa perlakuan formaldehid pada CRM 197 hanya dibutuhkan untuk stabilisasi molekul dan bukan untuk tujuan detoksifikasi seperti pada toksin difteri.
Problem hasil panen yang kecil juga dapat dipecahkan dengan penelitian proses penggabungan corynephage ke dalam kromosom bakteri. Ternyata strain PW8 hypertoxinogenic yang digunakan untuk produksi difteri konvensional mengandung 2 phage lysogenic. Hal itu adalah salah satu penyebab produksi toksin yang tinggi, yaitu keberadaan 2 gen tox (bukan hanya 1 gen tox).
Penelitian tersebut juga menghasilkan isolat strain C7 yang mengandung dua phage yang mengkode CRM 197 yang tergabung secara stabil dalam kromosom. Keberadaan 2 phage pada strain baru ini menyebabkan strain C7 mampu menghasilkan panen 60 Lf/ml dalam labu, dan percobaan awal di fermentor menghasilkan 25 – 30 Lf/ml. Selanjutnya optimasi kondisi fermentasi di fermentor berhasil meningkatkan panen menjadi 80 – 90 Lf /ml CRM 197. Dengan nilai panen sebesar itu membuat CRM 197 cukup layak untuk diproduksi pada skala industri.
Dengan preparasi khusus, strain C7 (B197) M1 ditumbuhkan pada fermentor dengan medium semisintetik CY. Setelah kultur berumur 36 jam, bakteri mencapai optical density 20 (590 nm), dan supernatan mengandung sekitar 90 Lf/ml CRM 197. Kemudian bakteri dipisahkan dengan sentrifugasi dan CRM 197 yang terdapat pada supernatan dipekatkan dengan diafiltrasi atau diendapkan dengan ammonium sulfat. Selanjutnya CRM 197 pekat dimurnikan dengan kromatografi DEAE-selulose dan mampu menghasilkan kemurnian diatas 95%. Proses stabilisasi dengan formaldehid dilakukan dengan mengencerkan larutan menjadi 100 Lf/ml dalam 67 mM buffer fosfat, pH 7,8, kandungan lysin 25 mM dan formaldehid 0,7%. Proses ini menghasilkan kemurnian hampir mencapai 100%.
^_^
Saat ini telah dikembangkan produksi skala industri vaksin difteri dengan CRM 197. Biaya produksinya mampu bersaing dengan produksi toksoid difteri konvensional, sehingga tidak ada lagi rintangan dalam mengembangkan vaksin CRM 197.
Trial vaksin baru itu telah dilakukan dengan menggunakan 4 ug dan 8 ug CRM 197/dosis pada vaksin difteri dan tetanus untuk dewasa, dan menunjukkan hasil yang aman dan efektif merangsang imunitas terhadap difteri. Penggunaan CRM 197 untuk vaksin bayi masih dalam taraf pengembangan, karena kendatipun telah dilakukan stabilisasi dengan formalin ternyata potensi vaksin CRM 197 masih lebih rendah dibanding toksoid difteri. Hal itu mungkin disebabkan oleh perbedaan konformasi CRM 197 dengan konformasi wild-tipe toksin, sehingga masih perlu dikembangkan CRM baru dengan imunogenisitas yang lebih baik (diterjemahkan oleh Undil).
Sumber:
Rappuoli Nino, New and Improved Vaccines Against Diphtheria and Tetanus, dalam New Generation Vaccines /edited by Myron M. Levine (et al.) 2nd ed., rev. and expanded, 1997, Marcel Dekker Inc, New York.
Catatan:
Imunogenisitas Vaksin
Kemampuan vaksin menghasilkan kekebalan terhadap penyakit di dalam tubuh.
Supernatan
Pada proses sentrifugasi, supernatan adalah istilah untuk cairan jernih yang berada diatas endapan yang terbentuk di dasar tabung sentrifuge.
Lf/ml
Lf/ml adalah satuan yang menunjukkan kadar toksin. Nilai 1 Lf setara dengan 2.5 ug toksin difteri.
Fermentor
Fermentor adalah reaktor biologi, sebuah tangki/wadah yang biasa digunakan untuk menumbuhkan mikrobia. Kondisi pertumbuhan mikrobia di dalam fermentor dapat diatur sesuai yang dibutuhkan (mis. pengaturan suhu, pH, tekanan, & aerasi).
Bakteriophage adalah virus yang mampu menginfeksi bakteri dan terkadang menyisipkan gen-gennya ke dalam kromosom bakteri sehingga merubah sifat-sifat bakteri yang terinfeksi. Sifat bakteri C. diphtheriae yang tidak berbahaya bagi manusia & tidak menghasilkan toksin berubah menjadi strain yang berbahaya bagi manusia & menghasilkan toksin setelah terinfeksi bakteriophage famili Corynebacteriophage yang mampu menggabungkan gen-nya ke dalam kromosom C. diphtheriae. Corynebacteriophage menyisipkan gen penghasil toksin ke dalam kromosom C. diphtheriae sehingga merubahnya menjadi bakteri penyebab penyakit.
Pada tahun 1972 Uchida dan Pappenheimer untuk pertamakalinya menemukan isolat bakteriophage yang mengkode protein-non toksik – CRM 197 - yang secara imunologi tidak dapat dibedakan dari toksin difteri.
Belakangan diketahui bahwa protein non-toksik tersebut sangat ideal bila digunakan sebagai vaksin melawan difteri. Beberapa kelebihan CRM 197 dibanding vaksin difteri konvensional adalah (1) Secara alami dia bersifat non toksik sehingga tidak membutuhkan detoksifikasi dengan formalin. Dengan demikian dia dapat dimurnikan langsung dari supernatan kultur dan terhindar dari crosslinking dengan pepton seperti yang terjadi pada saat perlakuan formalin pada toksin difteri konvensional. (2) Tidak ada problem penanganan toksin dalam volume besar (3) Tidak ada problem toksoid kembali toksis (reversion to toxicity).
Disamping kelebihan tersebut terdapat kelemahan yang menyebabkan CRM 197 tidak dikembangkan menjadi vaksin baru. Dua kelemahan utamanya adalah (1) Imunogenisitasnya tidak sebaik toksoid difteri konvensional (2) Hasil panen pada kultur cair hanya 5-20 Lf/ml, sangat kecil dibanding toksin yang diperoleh dengan fermentasi konvensional strain PW8 hypertoxinogenic yaitu sekitar 150-250 Lf/ml.
Imunogenisitas rendah kemungkinan disebabkan toksin tidak dapat mengikat NAD+; juga karena molekul itu lebih peka terhadap protease sehingga berpeluang terdegradasi sebelum merangsang terbentuknya antibodi yang kuat pada tubuh. Problem itu dapat dipecahkan dengan adanya penemuan bahwa perlakuan formalin terhadap CRM 197 (yang telah dimurnikan) dapat menstabilkan molekul dan menyebabkan molekul mampu menginduksi antibodi tubuh hingga mencapai protektif level (kadar antibodi yang cukup untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit). Perlu dicatat bahwa perlakuan formaldehid pada CRM 197 hanya dibutuhkan untuk stabilisasi molekul dan bukan untuk tujuan detoksifikasi seperti pada toksin difteri.
Problem hasil panen yang kecil juga dapat dipecahkan dengan penelitian proses penggabungan corynephage ke dalam kromosom bakteri. Ternyata strain PW8 hypertoxinogenic yang digunakan untuk produksi difteri konvensional mengandung 2 phage lysogenic. Hal itu adalah salah satu penyebab produksi toksin yang tinggi, yaitu keberadaan 2 gen tox (bukan hanya 1 gen tox).
Penelitian tersebut juga menghasilkan isolat strain C7 yang mengandung dua phage yang mengkode CRM 197 yang tergabung secara stabil dalam kromosom. Keberadaan 2 phage pada strain baru ini menyebabkan strain C7 mampu menghasilkan panen 60 Lf/ml dalam labu, dan percobaan awal di fermentor menghasilkan 25 – 30 Lf/ml. Selanjutnya optimasi kondisi fermentasi di fermentor berhasil meningkatkan panen menjadi 80 – 90 Lf /ml CRM 197. Dengan nilai panen sebesar itu membuat CRM 197 cukup layak untuk diproduksi pada skala industri.
Dengan preparasi khusus, strain C7 (B197) M1 ditumbuhkan pada fermentor dengan medium semisintetik CY. Setelah kultur berumur 36 jam, bakteri mencapai optical density 20 (590 nm), dan supernatan mengandung sekitar 90 Lf/ml CRM 197. Kemudian bakteri dipisahkan dengan sentrifugasi dan CRM 197 yang terdapat pada supernatan dipekatkan dengan diafiltrasi atau diendapkan dengan ammonium sulfat. Selanjutnya CRM 197 pekat dimurnikan dengan kromatografi DEAE-selulose dan mampu menghasilkan kemurnian diatas 95%. Proses stabilisasi dengan formaldehid dilakukan dengan mengencerkan larutan menjadi 100 Lf/ml dalam 67 mM buffer fosfat, pH 7,8, kandungan lysin 25 mM dan formaldehid 0,7%. Proses ini menghasilkan kemurnian hampir mencapai 100%.
^_^
Saat ini telah dikembangkan produksi skala industri vaksin difteri dengan CRM 197. Biaya produksinya mampu bersaing dengan produksi toksoid difteri konvensional, sehingga tidak ada lagi rintangan dalam mengembangkan vaksin CRM 197.
Trial vaksin baru itu telah dilakukan dengan menggunakan 4 ug dan 8 ug CRM 197/dosis pada vaksin difteri dan tetanus untuk dewasa, dan menunjukkan hasil yang aman dan efektif merangsang imunitas terhadap difteri. Penggunaan CRM 197 untuk vaksin bayi masih dalam taraf pengembangan, karena kendatipun telah dilakukan stabilisasi dengan formalin ternyata potensi vaksin CRM 197 masih lebih rendah dibanding toksoid difteri. Hal itu mungkin disebabkan oleh perbedaan konformasi CRM 197 dengan konformasi wild-tipe toksin, sehingga masih perlu dikembangkan CRM baru dengan imunogenisitas yang lebih baik (diterjemahkan oleh Undil).
Sumber:
Rappuoli Nino, New and Improved Vaccines Against Diphtheria and Tetanus, dalam New Generation Vaccines /edited by Myron M. Levine (et al.) 2nd ed., rev. and expanded, 1997, Marcel Dekker Inc, New York.
Catatan:
Imunogenisitas Vaksin
Kemampuan vaksin menghasilkan kekebalan terhadap penyakit di dalam tubuh.
Supernatan
Pada proses sentrifugasi, supernatan adalah istilah untuk cairan jernih yang berada diatas endapan yang terbentuk di dasar tabung sentrifuge.
Lf/ml
Lf/ml adalah satuan yang menunjukkan kadar toksin. Nilai 1 Lf setara dengan 2.5 ug toksin difteri.
Fermentor
Fermentor adalah reaktor biologi, sebuah tangki/wadah yang biasa digunakan untuk menumbuhkan mikrobia. Kondisi pertumbuhan mikrobia di dalam fermentor dapat diatur sesuai yang dibutuhkan (mis. pengaturan suhu, pH, tekanan, & aerasi).
Label:
pharmaceutical
di Kebisuan
Di kebisuan kita
biarkan hati saling bicara
tanpa canda tawa
tanpa tatapan mata
tanpa sentuhan tangan
Di kebisuan kita
Biarlah hati yang mewakili
keinginan untuk saling mengenali
keinginan untuk saling memahami
keinginan untuk bersama menggapai
kesempurnaan diri
Di kebisuan kita
Biarlah hati yang bicara
dalam hening
(nl juni 07)
biarkan hati saling bicara
tanpa canda tawa
tanpa tatapan mata
tanpa sentuhan tangan
Di kebisuan kita
Biarlah hati yang mewakili
keinginan untuk saling mengenali
keinginan untuk saling memahami
keinginan untuk bersama menggapai
kesempurnaan diri
Di kebisuan kita
Biarlah hati yang bicara
dalam hening
(nl juni 07)
Label:
puisi
Yang Membuat Sakura Masih Bertahan
“Hai Sakura tumben nelpon”
“Biasa nih. Ada sesuatu yang baru!”
“Tentang pekerjaan yang mulai membuatmu tidak bersemangat itu?”
“Yap. Tapi sekarang aku telah menemukan motivasi baru!”
“Bukan karir dan bonus gede kan ?”
“Bukan dong! Dua hal itu sudah kulupakan. Sekarang yang kukejar knowledge! knowledge!”
“Hahaha! Akhirnya kamu menuju kesitu juga!”
“Jujur saja, tinggal itu yang membuatku memiliki semangat kerja!. Nggak ada lagi yang lain”.
^_^
Satu-satunya hal yang membuat Sakura masih bertahan pada pekerjaan sekarang adalah keinginan besarnya untuk mendapatkan knowledge untuk bekal masa depannya. Hanya knowledge yang membuatnya tidak bergeming saat ditawari pindah ke divisi lain ataupun perusahaan lain.
Knowledge yang didapatkannya dari pekerjaan sehari-hari dan dari penerapan temuan-temuan terbaru yang dipelajarinya dari jurnal-jurnal ilmiah. Mempelajari teori, kemudian digunakan untuk memperbaiki proses adalah sebuah ritual baru yang membuat Sakura menikmati pekerjaan saat ini. Tanpa itu, tidak ada lagi yang membuatnya termotivasi. Sakura yakin bekal pengetahuan spesifik tersebut akan membuat posisinya di perusahaan sangat kuat dan akan berguna di masa depan bila dirinya punya kesempatan berkecimpung di level manajerial.
“Biasa nih. Ada sesuatu yang baru!”
“Tentang pekerjaan yang mulai membuatmu tidak bersemangat itu?”
“Yap. Tapi sekarang aku telah menemukan motivasi baru!”
“Bukan karir dan bonus gede kan ?”
“Bukan dong! Dua hal itu sudah kulupakan. Sekarang yang kukejar knowledge! knowledge!”
“Hahaha! Akhirnya kamu menuju kesitu juga!”
“Jujur saja, tinggal itu yang membuatku memiliki semangat kerja!. Nggak ada lagi yang lain”.
^_^
Satu-satunya hal yang membuat Sakura masih bertahan pada pekerjaan sekarang adalah keinginan besarnya untuk mendapatkan knowledge untuk bekal masa depannya. Hanya knowledge yang membuatnya tidak bergeming saat ditawari pindah ke divisi lain ataupun perusahaan lain.
Knowledge yang didapatkannya dari pekerjaan sehari-hari dan dari penerapan temuan-temuan terbaru yang dipelajarinya dari jurnal-jurnal ilmiah. Mempelajari teori, kemudian digunakan untuk memperbaiki proses adalah sebuah ritual baru yang membuat Sakura menikmati pekerjaan saat ini. Tanpa itu, tidak ada lagi yang membuatnya termotivasi. Sakura yakin bekal pengetahuan spesifik tersebut akan membuat posisinya di perusahaan sangat kuat dan akan berguna di masa depan bila dirinya punya kesempatan berkecimpung di level manajerial.
Label:
cerita pendek,
Mengenal Diri
Subscribe to:
Posts (Atom)