Lirik Lagu Puitis: Symphony yang Indah Once Merkel

Simponi yang Indah adalah sebuah lagu berlirik puitis tanpa makna yang dalam, tapi enak untuk didengarkan

^_^

Lagu lama Bob Tutupoly yang dirilis ulang oleh Once Mekel ini bercerita tentang syair dan melodi yang indah. Serangkaian suara harmonis berupa instrumen maupun vokal menghasilkan suara indah yang menghibur hati manusia. That's it!. Sebenarnya sederhana sekali isinya, tanpa  kandungan hikmah yang kaya. Walaupun demikian si penggubah lagu mampu meracik lirik lagu dengan pilihan kata-kata yang puitis dan kuat sehingga menghasilkan sebuah lirik yang cantik. Kemudian dipadukan dengan nada-nada yang indah sehingga lahirlah lagu yang menawan. Suara Once yang melengking tinggi mirip Sting juga membuat aroma puitis lagu ini bertambah kuat.













Menurut oktavita.com, lagu ciptaan Robby Lea ini berhasil memenangkan Festival Lagu Populer Indonesia ke-8 yang digelar tahun 1980, dengan penyanyi Bob Tutupoly.  Setelah  lebih  dari tiga puluh tahun, kini suara emas Elfonda Once Mekel melantunkannya kembali dengan aransemen garapan  Sang Maestro Erwin Gutawa dan diiringi orkestra The City of Prague Philharmonic Orchestra yang memberi kesan megah pada lagu lawas ini. Dengan semua kelebihan itu, sepertinya Simponi yang Indah tidak sukar untuk kembali mengalami masa kejayaan seperti era delapanluluhan.

Singkatnya Symphony yang Indah adalah sebuah lagu tanpa makna yang dalam,  tetapi puitis dan enak didengarkan. 

^_^

SYMPHONY YANG INDAH

Alun sebuah symphony
Kata hati disadari
Merasuk sukma kalbuku
Dalam hati ada satu
Manis lembut bisikanmu
Merdu lirih suaramu
Bagai pelita hidupku

Berkilauan bintang malam
Semilir angin pun sejuk
Seakan hidup mendatang
Dapat ku tempuh denganmu

Berpadunya dua insan
Symphony dan keindahan
Melahirkan kedamaian
Melahirkan kedamaian

Syair dan melodi
Kau bagai aroma penghapus pilu
Gelora di hati
Bak mentari kau sejukkan hatiku

Burung-burung pun bernyanyi
Bunga-bunga pun tersenyum
Melihat kau hibur hatiku
Hatiku mekar kembali
Terhibur symphony
Pasti hidupku 'kan bahagia

sumber lirik: kapanlagi.com 
lukisan musisi turki usmani di venice karya carpaccio diambil dari les-haulz-et-les-bas.com

Manja

Kalau lihat dia,
rasanya jadi ingin manja
Soalnya sorot matanya
sepertinya berkata:

“Hai kamu,
bermanja-manjalah padaku
Aku paling suka
kau jadikan tempat bermanja-manja”

Cerita Lucu Bahasa Jawa: Pitik Mogok Mangan


Bar nganakke pengajian Mbak Dewi ngresiki ruang tamu karo njukuki turah-turahan suguhan sing ora dipangan karo tamune. Salah suwijining panganan yaiku lumpia sajake wis rada lawas. Lumpia iku akeh sing kur dicokot sithik karo tamune, ora dienthekake. Mbak Dewi ngambu lumpia kuwi, banjur celathu menawa lumpiane wis rada banger. Apike dipakakke pithik wae. Ndilalahe pithike Mbak Dewi krungu omongan iku banjur grenengan marang kancane


















Pithik Blorok:  
Wah lumpia sing wis mambu kae mesthi dipakakke aku

Pithik Putih:
Loh njuk ngapa tho?

Pithik Blorok:
Awake dhewe wiwit mbiyen dipakani sing mambu-mambu terus, ora tau sing enak-enak. Mbok pisan-pisan ora sah dienteni mambu!.  Makani barang apik ora iso popiye?

Pithik Putih:
Hooh bener Blo!. Awake dhewe kur diwenehi turah-turahan. Nek ngono mengko ethok-ethok ora doyan mangan wae po?

Pithik Blorok:
Bener Put!. Engko nek diwenehi lumpia dieker-eker wae rasah dipangan.

^_^

Wasan rampung ngresiki ruang tamu, Mbak Dewi njukuk lumpia  sak gegem,  diuncalke ning lemah ben dipangan pithike.  Ananging pithik loro kuwi malah kur ngeker-eker lumpia nganthek sumebar tekan ngendi-endi.  Babar pisan ora gelem mangan.

Weruh pithike ora doyan lumpia, Mbak Dewi  banjur njukuk sega mambu ning pawon. Segane dilebokake ning trempolong ben dipangan pithike. Nanging pithike malah kur nendang-nendang trempolong nganthek segane tumplak. Mbak Dewi bingung, apa sebape pithike ora gelem mangan?.  

Untunge dheweke kelingan nduwe roti tawar lawas sing wis njamur.  Mbok menawa pithike doyan roti. Rotine dijukuk ning nduwur meja, banjur dioncalke ning ngarepe pithike. Ternyata padha wae nasibe karo lumpia banger lan sega mambu. Roti jamuran iku blas ora dipangan karo pithike. Malah ditendang-tendang ngantek kontal ning ndalan. Mbak Dewi kaget marang pokale pithike.

Dumadakan Adhine Mbak Dewi metu saka omah karo nuntun Ponakane sing melet-melet kepedesen merga mangan arem-arem.  “Kowe ki durung doyan pedes Le, wis dilepeh wae arem-areme” celathune marang Ponakane.  Weruh mbokne ponakane yaiku Majda Yulianingrum metu saka omah, Mbak Dewi banjur cerita menawa pithike dho ora doyan mangan.

Majda Yulianingrum:
Wooo, sajake pithikmu padha gering ki, saiki lagi musim Penyakit Tetelo loh!

Mbak Dewi:
Wooo ngono tho, nek ngono digolekke obat apa ya?

Majda Yulianingrum:
Rasah diobati. Dibeleh wae. Soale mengko malah nulari kanca-kancane.

Pithik Blorok kaget banget  krungu usulan dheweke dibeleh wae.  Blorok tambah kaget wasan weruh Pithik Putih ujuk-ujuk notholi lepehan arem-arem.

Pithik Blorok:
Kowe ki piye tho ? Awake dhewe wis nolak mangan sega, kok malah trima mangan lepehan arem-arem ki piye. Rak yo luwih njijiki tho?.

Pithik Putih:
Timbangane dibeleh, aku milih mangan lepehan arem-arem wae.  Ben kowe wae sing ora doyan mangan luwih pantes dibeleh...

Pithik Blorok:
Enak wae.  Aku ya ora gelem dibeleh ki.....  (Pithik Blorok banjur cepet-cepet melu notholi lepehan arem-arem karo mripate merem amarga jijik)

Cerita Anak: Kancil dan Biri-biri Pemberani

"Seorang pemberani bukanlah orang tanpa rasa takut, tapi orang yang tetap maju walaupun hatinya diliputi ketakutan"

^_^

Dalam kisah Sang Kancil terdampar di kota yang terkepung, diceritakan penduduk kota kelaparan karena telah dikepung musuh selama enam bulan. Kancil mengusulkan sebuah strategi untuk menyelamatkan penduduk kota. Pak Walikota setuju dengan taktik Sang Kancil. Taktiknya adalah melepaskan biri-biri gemuk beserta anak-anaknya ke perkemahan musuh. Tujuannya agar musuh mengira kota memiliki persediaan makanan yang melimpah sehingga hewan peliharaan-pun masih gemuk-gemuk karena diberi makan yang cukup.










Sesaat setelah menemukan biri-biri gemuk yang akan dilepaskan ke perkemahan musuh, Sang Kancil bercakap-cakap dengan induk biri-biri. Si Induk tampak ketakutan saat tahu dirinya bakalan dilepaskan ke perkemahan musuh. Sementara ketiga anaknya tampak riang-riang karena membayangkan bakalan mendapatkan rerumputan segar di luar benteng.

"Aduhai sungguh malang nian nasibku dikirim ke perkemahan musuh, entah jadi sate atau gule nampaknya akhir hidupku ada di dapur mereka"  kata Induk Biri-biri

"Dengar Biri-biri. Jikalaupun kamu bertahan di sini, kamu mungkin hanya menunda beberapa minggu atau mungkin hanya beberapa hari sebelum disembelih tuanmu karena mereka saat ini telah kekurangan makanan"

"Yah, aku tahu. Tapi setidaknya aku masih punya pengharapan"

"Dengan tugas ini pun kamu juga punya pengharapan. Lagipula andainya kamu disembelih kamu mati terhormat sebagai biri-biri yang mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan kota"

"Yah, aku tahu itu. Tapi aku takut sekali. Jauh dalam lubuk hatiku aku ingin sekali berarti sudah itu biarlah aku mati. Tapi keinginanku itu kalah oleh rasa takutku"

"Dengarlah sob. Ketakutan itu ada pada diriku juga. Ada juga di dada panglima perang yang gagah perkasa!. Ada di hati Pak Walikota yang bijaksana, juga ada di diri orang-orang yang sedang terkepung di kota ini!. Musuh bisa melakukan apa saja terhadap diri kita bila mereka menaklukkan kota. Seorang pemberani bukanlah orang tanpa rasa takut, tapi orang yang tetap maju walaupun hatinya diliputi ketakutan!" ujar Kancil

Biri-biri mendongakkan kepalanya. Kemudian dia berdesis mengucapkan kata-kata dengan lirih

"Aku tidak punya pilihan lain kecuali menjadi seekor biri-biri pemberani. Biarlah aku mengikuti semua rencanamu. Que sera sera. Apa yang akan terjadi, terjadilah!"

Sang Kancil menepuk-nepuk pundak biri-biri pertanda salut atas keberaniannya yang mulai muncul. Biri-biri mencoba tetap tabah dan memaksakan diri untuk tersenyum. Sesaat kemudian dia ingat pengharapan yang dijanjikan Sang Kancil

"Ngomong-omong  pengharapan apa yang kau tawarkan padaku?"

"Aku akan memberimu ramuan yang membuatmu memuntahkan isi perutmu dalam tiga jam. Biar mereka menyangka kita masih mampu memberi makan jagung dan gabah pada biri-biri sebagai pertanda kita punya persediaan makanan yang melimpah"

"Jadi mereka tidak perlu menyembelih diriku untuk memeriksa isi perutku?"

"Yah benar. Mereka tak perlu menyembelih dirimu untuk melihat apa yang engkau makan. Mudah-mudahan mereka cukup puas dengan melihat jagung dan gabah yang kau muntahkan"

^_^

Maka biri-biri mengajak anak-anaknya untuk memakan jagung dan gabah yang dihidangkan pada mereka. Dia meminta anak-anaknya untuk makan tanpa ragu-ragu untuk membuat perutnya kenyang. Dia mencoba percaya keberhasilan taktik ramuan yang akan membuat dirinya muntah dalam tiga jam. 

Mudah-mudahan sebelum masa tiga jam itu dirinya tidak keburu disembelih oleh pasukan musuh. Namun jikalau dirinya disembelih-pun misinya akan tercapai. Karena musuh akan mendapati jagung dan gabah saat membelah isi perutnya yang merupakan isyarat bahwa di kota ini ada banyak makanan. Musuh diharapkan mendapatkan kesan bahwa kota yang tengah kelaparan ini memiliki gudang-gudang makanan yang melimpah ruah sehingga membatalkan pengepungan karena menganggapnya sia-sia.

Dongeng Si Kancil dan Biri-biri di Kota yang Terkepung

Gara-gara jembatan bambu yang ambrol saat diseberangi Si Kancil – hanyutlah dia terbawa arus sungai yang deras sampai berpuluh-puluh kilometer  ke arah pemukiman penduduk. Sambil terus berpegangan erat pada potongan bambu sisa jembatan yang terseret arus air, Si Kancil mengkipat-kipatkan tangannya agar tubuhnya bergerak menepi. Setelah seharian digoyang-gaying aliran air akhirnya dia terhempas ke sebuah lubang di tepi sungai.



Si Kancil yang terdampar di sebuah lorong kecil yang  pas dengan ukuran  tubuh mungilnya itu mau tak mau terpaksa  masuk lebih jauh ke dalam lorong.  Dia tak bisa keluar melalui sungai karena arusnya  terlalu deras. Maka dengan susah payah dia berjalan perlahan-lahan menelusuri lorong. Setelah setengah hari berjalan dalam kegelapan akhirnya  didapatinya  lorong berujung pada sebuah parit kecil persis di tengah sebuah kota. Saat dirinya keluar dari parit tersebut dilihatnya pemandangan penduduk kota yang sangat mengenaskan.

Bocah-bocah, orang  muda, orang tua, laki-laki maupun perempuan nampak bertubuh kurus kering dan lemah lunglai.  Daun-daun pepohonan sudah gundul, bahkan rerumputan-pun jarang Agaknya mereka habis dimakan oleh penduduk kota. Dari cerita orang-orang yang ditemuinya tahulah Si Kancil bahwa Kota  Urban telah dikepung musuh selama enam bulan sehingga tidak ada pasokan makanan dari luar kota.

Seorang lelaki muda yang bertubuh tegap walaupun mulai terlihat kurus menceritakan semuanya kepada Sang Kancil saat mereka bertemu di Balai Kota. Rupanya orang itu adalah Pak Walikota yang saat ini  rambutnya sering berdiri karena  otaknya berpikir keras mencari jalan keluar dari kekurangan pangan. Dia tidak tahu berapa lama lagi  rambutnya akan berdiri  kecuali Si Kancil mampu memberi solusi. Lumbung jagung dan beras di kota sudah sangat menipis. Kini bahan pangan hanya dibagikan  setiap dua hari sekali. Artinya rakyatnya makan sepiring nasi tiap dua hari sekali.

^_^

Tragedi kekurangan pangan ini berawal dari serangan yang dilakukan musuh terhadap Kota  Urban yang kaya raya ini. Rupanya majunya perdagangan Kota  Urban beberapa tahun belakangan ini dianggap membahayakan perdagangan di kota-kota tetangga.  Kemajuan pesat  itu  terjadi setelah walikota lama yang selama ini mengutamakan para pedagang asing tersingkir. Pak Walikota baru memberi perlakuan lebih adil pada pedagang pribumi.  

Kota Urban adalah kota terbesar di wilayah ini tetapi selama ini miskin. Hal itu karena pemerintah kota memberi fasilitas berlebihan pada para pedagang asing sehingga mereka berhasil memonopoli perdagangan. Akibatnya rakyat Kota Urban tetap miskin sementara para pedagang asing menjadi kaya raya. 

Walikota juga mengijinkan komplotan pedagang asing menjual ganja kepada penduduk kota. Dia juga membiarkan mereka memberi jatah ganja gratis kepada para pegawai negeri. Akibatnya pekerjaan para pegawai kota menjadi amburadul karena hari-harinya diisi dengan mabuk-mabukan ganja. Demikian juga dengan penduduk kota, banyak diantaranya menjadi tukang bengong karena mengisi hari-harinya dengan fly akibat menghisap ganja. 

Namun  setelah walikota lama tersingkir maka perlakuan istimewa pada  komplotan pedagang asing dicabut. Akibatnya  monopoli perdagangan  oleh para pedagang asing juga tamat riwayatnya.  Peredaran ganja juga dilarang. Hal itu berakibat perekonomian Kota Urban maju pesat karena penduduknya pada dasarnya memiliki hobby bekerja keras. Kini tidak ada lagi  diantara mereka yang menghabiskan waktu dengan bengong sambil menghisap ganja.  Hari-hari mereka menjadi produktif menghasilkan barang-barang yang laku dijual. Hanya dalam beberapa tahun perdagangan Kota Urban omzetnya jauh melampaui  kota-kota tetangga.  

Sejumlah besar anggota komplotan pedagang asing yang tersingkir merasa sakit hati.  Terutama sindikat penjual ganja. Mereka kehilangan pasar terbesar barang dagangan mereka. Karena itu mereka berusaha keras menyingkirkan walikota baru. Mereka menggunakan taktik pencitraan buruk terhadap Kota Urban. Dengan modal citra buruk itulah mereka akan  membujuk pemerintah-pemerintah kota asal  mereka agar menyerang Kota Urban. Setelah itu mereka bermaksud mengangkat kembali walikota lama agar kepentingan mereka dapat terlayani.  

Mula-mula mereka bersekutu dengan penegak hukum  yang bisa disuap di negeri mereka.  Lalu mereka menyewa para bandit, begal, kecu, maling dan perampok untuk melakukan aksinya di kota-kota mereka sendiri. Para penjahat  akan mendapat imbalan uang dalam jumlah besar jika mau mengaku sebagai teroris  suruhan  Walikota Urban yang ditugaskan untuk membuat kota-kota pesaing tidak aman. 

Para penjahat bayaran itu juga membuat kerusuhan dengan membakar gedung-gedung dan pasar-pasar.  Setiapkali tertangkap mereka mengaku sebagai teroris  yang dilatih Kota Urban.  Kadang-kadang para perampok biasa yang tertangkap -- sengaja dibunuh oleh penegak hukum dan diumumkan ke masyarakat sebagai para teroris. Para grayak kelas teri yang tertangkap dijanjikan keringanan hukuman jika bersedia mengaku  sebagai teroris. 

Aksi-aksi perampok yang mengaku sebagai teroris itu  juga sengaja dibesar-besarkan oleh koran-koran yang dimiliki komplotan pedagang asing sehingga timbullah kebencian umum terhadap penduduk Kota Urban. Mereka menyangka bahwa para  penjahat bayaran itu benar-benar  teroris binaan  Kota Urban. Setelah fitnah itu sukses maka mudah sajalah bagi para pedagang asing untuk membujuk pemerintah-pemerintah kota  menyerang Kota Urban.


^_^

Balatentara musuh yang jumlahnya berkali-kali lipat tak mampu ditahan oleh pasukan pengawal Kota Urban walaupun persenjataan mereka jauh lebih modern. Ratusan pasukan senapan tidak sanggup menahan puluhan ribu pasukan musuh walaupun musuh hanya bersenjatakan busur panah, tombak dan pedang. Pasukan pengawal kota memutuskan untuk mundur ke dalam Kota Urban yang dibentengi tembok yang tinggi.

Musuh tidak mampu mendekati benteng kota karena pasukan senapan yang berjaga diatas benteng dengan cepat menghujani mereka dengan tembakan peluru-peluru tajam. Sementara musuh hanya bersenjatakan alat perang tradisional tidak mampu menjangkau pasukan senapan yang ada di atas benteng.  Satu-satunya yang dapat dilakukan oleh musuh adalah mengepung Kota Urban sembari berharap Pak Walikota akan menyerah saat seluruh persediaan makanan habis. 

Sudah enam bulan musuh melakukan pengepungan. Namun belum ada tanda-tanda kota akan menyerah. Balatentara musuh yang mengepung sudah mulai gelisah. Mereka heran mengapa Kota Urban mampu bertahan selama itu tanpa pasokan makanan.

Sementara tanpa diketahui oleh para pengepungnya, kondisi Kota Urban sangat menyedihkan. Kekurangan bahan makanan maupun obat-obatan terjadi di seluruh kota. Kini mereka hanya bertahan dengan mengandalkan lumbung padi dan jagung yang sudah mulai menipis. Daun-daunan, tumbuhan, batang tanaman dan umbi-umbian telah mulai dikonsumsi penduduk kota karena jatah makanan yang dibagikan sangat sedikit. Akibatnya jumlah tanaman di kota ini juga telah menyusut dan tidak lama lagi akan ludes.

Sang Kancil yang sepakat akan membantu mengatasi kepungan musuh akhirnya menyarankan suatu strategi pada Pak Walikota. Setelah seharian berdiskusi panjang lebar  dengan Pak Walikota akhirnya beliau menyetujui mencoba taktik Sang Kancil, 

Untuk menjalankan strategi Sang Kancil -- Pak Walikota  harus menyediakan biri-biri yang gemuk beserta anak-anaknya. Setelah seharian dicari-cari di seluruh penjuru kota akhirnya didapatkanlah seekor biri-biri yang gemuk dengan tiga ekor anaknya yang tak kalah gemuk karena mereka dikandangkan di dekat mata air yang penuh lumut. Berkat memakan lumut-lumut yang menempel di bebatuan sekitar matair itulah para biri-biri itu tetap gemuk.

Cerpen Si Kancil Merayu Singa Barong

Alkisah Si Kancil sedang  apes ketika pada suatu sore saat sedang menyelidiki batu-batuan vulkanik dia terpergok oleh Singa Barong yang terkenal bertingkah laku sopan  tapi sangat buas terhadap binatang-binatang pemakan tumbuhan seperti Si Kancil.  Kali ini Si Kancil terpojok pada sebuah dinding bukit batu yang terjal tanpa dapat lari lagi. Singa Barong pelan-pelan menghampirinya dengan gayanya yang anggun seraya berkata:

“Tuan Kantjiel, ini hari sudah gelap. Tidak seharusnja binatang merumput seperti Tuan masih berkeliaran di luar rumah!  Sebutkan alasan Tuan masih berada diluar rumah! Bila dapat Saja mengerti,  maka Tuan akan Saja biarkan pergi! Tapi bila tidak masuk akal maka Tuan akan Saja makan














Sebagai sosok kutu buku yang berpengetahuan luas Kancil tahu persis sifat-sifat  Singa Barong yang dibeberkan panjang lebar pada Kitab Psikologi Carnivora yang dibacanya beberapa tahun silam. Jawaban apapun yang mucul dari mulut Kancil akan dibantah Singa Barong  yang ingin memangsanya. 

Singa Barong hanya sekedar cari-cari alasan saja untuk pembenar dirinya akan  memangsa hewan yang lebih lemah fisiknya seperti Si Kancil. Jadi jawaban tidaklah penting. Langkah yang perlu dilakukan sekarang adalah mempergunakan khazanah ilmu pengetahuan dari buku-buku yang pernah dibacanya untuk merayu Singa Barong agar mengurungkan niatnya memakan Kancil.

“Singa Barong, aku dengar aumanmu sekarang berubah jadi sangat merdu setelah kamu berlatih menyanyi pada burung beo?”  kata Si Kancil mencoba mencari sesuatu yang menarik buat Singa Barong.


Ternyata pilihan topik pembicaraan Sang Kancil tepat sasaran. Singa Barong yang sangat bangga dengan auman yang dianggapnya sangat merdu -- mendadak menjadi sangat senang mendengar pujian Si Kancil. Untuk sejenak dia lupa akan keinginan dirinya memangsa daging Kancil. Dia sangat tertarik mendengar Si Kancil menyebut-nyebut keindahan aumannya.

“Benar sekali Tuan Kantjiel. Saja telah berlatih keras selama satu tahun pada burung beo, dan kini Saja memiliki auman jang boleh dikata tidak akan mengetjewakan pendengarnja” kata Singa Barong dengan hati berbunga-bunga. Tentu saja Si Kancil tambah pede untuk membujuk Singa Barong yang kelihatan sangat tertarik dengan topik pembicaraan.

“Tidak inginkah aumanmu didengar oleh para binatang hutan dengan seksama dan penuh kekaguman?. Tidak inginkah dirimu menjadi pelantun auman yang digemari oleh para penghuni hutan? Aku bisa membuatkan partitur auman istimewa buatmu!”  tanya Kancil langsung to the point menawarkan keuntungan yang akan diperoleh Singa Barong bila bersedia  mengeksplorasi aumannya.

“Mauuuuuuu! Mau banget!!!  Saja ingin sekali mereka mendengarkan Saja mengaum dengan komposisi partitur ciptaan Tuan, sehingga mendjadi sebuah njanjian yang merdu untuk seluruh penghuni hutan!” kata Singa Barong penuh antusias. Singa Barong yang selama ini memendam rasa kesepian karena dijauhi para penghuni hutan sangat berharap auman indahnya akan membuat dirinya lebih dekat dengan mereka.

Sementara Si Kancil juga berlega hati. Dirinya telah berhasil  membujuk Singa Barong untuk melupakan daging kancil yang gurih dan menggantinya dengan mengekplorasi aumannya yang diharapkan akan menghibur penghuni hutan. Kini tiba saatnya Si Kancil membujuk Singa Barong ke tahap berikutnya, yaitu meninggalkan kebiasaan makan binatang-binatang hutan dan beralih menjadi penyantap ikan yang melimpah di sungai di pinggir hutan.

“Dengar Singa Barong! Saat ini para binatang hutan takut mendengar aumanmu! Mereka pada lari terbirit-birit karena takut kau mangsa!. Jadi kalau dirimu mau didengar oleh mereka semua,  harap berhentilah memakan binatang hutan!  Beralihlah menyantap ikan yang melimpah ruah di sungai. Ibaratnya dirimu cukup membuka mulut, mereka akan masuk sendiri saking banyaknya!” kata Si Kancil.

Sejenak Singa Barong merenungkan kata-kata Si Kancil. Dipikirkan untung rugi bila dirinya beralih dari menyantap binatang hutan menjadi menyantap ikan-ikan penghuni sungai. Kalau dipikir-pikir ternyata usulan Kancil memang lebih menguntungkan bagi dirinya. 

SMS Pantun Ucapan Ulang Tahun

Tertangkup sama termakan tanah
terlentang sama terminum embun
Tandem bersama dalam senang dan susah
bahagiaku untukmu di hari ulang tahun

Sobat baik perpendek jalan terpanjang,
siap menolong segala kesulitan
Semoga dirimu dikaruniai umur panjang
semesta ulang tahunmu membahagiakan

Perilaku menyimpang jangan
dibilang beda orientasi
Percikkan smangat ultahmu kawan
doaku langkahmu diridhai Ilahi
(undil-2012)

Lirik Lagu Keren Lenka : Trouble Is A Friend :. Bercinta dengan Masalah

Lagunya simple, sederhana dan gampang dinyanyikan. Liriknya memiliki makna yang dalam, sangat menarik dan mencerahkan. Lirik Trouble is a Friend dari Lenka ini bicara tentang masalah yang kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari.  


Apakah masalah harus dihindari?. Apakah hidup ideal itu adalah hidup yang tanpa masalah?. Pada kenyataannya masalah suka muncul  dalam keseharian kita. Mau tidak mau, suka tidak suka masalah bisa muncul kapan saja. Lenka menyarankan merubah anggapan kita tentang masalah dari semula sebagai musuh menjadi sebagai teman.

Menjadikan masalah sebagai teman adalah perubahan cara pandang kita. Perubahan mindset kita. Dari sesuatu yang harus dihindari dan ditakuti menjadi sesuatu yang kita anggap wajar kehadirannya. Sebuah cara untuk menentramkan diri . Karena kita sulit membuat dunia tanpa masalah, maka cara pikir kitalah yang perlu dirubah dengan menganggap masalah sebagai teman yang hadir untuk hidup bersama kita.

Terkadang masalah bermanfaat bagi kita. Dengan adanya masalah kita dipaksa mempergunakan potensi diri kita untuk mencari cara pemecahannya. Memaksa kita berpikir dan bekerja untuk menyelesaikannya. Oleh sebab itulah masalah secara tidak langsung mengajarkan kepada kita untuk menjadi manusia yang lebih terampil, lebih matang dan sekaligus memaksa munculnya potensi diri kita yang sebelumnya terpendam.

Tentu kita berdoa pada Allah SWT agar kita tidak menghadapi masalah yang terlalu berat untuk kita pikul. Kita juga tidak berharap mendapatkan masalah baik besar ataupun kecil. Namun bila masalah datang, kita bisa menganggapnya sebagai guru yang siap mengajarkan kita untuk memaksimalkan potensi diri yang kita miliki (Undil-2012)

Lyric Lenka : Trouble is a Friend

Trouble will find you
No matter where you go
Oh, oh
No matter if you're fast
No matter if you're slow
Oh, oh
The eye of the storm
Wanna cry in the morn
Oh, oh
You're fine for a while
But you start
To lose control

SMS Ucapan Ulang Tahun untuk Sahabat

Uluwatu berjibun monyetnya
Sangeh tak mau kalah juga
Umurmu setahun nambahnya
Smoga kedewasaanmu juga 

Kutu buku masa depan cerah
jenjang karirnya mantap sarat ilmu
Kereta usia tak dapat dicegah
jadikan megah dengan amal dan ilmu

Senarai Liberal atau Plural sama saja
jauhi kalau ingin damai dalam hati
Sudahi gelisah atas bertambahnya usia
jalani saja dengan senang hati
 
Jangan ragu minta pada Allah
karena Dia senang bila dimintai
Selamat ulang tahun sobat sejati
semoga doa-doamu dikabulkan Ilahi

Silih berganti suka dan duka
anggaplah pergantian siang dan malam
Di hari ulang tahun aku doakan
dirimu penuh kesyukuran dan kesabaran

Jadikan duniamu lebih indah
dengan jauhi paham liberal
Pastikan umurmu penuh berkah
dengan perbanyak pundi amal
 (undil-2012)

Puisi Orang Biasa

Dia yang tak maju-maju
Bukan berarti tidak mampu
Bisa jadi  tak diberi kesempatan
Hingga terpendamlah kecemerlangan

Dia yang biasa-biasa saja
bukan berarti tak sehebat sang bintang
karena bukan hanya kemampuan
tapi juga kesempatan yang menentukan
(undil)

Puisi Pernikahan untuk Sahabat: Keabadian Cinta

Seandainya kamu diberi kesempatan
rubah batu-batu hitam jadi permata,
jadikan nilai-nilai ujianmu A semua,
selesaikan tugas akhirmu sekejap mata,
atau meraih cinta dari sejuta manusia

ITU SEMUA TIDAK ADA ARTINYA!

Dibanding kesempatan yang kau genggam saat ini
untuk letakkan hatimu dalam hatinya,
lalu merasakan apa yang dirasakannya.
Padukan keinginanmu dan keinginannya,
di bingkai keteguhan tempuh jalan suci-Nya.
Muliakan dan bergandengan tangan,
berdua meraih ridha-Nya,
demi kebahagiaan sejati di dunia,
dan KEABADIAN cinta di SURGA.
(Undil-2012- edisi revisi)

Cerita Lucu tapi bukan Si Kancil Mencuri Ketimun

Alkisah Sang Kancil sedang berlatih main teater untuk sebuah pertunjukan besar di Hutan Utopia. Kali ini Sang Kancil harus memerankan Raja Kucing,  yang menjadi tokoh utama dalam pentas itu. Selama sebulan penuh Sang Kancil berguru kepada keluarga kucing anggora agar dapat memerankan Raja Kucing dengan sempurna.



Setelah dirasa cukup berlatih di keluarga kucing anggora, Sang Kancil memutuskan untuk mencoba memerankan kucing di kehidupan nyata. Maka dia berdandan sebagai kucing anggora dan turun ke kampung untuk berperan sebagai kucing di lingkungan manusia.
    
Rumah yang dimasuki oleh Sang Kancil berpenghuni keluarga muda yang baru memiliki bayi kecil bernama Reza. Dia adalah bayi umur 4 bulan yang baru bisa nangis owek owek. Mama Majda Yulianingrum baru kali ini punya bayi, sehingga belum tahu banyak tentang seluk beluk anak bayi.  Kancil masuk rumah sebagai seekor kucing kelabu yang kelaparan dan hendak mencari makan.

Kucing Kancil terus menerus bersuara eow-eow tanpa satu pun penghuni rumah yang tahu maksudnya, kecuali Reza.  Bahasa yang dipergunakan Reza yang owek-owek itu ternyata mirip dengan bahasa kucing yang baru saja dipelajari Sang Kancil.  Jadilah dua makhluk itu dapat nyambung ngobrolnya.

 “Owek-owek”

“Eow-eow”

“Owek-owek-oweek”

“Eow-Eow-Eoooow”

Dua makhluk itu ngobrol dengan seru sampai Mama Majda  bingung karena dikira anaknya nangis terus gak berhenti-berhenti. Padahal sebenarnya Reza sedang mengobrol dengan Kucing Kancil. Mama heran karena sudah dicek Reza tidak ngompol dan tidak pup. Saat diberi nenen juga tidak mau. Jadilah Mama pusing tujuh keliling, akhirnya Reza kembali ditaruh ke dalam box bayi.

Setelah Reza ditaruh ke dalam box bayi, Si Kucing Kancil mendekati Reza untuk melanjutkan obrolan mereka.

“Yi Bayi, aku lapar banget nih. Kamu punya timun gak untuk kumakan?”

“Timun itu kaya apa bentuknya?”

“Itu loh, buah yang bentuknya lonjong panjang, dan kulitnya warnanya hijaur”

“Wooo yang kalo dibelah warnanya merah itu yah?”

“Bukaaaan!  Itu mah semangka namanya. Timun itu yang suka dimakan bareng ayam goreng”

“Ayam goreng itu bentuknya kayak apa?”

“Itu loh yang kalo ditaruh di atas piring ada kaki, sayap dan kepalanya?”

“Woooo ayam goreng itu yang warnanya coklat yah?

“Betul yi”

“Aku tahu sekarang. Timun itu yang suka diiris-iris Mama untuk dimakan setelah makan ayam goreng yah?”

“Betul sekali. Punya gak dirimu?”

“Ada banyak di meja makan. Tapi aku belum bisa ngambilin nih. Aku juga belum bisa bicara pada mamaku. Mama gak mengerti dengan bahasaku. Gimana dung caranya ambil timun buatmu?”

“Udah gini aja. Kamu menangislah sekeras mungkin sampai digendong lagi sama mama kamu. Ntar klo kamu digendong sampai dekat meja makan, tanganmu tunjuk-tunjuk saja ke timun biar diambilin”

“Klo udah diambilin lalu diapain timunnya?”

“Dijatuhin ke lantai di depanku. Nanti aku akan bersuara  eow-eow sambil menyundul-nyundul kaki mamamu”

“Betul juga yah. Kamu pintar sekali Cing”

Kucing Kancil senyum-senyum sendiri karena senang sekali dikira kucing beneran oleh Reza, artinya aktingnya sebagai Raja Kucing saat pementasan nanti bakalan berhasil.

^_^

Seperti skenario Kucing yang sebenarnya adalah Sang Kancil -- Mama Majda cepat-cepat menggendong anaknya saat mendengar suara tangis Reza melengking tinggi. Karena tangisan Reza gak juga berhenti, Mama membawa Reza jalan-jalan keluar kamar. Saat mama berdiri di dekat meja makan tangan Reza menunjuk-nunjuk tumpukan timun di atas piring. Mama dengan cepat mengambilkan seekor timun, biar Reza berhenti menangis. 

Namun setelah timun dipegang Reza, tiba-tiba timun dijatuhkan ke depan kucing yang sedang berada di bawah sambil menyundul-nyundul kaki mama. Mama kaget dengan perbuatan Reza, tapi kemudian tertawa senang melihat ada seekor kucing yang menyantap timun yang dijatuhkan. “Wah anakku pintar sekali, masih bayi udah bisa ngasih makan kucing” ujarnya dengan bangga.

Namun kemudian setelah berpikir sejenak, Mama Majda jadi terheran-heran meilhat Kucing Kancil makan timun. “Mungkin kucing ini udah dibiasakan makan timun sama pemiliknya jadi dia enak aja menyantap ketimun. Wah aku gak boleh kalah sama kucing niy, aku harus lebih rajin makan sayur-sayuran”  pikir Mama.

Hari itu Sang Kancil cukup puas dengan aktingnya sebagai seekor kucing. Sampai saat dia kembali ke Hutan Utopia bayi Reza dan Mama Majda Yulianingrum tidak mengenali dirinya sebagai seekor kancil (Undil-2012)

gambar diambil dari : vincentvangoghgallery.org

tags: cerita lucu, cerita pendek,cerpen, dongeng sang kancil,