Buku : 7 Habits of Highly Effective People (1)

Kita adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang --- oleh karena itu keberhasilan bukanlah merupakan suatu perbuatan --- tetapi merupakan suatu KEBIASAAN.

^_^


Seven habits adalah salah satu buku psikologi terbaik yang pernah saya baca (juga Being Happy-nya Andrew Mathews) -- saya membacanya sekian tahun silam. Buku karya Stephen Covey ini adalah buku monumental yang menekankan pada ketulusan, bukan perilaku instant yang dibuat-buat tanpa motivasi yang tulus. Walaupun Covey telah mengeluarkan buku baru 8 habbits, rasanya buku lamanya ini masih layak untuk dibaca ulang.

^_^

Ada 3 hal yang tetap di dunia ini, yaitu: perubahan, prinsip dan adanya pilihan. Perubahan terus terjadi di dunia, namun prinsip-prinsip tidak berubah. Prinsip-prinsip itu misalnya gravitasi bumi, minyak mudah terbakar, juga prinsip-prinsip kesopanan, kejujuran, keberanian, dan kebaikan hati. Karena prinsip-prinsip tak pernah berubah, dia merupakan dasar yang kokoh untuk membangun karakter manusia.

Pilihan selalu dimiliki manusia. Misalnya seseorang yang dimaki-maki orang lain --tak mesti harus sakit hati-- dia sebenarnya memiliki pilihan-pilihan untuk memberi respon. Dia bisa sakit hati, marah, balas memaki-maki, bahkan menonjok si pelaku, Namun dapat juga diam dan tersenyum seraya menganggap si orang yang memaki-maki sedang mengalami hari yang buruk. Manusia bebas memilih, namun manusia akan selalu menanggung resiko dan tak bisa lepas dari akibat yang ditimbulkan oleh pilihan-pilihannya.

1. PROAKTIF
Kemampuan memilih respon sesuai dengan nilai-nilai yang dianut disebut proaktif. Sedang sikap reaktif adalah respon yang didasarkan pada perasaan, keadaan atau suasana hati.

2. MEMULAI DENGAN TUJUAN AKHIR
Merumuskan apa yang sebenarnya menjadi tujuan kita. Menuliskan visi kita, kemudian baru menentukan langkah-langkah untuk mencapai tujuan. Menyelaraskan kegiatan sehari-hari kita dengan tujuan yang telah kita tentukan tersebut.

3. DAHULUKAN YANG UTAMA (First Things First)
Menjadwalkan dan mendahulukan pekerjaan-pekerjaan yang penting atas pekerjaan yang kurang penting. Ada 4 kuadran waktu, yaitu kuadran :
1.Hal yang penting dan mendesak
orang yang mayoritas waktunya dihabiskan disini kemungkinan besar karena terlalu banyak menunda-nunda pekerjaan dan mengabaikan perencanaan dan pencegahan.

2.Hal yang penting dan tidak mendesak.
Idealnya orang menghabiskan sebagian besar waktunya di sini. Belajar, evaluasi, perencanaan yang baik, olahraga, membina hubungan baik dengan orang lain, termasuk dalam kuadran ini.

3.Hal yang mendesak tetapi tidak penting.
Sesuatu yang kelihatan mendesak untuk dikerjakan, tetapi sebenarnya tidak penting.

4.Hal yang tidak mendesak dan tidak penting.
Di sinilah tempat orang-orang pemalas menghabiskan waktu. Baca koran berlebihan dengan alasan cari informasi, nonton TV berlebihan, ngobrol dengan relasi berlebihan. Hal-hal yang dalam jangka pendek menyenangkan untuk dilakukan. Pada dasarnya kuadran 3 dan 4 adalah tempat orang-orang yang kurang efektif menghabiskan waktunya.

Berikut ini adalah contoh kegiatan pada tiap kuadran:
I. SI PENUNDA-NUNDA (pekerjaan penting-mendesak)
- Pekerjaan mendesak
- Menangani krisis
- Kehabisan bensin
- Memperbaiki alat
- Rapat

II. ORANG EFEKTIF (pekerjaan penting-jangka panjang)
- Belajar
- Pelatihan
- Olah raga 3 kali seminggu
- Membina hubungan
- Preventive maintenance
- Memulai pekerjaan jauh sebelum batas waktu habis.

III. SI YES MAN (pekerjaan mendesak tetapi tidak penting)
- Interupsi saat kerja
- Pekerjaan orang lain
- Telpon tak penting
- Tak bisa menolak ajakan orang

IV. SI PEMALAS (pekerjaan tak mendesak dan tak penting)
- Banyak main games
- Banyak membaca koran/majalah
- Banyak nonton TV
- Banyak ngobrol
- Tidur melulu
- Banyak jalan-jalan

gambar :selectionmatters.com


3 comments:

  1. dahsyat... mudah2an saya termasuk tipe yg pertama
    buku islami

    ReplyDelete
  2. buku ini punya kelemahan mendasar

    ReplyDelete
  3. buku ini punya kelemahan mendasar

    ReplyDelete