Cerita Cinta Diandra

Pagi hari di Bulan Januari kala Borip menarik nafas lega setelah Om Hariman akhirnya menyetujui untuk membeli belasan Toyota Innova Luxury untuk menambah armada mobil rentalnya. Kenyamanan, tenaga yang kuat dan kursi-kursi yang terpisah antar penumpang adalah feature andalan yang membuat Borip berhasil meyakinkan Om Hariman yang memiliki mayoritas pelanggan dari kalangan bisnis. Namun faktor terpenting yang mendorong keputusan Om Hariman adalah tawaran discount untuk perawatan mobil selama tiga tahun, plus layanan perbaikan di lapangan, yang ditawarkan Borip sebagai bonus tambahan kepada Om Hariman selaku premium konsumen.




Negosiasi berminggu-minggu itu akhirnya berhasil ditutup dengan manis oleh Borip, sekaligus membuat ayahnya selaku pemilik dealer dan bengkel puas dengan hasil kerja Borip. Keberhasilan ini adalah langkah pertama Borip mewujudkan impiannya. Kini Borip mendapat "hak" yang telah dijanjikan ayahnya untuk diberi bantuan pinjaman lunak guna membeli ruko di kawasan perumahan dosen di dekat kampus. Borip sudah setahun ini melakukan studi lapangan untuk berjualan di sana, dan mendapatkan kesimpulan berjualan sayur-sayuran segar adalah alternatif terbaik untuk tempat itu. Belum ada penjual sayuran yang lengkap di sekitar itu, dus Borip yakin tokonya bakalan laris manis disambangi pembeli.


Borip juga akan membuka kafe yang khusus menjual masakan sehat dari sayur-sayuran dan buah-buahan sebagai menu utamanya. Dia telah menyiapkan dua orang koki yang akan bergantian menangani masakannya. Kenapa dua orang? Tentu saja supaya orang tidak bosan dengan masakan sayur-sayuran di kafenya. Tentu saja Diandra dilibatkan dalam semua persiapan ini. Mulai dari merancang desain toko hingga mendesain kafe. Juga memilih masakan-masakan yang akan disajikan di kafe. Semua mendapat sentuhan tangan-tangan kreatif Diandra. Toko sayuran adalah langkah kedua Borip untuk mewujudkan cita-citanya.

^_^

Toko sayuran maupun kafe sudah berjalan enam bulan dan memiliki pelanggan tetap yang lumayan banyak tatkala Borip dan Diandra diterima pada kampus yang sama, pada jurusan incaran mereka. Diandra memang sejak kecil berminat menjadi dokter hewan seperti tantenya, telah diterima di Fakultas Kedokteran Hewan. Sedangkan Borip belajar Agribisnis seperti kegemarannya sejak kecil ikut neneknya berdagang sayur-sayuran di pasar tradisional. Keduanya tersenyum lebar tatkala mengetahui kelulusan mereka dari situs online. Cita-cita keduanya terasa semakin dekat saja.


Borip tahu bahwa Diandra telah terbiasa dengan pekerjaan rumah seperti memasak, menjaga kerapian rumah, hingga urusan tetek bengek seperti mencari pembantu dan bergaul dengan baik dengan ibu-ibu tetangga. Sebuah bekal yang bagus untuk cita-cita mereka. Sementara Borip mampu memperbaiki perkakas rumah tangga, membengkel mobil, hingga kompromi dengan Bapak-bapak tetangga untuk menentukan besaran iuran memperbaiki selokan. Melihat semua itu, Borip merasa bahwa persiapan dirinya dan Diandra sudah lebih dari cukup untuk mewujudkan cita-citanya.        


^_^


Baik keluarga Borip, maupun kedua orang tua Diandra tidak berkeberatan kala Borip menyatakan niatnya untuk menikah sesaat sebelum perkuliahan dimulai. Borip berhasil membuktikan bahwa dirinya  sudah cukup matang untuk berumahtangga. Demikian juga Diandra yang jelita itu jauh dari sifat kekanak-kanakan dan manja, serta trampil dalam urusan rumah tangga. Baik Borip maupun Diandra telah bekerja keras untuk membuat diri mereka layak menuju jenjang pernikahan. Alangkah bahagia kedua remaja itu kala mengetahui bahwa cita-cita mereka untuk bersatu dalam pernikahan sebelum masuk ke dunia kampus dapat terkabulkan. Sebuah cita-cita yang sudah ditetapkan di hati mereka sejak setahun lalu, saat menginjak kelas dua SMA.


Setahun kemudian rumah Borip telah disemarakkan kehadiran putra semata wayang Hilda. Kehadiran Hilda yang lucu membuat rumah mereka semakin meriah. Kemeriahan itu semakin bertambah karena keramahan Borip membuat rumahnya yang lumayan luas itu telah menjadi tempat favorit bagi kawan-kawannya untuk main, belajar bersama dan berdiskusi. Juga bagi teman-teman kuliah Diandra. Alhasil rumah Borip yang merangkap sebagai toko dan kafe itu selalu ramai oleh para mahasiswa Pertanian dan Kedokteran Hewan. Berkat promosi dari mulut ke mulut oleh teman-temannya, toko Borip dikenal luas di daerah kampus dan sekitarnya sehingga tak pernah sepi dari pembeli.  

Borip senang dengan semua yang telah dia alami. Yah semua itu dari mulai didirikan toko sayuran, pernikahan dengan Diandra, diterima kuliah di jurusan yang dia minati yang insya Allah akan diselesaikan tiga tahun lagi, kelahiran Hilma, hingga sahabat-sahabat yang mengelilingi dirinya. Semua itu membuat Borip semakin hari semakin bersyukur dengan karunia Ilahi yang terlimpah kepadanya (Undil - Nop 2013).

gambar diambil dari wikipedia

2 comments:

  1. halo bisa minta contact emailnya? terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. makmur14 (at) hotmail (dot) com

      Delete