Cerita Pendek Manajemen: Think Out of Box


foto: kamera poppy


Adalah Ibing dan Ibang. Dua bersaudara yang bekerja di dua perusahaan yang berbeda namun memiliki tugas serupa. Mereka bertugas mengelola dan memelihara kamar dingin, serta setiap hari melakukan review terhadap recorder suhu kamar dingin.

Namun cara kerja mereka berbeda. Jika Ibang selalu larut dalam rutinitas, Si Ibing secara rutin meluangkan waktu untuk mengambil jarak dari pekerjaan, belajar, mengevaluasi dan melakukan perbaikan.

Ibing bekerja di sebuah perusahaan importir daging dan bertugas menangani 20 kamar dingin tempat penyimpanan daging. Sedangkan Ibang bekerja di perusahaan eksportir ikan yang bertanggung jawab terhadap 20 kamar dingin tempat penyimpanan ikan. Walaupun cara kerjanya berbeda, keduanya sama-sama teliti, terampil dan memiliki kecepatan yang sama dalam menyelesaikan pekerjaan.

Bila ada penyimpangan mereka dengan sigap mengundang bagian teknik untuk melakukan perbaikan. Selama masih terjadi gangguan suhu, mereka memantau dengan ketat kualitas barang yang tersimpan di dalam kamar dingin untuk memastikan bahwa semua barang dalam kondisi segar dan tidak mengalami kebusukan. Mereka juga membuat laporan bulanan kondisi kamar dingin untuk direview oleh bagian QC.

^_^

Alkisah lima tahun kemudian terlihat perbedaan nyata antara kamar dingin Ibang dan kamar dingin Ibing. Kamar dingin Ibing jarang sekali mengalami gangguan dan jika terjadi gangguan akan cepat teratasi. Jumlah gangguan yang terjadi di kamar dingin Ibing jauh menurun dibanding lima tahun lalu.

Kontras dengan milik Ibing, kamar dingin Ibang masih seperti yang dulu. Jumlah gangguan dan lama perbaikan masih sama dengan lima tahun lalu. Ibang tidak banyak melakukan perbaikan pada kamar dinginnya. Dia lebih banyak berfungsi sebagai pengisi formulir data yang rapi dan tidak tertarik untuk melihat lebih jauh sesuatu di balik grafik-grafik suhu yang tercetak di kertas recorder.

Pengetahuan Ibang tentang kamar dingin-pun nyaris sama dengan sekian tahun silam. Dia tidak banyak belajar tentang teori-teori kamar dingin dan mempergunakannya untuk menuntaskan permasalahan yang dia hadapi sehari-hari. Ibang sepenuhnya bergantung pada orang-orang teknik untuk melakukan perbaikan bila terjadi gangguan kamar dingin.

Berbeda dengan Ibang, Si Ibing banyak belajar tentang kamar dingin. Dia rajin mencatat setiap gangguan dan berdiskusi dengan bagian teknik tentang penyebabnya. Catatan-catatan Ibing dalam dua tahun telah menjadi database kondisi kamar dingin yang berisi jenis-jenis kerusakan, ciri-cirinya dan cara perbaikannya. Kemudian Ibing bergerak lebih jauh untuk mengatasi masalah dengan menghilangkan akar penyebabnya.

Komponen-komponen mesin yang lemah diganti dengan yang berkualitas lebih baik. Kegiatan pemeliharaan rutin disesuaikan dengan kondisi terkini mesin dan diarahkan untuk mencegah terjadinya gangguan. Lalu lintas barang ke dalam kamar dingin-pun di atur untuk meminimalkan gangguan terhadap suhu. Tak heran dalam jangka lima tahun -- kondisi kamar dingin Ibing telah berubah menjadi jauh lebih baik.

^_^

Ibing tahu persis apa yang harus dilakukan agar dapat terus berkembang di pekerjaan adalah thinking out of box. Berpikir tanpa dibatasi kebiasaan-kebiasaan rutin sehari-hari.

Pada intinya dirinya tidak boleh terjebak pada rutinitas. Dirinya harus meluangkan waktu untuk berpikir tentang masa depan. Tentang peluang-peluang yang harus dia temukan di celah-celah pekerjaan sehari-hari.

Tanpa berusaha untuk mengambil jarak dengan kesibukan sehari-hari seperti mereview recorder dan mengatur posisi barang di kamar dingin -- dirinya bakalan beku, tidak berkembang dan terjebak pada rutinitas. Dia hanya akan mengulang-ulang hari-harinya, bukan berkembang dari hari ke hari. Dia hanya akan punya pengalaman satu hari yang terus diulang-ulang hingga bertahun-tahun.



Akibatnya meskipun dia sudah bekerja selama satu tahun, tapi sebenarnya dia hanya punya pengalaman kerja sehari yang diulang-ulang seolah-olah telah satu tahun. Lain halnya bila dia sejenak mengambil jeda, berhenti sejenak untuk mengevaluasi –- semuanya akan terlihat lebih jernih.

Kelemahan-kelemahan dan peluang-peluang akan terlihat lebih jelas bila dia rela meluangkan waktu untuk membuat evaluasi. Perbaikan hanya dapat dilakukan bila dia mengambil jarak dari rutinitas.

Thinking out of Box juga berarti Ibing harus menambah pengetahuan yang dimiliki. Bisa dari orang-orang yang lebih ahli atau lebih berpengalaman. Bisa juga ilmu didapat dari buku-buku ataupun sumber informasi lain seperti browsing dari internet.

Dengan bekal tersebut, Ibing tidak perlu mengulang kesalahan orang lain untuk mendapatkan pengetahuan baru. Dia cukup menyerap pengetahuan yang telah dimiliki orang lain untuk diterapkan pada pekerjaan sehari-hari (Undil – Juni 2009).


Puisi untuk Sahabat: Sungguh Sulit Membencimu!

Walaupun kau merebut sesuatu yang kuincar
Sungguh sulit membencimu!

Kamu baik
Kamu baik banget sama aku

Kamu suka menolong
Kamu banyak banget membantuku

Kamu tulus
Aku tahu pasti gak tersimpan maksud buruk
dibalik semua tindakanmu padaku

Kamu sibuk
Tapi kau selalu mau luangkan waktu untukku

Kamu setia
Kamu bela aku habis-habisan saat orang lain
menjelek-jelekkan aku di belakangku

Kamu polos
Kamu sama sekali tidak sadar bahwa
aku telah kecewa karena peristiwa itu
dan tidak lagi sepenuhnya berdiri di sampingmu

Tapi sungguh sulit membencimu!
Sungguh sulit membenci orang sebaik kamu!
Alangkah sulitnya membenci orang sepolos kamu!
Separuh hatiku masih ada bersamamu
dan diam-diam aku masih senang kau
berada di sekelilingku!
Sekali lagi aku ingin aku bilang
sungguh sulit membencimu!
Tetaplah jadi dirimu yang sulit kubenci!

TV di Warung Makan untuk Siapa?


Aku dan kamera

Shinichi Kudo memasuki warung makan -- ketika Ibu pemilik warung dan asistennya sedang asyik menonton TV di salah satu meja yang kosong. Ada enam meja di warung yang ruangannya berbentuk T itu. Kebetulan ada dua meja di depan TV yang kosong. Meja-meja lain terisi oleh pengunjung yang sedang menikmati hidangan.

Seperti biasa acara TV yang dilihat Si Ibu pemilik warung adalah sinetron. Entah apa judulnya, yang jelas bintangnya udah sering banget muncul di sinetron lainnya. Setelah Shinichi memesan nasi goreng dan teh manis panas, Si Ibu dan asistennya beranjak dari tempat duduknya untuk menyiapkan pesanan Shinichi.


Sindentosca di Hut Himpunan Karyawan

Shinichi sengaja memilih bangku yang di mejanya tergeletak remote control. Dia tahu persis apa yang harus dilakukan. Memindahkan acara TV dari sinetron ke acara lain!. Entah live musik atau news!. Pokoknya dipindah!

Kalau channel TV tidak segera dipindahkan -- bisa-bisa Si Ibu dan asistennya akan kembali menonton sinetron setelah selesai mempersiapkan pesanan Shinichi – dan Hiks! Shinichi terpaksa ikut mendengarkan percakapan-percakapan sinetron selama dia menikmati makan malam. Jail juga yah he he he.....



Panitia: ida nurnaeni dan etna

Namun jurus “tidak mau mendengar sinetron saat makan di warung” itu tidak selalu berhasil dilakukan. Jika ada pengunjung warung yang tampaknya ikut menikmati sinetron, Shinichi tak enak hati untuk memindahkan channel ke acara musik. Apalagi bila si pengunjung terlihat sedang ngobrolin sinetron dengan si pemilik warung. Makanya Shinichi selalu celingak-celinguk melihat gelagat para pengunjung lain.

Bila mereka tampak asyik dengan piring makan, asyik sms-san atau ngobrol dengan teman makan – maka Shinichi tak ragu memindahkan channel. Namun jika mereka terpaku ngliatin TV, apalagi sambil mendiskusikan acara TV, Shinichi terpaksa merelakan dirinya makan berteman sinetron.


Robot Percussion Calung di HUT Himpunan Karyawan

Kalau Shinichi ragu apakah seorang pengunjung warung sedang menikmati TV atau gak -- maka dia menanyakan pada mereka apakah boleh channelnya dipindah. Dan mereka biasanya mereka akan langsung mengiyakan.

Terkadang kalau warung lagi kosong dan si Ibu plus para asistennya terlihat asyik banget menikmati sinetron, Shinichi tidak tega untuk memindahkan channel saat mereka pergi untuk menyiapkan makanan.

Ntar mereka ketinggalan cerita -- kan kasihan. Apalagi kalo lagi adegan yang menegangkan – wah kasihan banget kalo disensor sama Shinchi terus diganti acara wawancara khusus dengan Boediono misalnya. Bisa-bisa mereka harus menelpon temannya sesama penggemar sinetron agar dapat terus mengikuti jalan cerita sinetron.


Panca (presenter) dan Poppy Patricia (Rally Foto Fokus 28)


Pernah juga di sebuah warung – saat Shinichi dengan lugunya memindahkan channel TV dari acara Idola Cilik ke channel lain – asisten si pemilik warung yang sedang menyiapkan pesanan tiba-tiba nyeletuk kalau dirinya sedang menunggu-nunggu acara tersebut. Rupanya salah satu peserta adalah idolanya dia atau mungkin juga tetangga di sekitar situ. Jadi yah, Shinichi mengembalikan channel ke posisi semula sambil bilang sorry sorry hehehe...

^_^

So, jika ada orang yang bertanya: TV yang dipasang di warung makan itu untuk siapa? Untuk pengunjung atau untuk penunggu warung ? Jawabannya bisa macam-macam. Sebagian warung mungkin menyediakan TV untuk para konsumennya dan sebagian yang lain bisa saja untuk menghibur para penunggu warung agar tidak jenuh. Jadi kalo pengen aman sebelum kita memindahkan channel di warung makan -- tanya dulu pada penunggunya: TV ini untuk aku atau untuk kamu.....he he he (undil-bandung)

Foto-foto adalah acara panggung hiburan Hut Himpunan Karyawan di lapangan belakang kantor



Puisi Ulang Tahun : PeDe

Langkah pasti
tengadah menatap masa depan
penuh keyakinan
di tengah ketidakpastian
siap menerima penderitaan
ceria kala diterjang tantangan

Begitu gagah hatimu teman
walaupun hidup tak seindah impian
senangnya kita bisa bergandengan tangan
damai di kekokohan kepercayaan dirimu
tentram di sisi keyakinanmu yang dalam

Selamat ulang tahun teman
Berdoa dan Jagalah kegagahan hatimu
untuk menyongsong masa depan

tags: puisi, ucapan ulang tahun

Lirik Lagu Keren:: Godbless:: Rumah Kita

Lirik keren Godbless ini seolah berkata: “Sederhana tidak berarti menderita”. Apa adanya bukan berarti kesedihan. Semua ada takarannya. Kita tinggal memilih. Mau takaran yang besar, atau takaran yang kecil untuk meraih kebahagiaan.

Manusia bisa berbahagia dengan takaran yang kecil. Seorang manusia yang puas dengan takaran kecil akan menganggap takaran besar adalah sebuah ekstra. Raihan ekstra yang tidak terkait dengan kebahagiaan dan ketentraman diri. Dia mensyukuri yang telah dimiliki dan bahagia atas semua yang telah dikaruniakan Allah kepada dirinya.

Rumah Kita
by Ian Antono & Theodore K.S

Hanya bilik bambu,
tempat tinggal kita
Tanpa hiasan, tanpa lukisan
Beratap jerami,
beralaskan tanah
Namun semua ini milik kita
Memang semua ini
milik kita sendiri

Hanya alang-alang,
pagar rumah kita
Tanpa anyelir, tanpa melati
Hanya bunga bakung,
tumbuh di halaman
Namun semua itu punya kita
Namun semua itu milik kita


Haruskah kita beranjak ke kota
Yang penuh tanda tanya

Lebih baik di sini
rumah kita sendiri
Segala nikmat dan
anugerah Yang Kuasa
Semuanya ada di sini
Rumah kita...



Kiat Biar PeDe hadapi Pekerjaan Baru...

Jika kepercayaan diri kusandarkan
pada kemampuan-kemampuan yang telah kumiliki
Maka aku tak akan percaya diri mengerjakan
hal-hal baru yang belum aku kuasai

Jika kepercayaan diri bertumpu pada
prestasi-prestasi yang pernah kuraih
Maka kepercayaan diriku akan labil,
selalu naik dan turun seiring prestasiku

Jika kepercayaan diriku berakar pada keyakinan
bahwa diriku mampu belajar hal-hal baru dan
meraih kompetensi baru, maka aku akan percaya diri
menghadapi apa saja yang disodorkan kepadaku

inspired by barbara de'angelis



Indonesian Poems: When The Moon Go Away

Fell sprawling and powerless
When the moon go away
to make sure of her life steps
Her light be dimmed and out
Now is the darkness
However I heard the moon was whispering
”Don’t feel sorry for your self,
because you are the sun who has a brightly shine,
The sun who should be ashamed to cry only because
of lack of the moon’s light”



Narsis Zone

Menghargai Space

Presentasi dari calon konsultan perencana bangunan itu telah mengajarkan kepada Shinichi Kudo tentang menghargai space. Pentingnya menghargai ruang yang disediakan untuk kita. Sebuah bangunan megah yang dibangun dengan biaya mahal dan berada di lokasi strategis di dalam kota akan berkurang manfaatnya bila hanya dipergunakan untuk menyimpan dokumen-dokumen lama.


Mengenal Ubuntu

Konsultan itu menyatakan mereka tidak akan mendesain sebuah ruang penyimpanan arsip yang luas di dalam gedung yang akan dibangun. Ruang dokumen hanya dirancang untuk menyimpan dokumen yang masih aktif dipergunakan. Sedangkan dokumen-dokumen lama disarankan disimpan di tempat lain.

Dokumen yang telah berumur 10 tahun, 7 tahun, 5 tahun atau bisa jadi yang baru berumur 3 tahun –- bila sudah tidak pernah diakses -- seharusnya memiliki tempat tersendiri, bukan di bangunan utama tempat bekerja sehari-hari. Sebuah bangunan khusus gudang arsip dapat dibangun untuk kebutuhan itu.

Tentu saja biayanya akan jauh lebih murah karena hanya dibutuhkan bangunan sederhana yang aman buat dokumen, tidak perlu interior yang indah dan tidak butuh tempat yang strategis. Bahkan bisa dibangun di luar kota yang harga tanahnya jauh lebih murah.

Dokumen yang disimpan di kantor adalah dokumen-dokumen aktif yang masih sering dipergunakan. Arsip-arsip yang masih sering diakses oleh pemiliknya untuk berbagai keperluan. Sedangkan dokumen lama yang sekedar untuk kebutuhan penelusuran karena ada kasus tertentu atau untuk keperluan audit tertentu, dapat disimpan di tempat lain. Bisa disimpan di luar kota.


Ruang di kantor juga sayang banget bila dipergunakan untuk menyimpan monitor gede jaman dulu. Lebih baik memakai monitor LCD yang hemat tempat dan harganya sudah dibawah dua juta rupiah per unit. Atau bahkan mempergunakan laptop bila kebutuhan sehari-hari untuk bekerja adalah sekedar untuk mengetik dokumen dan korespondensi via email.

Gunakan laptop bila jenis pekerjaan tidak membutuhkan desktop yang powerful. Toh harga laptop sudah turun jauh daripada lima tahun silam. Dewasa ini laptop bagus yang berharga 5 -10 juta rupiah telah banyak beredar di pasaran (Undil-2009).


Ketika Sebuah Perilaku Berulang

Satu sesi makan di kantin, Shinichi Kudo duduk dengan seorang Kudaku yang lalu ngobrol ke sana kemari sampai akhirnya si Hitoichi Kudaku berkata:

“Wah, layanannya lambat. Tempatnya kurang bersih. Harusnya mereka belajar lebih profesional untuk melayani pelanggan”

Shinichi tersenyum dan mengiyakan dalam hati. Dia juga merasakan hal yang sama dengan Kudaku.

Kali lain Shinichi bertemu dengan Kudaku di tempat yang sama. Kali ini mereka kembali ngobrol kesana kemari sebelum si Kudaku tiba-tiba nyeletuk:

“Wah, sayurnya agak kurang bumbu nih. Harusnya mereka mencicipi sebelum menghidangkan pada kita. Masak siy, dah dibayar mahal-mahal rasa sayurnya kaya gini. Seragam pelayan harusnya putih bukan hitam, biar kondisi pakaian mereka selalu bersih”

Shinichi tersenyum mendengar kata-kata Kudaku. Tetapi kali ini dia tidak berminat menganalisa tentang juru masak yang membuat sayur kurang asin atau kurang bumbu atau pakaian seragam yang mereka kenakan. Shinichi jauh dari keinginan menilai kualitas kantin. Dia lebih tertarik untuk melihat lebih cermat ke dalam karakter Kudaku.

Kali ketiga Shinichi bertemu Kudaku di kantin, Kudaku mengkritisi tentang piring ceper yang dipergunakan oleh kantin. Menurutnya kantin seharusnya mempergunakan piring yang lebih cembung sehingga kuah sayur dapat tertampung di dalam piring.

Menurut Kudaku, kantin juga seharusnya menyediakan orang untuk mengangkat piring-piring kotor, bukannya pengunjung yang harus membawanya sendiri ke rak-rak piring kotor. Kudaku juga mengaku sebel banget mendengar bunyi-bunyian gaduh dari mesin produksi yang berada di belakang kantin. Menurut dia seharusnya mesin-mesin itu dimatikan selama jam makan.

Kini sungguh sulit bagi Shinichi untuk tidak menganggap Kudaku tukang protes. Sungguh sulit untuk tidak menganggap Kudaku suka mencela segala sesuatu. Secara dirinya merasakan hal yang sama dan tidak protes. Mengapa si Kudaku protes?

^_^

Dalam banyak kasus, orang lain menilai Shinichi dari berulangnya sebuah perilaku. Jika orang sering mendengar Shinichi protes lisan ataupun tulisan, maka dia dengan terbatasnya informasi yang dimiliki bisa jadi akan menarik kesimpulan bahwa Shinichi adalah tukang protes.


Bila Shinichi beberapa kali terlambat dalam janji ketemu dengan orang yang sama, Shinichi harus bersiap-siap di golongkan sebagai manusia jam karet. Juga bila Shinichi berkali-kali tidak dapat mengerjakan sebuah tugas bersama dan membiarkan partnernya mengerjakan tugas itu sendirian, Shinichi harus bersiap dianggap kurang profesional.

Karenanya Shinichi sadar bahwa perilaku Shinichi yang berulang pada seseorang adalah bahan untuk menilai diri Shinichi. Dua kali terjadi -- bisa berarti mereka mulai menarik kesimpulan tentang dirinya. Dan Shinichi merasa perlu berhati-hati dengan hal tersebut, terkecuali Shinichi tidak keberatan mendapat sebuah predikat tertentu, misalnya predikat “baik hati dan tidak sombong” akibat berulang kali sehabis pulang kampung memberi oleh-oleh pada teman-temannya hehehe! (undil – 22 feb 09).


Metamorfosis Lomba Minum Susu

Sebenarnya lomba minum susu dalam rangka acara ultah himpunan karyawan ini berpredikat sebagai pengganti lomba minum es krim. Penyebabnya adalah lomba minum susu dipandang lebih gampang dikerjakan dibanding lomba makan es krim, karena panitia gak perlu membawa-bawa lemari pendingin ke arena acara.

Awalnya Shinichi Kudo membayangkan wujud susu berupa susu kotak 1 liter untuk setiap peserta. Yang diperlombakan adalah kecepatan menghabiskan satu liter susu di atas panggung. Siapa yang cepat, dialah yang bakal dinobatkan menjadi pemenang. Pemenang berhak mendapatkan bingkisan menarik dari panitia. tapi nyatanya ide itu terus berubah, berkembang mengalami metamorfosa di dalam kepala Shinichi.

Fase Satu
Perkembangan fase satu disebabkan oleh keinginan untuk membuat lomba minum susu menjadi lebih heboh. Terilhami oleh lomba sejenis yang “mengerjain” peserta, Shinichi ingin menambahkan lucu-lucuan berupa garam dan merica ke dalam susu hehehe!

Dapat dibayangkan bagaimana mimik muka peserta kala tahu bahwa susu yang diminumnya rasanya tidak karu-karuan. Lomba minum susu yang semula dikira enteng saja, cuman menghabiskan 1 liter susu akan menjadi sebuah lomba penuh perjoeangan menghabiskan satu liter minuman berasa aneh bin ajaib hehehe! Tentu saja mimik muka peserta yang kaget adalah pertunjukan menarik bagi para penonton acara hihihi!

Fase Dua
Fase ini diawali dengan keraguan terhadap fase satu yang mengerjain peserta dengan rasa susu yang aneh. Akibat yang paling ditakutkan oleh Shinichi adalah peserta menjadi diare dan terpaksa mendapat perawatan oleh tim P3K. Gak lucu dong klo acara hiburan malahan menjadi “bencana” buat orang yang berniat memeriahkan acara.

Berangkat dari keraguan itu Shinichi mendapat ide baru untuk menghebohkan acara. Dia membatalkan niatnya menambahkan garam dan merica ke dalam susu. Sebagai gantinya dia memasukkan barang lain yang lebih “manusiawi”. Shinichi bermaksud menambahkan sereal ke dalam susu.

Susu disajikan di dalam gelas. Dibuat dengan susu instant yang banyak beredar di pasaran. Sereal seperti Quaker Oatsmeal ditambahkan ke dalam susu. Dengan demikian susu akan penuh dengan sereal di bagian bawah. Nah, lucunya disini: Peserta harus minum dengan mempergunakan alat bantu. Setiap peserta dibekali dengan sebuah sedotan dan sebuah sendok.


Mereka tidak boleh minum langsung dari mulut gelas, tetapi harus mempergunakan sedotan atau sendok. Nah, peserta akan segera menyadari bahwa sedotannya segera mampet karena keberadaan sereal. Terpaksalah mereka akan mempergunakan sendok. Balapan minum susu dengan sendok pastilah pertunjukan yang sangat menarik hehehe!

Fase Tiga
Inilah fase perkembangan berikutnya dari ribuan ide yang saling bertabrakan di benak Shinichi. Dia punya ide untuk menambahkan lagi aturan lomba bahwa peserta diharuskan mengikuti lomba secara berpasangan.

Direncanakan akan ada lima kontingen lomba minum susu dan setiap kontingen terdiri atas dua orang. Peserta pertama bertugas minum susu dan peserta kedua bertugas membawa alat bantu. Peserta pertama tidak boleh memegang gelas, sendok maupun sedotan. Jadi dia minum susu sepenuhnya dengan bantuan peserta kedua.

Kebayang gak siy, bagaimana lucunya perlombaan minum susu dengan disuapin teman seperti itu hehehe! Satu orang menyuapi dan satu lagi yang disuapi. Hahaha, para peserta akan berlomba menghabiskan susu dengan cara yang “prosedural”, yaitu harus mempergunakan tangan temannya. Sendok dan sedotan harus dipegang oleh pasangannya!

Pertunjukan akan lebih menarik lagi bila peserta kedua yang harus menyuapi peserta pertama -- matanya ditutup, sehingga peserta pertama harus aktif mengarahkan peserta kedua. Dalam kondisi normal-pun untuk memasukkan sendok susu ke dalam mulut pasangan itu harus pelan-pelan, namun ini dalam kondisi mata tertutup harus dilakukan dengan cepat karena sedang berlomba! Hehehe...pastilah lomba minum susu akan seru banget!

Waktu lomba direncanakan 5 menit, siapa yang minum paling banyak dialah yang menang. Setiap peserta yang melakukan kecurangan, misalnya minum langsung dari gelas atau memegang sedotan akan dihukum dengan menambahkan susu ke dalam gelas hehehe! Yah sebuah lomba yang diharapkan seru sekali! (undil maret 2009)



Tidak Harus Hebat untuk Dicintai

Mendengar cerita sehari-hari,
yang wajar tapi tetap mengasyikkan

^_^

Cuplikan lirik lagu Nuansa Bening Vidi Aldiano tersebut sangat menarik untuk disimak. Ternyata bukan hanya cerita yang istimewa yang akan mengasyikkan lawan bicara. Cerita wajar tentang kehidupan sehari-hari-pun enak untuk didengar. Tak harus jadi orang hebat untuk membuat orang lain mau bercakap-cakap dengan kita. Tidak harus memiliki sebuah keistimewaan untuk membuat kita layak dijadikan teman bicara.

Kalau ditarik lebih jauh ke dalam hubungan antar manusia, seorang manusia hebat tidak harus berteman dengan manusia hebat lainnya. Seorang pecundang boleh saja berteman dengan seorang pemenang. Tak ada alasan untuk takut berteman dengan seseorang hanya karena dia kelihatan lebih sukses dan lebih hebat dari kita.

Manusia layak dicintai. Bukan karena kehebatannya. Bukan karena prestasinya. Tetapi semata-mata karena kemanusiaannya. Karena dia adalah manusia. Satu makhluk istimewa yang ditakdirkan Allah untuk berkuasa di dunia. Satu makhluk yang jumlahnya sedikit — bandingkan dengan jumlah semut dan tumbuhan -- tetapi berkat limpahan rahmat dari Allah menjadi penguasa yang bertugas mengatur keharmonisan di bumi sesuai ajaran Ilahi.


Akhirnya seorang pelajar dicintai oleh orang tuanya bukan karena prestasinya di sekolah atau karena wajahnya yang rupawan, tetapi semata-mata karena dia adalah manusia yang ditakdirkan lahir di keluarga itu.

Terlepas dari prestasi sekolah yang biasa-biasa saja (tapi bukan karena malas belajar) atau wajah yang kurang menawan dia layak dicintai. Dia layak dicintai semata-mata karena dia manusia. Karena dia adalah titipan Allah untuk keluarga itu (undil 01 maret 2009)

Cerita Pendek Lucu Bahasa Jawa: Bakso Bangjo lan Kucing Klawu

Suwijining dina Mbak Dewi, yaiku koki sing nduwe warung Bakso Bangjo weruh Kucing Klawu lagi mlaku-mlaku ning ngarep warung baksone. Jalaran si Kucing Klawu kethoke kaliren, kurang mangan, banjur Mbak Dewi inisiatif ngenehi mangan. Dheweke ujuk-ujuk mlayu ning tengah ndalan, nyegat lakune kucing klawu.

“Stop, stop Cing. Mrene-mrene, mampira disik, tak wenehi bakso urat”

Kucing klawu mung meong-meong karo gumun. Kok ana uwong nyegat lakune kur arep ngewenehi pangan. Apa sajak aku kethok kurang pangan ya? Padahal sejatine Kucing Klawu lagi diet.

Jare kanca-kancane awake mulai kelemon. Dadi ya wis wayahe diet. Tur Kucing Klawu ya ngrasakake menawa awake rada angel diajak mlayu. Boro-boro ngoyak tikus, kon ngoyak menthog sing mlakune rindik tur megal-megol we dheweke wis ngos-ngosan marga kabotan awak.

Kucing Klawu mikir-mikir nek arep nolak tawaran bakso urat. Menawa ditolak, gek-gek dheweke dikiro sombong. Umuk, ora gelem mangan panganan sing diwenehke dening uwong. Ya uwislah ora papa, aku tak leren diet sedina wae. Mangan daging bakso sithik rak ya ora papa.

Kucing Klawu terus lingguh karo ngetamul mangan bakso. “Wah jebul rasane ya enak tenan je. Bakso urat iki mesthi sing gawe ya bakat koki. Amarga rasane maknyus banget. Wah, aku pengen mangan meneh ki. Piye ya carane ya?” pikire Kucing Klawu.

Kucing klawu marani keset, terus dicokot-cokot karo diemut pojoke. Karepe dheweke pengen ngethokake menawa isih ngeleh. Nanging Mbak Dewi ora ngerti karepe si kucing. Dikirane si kucing lagi sikatan bar mangan.

“Wah nek arep sikatan aja nganggo keset. Iki tak wenehi kain resik dianggo sikatan” Mbak Dewi ngulungke kain lap resik marang kucing klawu.

Kucing klawu kaget. Loh aku kok malah diwenehi lap tho. Wong pengene mangan bakso je, kok malah diakon sikatan. Wah nek ngono aku arep nyoba cara liyane.

Kucing klawu trus nyedhaki suketan ning ngarep Bakso Bangjo. Dheweke mangani suket, tujuane ben Mbak Dewi ngerti menawa dheweke isih ngeleh. Dicokoti suket trus dipangan, sebagian dilepeh meneh ben kethok nek dheweke mangani suket.

Mbak Dewi kaget. Lho kucinge kok malah mangani suket. Wah iki mesti dheweke pengen sehat terus mangan sayur-sayuran. Wah kucing kang sadar kesehatan ki. Mbak Dewi seneng, terus njukuk slada arep diwenehke kucing klawu.

“Iki loh tak wenehi slada. Nek pengen lalapan ojo mangan suket, mangan slada wae”

Kucing Klawu tambah kaget. Wah aku kudu mangan slada ki. Kepeksa dheweke kremus-kremus mangan slada arepa ora seneng. Wah piye ya ben dheweke ngerti nek aku pengen mangan bakso meneh?

Ndilalahe Kucing Klawu weruh pembantu Bakso Bangjo lagi ngangkat balungan saka njero kuah bakso, arep dibuang. Wah iki! Nek aku ndilati balungan mesti sing duwe bakso ngerti menawa aku isih ngeleh.

Kucing klawu terus ndilati balung bakso sing didelehake ning nduwur godong gedhang. “Wah rasane gurih, enak banget” batine kucing klawu. Dheweke ndilati karo muni meong-meong ben Mbak Dewi weruh nek dheweke isih ngelih.

Nanging Mbak Dewi sing weruh Kucing Klawu ndilati balung malah kaget.
“Wooo la, koweki ngelak tho kok ndilati kuah bakso. Iki loh tak wenehi susu murni” ujare Mbak Dewi karo ngecurke susu ning gelas plastik ben diombe kucing klawu.

Kucing klawu mak jegagik, kaget! Kok malah diwenehi susu?. Dikirane dheweke ngelak terus ndilati kuah bakso sing tememplek ning balung pa?. Wah aku dadi bingung ki. Wis pirang-pirang cara tak lakoni, sing duwe bakso durung ngerti nek aku isih ngelih.

Dumadakan kucing klawu weruh Zea Maysa nangis. Cah cilik sing mbiyen tau ngenehi mangan marang dheweke iku lagi digendong Ibune sing lagi dolan ning Bakso Bangjo. Ibune tanggap terus ngenehi mangan marang Zea Maysa ben tangise meneng.

“Woo lakok gampang carane. Rasah reka-reka, garek nangis wae, Ibune wis langsung ngerti nek pengen mangan” ujare Kucing Klawu.

“Nek ngono aku tak meong-meong wae ben sing nduwe bakso ngerti nek aku isih ngelih”

Kucing klawu banjur meong-meong karo nyundul-nyundul sikile Mbak Dewi. Mesthi wae Mbak Dewi kaget, ning terus ngguyu.

“Woo, kowe ki isih ngeleh tho! Iki tak wenehi bakso urat maneh”

Kucing klawu seneng banget diwenehi bakso urat enak banget. Dheweke terus lingguh ngetamul mangan bakso urat (undil, 01 maret 2009)


tags: blog bahasa jawa, blog basa jawa, cerkak