Thor The Dark World - Kisah Para Scientist Di Balik Kehandalan Si Ksatria Pukul Besi

Suatu hari Jane Foster, seorang mahasiswi mikrobiologi tahun pertama, berusia delapan belas tahun yang juga asisten Professor Erik Selvig, professor biologi & pakar immunology ternama, terperosok ke dalam sebuah lubang hitam. Gara-gara terperosok tersebut Jane terpapar pada Aether, yaitu sekumpulan campuran virus dan bakteri yang membuat sosok yang terinfeksi menjadi kuat dan bertenaga luar biasa. Namun karena Jane bukan seorang yang terlatih dengan energi sebesar itu, maka dia tidak bisa mengendalikan kekuatan yang berada di dalam dirinya yang telah terinfeksi. duniashinichi.blogspot.com




















Setelah dengan susah payah berhasil merangkak keluar dari lubang hitam, Jane berjalan terhuyung-huyung, dan terpeleset jatuh ke sungai yang tengah banjir bandang. Jane terbawa arus sungai yang bergolak dahsyat hingga terdampar ke Propinsi Asgard. Kekuatan Aether membuat tubuh Jane tetap terapung dan tidak terluka oleh benturan tebing, bebatuan dan hantaman balok-balok kayu yang hanyut. Tubuh Jane ditemukan oleh Thor, putra Gubernur Asgard yang berusia tujuh belas tahun. Thor The Dark World

Thor sangat terkenal dengan senjata pukul besinya. Senjata Thor yang sangat ternama itu berwujud pukul besi alias palu yang telah dilengkapi chips, sistem penggerak, dan roket, sehingga bisa terbang sesuai keinginan Thor. Saat Thor melempar pukul besinya, maka pukul besi itu akan menghantam sasaran, kemudian terbang balik lagi ke tangannya. Tenaga Thor yang luar biasa besar, membuat gebukan pukul besi itu bisa meremukkan tank terkuat yang pernah dibuat manusia. Kehebatan Thor dan pukul besinya ini membuat Propinsi Asgard sangat disegani oleh propinsi-propinsi lain.  duniashinichi.blogspot.com

Thor membawa Jane yang pingsan ke Istana Odin, ayahnya yang menjadi Gubernur Asgard. Jane dirawat oleh Frigga, istri Odin yang berprofesi sebagai dokter ahli mikrobiologi yang juga mahir memainkan palu. Meskipun palu Frigga tidak sebesar dan sekuat palu Thor, tetapi pengalaman bertempur Frigga membuat permainan palunya sangat efektif untuk merepotkan lawan. Thor The Dark World

Seminggu setelah dirawat Frigga, Jane berangsur sembuh. Tapi Frigga menemukan bahwa terdapat infeksi Aether dalam tubuh Jane yang terlalu kuat untuk dilawan dengan obat-obatan. Satu-satunya cara untuk menyembuhkan adalah dengan mengeluarkan Aether dari dalam tubuhnya. Sesuatu yang belum diketahui caranya oleh Frigga maupun para dokter lain di Istana Asgard. Menurut Frigga, dahulu kala Aether sengaja disembunyikan dalam lubang hitam oleh Bor, kakek Thor, agar kekuatannya tidak disalahgunakan. Mungkin pergeseran kerak bumi telah menyebabkan lubang hitam terbuka, dan Jane terperosok ke dalamnya. Thor The Dark World

Adalah Dark Elf Malekith, Gubernur Propinsi Svartalfheim, yang sudah puluhan tahun mencari-cari keberadaan Aether. Malekith telah menghabiskan waktu limapuluh tahun di laboratorium untuk meneliti kekuatan Aether dan cara mengendalikannya. Kini dia telah menguasai cara mengendalikan kekuatan Aether, dus jika dirinya bertemu Jane, Malekith memiliki perangkat yang mampu menyedot keluar Aether dari tubuh Jane, dan memindahkannya ke dalam tubuhnya. Selanjutnya kekuatan Aether akan digunakan untuk mewujudkan ambisinya menaklukkan propinsi-propinsi lain. Ketika mendengar info intelijen bahwa Aether telah menginfeksi Jane yang berada di istana Asgard, maka Malekith mempersiapkan diri untuk menyerang Asgard. Thor The Dark World

Malekith membuat robot monster bernama Kursed untuk membantu dirinya menyerang Asgard. Dengan membawa pasukan segelar sepapan, Malekith melakukan serangan mendadak ke Istana Asgard. Terjadilah  pertempuran seru di dalam istana. Pasukan-pasukan Malekith melawan para pengawal  Istana Asgard. Tembakan senapan dan pukulan pedang berpadu menimbulkan suasana hiruk pikuk di dalam istana. Thor bersenjatakan palunya berada di barisan depan untuk mengobrak-abrik tentara Malekith beserta piring terbang - piring terbang yang membawa mereka ke Asgard. Sementara di sudut lain, Robot Monster Kursed dapat dengan mudah melempar-lemparkan para pengawal Asgard yang mencoba menghadangnya. Di tengah-tengah hiruk pikuk itu, Malekith menyusup ke dalam Keputren tempat Jane berada. Thor The Dark World

Ketika Malekith berhasil masuk ke dalam Keputren, dia langsung berhadapan dengan Frigga dan Jane yang bahu membahu melawan Malekith. Dalam pertempuran itu, Jane yang mulai bisa mengendalikan kekuatan Aether dalam tubuhnya, telah membuat Malekith keteteran. Frigga yang berada dalam posisi bebas dapat dengan leluasa menghantam dada  Malekith dengan palu berkali-kali. Akibatnya Malekith mulai muntah darah. Di saat yang genting itu muncullah Kursed yang berhasil masuk ke Keputren, dan langsung menyerang Jane. Nampaknya monster itu terlalu kuat bagi Jane yang belum sembuh total, sehingga dia terlempar dan jatuh pingsan. Kini Frigga tinggal sendirian harus menghadapi Kursed dan Malekith. Frigga terdesak hebat, dan dalam pertarungan jarak dekat dia tertusuk pedang Malekith. 

Thor datang terlambat saat Frigga sudah tertusuk pedang Malekith. Kedatangan Thor serta merta membuat Malekith terkencing-kencing di celana. Dengan bantuan Robot Monster Kursed sebagai tameng,  Malekith yang terluka berhasil kabur terbirit-birit dengan piring terbangnya. Thor sangat sedih dengan kematian ibunya. Dia minta ijin ayahnya untuk keluar dari Propinsi Asgard guna mencari Malekith. Menurut Thor, Malekith bakalan datang lagi menyerang Asgard untuk mendapatkan Aether yang ada dalam tubuh Jane.  Jika itu terjadi, maka banyak rakyat akan menjadi korban. Tapi Odin keberatan jika Thor dan Jane keluar dari Propinsi Asgard, karena sangat berbahaya bagi keselamatan mereka. Malahan mereka seperti mengantarkan Aether kepada Malekith.

Namun Thor sudah menbulatkan tekad untuk keluar dari Asgard. Dengan bantuan Loki, adiknya yang tengah dipenjara karena mencoba merebut kekuasaan Propinsi Asgard dari tangan ayahnya, Thor berhasil membawa Jane keluar dari Asgard. Mereka bertiga berencana menjebak Malekith agar Aether dapat keluar dari tubuh Jane, sekaligus Thor dapat menghancurkan Malekith. Hanya Malekith yang tahu cara menarik Aether keluar dari tubuh Jane, namun Thor harus mencegah Aether masuk sepenuhnya ke tubuh Malekith, karena hal itu akan membuat tubuhnya menjadi terlalu kuat untuk ditaklukkan.

Seperti yang sudah mereka rencanakan, mereka bertiga datang ke sebuah lapangan upacara favorit Malekith di Svartalfheim, untuk memancing kedatangan Sang Gubernur Svartalfheim. Kemudian Loki pura-pura mengulangi kejahatannya di masa lalu, yaitu menyerang Thor dari belakang hingga terluka dan tergolek di tanah.  Malekith yang melihat Thor tergolek diam, kemudian memasang perangkat untuk menyedot Aether dari tubuh Jane. Setelah perangkat itu diaktifkan, tubuh Jane terangkat ke udara dan perlahan-lahan sekumpulan campuran virus dan bakteri itu keluar dari tubuh Jane, kemudian masuk ke dalam tubuh Malekith.

Pada saat  semua Aether telah keluar dari tubuh Jane dan tengah masuk ke tubuh Malekith, Thor tiba-tiba bangkit dan memanggil palunya. Kemudian dengan sekuat tenaga menghantam dada Malekith dengan palunya. Tubuh Malekith terlempar dan terbanting ke tanah, tak bergerak. Namun ternyata transfer Aether ke dalam tubuh Malekith tetap berlangsung. Thor yang mencoba menghentikan perangkat transfer Malekith dihalang-halangi oleh Robot Monster Kursed, sehingga beberapa kali terlempar akibat pukulan Kursed. Loki tak berdiam diri ikut menyerang Kursed. Namun agaknya Kursed terlalu kuat untuk Loki. Adik Thor itu terbunuh di tangan Kursed.

Thor akhirnya bisa menghancurkan Robot Monster Kursed dengan rentetan gebukan pukul besinya yang dahsyat ke punggung Kursed. Punggung Robot Monster itu remuk, diikuti dengan meledaknya tubuh Kursed hingga hancur berkeping-keping. Namun Malekith berhasil meloloskan diri dengan membawa Aether di dalam tubuhnya. Thor sangat bersedih bahwa adiknya terbunuh di tangan musuh. Meskipun tahun-tahun yang silam adiknya pernah mencoba menyingkirkan dirinya dan ayahnya agar bisa menjadi Gubernur Asgard, kini Loki telah menebusnya dengan berjuang sampai titik darah penghabisan melawan musuh. Dia berjanji akan menyebut-nyebut pengorbanan adiknya yang luar biasa kepada ayahnya di Istana Asgard. 

^_^

Thor dan Jane berangkat menuju Propinsi Bumi untuk bertemu Professor Erik Selvig, seorang biolog yang juga bossnya Jane. Mereka berdua yakin bahwa Malekith akan mencoba menggunakan Aether untuk menaklukkan propinsi yang paling kaya dan paling banyak penduduknya, yaitu Propinsi Bumi. Jane yakin bahwa Professor Selvig yang juga sejak lama mempelajari Aether, memiliki sesuatu untuk membuat makhluk itu jinak, tidak membahayakan bagi manusia dan alam sekitar. Benar saja, ternyata Professor Selvig telah mengembangkan polyclonal untuk memberi kekebalan terhadap serangan Aether, sekaligus melumpuhkan epitop-epitop penyebab kekuatan luar biasa Aether. Sebagai seorang biolog kenamaan, Professor Selvig memiliki belasan patent yang royaltinya membuat dirinya menjadi salah satu orang terkaya di Propinsi Bumi, sehingga memiliki cukup uang untuk membiayai beragam penelitian, termasuk pengembangan polyclonal anti Aether.

Seperti dugaan Thor dan Jane, tak berapa lama kemudian Malekith datang bersama ribuan pasukannya menyerang Propinsi Bumi. Dibawanya ratusan piring terbang untuk menyerang Propinsi Bumi. Di paling belakang terdapat sekumpulan piring terbang yang bertugas membawa bioreaktor raksasa berisi sejuta telur yang telah diinfeksi Aether yang telah dilemahkan. Aether hanya dapat tumbuh pada telur yang ada embryo ayamnya. Aether yang tumbuh itu akan memperbanyak diri di dalam embryo ayam, menjadi bermilyar-milyar virus dan bakteri yang siap meluncur ke udara terbuka dan menginfeksi jutaan penduduk Propinsi Bumi. Aether yang ditanam ke dalam bioreaktor adalah Aether yang telah dimodifikasi, yaitu Aether yang tidak lagi membuat manusia terinfeksi menjadi kuat, tetapi malahan lumpuh dalam waktu kurang dari lima belas menit. 

Thor yang telah mendapat suntikan polyclonal kini memiliki kekebalan terhadap serangan virus yang dikeluarkan Malekith, sehingga dia akan berusaha menaklukkan Malekith dalam pertarungan satu lawan satu. Sementara Jane memilih tugas menembakkan senapan berpeluru polyclonal ke tubuh Malekith sehingga polyclonal itu akan mengalir ke dalam aliran darah dan menutup epitop-epitop penyebab kekuatan pada Aether. Harapannya setelah Aether dijinakkan, Malekith tidak lagi memiliki kemampuan yang luar biasa. 

Tugas lain Jane adalah melumpuhkan bioreaktor yang berisi sejuta telur yang telah diinfeksi virus, yang jika sampai dua belas  jam tidak dihentikan, maka  milyaran Aether akan keluar dari telur dan menyebabkan jutaan penduduk Propinsi Bumi menjadi lumpuh. Jane yang pernah terinfeksi Aether telah miliki kekebalan, sehingga dirinya dapat leluasa mendekati bioreaktor.

^_^

Sesaat setelah Malekith keluar dari piring terbangnya, Thor langsung berlari dengan palunya menghantam Malekith. Pukulan palu Thor kali dihadapi dengan pukulan tangan Malekith yang tak kalah dahsyatnya karena sokongan tenaga Aether. Malekith punya kepentingan untuk segera melumpuhkan Thor agar cita-citanya menaklukkan Propinsi Bumi tidak terhalang, makanya dia tidak menghindar dari serangan Malekith. Apalagi kini dirinya memiliki kekuatan luar biasa berkat terinfeksi Aether. 

Maka terjadilah pertempuran seru antara Thor dan Malekith. Keduanya memiliki tenaga luar biasa. Piring terbang-piring terbang Malekith yang mencoba membantu tuannya hancur berkeping-keping dihantam pukul besi Thor. Demikian juga pukulan tangan Malekith membuat mobil-mobil di jalan remuk redam terserempet pukulan yang tidak kena sasaran. Berkali-kali tubuh Thor terlempar oleh pukulan Malekith. Namun berkali-kali juga tubuh Malekith melesak ke dalam tanah akibat gebukan pukul besi Thor. Malekith heran bukan kepalang melihat Thor tidak mempan oleh serangan virus yang dilancarkannya. Dia tidak sadar bahwa di belakang Thor berdiri Professor Selvig yang pengetahuannya tentang biologi susah dicari tandingannya.

Pertempuran keduanya berlangsung seru, melompat dari jalan ke jalan, dari gedung ke gedung, dari satu blok ke blok lain. Setiap benda yang terkena gebukan keduanya akan hancur berkeping-keping, sehingga nampaklah bekas-bekas pertempuran yang berserakan sepanjang jalan. Setiapkali lemparan pukul besi Thor mengenai sasaran, yaitu tubuh Malekith, terdengar teriakan kesakitan yang dahyat hingga memecahkan kaca-kaca gedung bertingkat. Setiapkali pukulan Malekith menghantam tubuh Thor, terdengar pekik kemarahan yang membahana. 

Pertempuran keduanya berlangsung seimbang, Sama-sama kuat, sama-sama tahan banting. Jane dengan mengendarai Vespa berusaha keras mengikuti pertempuran keduanya. Dipunggungnya tersandang senapan bius, yang isinya telah diganti polyclonal. Bahan aktif yang jika masuk ke tubuh Malekith akan menutup epitop-epitop pembangkit energi Aether, sehingga akan kehilangan kemampuan membangkitkan tenaga yang luar biasa pada tubuh Malekith. 

Setiapkali Jane punya kesempatan membidik, tiba-tiba saja lokasi pertempuran sudah bergeser. Begitu seterusnya Jane kesulitan menembakkan senapannya. Kesempatan itu baru tiba tatkala pukulan Thor mengenai rahang Malekith, dan membuat tubuhnya terlempar menghantam menara. Pada saat tubuh itu merosot dari puncak menara ke arah tanah,  Jane punya kesempatan membidik dan menembakkan senapannya. "Bang" Senapan Jane menyalak. Dari lubang teleskop Jane melihat pelurunya menembus pundak Malekith. Jane lega, tugas pertamanya sudah selesai. Dalam limabelas menit ke depan seharusnya Malekith akan kehilangan kekuatan Aether, dus Thor akan dapat dengan mudah mengalahkannya. Kini saatnya menunaikan tugas kedua yaitu melumpuhkan bioreaktor.

Untunglah ada Professor Selvig mengendarai helikopter pribadinya untuk mengantarkan Jane mendekati bioreaktor. Hasil diskusi Jane dan Professor Selvig menyimpulkan bahwa satu-satunya cara untuk melumpuhkan virus dalam bioreaktor adalah dengan menaikkan suhunya, sehingga telur-telur di dalam bioreaktor menjadi telur matang dan tidak bisa lagi ditumbuhi Aether. Jika bioreaktor itu dihancurkan akibatnya justru fatal. Virus-virus dalam telur justru akan berhamburan ke udara bebas dan mencemari kota. Maka Professor Selvig mengendalikan helikopter mendekati ruang kendali bioreaktor yang terletak di puncaknya. 

Bioreaktor diletakkan oleh pasukan Malekith di Greenwich, yang merupakan titik sentral Propinsi Bumi. Tujuannya agar infeksi Aether dapat tersebar ke seluruh penjuru propinsi. Untunglah piring terbang-piring terbang pengawal bioreaktor tengah sibuk bertempur melawan helikopter tempur polisi, sehingga helikopter Professor Selvig leluasa mendekati bioreaktor. 

Jane meluncur dengan menggunakan tali dari helikopter dan mendarat di ruang kendali bioreaktor.  Ternyata di sana telah terdapat dua orang operator yang bersenjata pistol. Sebelum mereka sempat menembakkan pistol, Jane keburu melemparkan granat sambal yang membuat dua orang itu terkulai lemas kena sengatan listrik. Kini Jane masuk ke ruang kendali, kemudian di telusurinya menu scada system yang mengendalikan bioreaktor. Setelah ditemukan menu pengendali suhu, dinaikkan suhu bioreaktor hingga 100 derajad celsius, dan dalam kelembaban tinggi. 

Tak sampai limabelas menit telur-telur dalam bioreaktor telah menjadi matang, menjadi telur rebus beserta embryo ayam di dalamnya. Aether yang berada dalam telur-telur berhenti perkembangannya dan mati. Milyaran, bahkan trilyunan Aether yang sedianya akan keluar dari dalam telur, kini mati terjebak dalam telur rebus. Tak puas dengan itu, kini Jane memasang mode disinfeksi untuk memusnahkan semua mikroba yang ada di dalam bioreaktor pada suhu 121 derajad celsius dan tekanan 1,2 bar. Sebuah metode yang efektif untuk membunuh kuman-kuman yang mencemari suatu materi. Legalah hati Jane setelah semua kuman dalam bioreaktor didisinfeksi. Kini dia akan kembali ke tempat pertempuran Thor melawan Malekith. Siapa tahu Thor butuh bantuannya.

Dengan helikopter, Jane dan Professor Selvig mendekati tempat pertempuran Thor. Jane telah menyiapkan senapan beserta peluru polyclonal, jaga-jaga seandainya tembakan polyclonal yang terdahulu tidak cukup kuat untuk memberi efek pada tubuh Malekith. Namun ternyata kekhawatiran Jane tidak beralasan. Di depan mereka terlihat Malekith tampak tak berdaya berhadapan dengan Thor. Pukulan tangannya tidak lagi bertenaga, gerakannya tidak lagi lincah, bahkan teriakan kesakitannya terdengar lemah. Celananya telah basah oleh keringat dingin saking rasa takut telah menjalari hatinya. Matanya berkaca-kaca menahan sakitnya gebukan pukul besi Thor. Sebenarnya Malekith ingin menyerah kalah, namun rasa gengsinya membuatnya terus melawan. Terakhir pukulan telak pukul besi Thor pada kepalanya telah membuatnya terlempar jatuh dan tak bergerak lagi. Berakhir sudah  serangan Malekith dan pasukannya.

^_^

Odin selaku Gubernur Asgard sangat berterimakasih pada Jane dan Professor Selvig yang telah membantu Thor menaklukkan Malekith. Thor akan kesulitan menaklukkan Malekith tanpa bantuan tembakan polyclonal Jane. Jasa penting lain Jane adalah telah melumpuhkan Aether dalam bioreaktor, yang jika tersebar  akan menyebabkan penduduk menjadi lumpuh. Seandainya Malekith berhasil menaklukkan Propinsi Bumi, maka korban berikutnya adalah propinsi-propinsi lain termasuk Propinsi Asgard. Odin terpesona dengan kecekatan serta ketabahan Jane, dan berniat mengangkatnya sebagai menantu. Seorang wanita setangguh dan setabah Jane sangatlah pantas menjadi ibu negara.  Odin mengirimkan lamaran kepada kedua orangtua Jane untuk dijadikan menantunya, yang kelak mendampingi Thor memimpin Propinsi Asgard. 

Maka pada hari yang telah ditentukan sepasang remaja belasan tahun itu melangsungkan pernikahannya. Sehabis menikah keduanya kembali ke Propinsi Bumi untuk melanjutkan pendidikan. Jane melanjutkan kuliahnya yang tertunda, sementara Thor memilih belajar ilmu siyasah yang kelak berguna saat dirinya membantu ayahnya memajukan Asgard, sembari terus mengasah kemampuannya memainkan pukul besi. Tentu saja kebahagiaan mereka semakin bertambah-tambah kala setahun kemudian lahir sepasang bayi kembar buah hati mereka (Undil - Nop 2013).

Referensi:
Tulisan diolah dari Thor The Dark World
gambar diambil dari Dailymail

0 komentar:

Post a Comment