Terra Incognita

Pagi hari, jalan Cipaganti masih sepi. Diantara ratusan pohon berdaun rimbun yang berjajar sepanjang jalan, nampak ada belasan batang pohon di sebelah kiri jalan yang daun-daunnya rontok menutupi permukaan jalan. Beberapakali kaki Rinoa Enomoto menendang tumpukan daun hingga berhamburan ke udara. Sementara Shinichi Kudo yang senang mendapat kesempatan memakai kamera SLR Canon milik Rinoa, sesekali berhenti untuk memotret kawanan burung yang hinggap di dahan-dahan pohon tak berdaun.
“Tempat baruku ternyata menjanjikan pengalaman yang sama sekali tak pernah kubayangkan” kata Rinoa sembari tangannya menyambar satu lembar daun yang melayang-layang jatuh di depannya.

“Jadi, sekarang sudah nggak merasa disingkirkan nih” tanya Shinichi setelah selesai menjepretkan kamera. Rinoa mengambil dahan sebesar ibu jari yang melintang di jalan, lalu membuangnya ke tepi, seraya mengakui bahwa dirinya yang pada mulanya merasa “ditendang”, kini merasa senang karena berkesempatan melakukan banyak hal baru. Terutama keberhasilannya membangun sebuah website yang berisi seluk beluk perpustakaan dan informasi terbaru tentang perusahaan. “Nggak nyombong nih, website perpustakaan lebih lengkap, lebih update dan jauh lebih sering diakses orang dibanding website resmi perusahaan karena informasinya lebih aktual” kata Rinoa.

Shinichi tersenyum; dalam hatinya dia tahu persis mengapa content website resmi perusahaan Jakarta tersebut jarang update. Karena pengelolaan content diserahkan ke bagian IT yang diawaki orang-orang teknis yang jumlahnya terbatas dan sibuk melayani permintaan perbaikan komputer di lingkungan perusahaan. Sebenarnya cukuplah hardware & desain website porsi mereka. Content website lebih baik dipegang personel Public Relation dan Marketing yang pastinya memiliki rencana jangka panjang dan rencana tahunan untuk memperkenalkan perusahaan ke publik.

^_^

Pertamakali dipindahkan dari laboratorium ke Bagian Perpustakaan, Rinoa shock berat. Pingin ngamuk, merasa disingkirkan, dikotakkan, dan yang lebih penting lagi dia merasa tak akan bisa melakukan apa-apa di perpustakaan. Untunglah Ibu Kepala Perpustakaan yang senang sekali atas kedatangan staff baru langsung menghadiahi si lulusan program studi nutrisi tersebut dengan segudang agenda kerja. Mulai dari menjadikan perpustakaan sebagai pusat layanan data current-good manufacturing practice, mendokumentasi data-data penelitian & mediasi pertukaran data antar divisi, menyebarkan informasi teknologi pabrikasi terbaru, sampai mengadakan diskusi buku-buku yang terkait dengan bisnis utama perusahaan.

Ibu yang memendam cita-cita menjadikan perpustakaan sebagai tulang punggung informasi --- terang-terangan mengakui bahwa dirinya seperti mendapat durian runtuh atas kedatangan Rinoa. Anak muda dinilainya akan dengan mudah mempelajari ketrampilan baru seperti katalog buku elektronik, data base, mengelola website dan berburu informasi hasil-hasil penelitian terbaru yang relevan dengan kebutuhan perusahaan. Hal-hal sangat mendesak untuk diaplikasikan, namun selama ini kurang cepat kemajuannya karena dikerjakan oleh “orang tua yang buta teknologi” seperti dirinya.

Pelan-pelan semangat bekas atlet softball kampus tersebut bangkit kembali. Debut Rinoa dimulai dengan merampungkan proses penggantian kartu-kartu katalog buku gaya kuno yang disimpan pada laci-laci kecil dari kayu, dengan software katalog buku elektronik yang dapat diakses online. Hebatnya Rinoa bukan sekedar memasukkan judul buku & jurnal, namun juga memasukkan daftar isi, indeks dan abstrak yang terdapat di dalam setiap bab buku maupun jurnal. Hasilnya bila pengunjung perpustakaan akan mencari satu topik, tinggal mengetik kata kunci di komputer dan dia akan segera mendapatkan list buku-buku dan jurnal-jurnal yang relevan beserta informasi pada halaman berapa topik tersebut berada.

Langkah selanjutnya Rinoa melengkapi data base elektronik-nya dengan full text isi semua buku-buku standar current-good manufacturing practice yang dipergunakan perusahaan. Sehingga seorang staff marketing yang sedang membuat prosedur baku tentang tatacara transportasi produk --- dengan mudah akan mendapat semua informasi tentang standar yang berlaku di perusahaan --- cukup dengan mengetikkan kata kunci “product transport”. NL

sabtu pagi 08 Oktober 2005

terra incognita : daerah tidak dikenal
content : isi website

2 comments:

  1. Lack of knowledge leads to misperception of Indonesia
    One reason for this article appearing here is my participation as a guest on INSIGHT, a talk show on SBS TV hosted by Jenny Brockie.
    Find out how you can buy & sell anything, like things related to private road construction on interest free credit and pay back whenever you want! Exchange FREE ads on any topic, like private road construction!

    ReplyDelete
  2. Annual asbestos testing for Hyannis H2O
    After more than a week of intense, somewhat misinformed criticism about the existence of asbestos-concrete pipe in the Hyannis water system, calls for additional testing of the Hyannis water supply for asbestos ...
    Find out how you can buy and sell anything, like things related to private road construction on interest free credit and pay back whenever you want! Exchange FREE ads on any topic, like private road construction!

    ReplyDelete