Puisi Idul Fitri 2010: Hujan

Seperti hujan jatuh membasahi bumi
lalu tumbuhlah pepohonan rindang
yang berkuncup kemudian mekar berbunga
yang keluarkan buah-buahan
dalam tangkai-tangkai bergelantungan
Demikianlah hujan maafmu kuharapkan
untuk merindangkan tumbuhan persahabatan kita
agar mekar berbunga
agar berbuah kebajikan
dalam limpahan rahmat Allah penguasa sekalian alam

Selamat Hari Raya Idul Fitri
Taqabalallahu minna waminkum
(undil-2010)


Puisi Idul Fitri 2010: Bening

Bening,
putih,
bersih,
itulah harapan diriku
kala dosaku kaumaafkan

Lapang,
luas,
besar,
itulah gambaran hatimu
yang sudi memaafkan aku

Selamat Hari Raya Idul Fitri
Taqobalallahu minna waminkum
(undil-2010)

Romo Wage dan Renovasi Masjid

Pulang dari warung bakso, Romo Wage sering mampir untuk Sholat Isya di masjid itu, sehingga dia tahu persis kondisi bangunan masjid yang terhitung besar itu. Makanya Romo Wage heran kala tahu takmir masjid mengumumkan rencana untuk mengganti keramik dan jendela masjid dengan yang baru. Dilihatnya gambar rancangan jendela masjid masih seperti semula, hanya bahannya lebih bagus tetapi tidak memungkinkan sirkulasi udara yang lebih baik.

Setelah Pak Imam selesai sholat sunat, Romo Wage menghampirinya. Dikatakannya unek-uneknya tentang renovasi masjid. Menurut Romo Wage kondisi keramik dan jendela masjid walaupun telah dimakan usia tapi masih cukup baik.

Yang kurang dari masjid ini adalah ventilasi udara. Bila jamaah masjid penuh, maka udara menjadi penas dan pengap. Jendela-jendela kaca yang mati dan sirkulasi udara hanya melalui pintu adalah penyebabnya. Bila habis ada acara yang dihadiri ratusan orang akan terasa benar bau tidak sedap menyelimuti udara masjid.

Romo Wage mengusulkan pada Pak Imam untuk mendahulukan perbaikan sirkulasi udara daripada mengubah penampilan fisik masjid saja. Disarankannya untuk memasang exhaust yang akan membuang udara dari dalam masjid dan kipas angin yang dilengkapi filter udara untuk suplai udara segar ke dalam masjid. Dijaminnya bahwa suasana di dalam masjid akan jauh lebih nyaman bila sirkulasi udara diperbaiki.


Pak Imam mengangguk-angguk tanda setuju dengan usulan Romo Wage. Dia berjanji akan menyampaikan usulan Romo Wage pada pengurus masjid. Romo Wage lalu mengatakan bahwa saudaranya yang menjadi dosen arsitektur di Jogja tengah berkunjung ke rumahnya. Anak seorang petani itu adalah seorang ahli desain masjid yang ternama. Dia berpengalaman mendesain sistem sirkulasi udara yang efisien dan murah. Termasuk dengan penanaman pohon-pohon penyaring debu di sekitar masjid. Pastilah sepupunya itu dengan senang hati akan membantu pendesainan ulang tata udara di masjid yang telah berusia puluhan tahun itu (undil - 2010).


tags: rangkaian kisah ramadhan, cerpen, cerita pendek

Puisi Ramadhan 2010 : Patuh

Saya mendengar,
dan rela mematuhinya
Saya puasa
karena perintahMu
Menahan lapar dan dahaga
karena iman kepadaMu
Saya berbuka
berkat limpahan rizkiMu
Kumohon rahmatMu
limpahkanlah selalu
wahai Sang Pemberi Rahmat
(undil -2010)


Puisi Idul Fitri 2010: Total

Totalitasmu kawan
sebagai insan ramadhan
yang tak ragu menebar harta
yang tak segan kurangi tidur
yang tak malas gerakkan raga
untuk mengabdi padaNya
semoga diterima Sang Maha Kaya
mendapat balasan tak terhingga
menjadi manusia bertakwa
bahagia selamanya di surga

Selamat Hari Raya Idul Fitri
Taqobalallahu minna waminkum
(undil-2010)

Puisi Idul Fitri 2010: Ilmu

Setelah dirimu
mengisi ramadhanmu
dengan menuntut ilmu
tiba saatnya hadirmu
semarak dengan kesibukanmu
menerapkan khazanah pengetahuanmu
sebagai bentuk pengabdianmu
serta manfaat bagi orang terdekatmu

Selamat Hari Raya Idul Fitri
Taqobalallahu minna waminkum
(undil-2010)

Puisi Idul Fitri 2010: Gerak

Gerakkan kakimu
menuju harapanmu
Gerakkan hatimu
menuju fitrahmu
Semoga puasamu
tingkatkan Imanmu
Pastikan Idul fitrimu
dihiasi maafmu padaku

Selamat Idul Fitri
Taqobalallahu minna waminkum


Puisi Ramadhan 2010 : Aku Menangis Untukmu

Aku duduk bersimpuh
dan menangis untukmu
memohonmu untuk bergabung
Kafilah orang bertakwa
sejenak menahan diri
dari nikmat dunia
Aku berdoa untukmu
agar tidak meremehkan
agar tunduk dan rela
sebagai hambaNya
Aku menangis
sungguh tidak rela
melihatmu dalam barisan
yang sengaja tidak berpuasa

Puisi Ramadhan 2010 : Nikmat

Sungguh terlalu banyak nikmat
bertaburan di keseharian kita
Tiada ada artinya beban
untuk menahan diri darinya
siang hari selama puasa
dibanding samudera nikmat
yang dilimpahkan pada kita
(undil-2010)

Puisi Ramadhan 2010 : Tunduk

Tunduk
Rela
Mengabdi
padaNya
adalah
gambaran orang berpuasa
dahsyatnya tiada tara

Siapa gerangan mengawasi dia ?
tiada lain selain dirinya
tapi dahaga ditundukkan
rasa lapar ditaklukkan
demi ketundukan
sebagai hamba sahaya
Sang Maha Perkasa
(undil-2010)

Puisi Ramadhan 2010: Kekasih

Untuk menjadi kekasihNya
tidak cukup hanya dengan akhlak mulia
tidak cukup hanya dengan bermanfaat bagi sesama
tidak cukup sekedar berbuat baik saja
Tapi juga percaya pada KeesaanNya
Patuh pada perintah-perintahNya

Jika tidak mau puasa
bagaimana bisa menjadi kekasihNya ?
(undil-2010)

Puisi Ramadhan 2010: Surga

Indahnya surga
dan segala isinya
sungguh membuat
haus dan dahaga puasa
tak seberapa artinya
(undil 2010)