Mengapa Shinichi berhenti langganan Soto


Warung soto daging di pertigaan nan ramai itu adalah langganan Shinichi Kudo. Kuahnya gurih tanpa santan, dagingnya banyak  dan empuk, serta pelayanannya cepat. Paling tidak seminggu sekali Shinichi jajan di situ. Namun itu dulu. Dua tahun yang lalu Shinichi berhenti makan di sana.
 
Malam itu Shinichi seperti biasa mampir ke sana untuk menikmati makan malam. Dia memesan soto daging plus teh botol satu buah. Penjaga warung mengiyakan, sambil sibuk meracik hidangan untuk tamu-tamu yang lain. Tunggu punya tunggu, hidangan tidak kunjung datang, Shinichi kembali menghampiri penjaga untuk mengingatkan pesanannya.
 
Sudah satu bulan ini penjaga warung berganti. Mungkin pemilik lama menjual warungnya kepada pemilik baru. Nampaknya penjaga warung yang baru ini tidak sesigap yang dulu kerjanya. Makanya Shinichi terpaksa menunggu lama hanya untuk makan soto yang tinggal diracik dan diberi kuah saja. 
Ketika si pelayan sedang meracik soto, tiba-tiba terdengar suara sirine di jalan. Rupanya iring-iringan karnaval dari Balai Kota sedang lewat di jalan depan warung soto. Bukannya melanjutkan meracik hidangan, si penjaga warung malahan keluar dari warung untuk melihat iring-iringan karnaval. Shinichi benar-benar merasa dicuekin. Ngambek.
 
Shinichi ngomong ke penjaga satunya lagi yang sedang sibuk mencuci mangkok dan gelas bahwa dirinya membatalkan pesanan. Lalu pergi. Sayup-sayup Shinichi masih mendengar si penjaga itu berteriak memarahi temannya yang asyik nonton karnaval dan menyuruhnya kembali untuk melayani para pembeli yang sedang menunggu

1 comment: