Anugrah yang tidak disadari

"Wah enak yah, kamu kerjanya di Bandung. Makanan enak ada di mana-mana. Kelak kalo mau nyekolahin anak juga gampang nyari sekolah yang bagus" kata Latri pada Shizuka ketika mereka bertemu di sebuah pesta pernikahan temannya.

Latri mengatakan berbeda dengan dirinya yang bekerja di pabrik petrokimia di sebuah pulau kecil di Sumatera, kesempatan menikmati makanan enak sangat sedikit. Paling jika sedang berkunjung ke Pakanbaru atau ke Medan. Lebih leluasa jika sedang ke Bandung seperti saat ini. Pada hari-hari biasa, bisa wisata kuliner paa saat makan siang adalah impian di siang bolong. Tidak bakal terwujud karena tidak ada restoran yang eksis di sekitar pabrik.  Jadi makannya yah ke kantin lagi, apa-apa kalo soal perut yah ke kantin lagi.

Teman kuliah Shizuka itu juga bercerita tentang sekolah untuk anak-anaknya kelak. Mungkin dia terpaksa berpisah dengan anaknya kala mereka menginjak bangku SMA, demi mempersiapkan mereka masuk perguruan tinggi yang bagus. Dia ingin anaknya sekolah di Bandung. Biar bisa mengikuti jejaknya dulu, dari SMA hingga kuliah di Bandung. Bahkan Latri menjajaki untuk kelak menitipkan anaknya pada Shizuka.

^_^

Shizuka tertegun mendengar kalimat-kalimat  yang  nyerocos tanpa jeda dari mulut Latri. Dia menyebutkan semua kenikmatan-kenikmatan dunia yang diperoleh Shizuka selama bekerja di Bandung. Udara tidak panas, tempat kerja dekat, makan siang bisa wisata kuliner, fasilitas kesehatan hingga pertokoan buat belanja gak kalah dari Jakarta, kalo mau mengaji tempatnya ada di mana-mana, belum lagi soal pendidkan yang bagus tersedia dari SD hingga perguruan tinggi. Kurang nikmat apa lagi yang menghujani dirimu?  tutup Latri pada Shizuka.

Hmmm....Shizuka yang selama ini menganggap semua yang dinikmatinya itu sebagai hal yang biasa-biasa saja menjadi terhenyak dan sadar. Betapa dirinya mendapat anugrah yang luar biasa besar dari Allah SWT dalam hidupnya. Anugrah yang selama ini tidak pernah disadarinya (Undil-2013)

0 komentar:

Post a Comment